JAMBI, Ayojambi.com - Marilah kita bertakwa kepada Shang Ti (Tuhan). Takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia. lebih khusus lagi, yaitu sambunglah tali silaturahmi dengan sesama umat diseluruh penjuru tanah air [Lihat Gambat: MAKIN Segar Depok Silaturahmi Ke Sejumlah MAKIN di Jambi].
Banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya dengan cara saling berkunjung seperti yang dilakukan sejumlah umat dari Majelis Agama Khonghucu Indonesia “Semangat Genta Rohani” (MAKIN Segar Cilodong Kota Depok). Memanfaatkan hari libur panjang dengan bersilaturahmi ke sejumlah MAKIN Kelenteng yang berada di kota Jambi selama dua hari (5-6/7-2016).
Wisata Religi yang dikunjungi adalah, MAKIN Kelenteng Leng Chun Keng dikawasan Koni 1 Jambi, MAKIN Kelenteng Lam Po Tong yang berada di belakang kantor DPRD kota Jambi, selanjutnya rombongan menuju MAKIN Kelenteng Gi Hong Tong di Payolebar, MAKIN Kelenteng Hok Sin Tong di Lebakbandung, setelah itu mereka kunjungi Kelenteng Siu San Teng, Kelenteng Beng Shan Bio, sebelum rombongan MAKIN Segar Depok bertolak ke Pakan Baru (Riau) dan Medan (Sumut) mereka mampir ke MAKIN Kelenteng Hok Kheng Tong dan MAKIN Kelenteng Sai Che Tien.
Rombongan dipimpin oleh Ws. Chandra Kurniawan dan Ketua Perkhin MAKIN Segar Depok, Ibu Sugiarty Setiawan.
Menurut, Ws. Chandra Kurniawan, bahwa kunjungan mereka ke Jambi untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa terima kasih kepada pengurus MAKIN yang telah menyambut kehadiran mereka di kota Jambi, namun sangat disayangi bahwa mereka tidak bisa lama-lama di Jambi, lantaran masih ada dua daerah yang akan di kunjungi.
Sambunglah silaturahmi itu dengan berlemah lembut, berkasih sayang, wajah berseri, memuliakan, dan dengan segala hal yang sudah dikenal manusia dalam membangun silaturahmi. Dengan silaturahmi, pahala yang besar akan diproleh dari Shang Ti (Tuhan).
Artinya tali persahabatan atau tali persaudaraan, sedangkan bersilaturahmi yaitu mengikat tali persahabatan. Jadi, untuk mengikat tali persahabatan antar daerah itu dapat dilakukan kapan saja waktunya. (Romy)
* www.ayojambi.com/
JAMBI, ayojambi.com – Salah satu tradisi membangun tempat ti8nggal maupun tempat ibadah masyarakat Tionghoa di Jambi masih mempercayai roh-roh suci dari para shen ren (roh suci dewa-dewi). Seperti rencana pembangunan Kelenteng Hok Sin Tong di RT. 23 Kelurahan Lebakbandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi [ALBUM: Lihat Foto Ritual].
Rencana pencarian feng shui melalui para roh suci dewa sempat mengalami kegagalan beberapa waktu lalu, bahkan Rabu (9/11) siang seusai Pilkada masih mengalami kegagalan mengundang dewa Sam Tai Kong (Un Cu Sam Tai) untuk menentukan posisi as pembangunan Kelenteng Hok Sin Tong. Hingga pukul 10.10 Sam Tai Kong tidak kunjung datang, satu-satunya jalan para pengurus mengundang Hien Tien Siong Tee untuk memberi petunjuk. Begitu datang (Hien Tien Siong Tee) marah-marah terhadap pengurus Kelenteng Hok Sin Tong karena tidak pernah konsultasi sama beliau (Hien Tien Siong Tee, red), bahkan posisi altar utama juga letaknya salah, semestinya hadap keluar, malahan dibikin hadap ke dinding.
Akhirnya pengurus kelenteng meminta maaf atas segala kesalahan mereka dan akan diperbaiki yang salah, hingga Hien Tien Siong Tee memutuskan undang Sam Tai Kong pada pukul 13.00 WIB.
Selain itu Hien Tien Siong Tee juga mengutus 2 orang pemikul kursi tandu untuk mengawali pemanggilan roh suci Sam Tai Kong. Kedua pemikul sempat terjatuh didepan pintu aula, akibat beratnya kursi tandu yang mereka pikul dipundak.
Pulul 13.30 prosesi pencarian feng shui selesai (Romy)
JAMBI, ayojambi.com –Selasa (21/4) pagi ratusan umat Khonghucu kota Jambi mengikuti prosesi sembahyang memperingati sejit shen ming (Ultah) Hian Thian Siang Tee (玄天上帝生日) yang digelar Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Hok Sin Tong (福神堂) di RT. 23 Kelurahan Lebakbandung, Kecamatan Jelutung.
Kelenteng Hok Sin Tong termasuk salah satu Kelenteng yang usianya cukup tua di Kota Jambi sebagai pusat perayaan Sejit Hien Tien Siong Tee, karena Kelenteng tersebut memiliki altar utama shen ming (roh suci dewa) Hien Tien Siong Tee yang didirikan pada tahun 1946 dengan ukuran dalam ruangan 12X8 meter dan direnovasi pada tahun 1986.
Mengingat jasa para suci shen ming Hian Thian Siang Tee (玄天上帝) yang berkharisma serta telah banyak membantu berbagai lapisan masyarakat dunia, maka tidak heran di setiap perayaan ulang tahun (sejitnya) dan kho khun warga tionghoa yang memeluk kepercayaan Khonghucu selalu membanjiri Kelenteng-Kelenteng diseluruh tanah air bahkan di dunia.
Di dalam ulang tahun shen ming Hian Thian Siang Tee (玄天上帝生日) kali ini dilaksakan secara sederhana, tujuan utama sembahyang adalah memohon berkah dari sang pencipta alam semesta. Ujar Darman Wijaya, “Ini hari di kelenteng kita secara sederhana dengan memohon pelindungan dari para suci agar negara bisa aman sentosa dan rakyat bisa hidup sejahtera” ujar Darman disela istirahat sembahyang.
Menurut Ketua Makin Kelenteng Hok Sin Tong, yang dipercaya sebagai Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Provinsi Jambi, selain itu, Darman Wijaya yang juga Ketua Pengprov Persatuan Xiangqi Indonesia (DPD-PEXI) Jambi.
Selain sembahyang Sejit Hien Tien Siong Tee di Kelenteng Hok Sing Tong, MAKIN Kelenteng Leng Chun Keng (龍春宮) di Jalan Koni I, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung juga memperingati Sejit Hien Tien Siong Tee.
Di Keleteng Leng Chun Keng (龍春宮), nampaknya umat Khonghucu lebih banyak melakukan komunikasi dengan para roh suci dewa melalui jasad para Khi Tong (tatung), mereka (umat banyak yang meminta obat).
Seusai upacara sejit Hian Thian Siang Tee (玄天上帝) dan kho khun semua persembahan dari umat dikumpulkan dan dimasak selanjutnya dimakan bersama, menurut kepercayaan umat Khonghucu dengan memakan hidangan dari sembahyang itu umat akan mendapatkan berkah dari sang shen ming (dewa).(Romy).