Tampilkan postingan dengan label Kremasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kremasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2016

Umpan Pancing Pakai Abu Kremasi Sahabatnya, Pria Ini Dapat Ikan Monster

Ayojambi.com - Menggunakan abu kremasi sahabatnya, dua pemancing ini mendapatkan ikan monster seberat 81 kg.

Penggunaan abu sisa kremasi bukan karena usil, tapi sebagai penghormatan terhadap si teman yang baru saja meninggal karena kanker itu.

Ron Hopper (64) meninggal dunia sebelum mewujudkan mimpinya: liburan memancing di pelosok Thailand bersama teman-temannya.
Teman Ron yang dimaksud itu adalah Paul Fairbass dan Cliff Dale; ketiganya berasal dari Hull, East Yorks, Inggris, sangat menyukai memancing.

Sebelum meninggal, Ron ingin agar abunya dibuang di Timur Jauh, persisnya Thailand. Tawaran itu kemudian dijawab Paul dengan lebih tegas.

“Kami akan melakukannya lebih dari itu, Sob. Saya akan menjadikannya umpan dan akan menangkap ikan yang sangat besar,” tegas Paul, dan Ron menyebut itu sebagai “ide yang cemerlang”.

Inilah abu kremasi yang sudah dalam bentuk umpan buat memancing/Mirror Online

Dua orang berusia 65 tahun itu kemudian membuang umpan dari ibu itu sepanjang perjalanan memancingnya selama sembilan hari.

Setelah hanya mendapatkan beberapa ikan dengan ukuran nisbi kecil, umpan itu akhirnya disambar oleh ikan mas Siam seberat 81kg—salah satu ikan mas terbesar di dunia. Ikan tampak menyukai umpan aneh itu.

Tiga jam waktu yang dibutuhkan Paul dan Cliff menundukkan si ikan. Setelah itu, mereka benar-benar mengucapkan terimakasih kepada sobatnya, Ron, yang telah “membuat” pancingnya telah ganas.

“Kami sedang berkabung karena Ron tidak bisa ikut bersama kami, tapi dia pasti bersama kami ketika mendapatkan ikan itu. Sepertinya itu takdir, menggunakan ‘Ron’ untuk menangkap salah satu ikan terbesar di dunia,” ujar Paul.

“Saya bukan orang yang religius tapi rasanya ini ajaib, rasanya seperti Ron ada bersama kami di sana. Setelah menangkan ikan ini, saya menghadap ke langit dan bilang, ‘terimakasih, Ron’,”tambah Cliff.

Paul dan Cliff sejatinya tidak membawa seluruh abu kremasi sahabatnya itu. Sebagian lagi dibawa oleh istri Ron, Judith, dan melabuhnya di sebuah pantai di Grenada di Karibia. (Intisari Online)

http://jambi.tribunnews.com/2016/04/29/umpan-pancing-pakai-abu-kremasi-sahabatnya-pria-ini-dapat-ikan-monster
* www.ayojambi.com/

Sabtu, 31 Mei 2014

Warga Cina Sengaja Bunuh Diri Agar Tak Dikremasi?

DREAMERSRADIO.COM - Banyak budaya dan adat istiadat yang melihat bahwa usia tua adalah waktu di mana kita harus merefleksikan diri dan bersiap untuk ‘perjalanan akhir’ kehidupan. Namun, beberapa warga usia lanjut di Cina terpaksa harus ‘mempercepat’ perjalanan hidup mereka karena sebuah peraturan baru di Cina terkait proses pemakaman.
Pemerintah setempat di propinsi Anhui, Cina berencana untuk menutup semua pemakaman setelah 1 Juni karena tak ada lagi tempat, sehingga mau tak mau mereka harus dikremasi saat meninggal dunia nantinya. Tak ingin dikremasi, puluhan warga Cina pun dengan sukarela menghabisi hidup mereka demi menghindari diri dari proses dikremasi atau dibakar.

Informasi ini diumumkan pada 1 April lalu yang berbunyi, “Sebelum 1 Juni, orang-orang dapat ‘mengirimkan’ tubuh mereka untuk dimakamkan, tetapi setelah itu, pilihannya hanyalah dikremasi.” Pengumuman tersebut pun sontak langsung menimbulkan kehebohan khususnya warga di pedesaan.

Para penduduk di desa setempat menganggap bahwa kremasi adalah sesuatu yang mengerikan, dan bertentangan dengan kepercayaan tradisional Cina. Oleh karena itulah muncul ide bahwa menghabiskan hidupnya sebelum 1 Juni adalah jalan terbaik untuk menghindari diri dari kremasi.

Dilansir Odditycentral, seorang warga berusia 97 tahun bernama Wu Lixiu telah menghabiskan hidupnya pada 12 Mei, dan warga 87 tahun bernama Zhang Wenying juga menghabiskan hidupnya dengan gantung diri. Dalam catatan bunuh dirinya, ia menulis bahwa ia bunuh diri demi mendapat kematian dalam damai, dan berharap untuk dikubur.

Setidaknya, sudah ada sekitar 7 warga yang menghabiskan nyawanya dengan bunuh diri dan kasus yang sama juga terjadi di ibukota propinsi tersebut. “Sulit bagi orang tua untuk menerima kebijakan tersebut, jadi pemerintah harus memberikan mereka waktu untuk memikirkannya kembali, dan tidak mengumumkan secara mendadak,” tutur seorang warga. Duh, jangan ditiru ya, Dreamers!

https://id.she.yahoo.com/duh-warga-cina-sengaja-bunuh-diri-agar-tak-010000419.html* www.ayojambi.com/