Tampilkan postingan dengan label Musibah Air Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musibah Air Asia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2015

Sebelum Jatuh, Pilot dan Semua Penumpang AirAsia Diduga Pingsan

Lambannya petugas ATC merespon permintaan pilot diduga membuat pesawat tetap menembus awan cumulonimbus.
Suara.com - Pilot dan seluruh penumpang pesawat AirAsia QZ8501 diduga pingsan sebelum pesawat itu jatuh ke Selat Karimata.
Mantan Dirjen Perhubungan Udara, Budhi Mulyawan Suyitno mengatakan, apabila pesawat itu tetap menembus masuk ke awan cumulonimbus maka akan terjadi guncangan dahsyat yang membuat pesawat turun secara drastis.

Menurutnya, apabila pesawat turun secara drastis maka hampir dipastikan pilot dan semua penumpang akan kehilangan kesadaran.

“Jadi, tubuh itu hanya bisa menanggung penurunan 9G (9 gravitasi) yang artinya 9 kali dari bobot tubuh. Apabila turun 9G maka biasanya hanya akan mengalami mual-mual. Namun, apabila turun lebih dari itu maka dipastikan akan langsung kehilangan kesadaran. Dugaan saya, pesawat tetap menembus awan cumulonimbus karena belum dapat izin untuk naik ke ketinggian 38 ribu kaki dari ATC dan akhirnya terjadi guncangan hebat yang membuat pesawat kehilangan ketinggian secara drastis,” kata Budhi dalam wawancara khusus dengan suara.com di Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Budhi menambahkan, waktu 2 menit yang diperlukan petugas Air Traffic Control untuk merespon permintaan pilot yang ingin naik ke ketinggian 38 ribu kaki membuat pesawat sudah bisa menempuh 50 km. Dengan demikian, kemungkinan besar pesawat AirAsia tersebut hanya bisa bergeser ke kiri dan tetap dihadang oleh awan cumulonimbus.

Lambannya ATC (Air Traffic Controller), lanjutnya, memberikan respon diduga karena jumlah kru yang kurang. Ketika masih menjabat Dirjen Perhubungan Udara pada 2007 hingga 2009, Indonesia masih kekurangan 900 petugas ATC. Bandara Soekarno-Hatta masih kekurangan 50 petugas ATC.

Apabila jumlah petugas ATC tidak ditambah maka akan mempengaruhi kecepatan dalam memberikan respon terhadap permintaan yang disampaikan pilot. Menurut dia, pesatnya pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia juga harus diimbangi dengan penambahan sumber daya manusia terutama petugas ATC.

Perbincangan selengkapnya antara suara.com dengan mantan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budhi Mulyawan Suyitno bisa anda simak hari Senin (11/1/2015) yang akan diunggah pada pukul 10.00 WIB. (Doddy Rosadi/Laban Abraham)

http://www.suara.com/news/2015/01/07/150140/sebelum-jatuh-pilot-dan-semua-penumpang-airasia-diduga-pingsan?utm_source=facebook&utm_medium=cpm&utm_campaign=Diduga+Pingsan
* www.ayojambi.com/

Selasa, 06 Januari 2015

Ingin Bantu Cari Korban AirAsia, Ferry Sediakan Makanan untuk Basarnas dan Jurnalis

 Ferry Alfiand membagikan makanan kepada sejumlah awak media di posko relawan di Lanud TNI AU Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2015). Ada sekitar belasan posko relawan didirikan di sekitar Lanud Iskandar yang menyediakan sejumlah kebutuhan pangan secara gratis untuk relawan, anggota TNI-Polri, SAR, hingga wartawan.

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Ferry Alfiand tampak cekatan memasukkan telur, orek tempe dan bihun ke dalam kotak yang berisikan nasi. Segera setelah semua dimasukkan dia memberikannya kepada seorang jurnalis yang mengantre di depan posko relawan di Lanud TNI AU Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (6/1/2015).
Sudah dua hari ini, Ferry, dibantu istri dan anaknya menyediakan makanan secara gratis kepada anggota TNI-Polri, Basarnas, anggota PMI hingga jurnalis yang bertugas di Lanud Iskandar.

Menu telur, bihun atau mie goreng dan orek tempe, langsung diserbu sesaat Ferry menaruh masakannya di atas meja posko. Makanan yang dibagikan memang dimasak sendiri oleh laki-laki yang memiliki usaha rumah makan tersebut.

"Ya, saya baru dua hari ini berada di posko relawan untuk membantu menyediakan makanan kepada semua pihak yang bertugas di sini. Karena saya tidak punya kemampuan untuk membantu mencari korban ataupun puing, ya saya lakukan yang saya bisa yaitu menyediakan makanan", kata Ferry.

Banyaknya orang menyukai makanan yang dibawa Ferry, tak pelak, hal itu membuat makanan yang dibagikan segera habis dalam setengah jam. Tentu saja ini membuat Ferry merasa semangat untuk terus menyediakan makanan di posko relawan.

"Biasanya saya mulai ke pasar itu pagi jam 9 untuk belanja bahan, lalu langsung masak dan biasanya siang saya sudah di posko", kata Ferry.

Ferry berencana terus menyediakan makanan hingga misi pencarian korban dan puing pesawat AirAsia QZ8501 selesai.

Banyak Posko Relawan
Selain Ferry, ada belasan posko lainnya yang juga memberikan bantuan baik itu makanan, minuman, fasilitas telpon gratis, hingga tenda untuk mereka yang bertugas di Lanud TNI AU Iskandar.

Posko ini membantu petugas hingga jurnalis yang membutuhkan makanan atau minuman. Dari pengamatan Kompas.com, warung terdekat hanya berada di bandara komersil dengan harga yang relatif lebih mahal. Sedangkan supermarket terdekat berada di luar area Lanud TNI AU, dan untuk kesana harus berkendar dulu sekitar 1 kilometer.

http://nasional.kompas.com/read/2015/01/07/03182341/Ingin.Bantu.Cari.Korban.AirAsia.Ferry.Sediakan.Makanan.untuk.Basarnas.dan.Jurnalis
* www.ayojambi.com/

Cina Kirim Kapal Nanhai Jiu 101 Cari Pesawat Air Asia

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina pada Senin (5/1) memberangkatkan kapal penyelamat Nanhai Jiu 101, untuk membantu mencari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501.
Keterangan resmi Kementerian Transportasi Cina di Beijing, menyatakan kapal diberangkatkan dari Kota Haikou di wilayah selatan Cina dan akan menuju lokasi ditemukannya beberapa bagian pesawat yang jatuh pada Ahad (28/12) lalu.

"Diperkirakan kapal akan sampai ke lokasi dalam tiga atau empat hari ke depan," kata pernyataan tersebut.

Ikut dalam misi penyelamatan itu tujuh orang ahli yang juga membawa beragam peralatan yang diperlukan utamanya alat pemindai dan penentu sasaran.

Selain Nanhai Jiu 101, Kementerian Transportasi Cina juga menyiagakan kapal penyelamat Nanhai Jiu 115 yang kini berada di Kepulauan Yongxing, di wilayah selatan Cina.

"Kami menyiagakan kapal penyelamat lain, sambil terus memantau perkembangan dan permintaan dari Pemerintah Indonesia," kata pernyataan tersebut.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/15/01/05/nhpl13-cina-kirim-kapal-nanhai-jiu-101-cari-pesawat-air-asia
* www.ayojambi.com/

QZ8501 Disebut Ilegal, Rekaman ATC Juanda Beredar di Internet

KOMPAS.com - Otoritas Bandara Juanda, Surabaya sempat menyatakan bahwa penerbangan Indonesia AirAsia nomor penerbangan QZ8501 pada Minggu (28/12/2014) sudah mengantongi izin. Namun kurang dari 12 jam, pernyataan tersebut diralat dengan menyatakan bahwa penerbangan tersebut ilegal.
"AirAsia tidak mengajukan perubahan izin terbang dari Sabtu ke Minggu kepada Dirjen Perhubungan Udara sehingga penerbangan Minggu ilegal," ujar Praminto di Kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014) sore.

Praminto meralat pernyataannya setelah melakukan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Udara pada Senin siang.

Pernyataan terbaru tersebut justru mengundang pertanyaan besar, bagaimana mungkin sebuah penerbangan disebut ilegal padahal ia sudah mendapat izin terbang atau clearance dari ATC (Air Traffic Controller).

Bahkan, menurut informasi yang didapat Kompas.com, penerbangan Indonesia AirAsia QZ8501 pada hari Minggu sudah dilakukan sejak akhir bulan Oktober 2014. Otoritas bandara dan Air Navigation mengetahui aktivitas itu, namun tak ada penindakan atas hal tersebut.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn) Chappy L. Hakim pun mengungkapkan rasa herannya.

"Apabila benar AirAsia terbang di hari yang mereka tidak ada izinnya, pertanyaan besar adalah bagaimana flight plan-nya bisa di-approve," tulis purnawirawan yang kini jadi pemerhati dunia penerbangan nasional tersebut.

Bocoran rekaman ATC

Izin terbang pun sudah didapat QZ8501 pada saat hari kejadian. KompasTekno mendapat salinan rekaman ATC Bandara Juanda pada Minggu pagi tersebut yang berisi izin dari ATC kepada QZ8501 untuk terbang rute Surabaya - Singapura.

Rekaman dengan judul file "ATC PK AXC-QZ8501 201412272225Z" tersebut diunggah di Soundcloud oleh pengguna dengan user-ID "digitizing" pada 3 Januari 2014, sesaat setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura.

Rekaman yang bisa diunduh oleh publik tersebut bisa didengar melalui situs Soundcloud.

Sumber dalam KompasTekno yang tidak mau disebut namanya memastikan bahwa rekaman tersebut adalah rekaman asli ATC Juanda pada Minggu (28/12/2014). Hal itu dikonfirmasinya  berdasar traffic (lalu-lintas pesawat lain) yang dikontrol pada pagi itu.

File tersebut direkam dalam format UTC atau waktu Zulu (GMT +0) sehingga tanggal yang tertera masih 27 Desember 2014 pukul 22.25 GMT, yang artinya Minggu 28 Desember 2014 pukul 05.25 WIB.

Dalam rekaman audio berdurasi sekitar 20 menit tersebut, di menit ke-10 terdengar suara dari AirAsia QZ8501 (dengan callsign Wagon Air 8501) yang memberitahukan posisinya di-parking stand A9, dengan registrasi PK-AXC (Alpha X-ray Charlie), jumlah penumpang, dan tujuan Singapura.

Percakapan tersebut kurang lebih sebagai berikut:

AWQ8501: "Tower, Wagon Air eight five zero one good morning..."
Tower: "Wagon Air 8501 good mornig Juanda Tower, go ahead..."

AWQ8501: "Eight five zero one (registrasi) alpha x-ray charlie parking stand Alpha Niner (A9) destination Singapore POB (passenger on board) one six one, request push and start, wagon air eight five zero one.."

Tower: "Wagon Air eight five zero one parking stand number Alpha niner Pushback and start approved heading west runway one zero, exit sierra two.."

Tak lama kemudian, di menit ke-4, QZ8501 meminta izin ke ATC untuk menuju ke landas pacu. ATC kemudian mengarahkan QZ8501 ke runway 10 yang sedang digunakan saat itu.

Di menit ke 07.07 ATC kemudian memberikan izin keberangkatan kepada QZ8501 melalui airways M635 dengan ketinggian jelajah awal 24.000 kaki.

"Wagon Air eight five zero one clear to Singapore, mike six three five level two four zero initial, RAMPY one alpha departure squawk number seven zero zero five," demikian kata petugas ATC yang bersuara wanita tersebut.

Persetujuan dua negara

Logikanya, jika ATC telah memberikan clearance, maka flight plan tersebut telah disetujui, dan flight plan hanya bisa dibuat dan disetujui jika sudah ada izin dan slot di kedua bandara asal dan tujuan.

Secara prosedural, jika ATC telah memberikan izin, tentunya AirAsia sudah memiliki izin terbang, sebagaimana yang diungkapkan oleh otoritas Singapura sebagai negara tujuan.

Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) dalam situs resminya mengatakan bahwa AirAsia QZ8501 memiliki jadwal penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu (28/12/2014).

Menurut otoritas penerbangan sipil pemerintah negara tersebut, perizinan rute Bandara Juanda Surabaya di Indonesia ke Bandara Changi di Singapura bagi maskapai AirAsia pada hari naas tersebut merupakan kesepakatan kedua negara.

CAAS menegaskan, persetujuan Indonesia-Singapura terhadap jadwal penerbangan tersebut diberlakukan sejak 26 Oktober 2014 sampai 6 Maret 2015.

"Dengan demikian, penerbangan AirAsia QZ8501 pada Minggu (28/12/2014) telah disetujui karena ada hak lalu lintas udara yang tertera dalam perjanjian layanan udara bilateral, dan slot di Bandara Changi yang tersedia," tandasnya

Penyelidikan Polri dan KNKT

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura. Pembekuan ini berlaku sejak 2 Januari 2015. Pemberian sanksi ini terkait pelanggaran waktu operasional AirAsia rute Surabaya-Singapura.

Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara No AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tanggal 24 Oktober 2014 perihal izin penerbangan luar negeri periode winter 2014/2015, rute Surabaya-Singapura yang diberikan kepada Indonesia AirAsia adalah hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Namun, informasi mengenai pelanggaran waktu operasional dibantah AirAsia. Direktur Safety and Security AirAsia Indonesia Kapten Ahmad Sadikin menegaskan, AirAsia tak pernah mengoperasikan rute tanpa izin.

"Kalau kami tidak punya izin, kami tidak mungkin terbang," kata Sadikin di posko ante-mortem, Mapolda Jawa Timur, Jumat (2/1/2015).

Kini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menurunkan tim penyidik untuk turut serta menyelidiki kecelakaan pesawat AirAsia itu. Penyidik tersebut masuk ke dalam bagian dari penyidik KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

"Akan kami urutkan, penyebabnya apa, siapa yang menyebabkan kecelakaan, di situlah kita akan ketahui siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan itu," ujar Kapolri Jenderal Sutarman di kompleks Mapolda Jatim Senin siang.

"Kalau memang pihak korporasi (AirAsia) yang bersalah, ya kami terapkan dengan Undang-Undang Penerbangan. Adakah pasal-pasal yang dilanggar dalam UU itu," lanjut dia.

Pihak AirAsia melalui Ahmad Sadikin mengatakan akan memberikan kerja sama secara penuh dalam penyelidikan tersebut.

http://tekno.kompas.com/read/2015/01/06/15520907/QZ8501.Disebut.Ilegal.Rekaman.ATC.Juanda.Beredar.di.Internet?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Minggu, 04 Januari 2015

Jasad Ibu dan Anak Korban AirAsia Dipertemukan

VIVAnews - Gadis kecil penumpang Pesawat Air Asia QZ 8501, Jie Stevie Gunawan akhirnya dipertemukan dengan ibunya, The Meiji Tjejakusuma di rumah duka Adi Jasa, Kota Surabaya.
Keduanya dipertemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi setelah selama beberapa hari terpisah karena pesawat yang mereka tumpangi dari Bandara Juanda menuju Singapura jatuh di Perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Stevie  dapat disemayamkan bersama jasad ibunya setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) berhasil mengidentifikasi jasadnya.

Sementara ibunya dua hari lebih dahulu berhasil teridentifikasi setelah berhasil ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan ke Surabaya.

Namun, baru Stevie dan Meiji yang dapat dipertemukan kembali, sementara lima anggota keluarganya yang juga berada dalam pesawat Air Asia QZ 8501 itu, belum ditemukan.

"Mereka ke Singapura satu keluarga ada tujuh orang dan baru Stevie dan ibunya yang ditemukan," kata sepupu korban, Irawan saat berbincang dengan VIVAnews, Minggu 5 Januari 2015.

Lima anggota keluarga yang belum ditemukan di antaranya,  Jo Indri (80 tahun), ayah Stevie bernama Jie Charliy Gunawan (48 tahun), dua kakak Stevie bernama Jie Stephanie Gunawan (28 tahun), Jie Steven Gunawan (19 tahun) serta calon kakak ipar Stevie bernama Christanto Leoma Utama (20 tahun).

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574675-akhirnya-jasad-ibu-dan-anak-korban-airasia-dipertemukan
* www.ayojambi.com/

Pembusukan Jenazah Sudah Berbahaya

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALAN BUN -- Memasuki hari ke delapan musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501, jenazah yang ditemukan sudah mengalami pembusukan lanjut dalam tahap berbahaya sehingga tim evakuasi harus lebih berhati-hati.
"Tim SAR pakai baju khusus tadi itu karena sudah pembusukan tingkat berbahaya dan berisiko," kata Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Suyuti Syamsul, Ahad (4/1)

Sekitar pukul 15.00 WIB, tiga jenazah kembali dievakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin. Berbeda dari evakuasi yang dilakukan terhadap 30 jenazah pada hari-hari sebelumnya, kali ini tim evakuasi menggunakan pakaian pelindung khusus berwarna serba putih.

Ada empat kantong yang dibawa tim evakuasi. Namun Suyuti memastikan jenazah yang dievakuasi hanya tiga jenazah, sedangkan sisanya adalah properti yang mungkin milik korban.

Petugas evakuasi berpakaian khusus tersebut terlihat masuk mengantar jenazah sampai ke Posko DVI Biddokkes Polda Kalteng di rumah sakit tersebut. Namun setelah keluar ruangan, mereka tidak lagi mengenakan pakaian khusus tersebut.

"Pakaian khusus itu harus dimusnahkan dan di sini hanya di rumah sakit ini yang ada alat untuk pemusnahannya. Nanti itu dibakar di tempat pembakaran kami yang suhunya mencapai 1.100 derajat celsius. Mereka itu kan satu ruangan dengan jenazah saat di ambulans, jadi pakaian mereka sangat rentan terkontaminasi," kata Suyuti.

Suyuti menjelaskan, dalam tubuh manusia terdapat banyak kuman. Ketika manusia meninggal, kuman-kuman tersebut berproses dan bisa membahayakan manusia lainnya sehingga harus diwaspadai.

Pihak rumah sakit pun makin memperketat perlakuan untuk mencegah penyebaran kuman. Rembesan air dari kantong jenazah yang menetes di lantai langsung dibersihkan menggunakan cairan keras pemutih pakaian. Lantai dan dinding jenazah yang sudah kosong pun juga dibersihkan untuk mencegah penyebaran kuman.

"Makanya kami bersyukur cold storage (lemari pendingin) sehingga kalau jenazah tidak diberangkatkan di hari yang sama maka bisa kami simpan di cold storage sehingga ruangan bisa langsung dibersihkan untuk sterilisasi kuman," kata Suyuti.

Pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak di Selat Karimata pada Minggu (28/12/2014) lalu. Sebanyak 155 penumpang dan tujuh kru berada dalam pesawat nahas tersebut. Hingga Minggu sore, sudah ada 30 jenazah yang dievakuasi.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/04/nhniv5-pembusukan-jenazah-sudah-berbahaya
* www.ayojambi.com/

Hari Ketujuh, Sidik Jari Jenazah Korban AirAsia QZ8501 Mulai Sulit Dikenali

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri akan bekerja lebih keras mengidentifikasi identitas korban pesawat QZ8501. Karena jika lebih dari tujuh hari, maka sidik jari jenazah tidak bisa dikenali lagi.
Karena itu, Tim DVI akan bekerja keras melakukan rekonsiliasi dengan memanfaatkan data antemortem sekunder jenazah.

"Kami akan lebih banyak meminta tolong keluarga untuk mengumpulkan data-data antemortem sekunder, seperti barang-barang milik korban," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Awi Setiyono saat menemui keluarga korban, di Posko DVI Polda Jatim, Minggu (4/1/2015).

Hingga hari ini, sudah sembilan jenazah korban AirAsia QZ8501 yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban. Sembilan jenazah yang sudah diidentifikasi itu dari total 30 jenazah yang sudah dipindahkan ke posko DVI Polda Jatim di Surabaya dari Pangkalan Bun. Dua jenazah saat direkonsiliasi kemarin hasilnya negatif, dan 24 lainnya masih diidentifikasi.

Enam jenazah yang sudah diidentifikasi sejak kemarin adalah:
- Hayati Lutfiah Hamid (29) warga Sedati Sidoarjo.
- Grayson Herbert Linaksita (11), warga Lebak Indah Mas.
- Khairunisa Haidar Fauzi ( 22), warga Palembang.
- Kevin Alexander Soecipto (21) asal Malang.
- Hendra Gunawan Syawal (23), warga Gundi.
- The Meiji Thejakusuma (44), warga Kupang Indah.

Sedangkan tiga jenazah yang baru diumumkan kepastian identitasnya hari ini:

- Wismoyo Ari Prambudi (24) asal Klaten, Jawa Tengah.
- Jie Stevie Gunawan (10) asal Surabaya, Jawa Timur.
- Juanita Limantara (30) asal Surabaya, Jawa Timur.

Memasuki hari ke delapan pasca jatuhnya AirAsia QZ8501, pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pagi tadi, dari pangkalan Armada Timur Angkatan Laut, diberangkatkan KRI Usman Harun, dan KRI Frans Kaisiepo ke Selat Karimata untuk membantu mencari korban AirAsia QZ8501.

http://nasional.kompas.com/read/2015/01/04/16070561/Hari.Ketujuh.Sidik.Jari.Jenazah.Korban.AirAsia.QZ8501.Mulai.Sulit.Dikenali?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Inilah Kecanggihan Pesawat Beriev Be-200 milik Rusia untuk Cari AirAsia QZ8501

Beriev Be-200
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim penyelamat dari Rusia ikut bergabung dalam pencarian korban AirAsia QZ8501 yang hilang di sebelah selatan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.
Tim penyelamat asal Rusia tersebut mendatangkan dua unit pesawat yakni Beriev Be-200 dan pesawat Ilyushin II-76. Dari pesawat itu, Beriev Be-200cukup menyita banyak perhatian, karena kecanggihan pesawat amphibi tersebut yang mampu take off dan mendarat di air.

Kecanggihan pesawat tersebut sedikit banyak juga "menggoda" pemerintah untuk membelinya. Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan, dinilai mendesak untuk memiliki Beriev Be-200 yang merupakan pesawat amphibi multifungsi. Lantas, seperti apa kecanggihan pesawat tersebut?

Besutan perusahaan Rusia, yakni  Beriev Aircraft Company, Beriev Be-200 dirancang untuk menjalankan beragam tugas, seperti pemadam kebakaran, SAR, patroli keamanan laut, kargo hingga pesawat penumpang. Harga per unitnya dibanderol 40 juta dollar AS atau sekitar Rp 500 miliar per unit.

Pesawat ini mulai diperkenalkan pada 1998 dan pemerintah Rusia memberikan izin produksi pada 8 Desember 1990. Pada 1991, pesawat ini diperkenalkan di pameran dirgantara internasional, Paris Air Show.

Be-200 memiliki kapasitas angkut air hingga 12 ton (12.000 liter atau 3.170 galon) serta 72 penumpang.

Dalam catatan perjalanan tugasnya, Be-200 cukup "akrab" menangani kasus kebakaran hutan. Seperti pada 2007, pemerintah Portugal menyewa pesawat ini untuk memadamkan api. Pesawat ini bekerja total selama 167 jam dengan membawa air dengan total mencapai 2.322 ton.

Pada tahun yang sama, pesawat ini juga disewa pemerintah Yunani untuk menangani kebajaran hutan.

Pemerintah Indonesia pun juga pernah menggunakan jasa pesawat ini pada 2006 guna memadamkan kebakaran hutan. Mengutip Wikipedia, pemerintah RI menyewa pesawat ini selama 45 hari dengan biaya 5,2 juta dollar AS. Pemerintah saat itu pun kepincut untuk membeli pesawat ini. Namun sampai sekarang, rencana itu belum terealisasikan.

Kecanggihan Beriev Be-200 bisa dilihat pada video berikut ini:

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/04/152238726/Inilah.Kecanggihan.Pesawat.Beriev.Be-200.milik.Rusia.untuk.Cari.AirAsia.QZ8501?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Sabtu, 03 Januari 2015

Ini Padatnya Jalur yang Dilintasi Air Asia QZ8501

 Ilustrasi padatnya jalur Air Asia QZ 8501
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalur penerbangan yang dilintasi pesawat naas Air Asia QZ 8501 merupakan jalur yang padat. Pada saat Air Asia meminta izin naik keketinggian untuk menghindari awan, tidak segera diberikan karena sejumlah pesawat melintasi di jalur itu secara berdekatan.
Ada 10 pesawat yang melintasi di jalur tersebut. Di antaranya pesawat AWQ550 di ketinggian 34 ribu kaki, GIA500 di ketinggian 35 ribu kaki, GIA602 di ketinggian 35 ribu kaki, GIA320 di ketinggian 35 ribu kaki, UEA409 di ketinggian 36 ribu kaki, AW8501 (Air Asia) di ketinggian 32 ribu kaki, AWQ502 di ketinggian 38 ribu, LN626 di ketinggian 37 ribu kaki, LNI763 di ketinggian 34 ribu kaki, GIA531 di ketinggian 36 ribu kaki.

Pada saat QZ 8501 meminta naik di belakang  ada pesawat Air Asia lainnya dengan jarak pembeda di bawah 50 mil. Di depan ada pesawat UEA 409 jaraknya 39 mil, tentunya masih di bawah jarak standar yang ditentukan.  Pada ketinggian 38 ribu kaki, ada  pesawat Garuda GA 500.

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/02/nhjxuh-ini-padatnya-jalur-yang-dilintasi-air-asia-qz8501
* www.ayojambi.com/

Capt Sardjono : Mana Ada Pilot Ikut Briefing Cuaca Sebelum Terbang ?

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Polemik briefing pilot sebelum penerbangan dan aksi marah-marah Menteri Perhubungan Ignisius Jonan mengundang reaksi para pihak terkait penerbangan. Setelah penerbang bernama Fadjar Nugraha mengirim surat terbuka, Sabtu (3/1/2015) pagi giliran Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Mantan Dirut Merpati menyebar pesan berantai (broadcast) via jejaring sosial Blackberry Messenger (BBM).
Sardjono yang sempat menjadi pilot sejak tahun 1991 sebelum memimpin Merpati itu kepada Tribunnews.com, mengakui pesan berantai dia kirimkan. Mantan pilot Merpati (1991-2004), Silk Air (2004-2006), Qatar Airways (2006-2008) dan Etihad Airways (2008-2010) itu ikut menyampaikan pemikirannya karena prihatin atas simpang siur informasi yang berkembang.
Berikut ini pesan Sardjono Jhony Tjitrokusumo :

Innalilahi wa inna illaihi radjiun,
Proses Evakuasi Kecelakaan QZ 8501 belum selesai. Semua orang sedang berduka, kehilangan sanak family, kehilangan Ayah, kehilangan Ibu, juga kehilangan Anak. Penyebab kecelakaan belum diketahui, tunggulah, bersabarlah dan jangan mengumpulkan duka banyak orang untuk dijadikan panggung pencitraan melalui komentar komentar BODOH yang tidak bertanggung jawab dan tidak berdasar.

Mana ada Pilot ikut Briefing Cuaca,sebelum terbang? Semua Airline di dunia pilotnya SELF BRIEFING! Info cuaca sudah printout dari system yang digunakan maskapai, sudah disiapkan saat persiapan terbang, JANGAN NGARANG lalu bilang salah PILOT karena tidak ikut briefing. TIDAK ADA prosedur itu. Dan TIDAK PERLU ADA!! BAYANGKAN kalau semua penerbangan pilotnya di briefing cuaca oleh BMKG, mau antri dimana? Berapa orang yg briefing? Sudah dong...sabar, tunggu KNKT dengan hasilnya, jangan konyol apalagi yg tidak mengerti soal penerbangan.
Memangnya Metro mini, jalan semaunya supir? Penerbangan AirAsia dihari minggu PASTI ADA ijinnya, itukan musim liburan! Kalaupun tidak berjadwal PASTI ada Flight Aproval nya untuk EXTRA FLIGHT, inikan bagian dari pelayanan angkutan natal dan tahun baru! JANGAN NGARANG dong dengan mencari cari kesalahan yg tidak ada, SABAR dong tunggu hasil KNKT, jangan tiba tiba jadi ahli dan tahu segalanya tentang dunia penerbangan.....sabar dong, yg bijak dong.

Ambil pelajarannya nanti agar tragedi serupa tidak terulang. Ingat, jangan NAMPANG diatas duka orang lain, duka keluarga korban. BERDOSA KALIAN nantinya.
Maaf saya tidak tahan untuk broadcast ini, karena komentar dan analisa Media sudah masuk area memalukan!
Bersabarlah,

Capt. Sardjono Jhony Tjitrokusumo


http://jambi.tribunnews.com/…/capt-sardjono-mana-ada-pilot-…
* www.ayojambi.com/

Amerika Bisa Temukan 12 Jenazah karena Alatnya Canggih

 
TRIBUNJAMBI.COM, PANGKALAN BUN - Kapal perang Amerika Serikat, USS Sampson yang didukung dua helikopter Seahawk mampu menemukan 12 jenazah penumpang dan awak korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 dalam sehari pencarian.
Badan SAR Nasional (Basarnas) menyebut hal itu di antaranya dikarenakan alat canggih yang ada di helikopter Amerika Serikat itu.
"Kapal mereka punya pesawat (helikopter) yang punya alat untuk melihat objek jarak jauh di laut. Sementara, kapal kita tidak dilengkapi pesawat dan pesawatnya pun ada di sini (di Lanud Iskandar)," ujar Direktur Operasional Basarnas Pangkalan Bun, Marsekal Pertama SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1/2015).

Menurut Supriyadi, pihak Indonesia melakukan pencarian korban dan puing pesawat dengan pemantau udara dan laut. Di titik lokasi pencarian, ada 11 KRI yang melakukan pencarian. Sementara, dari udara dikerahkan lebih 20 helikopter dan pesawat jenis CN yang melakukan pencarian secara bergantian.

Pencarian dengan KRI, hanya bisa melihat benda atau objek jarak dekat sehingga temuan jenazah dan serpihan pesawat terbilang sedikit meski sudah dilakukan sejak enam hari.

"Kapal kita menemukan jenazah atau puing-puingnya itu sedikit-sedikit yang memang dilewati kapal tersebut, tapi yang jauh tidak dapat," ungkapnya.

Menurut Supriyadi, selain koist (alat penarik barang), helikopter Amerika Serikat juga dilengkapi alat untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air laut.

"Kalau kapal Amerika ada helikopternya dengan alatnya itu melakukan patroli lalu menemukan. Setiap menemukan langsung diambil karena ada alat untuk menariknya.
"Kalau dengan pesawat kita, jarak pandangnya bisanya dekat. Bedanya jika dilihat dari atas kapal mungkin jarak pandang dekat. Tapi, kalau dilihat dari udara kelihatan satu per satu," imbuhnya.

Menurut Supriyadi, selain kapal, pihak Indonesia juga mengerahkan sejumlah pesawat jenis CN dan helikopter yang melakukan pencarian di titik diduga jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Namun, alat pada pesawat dan helikopter tersebut belum mampu mendeteksi benda atau objek di bawah permukaan laut.

"Karena ada jenazah yang tidak mengambang di atas permukaan laut, tapi hanya terlibat bayangan di bawah permukaan laut. Jadi, helikopter mereka mampu melihat dengan alatnya, lalu mereka ambil," ujarnya.

Selain alat, Supriyadi menduga keberhasilan pihak Amerika Serikat menemukan 12 jenazah dalam waktu singkat karena kejelian.
"Mereka juga lebih jeli," imbuhnya.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Haris Bima membantah pernyataan Supriyadi.

Menurut Haris, kapal USS Sampson dengan helikopternya menemukan 12 jenazah dalam dua hari terakhir. Ia membantah adanya alat canggih helikopter Seahawk Amerika untuk mendeteksi objek di bawah permukaan laut.

"Kalau secara kemampuan, alat dan prosedur pencarian yang kami lakukan itu sama. Itu karena kebetulan saja saat kapal dan helikopter mereka lewat di situ ada jenazah bermunculan di permukaan," ujar Haris usai berbincang dengan utusan Angkatan Laut atau US Navy, Adams di Lanud Iskandar.

"Dia (Adams) saja bilang, 'Saya juga bingung kenapa bisa dapat banyak jenazah dan puing pesawat," imbuhnya.

Haris menjelaskan, TNI AL mengerahkan 11 KRI untuk proses pencarian korban dan puing pesawat AirAsia QZ8501. Ada empat KRI di antaranya dilengkapi satu helikopter dengan koist. Kemampuan setiap helikopter pun sama dengan Seahawk milik militer Amerika Serikat.

"Malah KRI Banda Aceh punya dua helikopter yang standby," tuturnya.
Adams selaku LO atau perantara US Navy dan TNI AL mengatakan, sebenarnya kapal USS Sampson memiliki empat helikopter Seahawk. Namun, helipad kapal hanya mampu menampung dua helikopter.

"Kedua helikopter bergerak bersamaan. Tapi, ada satu helikopter yang rusak, maka terkadang diistirahatkan. Kecuali dalam keadaan darurat," kata Adams.
"Kalau kami dibilang beruntung, saya tidak tahu," imbuhnya.

http://jambi.tribunnews.com/2015/01/03/amerika-bisa-temukan-12-jenazah-karena-alatnya-canggih
* www.ayojambi.com/

Rabu, 31 Desember 2014

Dari Tujuh Jenazah, Ditemukan "Nametag" Pramugari dan KTP Penumpang AirAsia

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Hingga hari keempat pencarian, Rabu (31/12/2014), tim SAR gabungan yang dipimpin Badan SAR Nasional sudah menemukan tujuh jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Ketujuh jenazah itu ditemukan oleh empat kapal pencari di Selat Karimata.
Penemuan mayat tersebar di lokasi yang agak berjauhan, sekitar 5 mil. Diduga karena terbawa ombak.

Dari tujuh jenazah itu, tiga di antaranya ditemukan KRI Bung Tomo. Tiga jenazah yang ditemukan Selasa (30/12/2014) itu terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.

Kemudian hari ini, Rabu (31/12/2014), ada dua jenazah yang ditemukan KRI Yos Sudarso sekitar pukul 06.00 WIB. Adapun jenazah yang ditemukan di kapal ini adalah 1 anak laki-laki dengan jaket merah dan 1 perempuan yang diduga sebagai pramugari AirAsia.

Dugaan ini muncul dari nametag yang masih tersemat di seragam yang digunakan. Nama yang tertulis di nametag itu "Khairunisa Haidar". Perempuan itu juga mengenakan cincin di jari manis pada tangan sebelah kiri dan jam tangan Alexander Christie.

Sedangkan KRI Hasanudin menemukan jenazah 1 anak laki-laki dalam pencarian hari ini, sekitar pukul 06.40.

Adapun 1 jenazah lagi ditemukan oleh kapal Malaysia KD Lekir, dalam pencarian hari ini. Sekitar pukul 07.55, kapal ini menemukan laki-laki dengan kartu identitas berupa KTP dengan nama Kevin Alexander Sucipto dengan nomor KTP 3575040101940009. Pria itu juga diketahui membeli tiket pada 4 Mei 2014, dan tanggal lahir 1 Januari 1994.

Dua jenazah sudah dipindahkan ke Pangkalan Bun, yang kemudian diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur. Meski begitu, jenazah yang ditemukan masih harus melalui proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification Mabes Polri

Rencananya, di Surabaya, akan dilakukan proses identifikasi oleh 25 dokter forensik dari tim Disaster Victim Identification Mabes Polri. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem (data jenazah sebelum meninggal) dan data postmortem (data jenazah setelah meninggal).

http://nasional.kompas.com/read/2014/12/31/17324721/Dari.Tujuh.Jenazah.Ditemukan.Nametag.Pramugari.dan.KTP.Penumpang.AirAsia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/

Selasa, 30 Desember 2014

Jenazah Ditayangkan, Tiga Orang Pingsan

SURABAYA—Kabar ditemukannya pesawat AirAsia QZ8501 menjadikan suasana di posko informasi ramai. Ada yang merasa lega, tapi banyak juga yang shock mendengar kabar tersebut. Tim kesehatan pun langsung bersiaga di lokasi.
Kabar ditemukannya pesawat yang mengangkut 155 penumpang itu diketahui keluarga korban dari televisi di posko informasi. Pandangan mereka tertuju kepada televisi yang menempel di dinding ruangan tersebut.

Tampak salah satu stasiun tv menampilkan gambar tim mengevakuasi jenazah di tengah lautan. Spontan keluarga korban menangis ketika mendengar informasi itu. Sedikitnya tiga orang pingsan.

Mereka langsung dievakuasi ke ruangan berbeda. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tampak ikut membopong salah seorang keluarga korban, yakni keluarga Andre yang masih berusia 13 tahun.

Penemuan pesawat memang membuat mereka lega. Paling tidak, ada kepastian lokasi pesawat tersebut. Namun, rasa sedih tetap tidak bisa ditinggalkan. Apalagi, potensi selamat sangat kecil.

”Kami di sini mencoba membesarkan hati mereka. Karena itu, tim dari posko langsung disiagakan di sini,” ucap Risma, sapaan Tri Rismaharini.

Selain tiga orang yang pingsan, ada beberapa keluarga korban yang shock. Mereka juga dibawa ke ruang posko Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim. Bambang, keluarga korban Bhina Aly Wicaksana, mengatakan bahwa kabar ditemukannya pesawat membuatnya terkejut. Apalagi, ada jenazah yang sudah ditemukan. ”Kami jelas bersedih,” ujarnya.

Bambang menceritakan, sang keponakan sudah lama mengidamkan perjalanan tersebut. Dia terlihat bersemangat sehari sebelum berangkat.

Bahkan, Minggu dini hari dia sudah berangkat ke Bandara Internasional Juanda. ”Tidak menyangka ada musibah seperti ini,” ungkapnya.

Kini Bambang dan keluarga korban lainnya menunggu kepastian evakuasi di Pangkalan Bun. Sebenarnya, ada keinginan untuk melihat langsung proses evakuasi tersebut. Namun, pihak keluarga masih menunggu informasi dari maskapai yang berencana menyiapkan armada untuk ke sana.

Sementara itu, sedikitnya 15 keluarga korban telah menyerahkan data pribadi korban kepada DVI. Data tersebut berupa nama, alamat, serta foto pribadi korban.

Kepala DVI Polda Jatim Kombespol Budiono menyiagakan 24 ambulans untuk melakukan evakuasi. Armada tersebut bersiaga di Juanda mulai tadi malam. ”Kami masih menunggu informasi dari Jakarta,” ucapnya.

Kepala Basarnas Jatim Agus Hernanto menjelaskan, proses evakuasi berlangsung dari titik lokasi ke Pangkalan Bun, lalu ke Surabaya.  ”Sesampai di Surabaya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya. (riq/nir/sep/c9/kim)

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=278501
* www.ayojambi.com/

Tony Fernandes: Kami Bertanggung Jawab Penuh atas Jatuhnya AirAsia QZ8501

SURABAYA, KOMPAS.com — CEO Air Asia Tony Fernandes menegaskan akan bertanggung jawab penuh atas musibah jatuhnya pesawat QZ8501. Dia mengaku akan berada di Surabaya dalam beberapa hari ke depan untuk mendampingi proses penanganan jenazah dan mendampingi keluarga korban.
Keberadaannya di Surabaya, kata Tony, adalah bentuk tanggung jawab atas musibah jatuhnya pesawat QZ8501.

"Kami akan penuhi semua kebutuhan keluarga korban dan semua proses penanganan jenazah korban. Kami tidak akan lari dari kewajiban itu," ujarnya, Selasa (30/12/2014) malam, seusai mendampingi Presiden Jokowi di Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya.

Tony juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut. Namun, dia belum berani mengungkap apa penyebab jatuhnya pesawat buatan 2008 itu karena kotak hitam masih belum ditemukan. (Baca: CEO AirAsia Enggan Berspekulasi Mengenai Penyebab Jatuhnya Pesawat)

Dia juga tidak berani berspekulasi soal penyebab jatuhnya pesawat. Saat ini, AirAsia hanya tahu informasi mengenai kondisi cuaca saat jatuhnya pesawat yang cukup buruk bagi penerbangan.

"Saat ini biar fokus kepada pencarian korban, jangan dulu berbicara penyebab kecelakaan," ucapnya. (Baca: CEO AirAsia Tony Fernandes: Mari Fokus ke Evakuasi Korban)

Menurut informasi yang diterimanya, pesawat QZ8501 jatuh dan tubuh pesawat hancur. Dia yakin keberadaan kotak hitam tidak jauh dari lokasi ditemukannya pesawat, yakni di perairan Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

http://nasional.kompas.com/read/2014/12/30/20511501/Tony.Fernandes.Kami.Bertanggung.Jawab.Penuh.atas.Jatuhnya.AirAsia.QZ8501
* www.ayojambi.com/

Pejabat memastikan puing-puing QZ8501

Pimpinan maskapai AirAsia Tony Fernandes mengatakan lewat pernyataannya bahwa dirinya "hancur" dan prioritasnya adalah keluarga para korban.

Empat puluh jenazah ditemukan setelah puing-puing terlihat pada hari Selasa, kata angkatan laut RI.

Airbus A320-200 membawa 162 orang dari Surabaya ke Singapura.

Temuan ini terjadi pada hari ketiga operasi pencarian.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141230_airasia_pasti
* www.ayojambi.com/

KRI Bung Tomo Berhasil Angkat Enam Jenazah Diduga Korban AirAsia QZ8501

JAKARTA, KOMPAS.com - Personel TNI yang bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo telah mengangkat enam jenazah yang diduga korban AirAsia QZ8501 dari perairan Selat Karimata hingga Selasa (30/12/2014) sore ini.
Proses pencarian akan terus dikebut. "Hingga pukul 16.00 WIB, enam jenazah telah dievakuasi ke dalam KRI Bung Tomo," ujar Komandan Pusat Komando Operasi TNI Angkatan Laut (Puskodal) Kolonel Muspin saat dihubungi Kompas.com, Selasa sore.

Muspin belum mendapatkan laporan lebih jauh terkait jenis kelamin jasad-jasad tersebut. Namun, informasi yang didapatk, jasad-jasad itu masih dalam keadaan lengkap anggota tubuhnya, tidak berpelampung dan dalam kondisi bergelembung lantaran terlalu lama berada di air.

Jasad-jasad itu, lanjut muspin, dimasukkan ke dalam kantung mayat dan diletakkan di tempat khusus dalam kapal. Jajarannya belum memfokuskan kepada identifikasi.

Saat ini, prosonel TNI masih fokus untuk mencari korban lainnya di wilayah perairan tersebut. "Kami belum mendapat kabar apakah jasad itu akan langsung diterbangkan ke Pangkalanbun atau tunggu jasad lain ketemu dulu," ucap dia.

Yang jelas, KRI Banda Aceh yang mengangkut tiga helikopter evakuasi dan tiga KRI lainnya tengah menembus ombak untuk dapat segera ke lokasi ditemukannya serpihan serta jenazah penumpang pesawat berpenumpang 155 orang tersebut.

Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak Minggu pukul 07.55. Pesawat sempat menghubungi Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta izin naik ke ketinggian 38.000 kaki dari yang sebelumnya 32.000 kaki untuk menghindari cuaca buruk.

Namun, tak lama setelah, itu pesawat hilang dari radar. Pesawat Airasia QZ8501 ini membawa 155 orang penumpang yang terdiri dari 138 orang dewasa, 16 orang anak-anak, dan satu orang balita. Di dalam pesawat itu, ada pula warga negara asing penumpang dan awak kabin yakni Singapura satu orang, Inggris satu orang, Malaysia satu orang, Korea Selatan tiga orang, dan Perancis satu orang.

http://nasional.kompas.com/read/2014/12/30/17390291/KRI.Bung.Tomo.Berhasil.Angkat.Enam.Jenazah.Diduga.Korban.AirAsia.QZ8501
* www.ayojambi.com/

Tiga Jenazah Ditemukan dalam Keadaan Utuh, Identitas Belum Jelas

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah yang diduga berasal dari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12/2014) pagi. Tiga jenazah itu mengambang di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (30/12/2014).
Tim Kompas TV melaporkan, ketiga jenazah itu ditemukan dalam kondisi potongan tubuh lengkap. Namun, tim pencari masih belum bisa memastikan identitas ketiga jenazah tersebut.

Selain itu, ketiga jenazah itu ditemukan dalam keadaan bagian tubuh agak bengkak. Diduga, karena terlalu banyak menelan air laut. (Baca: Tiga Jasad Terlihat Mengapung di Dekat Perairan Pangkalan Bun)

Hingga saat ini belum ditemukan badan pesawat AirAsia QZ8501 yang diduga jatuh di perairan dekat Pangkalan Bun.

Petugas hingga saat ini masih kesulitan melakukan pemindahan jenazah karena terhambat angin kencang dan bahan bakar yang tidak mencukupi. Namun, pemindahan jenazah dipastikan akan dilakukan ke Pangkalan Bun. Selain yang mengambang di laut, petugas SAR gabungan juga berusaha mencari yang tenggelam di laut.

http://nasional.kompas.com/read/2014/12/30/15562791/Tiga.Jenazah.Ditemukan.dalam.Keadaan.Utuh.Identitas.Belum.Jelas
* www.ayojambi.com/

Minggu, 28 Desember 2014

Suasana Tegang, Beredar Pesan BBM Semua Penumpang Selamat

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Otoritas penerbangan Indonesia meminta semua pihak tidak terpancing dengan beredarnya informasi yang belum jelas mengenai pesawat AirAsia. Ia meminta semua pihak menunggu informasi dari pihak yang berwenang mengenai Pesawat berkode QZ 8501 jurusan Surabaya-Singapura yang hilang kontak tersebut.
"Kami masih terus berkomunikasi dengan pusat tentang progres pencarian pesawat. Kami minta keluarga bersabar," ucap General Manajer PT Angkasa Pura I Juanda, Trikora Harjo di Surabaya, Minggu (28/12/2014).

Di kalangan keluarga penumpang, beredar pesan Blackberry Massenger (BBM) yang menyebutkan pesawat mendarat di perairan Belitung Timur dan semua penumpang pesawat dalam kondisi selamat.

Berikut isi pesan berantai tersebut, Perairan Belitung Timur. Puji Tuhan Semua Selamat. Good Job Mr Pilot Iriyanto. Pengirim pesan juga menjelaskan bahwa pesan itu dari pihak trevel yang mendapatkan langsung dari salah satu penumpang pesawat.

Intan, salah satu keluarga penumpang yang menerima pesan itu, mengatakan, dirinya masih menunggu kepastian dari pihak yang berwenang. Menurut dia, semua keluarga korban juga mendapatkan pesan yang sama. "Semuanya dapat kok, bukan saya saja, kepastiannya saya masih menunggu," ujarnya.

Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AWQ 8501 Surabaya - Singapura mengalami hilang kontak di Tanjung Pandan, Kalimantan. Pesawat yang seharusnya sudah mendarat di Singapura sekitar pukul 08.30 waktu setempat tersebut, membawa 138 orang dewasa, 16 anak, satu bayi dan tujuh orang awak pesawat.

http://jambi.tribunnews.com/2014/12/28/suasana-tegang-beredar-pesan-bbm-semua-penumpang-selamat
* www.ayojambi.com/

Hingga Petang, Tim Pencari Belum Dapat Tangkap Sinyal AirAsia QZ 8501

 
TANGERANG, KOMPAS.com - Hingga pukul 17.00 WIB, tim pencarian belum dapat menangkap sinyal pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014) pagi. 
Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo dalam konferensi pers di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu petang, mengatakan tim SAR masih terus melakukan pencarian.

Tim SAR terpadu yang terdiri dari pesawat TNI, patroli hingga heli telah menuju ke Tanjung Pandan, Bangka Belitung, lokasi pesawat terakhir kali melakukan kontak.

Kata dia, Menteri Perhubungan melalui RI 1 satu telah meminta bantua TNI AD untuk melakukan pencarian dari daratan sampai pegunungan.

"Seluruh kepala bandara di sekitar lokasi diinstruksikan melakukan pencarian dengan potensi SAR yang ada," kata Djoko. TNI beserta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah melakukan plotting data analisa terakhir. Posko pengamanan terpadu telah dibentuk di beberapa lokasi.

Pesawat tujuan Surabaya-Singapura ini mengangkut 155 orang penumpang yang terdiri dari dewasa 138 orang, anak-anak 16 orang, dan bayi/balita satu orang. Pesawat juga diawaki dua orang pilot dan empat orang cabin crew. Pilot in command yakni Kapten Irianto dan flight officer Remi Emmanuel Plesel.

http://nasional.kompas.com/read/2014/12/28/17433011/Hingga.Petang.Tim.Pencari.Belum.Dapat.Tangkap.Sinyal.AirAsia.QZ.8501.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/