Tampilkan postingan dengan label TKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TKI. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juli 2014

Cara TKI Menangkal Pemerasan di Bandara



TEMPO.CO , Jakarta: Banyak cara yang digunakan petugas bandara untuk memeras para tenaga kerja Indonesia yang tiba di Tanah Air. Menurut Yuli Riswati salah satu TKI yang kini bekerja di Hong Kong, para pemeras itu biasanya mengenalkan diri sebagai petugas bandara atau Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (Baca: Lima Jebakan buat TKI di Bandara Soekarno-Hatta)
"Modusnya beragam, ada yang memanfaatkan KTLN, atau memaksa TKI pulang dengan travel bandara," kata Yuli kepada Tempo, Sabtu, 26 Juli 2014. (Baca: Pemeras TKI Biasa Mengaku sebagai Petugas dan Pemeras TKI Nikmati Rp 325 Miliar per Tahun)

Menurut Yuli ada beberapa cara yang kini sudah dilakukan para TKI untuk menghindari upaya pemerasan di bandara. Rata-rata mereka kini bisa lebih berani melawan. "Konsekuensinya, kami mendapat perlakuan kasar dan dimaki," kata Yuli. (Baca: Kisah Mutmainah, TKI Korban Pemerasan di Soekarno-Hatta)

Intinya, kata Yuli, para TKI ini menolak seluruh permintaan dan bujukan petugas. "Kini biasanya TKI merekam dan mengambil gambar oknum serta melaporkannya pada LBH atau LSM yang membuka pelayanan pengaduan."

Yuli mengatakan hal yang penting dimiliki para TKI adalah kemampuan membela diri. jika TKI sudah mengetahui alasan mereka harus mengelak dan melawan pemerasan maka akan cukup mengurangi bertambahnya korban pemerasan.

https://id.berita.yahoo.com/cara-tki-menangkal-pemerasan-di-bandara-070812984.html
* www.ayojambi.com/

Minggu, 27 Juli 2014

Troli Disentuh, TKI Ini Disuruh Bayar Rp 200 Ribu

TEMPO.CO, Jakarta - Trisno Darmawan, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan berangkat ke Taiwan hari ini dari Bandara International Soekarno-Hatta mengatakan dirinya diperas oleh petugas saat pulang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2010. Saat itu ia pulang setelah bekerja di Korea selama dua tahun. "Mereka hanya memegang troli saya sebentar, langsung meminta uang Rp 200 ribu," kata Trisno di Bandara International Soekarno-Hatta, Jakarta, Ahad, 27 Juli 2014.
Menurut dia, orang tersebut hanya bermodalkan kartu pengenal dan mengenakan pakaian yang tidak formal. Selain itu, dia mengatakan praktek tersebut dilakukan oleh banyak orang yang mengerumuni pelataran pintu kedatangan penerbangan internasional. Mereka kerap melakukan pemaksaan terhadap penumpang TKI berdasarkan cerita-cerita teman-temannya sesama TKI. (Baca: Pemeras TKI Nikmati Rp 325 Miliar per Tahun)

"Sebelumnya, para tenaga kerja tersebut juga dikumpulkan oleh Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di satu ruangan, kemudian digiring menuju Terminal 3 bandara dengan menggunakan bus, setelah sampai dimintai uang dengan alasan mengurus perizinan," ujar dia. Biasanya, menurut Trisno, wanita dan orang yang terlihat lemah menjadi sasaran empuk mereka. (Baca: Anggota Polisi dan TNI AD Pemeras TKI di Bandara)

Pemerasan berlanjut pada saat di dalam mobil travel yang mengantarkan ke kota tujuan. "Di tengah jalan biasanya kami juga dimintai uang sekitar Rp 400-500 ribu, bila tidak dikasih mereka mengancam akan menurunkan di tengah jalan," ujar dia. Trisno menceritakan bagaimana para TKI harus merogoh kocek sampai Rp 1 juta untuk biaya travel sampai daerah tujuan mereka. (Baca: Modus Pemerasan TKI di Soekarno-Hatta)

Dia berharap praktek tersebut akan hilang sehingga tidak memberatkan para TKI. Dia mengatakan tidak semua TKI dapat memperoleh keberhasilan pada saat mengadu nasib di negeri orang.

https://id.berita.yahoo.com/troli-disentuh-tki-ini-disuruh-bayar-rp-200-053448926.html
* www.ayojambi.com/