Minggu, 14 Mei 2017

Maha Cetiya Oenang Hermawan Jambi, Merayakan Tri Suci Waisak

JAMBI - Meskipun Waisak 2561/BE sudah berlalu beberapa waktu yang lalu, namun tidak mengurangi kemeriahan dan kekhusukan dalam perayaan Waisak di Maha Cetiya Oenang Hermawan yang dihadiri ratusan umat Buddha Kota Jambi di Jalan Makalam No. 10, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, minggu malam (14/5). Sejak pukul 18.00 WIB, umat sudah mulai berdatangan dengan membawa perlengkapan sembahyang.

Menurut Darma Pawarta Oenang (Hasan), ketua Maha Cetiya Oenang Hermawan bahwa pada puncak Waisak kali ini, pihaknya sengaja mengundang 8 Bhikku dari Thailand. Tentunya ini menjadi moment berharga yang harus dimanfaatkan oleh setiap umat Buddha kota Jambi untuk hadir dalam ritual puncak Waisak. “Salah satu alasan mengapa baru hari ini kita gelar puncak Waisak karena kita harus memastikan jadwal semua Bhikku yang kita undang bisa hadir dalam satu waktu. Hanya saja, dengan kehadiran mereka, tentunya membawa semangat Waisak tersendiri bagi umat yang hadir,” bebernya.

Acara yang dihadiri oleh ratusan umat tersebut diawali dengan pujabakti. Dimulai dengan bunyi genta yang mengiringi para Bhikku sangha memasuki dharmasala. Dilanjutkan dengan penyalaan lilin dan dupa dan pembacaan paritta. Penyalaan lilin merupakan lambang penerangan hidup bagi setiap umat dan pembacaan paritta membuat jiwa menjadi lebih tenang.

Selain itu acara juga diisi dengan meditasi dan Aradana Dhamma Desana serta persembahan dana waisak kepada Bhikku Sangha. Meditasi bermanfaat untuk menenangkan jiwa dan melatih kesabaran. Sedangkan daha Waisak sebagai tanda syukur atas setiap rezeki yang mengalir setiap tahun. “Dengan berdana, kita akan memperoleh kebahagiaan hidup didunia.”
Selanjutnya pemercikan air suci (blessing) oleh Bhikku Sangha kepada seluruh umat Buddha yang hadir. Air suci sebagai symbol penyucian diri. Membersihkan diri dari setiap kesalahan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja. “Sehingga tubuh kita menjadi bersih lahir dan bathin.”

Seusai prosesi perayaan Waisak ratusan umat lakukan ramah tamah di aula cetiya yang terletak dilantai dasar. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

8 Bhikku Berjalan Kaki Keliling Kota Jambi


JAMBI – Sebanyak 8 Bhiksu asal negara Gajah Putih (Thailand), Minggu melakukan Pindapatta start mulai dari Maha Cetiya Oenang Hermawan di Jalan Makalam, Rt. 10 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (14/5-2017) pagi pukul 08.00, mereka iring-iringan tanpa menggunakan alas kaki, kedelapan belas bhikku dan Samanera yang memakai jubah warna cokelat, diikuti puluhan pemuda-pemudi berjalan menyusuri jalan-jalan di Kota Jambi.
Pindapatta merupakan tradisi umat Buddha di mana Bhiku Sangha Agung berkeliling untuk memperoleh persembahan dari umat berupa uang atau makanan. Mereka ini harus berjalan kaki di bawah terik matahari tanpa alas kaki. Mereka membawa patta (mangkok) sambil terus berjalan dengan kepala tertunduk.

Kehadiran Bhiku Sangha ini telah dinanti-nantikan puluhan warga di lingkungan Cetiya Maha Oenang Hermawan, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Umat Buddha yang menanti bhiku bersujud sambil memberikan uang yang dimasukan kedalam amplop merah (angpau), ada yang mempersembahkan mi instan, biskuit, sabun, dan obat-obatan kepada para bhiku tersebut.

Kata ”Pindapatta” sendiri berarti menerima persembahan makanan. ”Patta” atau ”Patra” adalah mangkok makanan yang dibawa para bhiku/bhikuni. Pada masa lalu, patta terbuat dari sejenis buah labu yang disayat bagian atasnya, lalu dikerok bagian tengah atau isinya. Bagian kulitnya kemudian dikeringkan sehingga berbentuk mangkok yang cukup besar. Mangkok inilah yang digunakan para bhiku menerima persembahan dari para umat secara sukarela. Namun, karena patta jenis ini rapuh dan mudah rusak, maka diganti mangkuk dari logam, seperti tembaga, kuningan, dan aluminium.

Hasan menjelaskan, Pindapatta merupakan tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun silam. Pada hari-harii tertentu, para bhiku melatih diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara sederhana, belajar menghargai pemberian orang lain, menyadari bahwa hidup ini adalah bergantung satu sama lain. Mereka juga melatih kesadaran serta merenungkan fungsi utama makan adalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani, bukan mencari kenikmatan duniawi. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, 11 Mei 2017

Perayaan Tri Suci Waisak 2561/BE Di Vihara Amrta Berlangsung Khidmat


JAMBI - Umat Buddha di Jambi melakukan berbagai kegiatan menyambut perayaan Hari Suci Waisak 2561/BE 2017 yang puncaknya jatuh pada hari Kamis (11/5) pukul 03.00 WIB.

Seperti di Vihara Amrta Jambi yang terletak di jalan Untung Suropati, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, melakukan kebaktian Waisak dengan pembacaan parita (sembahyang) dan pemandian rupang Buddha. Kegiatan ritual di Vihara Amrta dimulai Kamis pagi pukul 08.00.

Liwat perayaan Tri Suci Waisak, umat Buddha memohon agar dapat diberikan berkah agar Bangsa Indonesia keluar dari berbagai kesulitan, meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan serta menghindari perbuatan yang tidak pantas dilakukan umat Buddha, maupun melanggar hukum.

Selain itu mampu memberikan kebahagiaan dan kedamaian kepada seluruh umat manusia di dunia, khususnya masyarakat Jambi. Lewat perayaan Waisak umat Buddha menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehidupan yang telah dinikmati.

Perayaan Waisak mengandung tiga makna penting meliputi memperingati kelahiran, kejayaan dan meninggalnya sang Budha Siddartha Gautama.

Waisak dirayakan pada bulan Mei pada waktu terang bulan (purnama sidhi) untuk memperingati 3 (tiga) peristiwa penting, yaitu
1. lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini di tahun 623 S.M.,
2. Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodhgaya) pada usia 35 tahun di tahun 588 S.M., dan
3. Buddha Gautama mangkat di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 S.M.

Semoga ketiga peristiwa suci Waisak yang dilandasi empat pilar bakti dapat menyentuh hati kita yang hidup dalam masyarakat majemuk. Bakti kepada orangtua, Tri Ratna, bangsa dan negara, serta semua makhluk dapat melimpahkan berkah yang mulia untuk kemajuan kehidupan spiritual yang menjadi fondasi kuat bagi individu yang akan berkarya membawa perubahan yang baik bagi negeri Indonesia. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Senin, 01 Mei 2017

Launching Rumah Pangan kita (RPK) Di Jambi

JAMBI – Kemarin siang (1/5-2017) Jambi kembali di hadirkan Rumah Pangan Kita, Launching Rumah Pangan kita (RPK) di hadiri Sekjen DPP KSPSI, Rudi Prayitno, Ketua Umum Syarikat Islam, Handam Zoelva, Ketua DPD KSPSI Provinsi Jambi Asnawi Alamsyah, Dadivre Bulog Jambi, Efdal, MS, dan Kepala Bag Pemasaran BPJS, Arif Budiman.

Rumah Pangan Kita diresmikan oleh Sekjen DPP KSPSI, Rudi Prayitno, dan Ketua Umum Syarikat Islam, Handam Zoelva. Adapun tema yang diusung “Bersama Yang Muda Tuntaskan Aspirasi Bersama Ekonomi MandirI”.

Erlen Wijaya (黄爱芬) putri bungsu dari tokoh masyarakat Jambi, Darman Wijaya (黄春回) dan Andy Gunawan ditugaskan mengkoordiniir program Rumah Pangan Kita dan Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan, serta berkoordinasi dengan DPD KSPSI serta instansi terkait.

Lokasi Rumah Pangan Kita terletak di Jalan Lingkar Timur, Rt 5, Kelurahan Ekajaya, Kecamatan Jambi Selatan, kota Jambi.
 
Salah satu poin dalam sambutan Darman Wijaya menyatakan, bahwa. Presiden Jokowi menginginkan adanya pemerataan kesejahteraan ekonomike seluruh wilayah nusantara. Menangapi permasalah tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa perlunya peran sertapemua, perusahaan, pemerintah untuk membantu menuntaskan aspirasi ini. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi