Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Januari 2015
Senin, 26 Maret 2012
Ada Skenario Merusak Unjuk Rasa Jadi Menakutkan
JAKARTA, KOMPAS.com- Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengungkapkan, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah melakukan segala cara untuk meredam gejolak penolakan penaikan harga BBM, terutama di kampus-kampus. Antara lain dengan mengajak puluhan pimpinan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dari berbagai universitas ke luar negeri.
Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan. Bukan tidak mungkin disusupkan pasukan perusak.
Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan. Bukan tidak mungkin disusupkan pasukan perusak.
Namun, tampaknya upaya itu tidak berhasil. Itu sebabnya, sekarang dimunculkan skenario merusak unjuk rasa jadi menakutkan. Inilah yang mendorong pemerintah lalu membangun opini insinuasi negatif seolah para penentang kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat itu akan membuat huru-hara.
"Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan, bukan tidak mungkin akan disusupkan 'pasukan perusak' yang akan melakukan tindakan anarkis dari barisan massa aksi. Sehingga dengan demikian ada cukup alasan TNI-Polri bersenjata merangsek ke dan membubarkan paksa pengunjuk rasa," ujar Adhie di Jakarta, Senin (26/3/2012).
Pemerintah, menurut Adhie, juga ditengarai menebar rasa takut di kalangan etnis Tionghoa bahwa aksi menentang kebijakan penaikan harga BBM yang akan dimulai pada 27 Maret ini bakal berujung kerusuhan sebagaimana terjadi pada Mei 1998. Padahal, rencana penaikan harga BBM itu hanya pemicu saja dari gerakan massa. Sebab sejatinya rakyat dan mahasiswa sudah sangat muak pada rezim korup, yang oleh para pemuka agama dibilang "rezim pembohong".
"Aksi yang menakutkan inilah yang kemudian jadi alasan utama diturunkannya pasukan TNI bersenjata lengkap yang disiapkan sebagai alat pemukul para pengunjuk rasa. Padahal selama ini polisi tidak pernah bermasalah dalam menangani dan mengawal setiap unjuk rasa," ujar Adhie.
Oleh sebab itu, Adhie mengingatkan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, agar menyikapi para pengunjuk rasa secara proporsional. Sebab tugas dan tanggungjawab TNI-Polri adalah mengamankan NKRI, dan rakyat Indonesia.
"Boleh menjaga keselamatan Presiden dan keluarganya, tapi bukan menjaga keselamatan dan kelangsungan kekuasaannya yang korup dan tidak berpihak kepada rakyat," ujar mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Belajar dari masa lalu, menurut Adhie, harus ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi banyak korban jiwa dan pelanggaran HAM akibat melanggar undang-undang atau menyalahi prosedur yang biasa diberlakukan.
http://nasional.kompas.com/read/2012/03/26/2024288/
"Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan, bukan tidak mungkin akan disusupkan 'pasukan perusak' yang akan melakukan tindakan anarkis dari barisan massa aksi. Sehingga dengan demikian ada cukup alasan TNI-Polri bersenjata merangsek ke dan membubarkan paksa pengunjuk rasa," ujar Adhie di Jakarta, Senin (26/3/2012).
Pemerintah, menurut Adhie, juga ditengarai menebar rasa takut di kalangan etnis Tionghoa bahwa aksi menentang kebijakan penaikan harga BBM yang akan dimulai pada 27 Maret ini bakal berujung kerusuhan sebagaimana terjadi pada Mei 1998. Padahal, rencana penaikan harga BBM itu hanya pemicu saja dari gerakan massa. Sebab sejatinya rakyat dan mahasiswa sudah sangat muak pada rezim korup, yang oleh para pemuka agama dibilang "rezim pembohong".
"Aksi yang menakutkan inilah yang kemudian jadi alasan utama diturunkannya pasukan TNI bersenjata lengkap yang disiapkan sebagai alat pemukul para pengunjuk rasa. Padahal selama ini polisi tidak pernah bermasalah dalam menangani dan mengawal setiap unjuk rasa," ujar Adhie.
Oleh sebab itu, Adhie mengingatkan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, agar menyikapi para pengunjuk rasa secara proporsional. Sebab tugas dan tanggungjawab TNI-Polri adalah mengamankan NKRI, dan rakyat Indonesia.
"Boleh menjaga keselamatan Presiden dan keluarganya, tapi bukan menjaga keselamatan dan kelangsungan kekuasaannya yang korup dan tidak berpihak kepada rakyat," ujar mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Belajar dari masa lalu, menurut Adhie, harus ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi banyak korban jiwa dan pelanggaran HAM akibat melanggar undang-undang atau menyalahi prosedur yang biasa diberlakukan.
http://nasional.kompas.com/read/2012/03/26/2024288/
Inilah Jalur Perubahan Arus Lalu Lintas di Kawasan Istana-HI-DPR RI
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana melaksanakan rekayasa lalu lintas, terkait adanya aksi unjuk rasa pada Selasa (27/3/2012) ini.
"Rekayasa arus lalu lintas ini akan kami laksanakan jika terjadi peningkatan kosentrasi massa dan peningkatan eskalasi," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono, Selasa dinihari, via blackberry messenger.
"Rekayasa arus lalu lintas ini akan kami laksanakan jika terjadi peningkatan kosentrasi massa dan peningkatan eskalasi," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono, Selasa dinihari, via blackberry messenger.
Rekasaya lalu lintas berupa pengalihan arus lalu lintas tersebut, sebagai berikut:
1. Istana Negara : a. Arah Harmoni (Jl. Hayam Wuruk) menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. Suryo Pranoto - Cideng - Tanah Abang. 2) Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Veteran 1/Jl. Kathedral. b. Arah Thamrin menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. KH. Wahid Hasyim/Jl. Kebon Sirih - Jl. Cideng Barat - Jl. Suryo Pranoto. 2) Jl. Kebon Sirih/Merdeka Selatan - Jl. M Ridwan Rais.
2. DPR/ MPR RI : a. Arah Semanggi : Semanggi - Jl. Gerbang Pemuda - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. b. Arah Sudirman : Jl. Asia Afrika/Jl. Pintu 1 Senayan - Jl. Asia Afrika - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. c. Arah Jl. S. Parman : Jl. Pejompongan - Jl. Penjernihan atau Jl. Gelora 1.
3. Bundaran Hotel Indonesia. a. Arah Jl. Jend Sudirman : Jl. Teluk Betung - Jl. Kebon Kacang atau Dukuh atas - Jl. Kendal b. Arah Jl, Jend Sudirman : Dukuh Atas - Tanah Abang/Jl. Galunggung.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/27/06163795/
1. Istana Negara : a. Arah Harmoni (Jl. Hayam Wuruk) menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. Suryo Pranoto - Cideng - Tanah Abang. 2) Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Veteran 1/Jl. Kathedral. b. Arah Thamrin menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. KH. Wahid Hasyim/Jl. Kebon Sirih - Jl. Cideng Barat - Jl. Suryo Pranoto. 2) Jl. Kebon Sirih/Merdeka Selatan - Jl. M Ridwan Rais.
2. DPR/ MPR RI : a. Arah Semanggi : Semanggi - Jl. Gerbang Pemuda - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. b. Arah Sudirman : Jl. Asia Afrika/Jl. Pintu 1 Senayan - Jl. Asia Afrika - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. c. Arah Jl. S. Parman : Jl. Pejompongan - Jl. Penjernihan atau Jl. Gelora 1.
3. Bundaran Hotel Indonesia. a. Arah Jl. Jend Sudirman : Jl. Teluk Betung - Jl. Kebon Kacang atau Dukuh atas - Jl. Kendal b. Arah Jl, Jend Sudirman : Dukuh Atas - Tanah Abang/Jl. Galunggung.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/27/06163795/
Senin, 11 Juli 2011
Harga Premium Rp 12.000 Per Liter
JAMBI - Bensin premium di Kota Jambi "menggila" hingga Rp 15.000 per liter. Penyebabnya antrean di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum, Senin (12/7/2011). Bagi warga yang enggan mengantre di SPBU, lebih memilih membeli premium di pedagang eceran. Hingga itu mendorong harga premium di tingkat pengecer melonjak dari sebelumnya Rp 5.500 per liter menjadi Rp 12.000 per liter. "Mau tidak mau kami beli bensin di pengecer, karena takut terlambat masuk kantor," ujar Herman, warga Cempaka Putih.
SPBU di jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Jambi, sejak pukul 07.00 WIB, ratusan kendaraan roda empat maupun dua sudah menunggu angkutan premium dari depot Pertamina hingga mencapai 500 meter.
Daya beli masyarakat atas premium melonjak sejak Sabtu (9/7/2011), sehari setelah Gardu Induk PLTG Payo Selincah terbakar, diikuti pemadaman listrik di Kota Jambi, serta mendorong masyarakat untuk membeli genset. Akibatnya, pembelian bahan bakar untuk genset ikut meningkat.
SPBU di jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Jambi, sejak pukul 07.00 WIB, ratusan kendaraan roda empat maupun dua sudah menunggu angkutan premium dari depot Pertamina hingga mencapai 500 meter.
Daya beli masyarakat atas premium melonjak sejak Sabtu (9/7/2011), sehari setelah Gardu Induk PLTG Payo Selincah terbakar, diikuti pemadaman listrik di Kota Jambi, serta mendorong masyarakat untuk membeli genset. Akibatnya, pembelian bahan bakar untuk genset ikut meningkat.
Langganan:
Postingan (Atom)

