Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Januari 2015

Pemerintah Umumkan Harga BBM Baru Jumat Ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengumumkan harga bahan bakar minyak jenis premium dan solar serta elpiji yang baru pada Jumat (16/1/2015). Menteri ESDM Sudirman Said  mengatakan, pemerintah mengubah waktu evaluasi penetapan harga BBM dari sebelumnya satu bulan menjadi dua minggu sekali.
"Kami mencermati penurunan harga BBM dan elpiji yang cukup drastis sekarang ini. Pada Jumat ini, kami akan umumkan harga baru BBM dan elpiji," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (14/1/2015).

Ia menyebutkan, pihaknya akan mengubah Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 yang masih mengatur penetapan harga BBM setiap satu bulan menjadi dua minggu sekali.

Sebelumnya, Pertamina memperkirakan harga premium pada bakal turun hingga di bawah Rp 7.000 per liter.

"Dengan kecenderungan harga yang ada, premium bisa turun lebih dari Rp 600 per liter atau menjadi di bawah Rp 7.000 per liter," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang.

Menurut dia, sejak 25 Desember 2014, harga minyak sekitar 50 dollar AS per barel dan produk BBM di Singapura sesuai patokan Platt's (MOPS) sekitar 60 dollar per barel.

"Setiap penurunan MOPS sebesar satu dollar per barel, harga BBM bisa turun Rp 50. Tapi, tergantung pergerakan kursnya," katanya.

Sesuai Peraturan Menteri No 39 Tahun 2014, pemerintah per 1 Januari 2015 menurunkan harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter. Harga premium tersebut sudah sesuai pasar.
Perhitungan harga tersebut mengacu MOPS sebesar 73 dollar AS per barel dan kurs Rp 12.380 per dollar AS pada periode 25 November-24 Desember 2014.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/01/14/162712026/Pemerintah.Umumkan.Harga.BBM.Baru.Jumat.Ini
* www.ayojambi.com/

Senin, 26 Maret 2012

Ada Skenario Merusak Unjuk Rasa Jadi Menakutkan

JAKARTA, KOMPAS.com- Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi mengungkapkan, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah melakukan segala cara untuk meredam gejolak penolakan penaikan harga BBM, terutama di kampus-kampus. Antara lain dengan mengajak puluhan pimpinan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dari berbagai universitas ke luar negeri.
Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan. Bukan tidak mungkin disusupkan pasukan perusak.
Namun, tampaknya upaya itu tidak berhasil. Itu sebabnya, sekarang dimunculkan skenario merusak unjuk rasa jadi menakutkan. Inilah yang mendorong pemerintah lalu membangun opini insinuasi negatif seolah para penentang kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat itu akan membuat huru-hara.

"Saya merasa ada skenario merusak unjuk rasa rakyat menjadi betul-betul menakutkan, bukan tidak mungkin akan disusupkan 'pasukan perusak' yang akan melakukan tindakan anarkis dari barisan massa aksi. Sehingga dengan demikian ada cukup alasan TNI-Polri bersenjata merangsek ke dan membubarkan paksa pengunjuk rasa," ujar Adhie di Jakarta, Senin (26/3/2012).

Pemerintah, menurut Adhie, juga ditengarai menebar rasa takut di kalangan etnis Tionghoa bahwa aksi menentang kebijakan penaikan harga BBM yang akan dimulai pada 27 Maret ini bakal berujung kerusuhan sebagaimana terjadi pada Mei 1998. Padahal, rencana penaikan harga BBM itu hanya pemicu saja dari gerakan massa. Sebab sejatinya rakyat dan mahasiswa sudah sangat muak pada rezim korup, yang oleh para pemuka agama dibilang "rezim pembohong".

"Aksi yang menakutkan inilah yang kemudian jadi alasan utama diturunkannya pasukan TNI bersenjata lengkap yang disiapkan sebagai alat pemukul para pengunjuk rasa. Padahal selama ini polisi tidak pernah bermasalah dalam menangani dan mengawal setiap unjuk rasa," ujar Adhie.

Oleh sebab itu, Adhie mengingatkan aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, agar menyikapi para pengunjuk rasa secara proporsional. Sebab tugas dan tanggungjawab TNI-Polri adalah mengamankan NKRI, dan rakyat Indonesia.

"Boleh menjaga keselamatan Presiden dan keluarganya, tapi bukan menjaga keselamatan dan kelangsungan kekuasaannya yang korup dan tidak berpihak kepada rakyat," ujar mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Belajar dari masa lalu, menurut Adhie, harus ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban apabila terjadi banyak korban jiwa dan pelanggaran HAM akibat melanggar undang-undang atau menyalahi prosedur yang biasa diberlakukan.

http://nasional.kompas.com/read/2012/03/26/2024288/

Inilah Jalur Perubahan Arus Lalu Lintas di Kawasan Istana-HI-DPR RI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana melaksanakan rekayasa lalu lintas, terkait adanya aksi unjuk rasa pada Selasa (27/3/2012) ini.

"Rekayasa arus lalu lintas ini akan kami laksanakan jika terjadi peningkatan kosentrasi massa dan peningkatan eskalasi," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono, Selasa dinihari, via blackberry messenger.
Rekasaya lalu lintas berupa pengalihan arus lalu lintas tersebut, sebagai berikut:
1. Istana Negara : a. Arah Harmoni (Jl. Hayam Wuruk) menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. Suryo Pranoto - Cideng - Tanah Abang. 2) Jl. Ir. H. Juanda - Jl. Veteran 1/Jl. Kathedral. b. Arah Thamrin menuju Istana akan dialihkan melalui : 1) Jl. KH. Wahid Hasyim/Jl. Kebon Sirih - Jl. Cideng Barat - Jl. Suryo Pranoto. 2) Jl. Kebon Sirih/Merdeka Selatan - Jl. M Ridwan Rais.

2. DPR/ MPR RI : a. Arah Semanggi : Semanggi - Jl. Gerbang Pemuda - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. b. Arah Sudirman : Jl. Asia Afrika/Jl. Pintu 1 Senayan - Jl. Asia Afrika - Jl. Gelora - Jl. Palmerah Utara. c. Arah Jl. S. Parman : Jl. Pejompongan - Jl. Penjernihan atau Jl. Gelora 1.

3. Bundaran Hotel Indonesia. a. Arah Jl. Jend Sudirman : Jl. Teluk Betung - Jl. Kebon Kacang atau Dukuh atas - Jl. Kendal b. Arah Jl, Jend Sudirman : Dukuh Atas - Tanah Abang/Jl. Galunggung.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/03/27/06163795/

Senin, 11 Juli 2011

Harga Premium Rp 12.000 Per Liter

JAMBI - Bensin premium di Kota Jambi "menggila" hingga Rp 15.000 per liter. Penyebabnya antrean di hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar untuk umum, Senin (12/7/2011).
Bagi warga yang enggan mengantre di SPBU, lebih memilih membeli premium di pedagang eceran. Hingga itu mendorong harga premium di tingkat pengecer melonjak dari sebelumnya Rp 5.500 per liter menjadi Rp 12.000 per liter. "Mau tidak mau kami beli bensin di pengecer, karena takut terlambat masuk kantor," ujar Herman, warga Cempaka Putih.

SPBU di jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Jambi, sejak pukul 07.00 WIB, ratusan kendaraan roda empat maupun dua sudah menunggu angkutan premium dari depot Pertamina hingga mencapai 500 meter.

Daya beli masyarakat atas premium melonjak sejak Sabtu (9/7/2011), sehari setelah Gardu Induk PLTG Payo Selincah terbakar, diikuti pemadaman listrik di Kota Jambi, serta mendorong masyarakat untuk membeli genset. Akibatnya, pembelian bahan bakar untuk genset ikut meningkat.