Tampilkan postingan dengan label Geopark. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geopark. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

印尼能源与矿物部在占碑举行“地质公园研讨会”

 
 
 
印尼政府为了使我国多个地质公园成为联合国教科文组织(UNESCO)世界地质公园,于是印尼能源与矿物部,于8月4日至6日在占碑Abadi 大酒店上海厅举行了有关我国地质公园落实发展策略研讨会。其中在占碑省的美蓝云Merangin 地质公园,占碑省政府争取成为联合国文教科组织的世界地质公园标志。
  占碑省长代表Drs.H.As-nawi, AB, M为研讨会主持揭幕礼。占碑关爱占碑港佛塔协会创办人之一蔡邦胜,联合国教科文组织地质公园网路部Guy Martini教授等及有关人士参加研讨会。
  印尼能源与矿物部规划主任尤努斯(Yunus Kusumah Brata)表示,发展和开发地质公园是响应我国佐科维总统有关建设发展的9大纲领(俗称NAWACITA), 开发偏远乡村地区,激活当地人民经济,创意和发展旅游业。
  占碑美蓝云县政府,希美蓝云地质公园成为开发能源的楷模,同时县府也准备妥当,把美蓝云部分地质公园成为“联合国教科文组织(UNESCO)世界地质公园”。 本报记者明光报道 Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160811/279772.shtml
* www.ayojambi.com/

Senin, 08 Agustus 2016

印尼能源与矿产资源部占碑举办地质公园研讨会

印尼中央政府为准备我国地质公园成为联合国教科文组织全球化地质公园其中成员,就开发印尼地质公园举办地质公园研讨会。

这是因应联合国教科文组织通过其38C公文改变了全球化地质公园网络(Global Geopark Network)成为联合国教科文组织全球化地质公园(UNESCO Global Geopark)而举办。

印尼占碑省长顾问团专家哈夷.阿斯纳威硕士,为这次国家地质公园研讨会的4日-6日在占碑市ABADI酒店上海厅的召开宣示开幕。

与会印尼能源与矿产资源部环保与环境规划事务专家尤努史.顾苏玛.波拉达博士(DR. Yunus Kusumah Brata)引述佐科威总统为 发展地方建设指出,国家建设起自边远村落民间旅游活动的社会革新与创意经济的开发,以此,占碑省MERANGIN县政府将尽量发挥Merangin地质公 园的优势;也将成为发展能源的示范区,即成为联合国科教文组织全球化地质公园的附属地带。

全球化地质公园网络代表Guy Martini、《关注穆阿拉占碑佛塔》(The Society Of Muarajambi Temple)组织创始人蔡邦胜等出席上述研讨会。

http://www.shangbaoindonesia.com/?p=159767
* www.ayojambi.com/

Rabu, 14 September 2011

Nikmatnya Menyusuri Geopark Sungai Air Batu

BANGKO - Di desa Air Batu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin terdapat taman bumi (geopark) atau kawasan yang memiliki formasi batuan yang bernilai tinggi bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan khususnya sejarah bumi, kebudayaan, geologi, arkeologi dan tentu saja mendatangkan uang melalui pariwisata.
Kawasan itu digunakan oleh para Geologist dan Archeologist melakukan penelitian di kawasan unik ini. Penelitian tidak saja dilakukan di Merangin namun juga di Candi Muaro Jambi.

Fosil flora yang dikandungnya merupakan flora yang tertua di Asia yang ditemukan pada zaman Assilian (zaman perem awal sekitar 300 juta tahun lalu). Jadi Jambi ini merupakan lempengan tertua di Asia alias tanah leluhur Asia.

Menurut para peneliti untuk mendapatkan keindahan dan uniknya formasi batuan Jambi Flora maka petualangan melalui air harus dimulai dari daerah hulu yaitu tepatnya di Desa Air Batu. Sesuai dengan namanya Sungai yang mengalir di depan desa tersebut selain lebar berbatu‑batu dan deras sekali airnya apalagi Merangin beberapa hari ini diguyur hujan lebat.

Ada Dua perahu karet bantuan PNPM Pariwisata (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) si merah dan si kuning disiapkan. Walaupun diawaki para atlet lokal arung jeram plus baju pelampung untuk setiap penumpang, namun melihat derasnya arus sungai dan suara deburan buih membuat hati setiap penumpang kebat‑kebit juga.

Konon sungai ini memiliki reputasi setiap tahun makan korban. Ganasnya jeram sudah ditandai dengan terbaliknya si merah saat berusaha melewati jeram pertama yaitu jeram Amin.

Setelah melalui jeram, kita bisa dinikmati indahnya batuan granit di sisi kiri kanan sempadan sungai Batang Merangin. Granit itu lelehan magma dari bumi. Bumi seperti tubuh manusia juga, penuh dinamika di dalamnya.

Selama menyusur sungai beberapa kali perahu dihempas gelombang sehingga seperti laiknya kuda jingkrak ketika harus menerobos jeram yang tidak kurang ada sembilan titik. Beberapa kali penumpang non‑atlet cari selamat, turun dan berjalan menyusur tepi sungai.

Sungai ini menurut PAJI (Persatuan Arung Jeram Indonesia) pantas untuk lomba arung‑jeram nasional bahkan internasional karena ganas tantangannya.

Teluk Wang kemudian memanjakan penumpang dengan mandi di bawah air terjun jodoh yang begitu indah jernih dan dingin. Mitos percaya bahwa yang berkesempatan mandi di sana akan enteng jodoh.

Dari Desa Teluk Wang perahu menyusur tenang menuju pemberhentian terakhir yaitu di Desa Biuku Tanjung. Masih ditemui beberapa pokok kayu yang membatu menjadi fosil dikarenakan proses silicifikasi yaitu pohon‑pohon yang seharusnya hancur dimakan rayap tapi karena karbohidrat tergantikan oleh pasir silica maupu tertutup partikel‑partikel letusan gunung api secara pelahan bertahap dan konsisten.

Perjalanan di atas bak mengarungi suatu rangkaian sejarah dan ilmu bumi yang biasanya hanya mampu kita baca dari buku‑buku sains, dan sangat disayangkan bila apa yang kita miliki ini hilang karena rusak oleh kita juga. Inilah wisata ilmu pengetahuan. (Romy)