母亲恩重如山 孩儿难报母亲恩
坐落在第波尼科罗Koni IV 惹罗东的占碑狮仔殿孔教会 ,于12月25日上午,举行纪念母亲节活动. 出席者有:占碑省孔教最高理事会主席黄春回、印度尼西亚孔教妇女郑华玲主席 、占碑孔教会副主席胡玉志、占碑龙春宫孔教会林永祥、占碑义锋堂孔教会胡玉祥、占碑福神堂孔教会黄汉雄, 这次活动有孔教礼拜补习班的学生参与并为家长洗脚以报达母亲之恩及余兴节目。
占碑狮仔殿孔教会郑建平致词说,今日是个伟大的日子,因为全世界的人沉醉在母爱的怀抱里,庆祝这伟大的母亲节。他说,母爱对我们的牺牲太大了,有时我们会遗忘掉,当母亲脸上的皱纹,可见到母亲老了,但母亲从来没有向我们要求什么,或要获得孩子们的同情,或要孩子们给予出国旅行的机会,反之她们想到的是孩子的生活起居和健康等的母爱关怀。
黄春回致词说,母亲之恩是难报的,爱母亲比爱自己更重要,母爱是伟大的。我们的爱根本是不能与母亲的爱相比。希望在这母亲节,我们要能知恩报恩。
节目最后也对孔教礼拜补习班学生颁发礼品,而圆满结束。
学科报道/Romy供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20161229/300288.shtml
Tampilkan postingan dengan label Hari Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari Ibu. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Desember 2016
Minggu, 25 Desember 2016
Umat Khonghucu Jambi Merayakan Hari Ibu
JAMBI – Untuk kali pertama Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi 占碑獅仔殿孔教會 Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong KONI IV, Rt. 02, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jalutung, Kota Jambi mengadakan perayaan Hari Ibu 母親節. Untuk menyambut dan memeriahkan hari ibu yang jatuh pada tanggl 22 Desember, maka MAKIN Sai Che Tien adakan pada hari Minggu (25/12-2016) pagi, acara Hari Ibu kali ini diawali Lagu Indonesia Raya, selanjutnya Lagu Padamu Negeri, terus pambacaan Puisi oleh Siswa Sekolah Minggu Khonghucu, Pemberian Bunga kepada sang ibu tercinta, lalu mencuci kaki sang ibu dan memohon ampun kepada kedua orang tua, acara ditutup dengan aneka hiburan dari anak Sekolah Minggu (孔教礼拜补习班), terlihat beberapa ibu sempat menetiskan air mata [Lihat Foto: Kegiatan Hari Ibu].
Menurut Ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi Darmadi Tekun (占碑獅仔殿孔教會郑建平主席) Hari ini adalah hari yang sangat special, karena hari ini merupakan hari dimana insan di seluruh dunia sedang mengenang atau menikmati kebersamaan dengan orang yang melahirkannya di atas dunia. “Pengorbanan Seorang Ibu Yang Tulus Seringkali Kita Lupakan”, Kita jarang sekali melihat atau memperhatikan ibunda kita yang jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah tua, namun mereka tidak pernah mengeluh dan mengemis minta belas kasih dari sang anak-anaknya, apalagi mereka diajak jalan-jalan.
Ikut hadir dalam acara Hari Ibu,Ketua Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin), Herwai (郑华玲主席),Wakil Ketua MATAKIN Jambi, Alex Sujanto 占碑孔教會副主席胡玉志, Pengurus MAKIN Leng Chun Kheng 占碑龍春宮孔教會林永祥,Pengurus MAKIN Gi Hong Tong 占碑義鋒堂孔教會胡玉祥, Pengurus MAKIN Hok Sin Tong 占碑福神堂孔教會黄汉雄, Pengurus MAKIN Hok Kheng Tong 占碑福慶堂孔教會李水連.
Salah satu poin penting dalam sambutan Ketua MATAKIN Provinsi Jambi Darman Wijaya (占碑省孔教最高理事會主席黄春回), mengatakan, Jasa-jasa ibu pada kita sungguh tak terhingga, kita tak akan bahkan tak mungkin kita bisa membalasnya, dan seberapa besar pun kita mencintai ibu kita, jika dibandingkan dengan cinta ibu kepada diri kita, maka kita akan menemukan bahwa cinta kita sebenarnya bukanlah apa-apa dibanding cinta dan kasih sayang ibu pada diri kita.!
Maka pada hari ini, pada hari ibu ini yang berbahagia ini, kita diharapkan bisa mengambil hikmah yang mendalam tentang pentingnya peranan ibu bagi kita, sosok yang tak tergantikan oleh siapapun, sosok yang selalu ada ketika kita membutuhkannya, sosok yang selalu rindu ketika kita melupakannya, sosok yang selalu memaafkan ketika kita berbuat salah padanya. Semoga hari ini menjadi momentum terbaik bagi kita untuk mengenang kembali jasa-jasa ibu sehingga kita bisa lebih menghargai beliau, lebih meng hormati beliau dan selalu untuk berbakti kepada beliau.
Acara diakhiri pembagian hadiah kepada siswa-siswi Sekolah Minggu Khonghucu yang berprestasi. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi
Ikut hadir dalam acara Hari Ibu,Ketua Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin), Herwai (郑华玲主席),Wakil Ketua MATAKIN Jambi, Alex Sujanto 占碑孔教會副主席胡玉志, Pengurus MAKIN Leng Chun Kheng 占碑龍春宮孔教會林永祥,Pengurus MAKIN Gi Hong Tong 占碑義鋒堂孔教會胡玉祥, Pengurus MAKIN Hok Sin Tong 占碑福神堂孔教會黄汉雄, Pengurus MAKIN Hok Kheng Tong 占碑福慶堂孔教會李水連.
Salah satu poin penting dalam sambutan Ketua MATAKIN Provinsi Jambi Darman Wijaya (占碑省孔教最高理事會主席黄春回), mengatakan, Jasa-jasa ibu pada kita sungguh tak terhingga, kita tak akan bahkan tak mungkin kita bisa membalasnya, dan seberapa besar pun kita mencintai ibu kita, jika dibandingkan dengan cinta ibu kepada diri kita, maka kita akan menemukan bahwa cinta kita sebenarnya bukanlah apa-apa dibanding cinta dan kasih sayang ibu pada diri kita.!
Maka pada hari ini, pada hari ibu ini yang berbahagia ini, kita diharapkan bisa mengambil hikmah yang mendalam tentang pentingnya peranan ibu bagi kita, sosok yang tak tergantikan oleh siapapun, sosok yang selalu ada ketika kita membutuhkannya, sosok yang selalu rindu ketika kita melupakannya, sosok yang selalu memaafkan ketika kita berbuat salah padanya. Semoga hari ini menjadi momentum terbaik bagi kita untuk mengenang kembali jasa-jasa ibu sehingga kita bisa lebih menghargai beliau, lebih meng hormati beliau dan selalu untuk berbakti kepada beliau.
Acara diakhiri pembagian hadiah kepada siswa-siswi Sekolah Minggu Khonghucu yang berprestasi. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi
Minggu, 23 Desember 2012
Umat Buddhis Jambi Memperingati “Hari Ibu” di Vihara Sakyakirti
JAMBI - Hari Ibu merupakan hari peringatan terhadap peran seorang wanita (ibu) dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan biasanya dilakukan dengan cara membebas-tugaskankan kaum ibu dari tugas sehari-hari yang dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Adapun renungan Hari Ibu, adalah pengorbanan seorang Ibu yang tulus mengurusi kita dari mulai dalam kandungan merawat kita hingga dewasa, pengorbanan seorang ibu seringkali kita lupakan.
Kita jarang sekali melihat atau memperhatikan ibunda kita yang jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah tua, namun mereka tidak pernah mengeluh dan mengemis minta belas kasih dari sang anak-anaknya, apalagi mereka diajak jalan-jalan.
Oleh karena itu, ratusan umat Buddhis Sakyakirti Jambi, Minggu (23-12-2012) pagi mengikuti prosesi perayaan Hari Ibu “Mother's Day” di aula SD Sariputra Jambi.
Acara di awali laporan panitia pelaksana, selanjutnya sambutan ketua Majelis Budayana Indonesia (MBI) Provinsi Jambi, Romo Ballamitta dan pemotongan kue tar, lalu dibagikan kepada oma-oma yang berada dipentas.
“Betapa berat penderitaan seorang ibu, mulai dari mengandung kita selama 9-10 bulan, lalu melahirkan dan membesarkan kita, mereka tidak pernah mengeluh,” bahkan, pada saat kita jatuh sakit, siang dan malam Ibu merawat kita. Ujar Ketua MBI Provinsi Jambi dihadapan ratusan umat Buddhis Jambi.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dalam setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa.
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
Selamat Hari Ibu… (Romy)
Selasa, 21 Desember 2010
Hari Ibu, Oma-Oma Ikut Perlombaan
JAMBI - Meskipun menggunakan kacamata tebal, penglihatan yang sudah mulai berkurang dengan cara berjalan yang sedikit lamban, namun belasan oma dan ibu terlihat cukup gembira dan masih bersemangat mengikuti perlombaan-perlombaan dalam menyambut Hari Ibu, seperti lari karung, membawa keleleng dengan sendok, tarik tambang, menyumpit kacang tanah, masukan air kedalam botol, mewarnai, semua ini digelar di Vihara Sakyakirti Jambi, baru-baru ini. Acara tersebut merupakan sebuah pemandangan yang sangat unik dan menarik, banyak warga Tionghoa Jambi yang sengaja datang ke Sakyakirti untuk melihat jalannya pertandingan.
Ditambah dengan sorak-sorai peserta lainnya dan warga yang menonton, para ibu ini tidak segan-segan untuk memperlihatkan semangat mereka. Bahkan, tidak terlihat sama sekali keluhan ataupun kesulitan yang mereka rasakan. Setiap peserta tetap berlari menggunakan karung hingga ke garis finish.
Ini merupakan gambaran dari serunya rangkaian kegiatan Hari Ibu yang digelar oleh Vihara Sakyakirti Jambi. Dimotori oleh Generasi Muda Buddish Sakyakirti Jambi (GBSJ) dan juga semua elemen umat Buddha Sakyakirti, acara perayaan Hari Ibu ini terbilang unik dan menarik. Ini karena, hampir semua perlombaan yang digelar langsung menyentuh para ibu.
Peserta lomba dikhususkan untuk para ibu sehingga menjadi nilai plus acara tersebut. Menurut salah satu peserta lomba, Lily, setiap tahun dia dan teman-temannya ikut acara perlombaan untuk memeriahkan Hari Ibu akan selalu melibatkan para kaum ibu. “Bukan hadiah yang kami kejar, melainkan kegembiraan, maka setiap tahun kita selalu mengikuti acara hari ibu bersama teman-teman,” bebernya.
Ada banyak para ibu yang bersemangat untuk mengikuti lomba. Beberapa lomba yang digelar antara lain adalah balap karung, tarik tambang, menyumpit kacang tanah, membawa keleleng dangan sendok dan memasukkan air ke dalam botol. Tak kalah menarik, saat lomba tarik tambang. Mereka yang memiliki tenaga yang bisa dibilang pas-pasan ini justru terlihat sangat bersemangat.
Tarik menarik yang terjadi membuat semua peserta yang hadir pun bersorak-sorai memberikan semangat. Ini semakin membuat suasana menjadi hangat dan meriah. Peserta ternyata tidak hanya dibatasi oleh para ibu saja, remaja pun memiliki kesempatan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hanya saja, perlombaan yang diikuti oleh para wanita yang sebagian besar tergabung dalam organisasi Wanita Buddish Indonesia (WBI) Jambi ini memberikan daya tarik tersendiri. “Kita sangat senang ternyata acara ini disambut cukup meriah oleh warga Tionghoa Jambi. Mudah-mudahan, dengan acara ini dapat memberikan hiburan dan manfaat tersendiri bagi para ibu kita yang sudah mengikuti lomba tersebut,” (rom)
Ditambah dengan sorak-sorai peserta lainnya dan warga yang menonton, para ibu ini tidak segan-segan untuk memperlihatkan semangat mereka. Bahkan, tidak terlihat sama sekali keluhan ataupun kesulitan yang mereka rasakan. Setiap peserta tetap berlari menggunakan karung hingga ke garis finish.
Ini merupakan gambaran dari serunya rangkaian kegiatan Hari Ibu yang digelar oleh Vihara Sakyakirti Jambi. Dimotori oleh Generasi Muda Buddish Sakyakirti Jambi (GBSJ) dan juga semua elemen umat Buddha Sakyakirti, acara perayaan Hari Ibu ini terbilang unik dan menarik. Ini karena, hampir semua perlombaan yang digelar langsung menyentuh para ibu.
Peserta lomba dikhususkan untuk para ibu sehingga menjadi nilai plus acara tersebut. Menurut salah satu peserta lomba, Lily, setiap tahun dia dan teman-temannya ikut acara perlombaan untuk memeriahkan Hari Ibu akan selalu melibatkan para kaum ibu. “Bukan hadiah yang kami kejar, melainkan kegembiraan, maka setiap tahun kita selalu mengikuti acara hari ibu bersama teman-teman,” bebernya.
Ada banyak para ibu yang bersemangat untuk mengikuti lomba. Beberapa lomba yang digelar antara lain adalah balap karung, tarik tambang, menyumpit kacang tanah, membawa keleleng dangan sendok dan memasukkan air ke dalam botol. Tak kalah menarik, saat lomba tarik tambang. Mereka yang memiliki tenaga yang bisa dibilang pas-pasan ini justru terlihat sangat bersemangat.
Tarik menarik yang terjadi membuat semua peserta yang hadir pun bersorak-sorai memberikan semangat. Ini semakin membuat suasana menjadi hangat dan meriah. Peserta ternyata tidak hanya dibatasi oleh para ibu saja, remaja pun memiliki kesempatan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hanya saja, perlombaan yang diikuti oleh para wanita yang sebagian besar tergabung dalam organisasi Wanita Buddish Indonesia (WBI) Jambi ini memberikan daya tarik tersendiri. “Kita sangat senang ternyata acara ini disambut cukup meriah oleh warga Tionghoa Jambi. Mudah-mudahan, dengan acara ini dapat memberikan hiburan dan manfaat tersendiri bagi para ibu kita yang sudah mengikuti lomba tersebut,” (rom)
Selasa, 07 Desember 2010
Kaum Hawa Ikut Pertandingan Menyambut Hari Ibu
JAMBI – Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia, ternyata bait dan syair lagu itu telah ditelan waktu, pasalnya kini banyak anak yang mensia-siakan orangtuanya, bahkan ada yang tegah menitipkan mereka ke panti jompo (panti asuhan).
Namun ada juga yang sangat memperhatikan para ibu-ibu dan nenek-nenek yang sudah lansia, seperti Generasi muda Buddhis Sakyakirti Jambi (GBSJ) Selasa (7/12-2010) mengadakan aneka perlombaan untuk kaum ibu dan nenek di halaman vihara Sakyakirti Jambi, dimana sebelumnya GBSJ juga adakan melomba mewarnai.
Adapun perlombaan yang khusus dipertunjukan buat kaum ibu dan nenek, adalah, lomba lari dalam karung, tarik tambang, menyumpit kacang tanah, membawa keleleng dangan sendok, masukan air ke dalam botol, tampaknya para ibu maupun nenek lansia begitu gembira, bagi mereka bukan hadiah yang mereka kejar melainkan kegembiraan yang tidak pernah mereka nikmati, “Kami ikut perlombaan ini, bukan hadiah yang kami utamakan, melainkan kesenangan dan kegembiraan yang kami dapati bersama”’ kata Lily didampingi beberapa lasia.
Sepertinyanya perlombaan menyambut hari ibu tahun ini kurang begitu meriah, karena tahun ini ada beberapa perlombaan ditiadakan, diantaranya, makan krupuk, pecahkan balon, anak menyuapi kue tar kepada ibunya dengan mata tertutup, mungkin kue tarnya agak mahal maka panitia tidak adakan……
Namun ada juga yang sangat memperhatikan para ibu-ibu dan nenek-nenek yang sudah lansia, seperti Generasi muda Buddhis Sakyakirti Jambi (GBSJ) Selasa (7/12-2010) mengadakan aneka perlombaan untuk kaum ibu dan nenek di halaman vihara Sakyakirti Jambi, dimana sebelumnya GBSJ juga adakan melomba mewarnai.
Adapun perlombaan yang khusus dipertunjukan buat kaum ibu dan nenek, adalah, lomba lari dalam karung, tarik tambang, menyumpit kacang tanah, membawa keleleng dangan sendok, masukan air ke dalam botol, tampaknya para ibu maupun nenek lansia begitu gembira, bagi mereka bukan hadiah yang mereka kejar melainkan kegembiraan yang tidak pernah mereka nikmati, “Kami ikut perlombaan ini, bukan hadiah yang kami utamakan, melainkan kesenangan dan kegembiraan yang kami dapati bersama”’ kata Lily didampingi beberapa lasia.
Sepertinyanya perlombaan menyambut hari ibu tahun ini kurang begitu meriah, karena tahun ini ada beberapa perlombaan ditiadakan, diantaranya, makan krupuk, pecahkan balon, anak menyuapi kue tar kepada ibunya dengan mata tertutup, mungkin kue tarnya agak mahal maka panitia tidak adakan……
Langganan:
Postingan (Atom)






