Tampilkan postingan dengan label Lion Air Delay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lion Air Delay. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Februari 2015

Lion Air Hentikan Penerbangan di Bandara Juanda

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Maskapai Lion Air tanpa alasan yang jelas menghentikan operasi 24 penerbangan pesawatnya ke berbagai rute tujuan melalui Bandara Juanda Sidoarjo, Jatim, Jumat (27/2).
Sejumlah calon penumpang merasa dirugikan dengan tidak beroperasinya maskapai ini. Ratusan calon penumpang pesawat Lion Air harus menelan kekecewaan karena maskapai ini menghentikan operasinya tanpa alasan jelas.
Sejumlah calon penumpang akhirnya harus mencari tiket maskapai lain dan sebagian lagi menunda rencana bepergiannya.

Berdasarkan data Airport Duty Officer Bandara Juanda, ada 24 penerbangan Lion Air di terminal satu Bandara Juanda. Namun semua penerbangan itu tidak beroperasi pada Jumat ini. Penerbangan Lion Air yang tidak beroperasi ini di antaranya rute penerbangan menuju Jakarta, Lombok, Kupang, Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, dan Manado.
Penerbangan Lion Air ini tidak beroperasi sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 00.14 WIB. Sejumlah calon penumpang terpaksa harus menunda perjalanannya setelah mengetahui Lion Air tidak beroperasi. Sebagian calon penumpang terpaksa membeli tiket maskapai pesawat lain.

Sementara itu juga tidak ada penjelasan resmi dari pihak Lion Air terkait berhentinya operasi pesawat
mereka.

"Soalnya maskapai ini paling banyak pesawat dan rutenya. Kalau begini saya terpaksa harus mencari tiket pesawat lain," kata Mutadi,55, salah satu calon penumpang.

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/02/27/364012/8203-lion-air-hentikan-penerbangan-di-bandara-juanda
* www.ayojambi.com/

Kemenhub Tolak Pengoperasian Kembali 9 Rute Lion Air

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menolak permohonan pengoperasian kembali 9 rute Lion Air ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini dilakukan karena Lion Air belum memenuhi syarat yang diberikan Menhub.
"Dengan hormat disampaikan bahwa Direktur Jenderal Perhubungan Udara belum dapat menyetujui permohonan PT Lion Mentari Airlines untuk menerbangi kembali rute-rute sebagaimana terlampir," demikian tertulis dalam surat edaran yang dikeluarkan Direktur Jenderal Pehubungan Udara, Suprasetyo yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (26/2/2015) malam.

Hal ini dilakukan karena Lion Air selaku maskapai yang meminta penambahan kapasitas rute tak mampu memenuhi kuota penerbangan. Adapun, kuota yang ditetapkan Menhub ialah melayani selama 21 hari berturut-turut.

"PT Lion Mentari Airlines untuk menerbangi rute-rute sebagaimana terlampir dengan pertimbangan rute-rute tersebut tidak dilayani lebih dari 21 hari berturut-turut tanpa pemberitahuan kepada Direktur Jenderal Perhubungan Udara," jelas surat itu.

Berikut sembilan rute Lion Air yang pengoperasiannya belum dapat dilakukan:

1. Surabaya - Ambon (JT-886) pemberangkatan pukul 05.45
2. Ambon - Surabaya (JT-887) pemberangkatan pukul 20.25
3. Surabaya - Cengkareng (JT-597) pemberangkatan pukul 06.15
4. Ujungpandang - Jayapura (JT-894) pemberangkatan pukul 08.45
5. Jayapura - Ujungpandang (JT-895) pemberangkatan pukul 14.45
6. Ujungpandang - Cengkareng (JT-895) pemberangkatan pukul 20.40
7. Lombok - Cengkareng (JT-659) pemberangkatan pukul 18.50
8. Cengkareng - Jambi (JT-660) pemberangkatan pukul 05.20
9. Jambi - Cengkareng (JT-661) pemberangkatan pukul 20.00

http://news.metrotvnews.com/read/2015/02/27/363814/kemenhub-tolak-pengoperasian-kembali-9-rute-lion-air
* www.ayojambi.com/

Senin, 02 September 2013

Diancam Penumpang, 18 Karyawan Lion Air Kabur

DENPASAR, KOMPAS.com — Kisruh jadwal penerbangan Lion Air di Bandara Ngurah Rai Denpasar berlanjut dengan kaburnya 18 karyawan Lion Air yang bertugas di terminal domestik. Mereka ketakutan karena ancaman penumpang yang mengamuk akibat tertundanya keberangkatan pesawat yang berkepanjangan.
"Terjadi miskomunikasi penumpang dengan petugas. Petugas merasa ada ancaman dari penumpang, akhirnya mereka melarikan diri," ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara Ngurah Rai, Yuli Sudoso, Senin (2/9/2013) siang.

"Merasa terancam, ketakutan karena tidak bisa mengatasi kemarahan penumpang," imbuh Yuli Sudoso.

Akibat kaburnya para karyawan Lion Air, pelayanan di terminal domestik semakin kacau. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak manajemen Lion Air telah mendatangkan puluhan karyawan dari Jakarta, Surabaya, hingga Makassar untuk ditugaskan sementara di Bandara Ngurah Rai.

Lebih lanjut Yuli menjelaskan, penundaan massal Lion Air sejak Sabtu (31/8/2013) merupakan efek domino kerusakan pesawat.

Seperti diberitakan, keributan terjadi di terminal keberangkatan domestik Bandara Ngurah Rai sejak Sabtu lalu setelah para penumpang Lion Air tersulut emosi akibat keterlambatan penerbangan yang mencapai lebih dari empat jam. Pihak maskapai yang tidak memberi penjelasan mengenai keterlambatan ini membuat penumpang semakin naik pitam.

http://regional.kompas.com/read/2013/09/02/1606103/
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/