Tampilkan postingan dengan label Virus Zika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Virus Zika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2016

Virus Zika Mulai Masuk Indonesia, Ketahui Penyebab dan Cara Pencegahannya

TRIBUNJAMBI.COM - Di sejumlah kawasan, status darurat nasional telah diberlakukan untuk mengatasi penyebaran virus Zika.

Kebijakan ini tidak berlebihan mengingat sejumlah dokter menilai virus Zika kini sedang berkembang menjadi wabah.

Namun, ada begitu banyak tentang virus Zika yang belum diketahui khalayak awam.
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bersama Airlangga Health Science Institute (AHSC) lantas mengadakan 1st International Symposium Of Public Health (ISOPH).

Temanya “Emerging and Re-Emerging Disease”, simposium ini sebagai ajang unjuk penelitian.

Ketua panitia, Sri Sumarni mengungkapkan simposium ini diikuti 107 peneliti. Baik dari kalangan mahasiswa ataupun praktisi kesehatan yang melakukan penelitian.

Dari 107 pendaftar, 89 abstraksi diterima, 52 di antaranya dipresentasikan secara oral. Sisanya dipajang dalam bentuk pameran poster.

“Penelitian mereka terkait penemuan virus baru yang menjadi penyakit saat ini. Seperti virus Zika yang ada pada objek yang selama ini ada yaitu nyamuk,” terangnya di sela simposiun di Mercure Hotel, Surabaya, Rabu (30/11/2016)

Selain sebagai ajang publikasi penelitian para pemerhati kesehatan, dalam simposium ini juga dihadirkan sejumlah praktisi kesehatan dari negara yang telah terserang Zika.

Mereka memaparkan tindakan dan regulasi pemerintah terkait penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Nyamuk-nyamuk inilah yang juga menyebarkan demam berdarah dan virus chikungunya.

Pimpinan AHSC, Prof Nasronudin mengungkapkan terkait virus zika pemerintah telah menerapkan standar pengamanan di bandara. Karena pembawa virusnya nyamuk dan berakibat pada demam.

Kebanyakan, orang dengan mobilisasi ke negara endemik virus Zika akan diperiksa begitu tiba di bandara apakah mengidap virus zika atau tidak.

“Yang baru pulang dari luar negeri lingkungan endemis, meskipun di bandara belum menemukan infeksi virus, maka akan kami telusuri hingga 2 minggu setelahnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, virus zika tak lebih parah dari penyakit batuk. Infeksinya terjadi jika kondisi imun seseorang sedang tidak baik. Sebab virus zika bersifat self limited, bisa ditangani oleh imune tubuh juga.

“Jadi kalau hamil lebih baik tidak ke luar negeri atau yang penting jangan sampai digigit nyamuk."

"Negara Indonesia sudah dikepung negara-negara yang sudah diserang zika, tetapi baru ditemukan ada 1 di Jambi. Kalau di Surabaya dan Kalimantan masih Zero,” lanjutnya.

http://jambi.tribunnews.com/2016/11/30/virus-zika-mulai-masuk-indonesia-ketahui-penyebab-dan-cara-pencegahannya?page=all

Senin, 01 Februari 2016

Bagaimana Membedakan Serangan DBD dengan Virus Zika? Ini Penjelasan Kadiskes Provinsi Jambi

Sejak ditemukannya keberadaan virus Zika di Jambi berdasarkan uji sampel pada Desember 2014-April 2015, ternyata saat ini belum kembali ditemukan.

Tapi hal ini bisa jadi karena tidak ada lagi pengujian sampel.

"Memang cukup sulit terdeteksi, karena harus melalui pemeriksaan laboratorium khusus," kata Andi Pada, Kepala Dinkes Provinsi Jambi.

Karena penyebarannya sama dengan DBD, dan kasus DBD saat ini cukup tinggi, Andi meminta masyarakat untuk tak menganggap remeh jika mengalami demam.
Ia berharap warga bisa segera memeriksakan diri ke puskesmas ataupun rumah sakit terdekat.

Lalu seperti apa pembeda sementara yang bisa dijadikan acuan bagi masyarakat, terjangkit virus zika atau DBD?

"Ciri-cirinya sama dengan demam berdarah. Tapi, lihat trombositnya. Bedanya kalau DBD trombositnya turun. Kalau yang terkena virus zika biasanya trombositnya tidak turun, itu aja bedanya," katanya.

Andi mengklaim, dinkes sedang meminta ke lembaga Eijkmen untuk melakukan penelitian kembali bersama dinkes terkait zika di Jambi.

http://jambi.tribunnews.com/2016/02/02/bagaimana-membedakan-serangan-dbd-dengan-virus-zika-ini-penjelasan-kadiskes-provinsi-jambi
* www.ayojambi.com/

Ini Cara Mengantisipasi agar Terhindar dari Virus Zika dari Ketua IDI Kota Jambi

Ketua IDI Kota Jambi, dr Herlambang SPOG mengatakan,  munculnya virus Zika tentu mengkhawatirkan masyarakat.

Namun, hal ini bisa diantisipasi dengan budaya hidup bersih.

Budaya hidup bersih ini mencakup pola-pola bagaimana kita beraktivitas sehari-hari.

Seperti bagaimana pola mencuci makanan dan mencuci tangan hingga mandi airnya harus diperhatikan kebersihannya.
Kalau dapat air disaring dengan penyaring yang dahulu sering digunakan orang. Kalau misalnya mau makan cuci tangan yang bersih dengan sabun dan airnya lagi-lagi harus diperhatikan kebersihannya.

Sebenarnya virus ini sama halnya dengan virus lain kemunculannya.Hanya saja karena adanya kasus microchepalus yang menyerang anak di Brasil itu jadinya membuat masyarakat khawatir.

Pencegahan penyakit ini relatif sama dengan pencegahan virus Demam Berdarah Dengue atau DBD. Pencegahan seperti menggunakan kelambu atau lotion anti-nyamuk juga bisa dilakukan.

Persoalan cara kerja dan mekanisme virus zika ini masih dipelajari di Jambi.

Karena itu sebaiknya pola hidup sehat benar-benar diterapkan.

http://jambi.tribunnews.com/2016/02/02/ini-cara-mengantisipasi-agar-terhindar-dari-virus-zika-dari-ketua-idi-kota-jambi
* www.ayojambi.com/