Senin, 08 Desember 2014

Kapal Barang Terbesar di Dunia Mulai Pelayaran Perdana ke Eropa

SHANGHAI, KOMPAS.com - Kapal barang terbesar di dunia, CSCL Globe, Senin (8/12/2014), memulai pelayaran perdananya dari Shanghai menuju Eropa. Demikian perusahaan pemilik kapal itu China Shipping Container Lines (CSCL).
Kapal raksasa berukuran panjang 400 meter dengan lebar 60 meter itu memulai perjalanannya dari pelabuhan Yanghsan, Shanghai. Masih berdasarkan pernyataan CSCL.

Kapal ini adalah satu dari lima kapal berbobot 19.100 TEU yang dipesan CSCL pada 2013 dari perusahaan Korea Selatan, Hyundai dan pengiriman pertama kapal itu dilakukan pada November lalu.

Kapal ini adalah yang terbesar dan paling canggih di dunia dan disebut sebagai "Airbus-nya industri perkapalan". Jika seluruh kapasitas angkut kapal ini digunakan maka kapal tersebut mampu mengangkat beban lima kali Gunung Everest atau mampu mengangkut 200 juta unit komputer tablet.

Kantor berita Xinhua menbaharkan kapal itu juga diklaim sebagai yang paling irit energi dan menghasilkan emisi jauh lebih rendah dibanding kapal barang dengan kapasitas angkut di bawahnya.

Pekan lalu, CSCL merilis foto kapal itu tengah merapat di pelabuhan Tianjin dan Qingdaro, di mana upacara pelepasan kapal tersebut untuk jalur Eropa timur jauh ditetapkan. Kapal besar itu akan singgah di beberapa pelabuhan termasuk Ningbo, China timur dan Singapura sebelum tiba di Eropa. Demikian Xinhua.

http://internasional.kompas.com/read/2014/12/08/18431591/Kapal.Barang.Terbesar.di.Dunia.Mulai.Pelayaran.Perdana.ke.Eropa?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Minggu, 07 Desember 2014

Begini Cara 13 Polisi di Kudus Menyiksa Kuswanto

TEMPO.CO, Jakarta - Cairan berwarna merah kekuningan keluar dari lubang yang muncul di leher depan tubuh Kuswanto, 29 tahun. Wawancara Tempo dengan pria dengan dua anak masih kecil itu pada Sabtu malam, 6 Desember 2014, terpaksa ditunda karena pembalut luka penutup lubang tak mampu menahan laju cairan. Ia menunggu bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang belum juga datang. "Saya belum mau mati. Tolong saya," ujarnya menahan sakit.
Peristiwa penyiksaan itu berawal dari ajakan empat teman Kuswanto bertemu di Kafe Perdana, di Kota Kudus, Jawa Tengah, pada 21 November 2012, sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah duduk beberapa saat, tiba-tiba 13 orang berpakaian preman menghampiri mereka. Kuswanto dihampiri dan dia mengenal 13 orang yangn berpakaian preman itu. "Mereka polisi, saya kenal karena saya berteman dengan mereka. Saya punya bisnis rental mobil, dan istri saya bekerja di satu kafe milik polisi itu," kata Kuswanto. (Baca: Dituduh Rampok, Pria Ini Disiksa 13 Polisi)

Mendadak 13 polisi berpakaian preman itu beringas dan memaksa Kuswanto keluar dari kafe. Ia dimasukkan ke mobil Xenia yang parkir di depan kafe. Bersama Kuswanto, 4 teman lainnya juga ikut dicokok.

Di dalam perjalanan mereka dituduh merampok toko penjual es krim Walls. Namun Kuswanto tidak mengakuinya. Ia menjelaskan dirinya ada di luar kota untuk urusan keluarga.

Beberapa polisi kemudian memukulinya. Saat mobil berada di jalan lingkar dekat PT Pura Barutama Kudus, kedua mata Kuswanto dilakban dan kedua tangannya diborgol. Kuswanto kemudian dibawa ke lapangan tempat uji surat izin mengemudi (SIM) yang lokasinya bersebelahan dengan Universitas Muria Kudus.

"Begitu sampai, saya disuruh turun dan dipukuli beramai-ramai. Saya jatuh lalu seorang polisi meminta saya mengaku atau dibakar. Saya tetap tidak mengaku dan bensin disiram ke tubuh saya. Saya tetap tidak mengaku, lalu korek api dinyalakan ke baju saya. Saya teriak kesakitan dan berguling-guling di tanah. Saya tidak mau mati," kata Kuswanto.

Setelah disiksa dengan dada dan leher melepuh, dia dibawa ke ke kantor Polres Kudus. Polisi yang membakar Kuswanto penasaran karena dirinya masih bertahan tidak mengakui perbuatannya. Polisi itu kemudian menyiram cairan ke lehernya hingga Kuswanto berteriak kesakitan.

Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan sebulan dia dibiarkan tanpa perawatan. Orang tuanya protes dan minta pertanggungjawaban. Setahun kemudian baru ditemukan pelaku sebenarnya yang merampok toko es krim Walls itu. "Saya tahu dari berita media," kata Kuswanto sambil menahan sakit.

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/07/063626884/Begini-Cara-13-Polisi-di-Kudus-Menyiksa-Kuswanto
* www.ayojambi.com/