Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Pekerja Lepas Yang "Akan Dipecat" Ahok, Ternyata Dirinya Juga Bantu Kumpulkan KTP

Nusanews.com - Pekerja Harian Lepas (PHL) dari Sudin Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Fitri Simanjuntak, terancam dipecat karena dianggap bertindak tidak sopan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Peristiwa itu terjadi saat Ahok saat melakukan inspeksi ke Kanal Banjir Timur (BKT) pekan lalu.

"Kemarin Jumat disuruh dan dipaksa untuk menulis pengunduran diri sama Kasudin. Pak Ahok gak suka lihat ibu bicara di lokasi kemarin. Ternyata, di pemerintahan kalau ada Pak Ahok bicara gak boleh dijawab," kata Fitri menirukan Kasudin Pertamanan Jakarta Timur di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/5).
Cerita bermula saat Lurah Pondok Bambu menggunakan beberapa PHL untuk membersihkan flyover di sekitar BKT. Fitri menganggap itu tidak boleh dilakukan. Alasannya, mereka bekerja untuk Kasudin Pertamanan bukan kepada Kelurahan Pondok Bambu.

"Lurah Pondok Bambu ambil tim saya kerja, saya lihat tim saya kurang. Kok kurang diambil Pak Lurah. Menurut saya dari awal kerja sama kasudin sesuai dengan aturan mereka (Sudin Pertamanan Jaktim)," terangnya.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan mantan Bupati Belitung Timur ini sangat kejam. Padahal selama ini, Fitri tidak hanya bekerja sebagai PHL tetapi juga membantu pengumpulan KTP untuk mendukung Ahok maju melalui jalur perseorangan.

"Bantu cari KTP sudah diserahkan 185 KTP. Dari bulan Januari kumpulin. Dapat kebanyakan dari warga Klender. Ayah saya punya tim tapi nantinya ke saya," tutupnya. (mdk)

http://www.nusanews.com/2016/05/pekerja-lepas-yang-akan-dipecat-ahok.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
* www.ayojambi.com/

Senin, 13 Oktober 2014

Datangi Balai Kota, Giman diajak foto & dikasih uang oleh Ahok

Merdeka.com - Pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla asal Malang, Giman, rela berjalan kaki dari Malang hingga Jakarta untuk memenuhi nazarnya apabila pasangan nomor urut dua itu menang Pilpres 2014. Giman yang sehari-hari berjualan kue Putu keliling ini rela berjalan sejauh 869 km sejak tanggal 21 September 2014.
Tujuan Giman adalah bertemu dengan Presiden terpilih, Joko Widodo. Namun, lantaran Jokowi sedang tidak berada di Balai Kota, Giman akhirnya bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Giman yang berbaju putih, bercelana hitam, bersepatu kets dan membawa bendera Bara JP tersebut berfoto dengan Ahok bersama tiga orang yang mengiringi Giman ke Balaikota.

"Ayo kita foto yuk," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (13/10).

Usai berfoto, Ahok berbincang sejenak dengan Giman beserta rombongan untuk mengetahui tujuan pria itu berjalan kaki dari Malang hingga Jakarta. Usai berbincang, Ahok memberi amplop putih kepada Giman.

"Ini untuk tambahan ongkos ke Malang. Saya lanjut lagi (bekerja) ya," singkat Ahok.

Giman sendiri mengaku ingin menyampaikan pesan kepada Jokowi apabila kelak sudah resmi menjabat sebagai Presiden.

"Saya dari Malang, Gadang, tapi start dari depan Balai Kota Malang. Tujuannya mau ketemu Pak Jokowi. Mau titip pesan ke Pak Jokowi supaya anak Indonesia bisa sekolah semua," ucap Giman.

Giman sendiri memiliki empat anak, satu di antaranya tidak sempat mengenyam bangku sekolah dan kini berjualan jamu di Malang. Meski belum bertemu dengan Jokowi, Giman mengaku sudah dijadwalkan untuk bertemu dengan Jokowi hari ini. "Kalau ngga hari ini, besok," tutur Giman.

http://www.merdeka.com/jakarta/datangi-balai-kota-giman-diajak-foto-dikasih-uang-oleh-ahok.html
* www.ayojambi.com/

Rabu, 19 September 2012

Mereka Mengawal Pencoblosan

JAKARTA, KOMPAS.com - Ruangan dengan ukuran ballroom yang lapang dengan penataan cukup mewah itu disebut ruang Andalusia. Entah apa hubungannya dengan wilayah Selatan Spanyol dengan nama serupa yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Islam di Eropa dari abad 8 hingga abad 15. Yang pasti, ruangan yang menjadi bagian dari gedung perkantoran Menara 165, Jalan TB Simatupang Kav.1, Cilandak, Jakarta Selatan, itu sudah disulap menjadi pusat monitor dan operasi Tim Relawan Jokowi-Basuki.
Tak salah pula bila mereka disebut tim "bawah tanah" JB. Pasalnya, selain karena selama ini tim tersebut beroperasi secara rahasia, ruang Andalusia yang difungsikan sebagai Data Center Tim Relawan JB itu terletak di bawah permukaan tanah, di Basement 1 Menara 165.

"Dari ruangan ini kami siap mengawal dan memonitor perkembangan pencoblosan di 15.000 TPS di DKI Jakarta," ujar Koordinator Tim Relawan JB Hasan Nasbi di ruang Andalusia, Rabu (19/9/2012).

150 pemuda dan pemudi berusia mahasiswa dan berseragam kotak-kota terlihat serius mengamati laptop masing-masing mamantau perkembangan lapangan. Mereja duduk berderet membentuk huruf U. Di tengahnya duduk operator server. Di sisi kiri depan ruangan yang mengahadap ke arah utara terdapat layar utama yang cukup besar. Layar tersebut menampilkan update data terbaru maupun perkembangan informasi umum.

"Nanti setiap laporan dari TPS akan langsung kami sajikan di sini, termasuk hasil rekapitulasi," terang Hasan.

Tim Relawan JB menurunkan sekitar enam orang di tiap TPS. Tiga di antaranya akan berbaju kotak-kotak dan bertindak selaku saksi resmi bagi pasangan bernomor urut 3.

Data perhitungan di papan rekapitulasi maupun yang diisi pada lembaran laporan dan ditandatangani oleh para saksi maupun petugas TPS akan didokumentasikan dalam bentuk foto. Gambar tersebut akan dikirim pula ke Ruang Andalusia sebagai data gambar untuk melengkapi bukti hasil pengiriman data perolehan suara yang dilaporkan melalui perangkap telepon seluler.

"Jadi, jangan coba-coba mengutak-atik angka-angka tersebut dalam proses selanjutkan karena kami bunya bukti. Satu suara pun dari warga tak akan kami biarkan terabaikan," tegas Hasan.

Ia memastikan, pihaknya dapat menyajikan hitungan cepat secara paling akurat. Karena semua laporan dari lapangan, di 15.000 TPS akan tersaji langsung dan dapat diamati perubahannya di layar utama. Sebab itu pula, ia menjamin data yang akan mereka sajikan secara real-time itu minus toleransi kesalahan, jauh lebih akurat dibandingkan hitung cepat (quick-count).

"Semuanya data real-time dan tanpa margin of error karena hasil perhitungan di tiap TPS, itu pula yang tersaji di sini. Jadi, ini bukan lagi quick-count tapi data real-count," lanjut Hasan.

Tidak hanya data-data pencoblosan, perkembangan-perkembangan yang terjadi di tiap TPS dapat dipantau dari Ruang Andalusia. Setiap petugas lapangan telah dibekali dengan prosedur operasi standar untuk mengambil tindakan langsung maupun membuat laporan ke pusat data.

"Kertas suara yang rusak atau sudah dicoblos, kotak suara yang tidak kosong, hingga intimidasi atau tanda-tanda kecurangan di tiap TPS akan langsung dilaporkan ke sini," kata Hasan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadly Zon turut hadir untuk memberikan arahan dalam gladi resik relawan JB. Menurut Fadly, tim ini dibentuk bukan saja untuk membuktikan keseriusan Jokowi-Basuki memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Lebih jauh, tim ini bertujuan untuk mengawal proses demokrasi yang bersih dan menjamin hak pilih warga.

Sementara itu, tim sukses JB lainnya Denny Iskandar menambahkan, pembelajaran lain yang diberikan adalah mengenai pemanfaatan dana kampanye secara tepat.

"Dana tidak digunakan untuk membiayai black campaign atau untuk membiayai intimidasi atau provokasi. Dana besar bukan untuk dihambur-hamburkan untuk money politic. Kita gunakan dana untuk menjamin hak pilih setiap warga yang dijamin Konstitusi," tandas Denny.

http://pilkada.kompas.com/berita/read/2012/09/20/06290333/

Rabu, 15 Agustus 2012

Inilah Inovasi Baru "Branding" Jokowi

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sukses dengan kemeja kotak-kotak sebagai personal branding dari pasangan Jokowi-Ahok, pada putaran kedua ini muncul inovasi dengan membuat permainan di dunia maya yang diberi nama "Selamatkan Jakarta".
Koordinator Bidang Komunikasi dan Media Center, Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Budi Purnomo Karjodihardjo, mengatakan, permainan ini belum resmi diluncurkan. Namun, sudah dapat dimainkan melalui jejaring sosial facebook.

"Belum resmi diluncurkan. Tapi sejak Sabtu (18/8/2012) lalu sudah dapat dimainkan. Hingga saat ini, setidaknya 50.000 orang telah memainkannya," kata Budi, di Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Permainan yang bentuknya mirip dengan games Angry Birds ini akan diluncurkan dalam waktu dekat. Pihaknya menargetkan setidaknya hingga Pilkada putaran kedua nanti permainan ini akan dimainkan lebih dari 1.000.000 kali oleh pengunjung dunia maya di Indonesia.

"Kami belum launching saja, sudah dimainkan lebih dari 50.000 kali, apalagi jika nanti sudah dilaunching," ujar Budi.

Ia juga mengatakan bahwa permainan yang hendak diluncurkan itu juga dapat menjadi sarana pendidikan politik yang menyenangkan, khususnya bagi generasi muda. "Ini sarana yang positif. Pendidikan politik dapat dilakukan dengan cara menyenangkan yaitu dengan bermain game," kata Budi.

Bagi yang tertarik untuk memainkan games ini dapat mengakses melalui facebook (apps.facebook.com/selamatkanjakarta) atau PC (www.metric-design.com/game.swf?). Untuk versi beta ini terdapat 30 level permainan, dan akan ditambah lagi setelah launching resmi, yang rencananya akan dilaunching langsung oleh Jokowi.

Tokoh jagoan dalam game ini adalah Jokowi yang mempunyai misi untuk menyelamatkan Jakarta dari permasalahan Jakarta yang ada selama ini seperti oknum pejabat, pengusaha hitam, pelaku kriminal dan sampah yang melambangkan kekumuhan dan kemiskinan. Untuk membersihkan masalah Jokowi ini dapat menggunakan senjata-senjata yang ada seperti bom tomat, rocket dan TNT. Tapi ingat, jangan sampai Jokowi ikut menghancurkan "warga yang baik" yang menjadi teman Jokowi di game ini.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/15/14204594/

Rabu, 11 Juli 2012

Jokowi-Ahok Unggul 92 Persen di "TPS Ahok"

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama unggul telak sesuai prediksi di TPS tempat Ahok mencoblos.
Sebelum mencoblos di TPS 059 Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2012) tadi, cawagub Basuki Tjahaja atau Ahok memperkirakan perolehan suara di TPS tempat tinggalnya akan lebih dari 80 persen.

Hasilnya, justeru pasangan berseragam kotak-kotak itu melebihi target, yaitu mencapai 92 persen jumlah suara. Disebutkan ketua KPPS 059 Darmawan Arifin pasangan Jokowi-Ahok meraih 343 suara dari total 373 DPT yang ikut pencoblosan.

Setelah dikonversikan, jumlah pemilih tersebut adalah 91,95 persen dimenangkan pasangan nomor urut 3 Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Sementara itu diurutan kedua, pasangan nomor urut 1 Foke-Nara meraih 22 suara. Pasangan nomor urut 2 Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria memperoleh 1 suara, pasangan nomor urut 4 Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini memperoleh 0 suara, pasangan nomor urut 5 Faisal Basri-Biem T Benjamien memperoleh 3 suara, dan pasangan nomor urut 6 Alex Noerdin-Nono Sampono memperoleh 4 suara.

Dari 580 orang yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 059 Muara Karang, sebanyak 137 dinyatakan tidak hadir dan tidak menggunakan hak suaranya. Di TPS tersebut juga tidak ditemukan kertas suara yang rusak atau dinyatakan tidak sah.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/07/11/16290259/

Rabu, 11 April 2012

Ahok Kritik Anggaran Seragam Dinas Gubernur DKI

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritisi anggaran pengadaan seragam dinas gubernur DKI Jakarta yang mencapai Rp3 miliar. Menuruk Ahok, anggaran ini sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dia menilai akan sangat bermanfaat jika dana ini dialokasikan untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
"Coba lihat berapa anggaran baju seragam gubernur, setahunnya Rp3 miliar. Pejabat itu untuk melayani, makanya kami akan memakai baju kotak-kotak untuk melayani warga," jelasnya di hadapan puluhan warga Tionghoa di Jakarta, Rabu (11/4). Dengan begitu, dia mengklaim akan mampu menghemat anggaran. “Jika kami terpilih, APBD 2013 akan kami publlikasikan di website. Kami yakin bisa potong 20 persen anggaran," ujarnya. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga berharap, masyarakat Jakarta nantinya tidak segan-segan menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada dirinya atau kepada pasangannya, Joko Widodo. "Siapa pun memanggil, kami akan datang. Saya sudah beri nomor telepon saya asal tempat telah disediakan," tutupnya. http://indochinatown.com/?link=news&value=950

Kisah di Balik Enam Ponsel Ahok

Keterbukaan merupakan sebuah prinsip yang melekat pada diri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, politisi Partai Golkar yang "digaet" Partai Gerindra yang kini mengadu nasib menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta. Tidak hanya gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan kerap kali membuat orang mengernyitkan dahi, tetapi juga sikapnya kepada masyarakat yang sangat terbuka. Ahok mudah didekati warganya. Semenjak jadi Bupati Belitung Timur pada tahun 2005-2010, Ahok sudah menyebar nomor ponsel pribadinya kepada masyarakat, termasuk juga email dan juga nomor PIN Blackberry pria keturunan Tionghoa ini. Akibat menyebarkan nomor PIN Blackberry itu, ponsel Ahok sempat hang karena membanjirnya permintaan pertemanan.
Di dalam website resminya, www.ahok.org, Ahok bahkan sampai mencantumkan berita permintaan maafnya karena tidak bisa menerima semua permintaan pertemanan di Blackberry. "TP (Tjahaja Purnama) meminta maaf kepada rekan-rekan yang meng-add PIN BB namun hingga kini masih belum di-accept, karena hingga (8/12) telah ada 414 permintaan untuk meng-add, karena kapasitas BB hanya 2000 kontak sehingga untuk sementara tidak bisa semua permintaan di-accept. Sementara untuk berkomunikasi bisa via E-mail btp@ahok.org atau ahokbtp@gmail.com atau via SMS ke 0811 944 728. Terima kasih atas perhatian, info dan dukungannya," demikian tulisnya. Ditemui dalam diskusi di Freedom Institute, Selasa (10/4) malam, Ahok menceritakan kisah di balik keterbukaannya kepada masyarakat. "Keterbukaan ini penting agar akses masyarakat ke saya tidak ada kendala dan saya bisa mengawasi bagaimana pelayanan masyarakat sebenarnya terjadi di bawah," katanya/ Ahok mengatakan, kini dirinya memiliki enam ponsel Blackberry yang siap menerima segala keluhan dan masukan masyarakat. Enam ponsel itu terdiri dari dua nomor lamanya yang sudah diketahui masyarakat, nomor khusus melayani pertanyaan wartawan, dan nomor untuk SMS Center Jokowi-Ahok. "Tidak ada satu pun nomor yang saya tutupi, semuanya terbuka untuk melayani siapa saja," ucap Ahok. 1.000 pesan per hari Dengan membagi-bagikan nomor pribadinya, Ahok tak memungkiri dirinya kebanjiran pesan dari masyarakat. Pada saat di Belitung Timur dulu, dia bahkan menerima 1.000 keluhan setiap harinya. Macam-macam hal dikritik masyarakat mulai dari pelayanan rumah sakit hingga pungutan liar di sekolah. "Ada sampai 1.000 pesan setiap harinya saya terima. Isinya protes masyarakat semua," kata mantan politisi Golkar ini. Untuk melayani semua pertanyaan, keluhan, dan saran masyarakat itu, Ahok terpaksa menugaskan satu orang asistennya untuk membacakan satu per satu isi pesan itu. "Sambil saya tanda tangani surat-surat, dia bacakan isi-isi pesannya. Nanti saya jawab, dia yang nulis," katanya. Ahok mengenang, pernah ada satu kasus di mana ada warga yang melaporkan adanya pungutan di rumah sakit padahal dia sudah mengurus jaminan kesehatan bagi warga miskin. Sang warga kerap dimintai dana setiap kali ganti infus. "Wah, nggak benar ini. Adik saya dokter, jadi saya tahu bagaimana akal-akalannya perawat ganti-ganti infus minta bayar. Akhirnya, saya datangi itu rumah sakit, saya marah-marah. Saya sampai takut kalau sakit nggak mau di rumah sakit itu, takut disuntik mati. Ha-ha-ha-ha," kenang Ahok. Cerita menarik lainnya juga terjadi di Belitung Timur. Ahok mendapat laporan warga kalau ada polisi hutan yang memalak uang para pengusaha. Polisi hutan itu pun dendam kesumat dengan sosok sang Bupati. Tak jelas alasannya apa. Polisi hutan itu bahkan sempat mengancam akan menghabisi nyawa Ahok. "Saya minta tolong orang cari itu polisi hutannya siapa, apa benar dia mau habisi saya? Eh, ternyata benar saya sampai punya rekamannya," ujar Ahok. Kendati berparas jauh dari sangar, Ahok yang langsung naik pitam itu berusaha tenang. Ada cara cerdik yang dilakukannya. Suatu waktu, Ahok membuat apel pertemuan dengan para polisi hutan. "Di tengah pidato saya, saya tunjuk itu polisi hutan. ’Hei kamu, kamu mau ngapain saya? Saya punya rekamannya. Mulai besok, kamu urus sampah saja, nggak usah lagi malak-malakin orang di hutan’. Dendam kesumat dia sama saya," tutur Ahok. Cerita-cerita itu, diakui Ahok, tidak akan ketahuan kalau pemimpinnya tidak bisa dijangkau masyarakat. "Dengan keterbukaan ini, yang awalnya saya terima sampai 1.000 lebih keluhan akhirnya menyusut jadi ratusan saja. Ini karena mekanisme pengawasan itu berjalan," katanya. Oleh karena itu, Ahok pun berjanji akan mempertahankan sikap terbukanya itu jika dipercaya menjadi pemimpin Ibu Kota bersama Jokowi. Istri terpaksa antre SMS Dengan pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur DKI, Ahok mengakui semakin banyak pesan singkat (SMS) yang diterimanya. Ahok pun terpaksa menambah satu orang asistennya yang bertugas menjawab pertanyaan masyarakat. "Kalau kemana-mana, dua asisten saya selalu ikut karena sambil di perjalanan, dia bacain semua pesan dari masyarakat," ujarnya. Ahok mengaku punya format pesan singkat sendiri untuk mempercepat balasan. "Kalau dukungan, tinggal pencet TH nanti auto text terima kasih atas dukungannya seperti itu," papar Ahok. Akibat sifatnya itu, cerita lucu pun kembali terulang. Pernah istri Ahok mengirimkan pesan singkat kepada sang suami. Lama sekali tidak dibalas karena menunggu antrian balasan ratusan pesan yang masuk. "Pas saya balas, saya tulisnya terima kasih dukungannya. Ha-ha-ha-ha istri saya marah karena dia tahu itu auto text. Kadang-kadang memang istri saya terpaksa antre untuk SMS, saya tidak punya nomor khusus keluarga semuanya saya samakan saja disebar untuk siapa saja," paparnya. Ahok mengaku beruntung dengan fasilitas grup Blackberry Messanger. Dengan adanya fasilitas ini, dia bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui grup itu. "Kalau mau tahu perkembangan keluarga, saya tinggal masuk ke grup itu," katanya. Kendati banyak menerima pesan jahil yang hanya minta sekadar kenalan dan bertanya sedang apa, Ahok mengaku tidak kapok membagi-bagikan nomornya ke masyarakat. Menurutnya, lebih banyak manfaat yang bisa dipetik dengan sikap terbuka seperti itu. "Saya yakin pemimpin harus terbuka, bersih, dengan begitu dia bisa menindak apa pun jenis pelanggarannya," kata pria tinggi besar itu. http://indochinatown.com/?link=news&value=949#

Selasa, 20 Maret 2012

Jokowi - Ahok Robohkan Pakem Figur Pemimpin DKI

<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tf9T0OUxRMJxJUhqAHWyBrsKUWwbuOtAD1_Cht07KkirBNeetne6q-s1zPWAq85lsWtEqvYYkB3aH7mVgFOrtykOZcJ2l6-b_UnRdjub7YWAeRDmPiarxQ4aAFlVoEdmh2xeh2m-Wg/s1600/2673329_20120320110307.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="204" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tf9T0OUxRMJxJUhqAHWyBrsKUWwbuOtAD1_Cht07KkirBNeetne6q-s1zPWAq85lsWtEqvYYkB3aH7mVgFOrtykOZcJ2l6-b_UnRdjub7YWAeRDmPiarxQ4aAFlVoEdmh2xeh2m-Wg/s320/2673329_20120320110307.jpg" width="320" /></a></div>Pencalonan resmi Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra menjadi simbol perobohan pakem lama yang berlaku di politik DKI Jakarta

Pasangan Joko Widodo-Ahok memiliki takdir politik yang unik. Namanya baru memiliki kepastian sebagai pasangan kandidat cagub-cawagub DKI Jakarta pada pukul 14.00, Senin (19/3). Pasangan ini baru menyodok di detik-detik terakhir. Itu pun kali pertama dicalonkan oleh Partai Gerindra. Kedua pasangan ini sama-sama dari kalangan sipil. Jelas, ini merobohkan pakem yang selama ini berlaku.
<div><div style="margin: 5px;"><div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"><input value="Open" style="margin: 0px; padding: 0px; width: auto; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" type="button"/></div><div class="alt2"><div style="display: none;"><div style="border: 1px dotted #05fbfb; text-align: justify;"> Joko Widodo dan Ahok memiliki kesamaan. Keduanya berasal dari latar belakang kepala daerah sebagai bupati/walikota. Joko Widodo merupakan Wali Kota Solo. Hingga kini, dia juga masih menjabat. Sedangkan Ahok, sebelum menjadi anggota DPR RI, tercatat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2010.

Dua figur dari daerah ini memiliki reputasi baik di era kepemimpinan di daerahnya masing-masing. Seperti Jokowi, dikenal cukup piawai menata kota Solo terutama menyangkut penataan kota seperti persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL), tanpa adanya kekerasan antara aparat Satpol PP dengan para pedagang di Taman Banjarsari yang nyaris tidak ada gejolak.

Dia juga memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik hingga melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka yang disiarkan oleh televisi lokal dengan masyarakat

Peran Jokowi di Solo juga mampu membetot kalangan luas. Seperti tagline "Solo: The Spirit of Java" menjadi salah satu hasil besutan Jokowi, sehingga menjadikan Solo sebagai kota yang diperhitungkan.

Sedangkan Ahok yang menjadi Bupati Belitung Timur (2005-2010) ini dikenal sebagai sisik bersih. Pada 2007, bupati pertama dari keturunan Tionghoa ini mendapat penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi dan Gerakan Tiga Pilar Kemitraan.

Politisi yang kini menyebrang ke Partai Gerindra ini juga membuat kebijakan fenomenal dengan menggratiskan biaya pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi kepada seluruh warga Belitung Timur.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan pasangan Jokowi-Ahok merupakan kandidat terbaik dan tepat untuk memimpin Jakarta. DKI Jakarta, kata Prabowo, membutuhkan pemimpin yang bersih dan berintegritas. "Pasangan Jokowi-Ahok sangat tepat memimpin Ibu Kota. Dalam hal ini kita sama-sama pilih yang terbaik," kata Prabowo di kantor KPU DKI Jakarta saat pendaftaran pasangan Jokowi-Ahok.

Kemunculan Jokowi-Ahok juga memiliki pesan penting, bila partai politik tak identik dengan praktik politik kartel. Praktik jual beli partai terutama jelang pemilukada, terbantahkan dengan majunya dua kandidat yang berasal dari daerah ini.

Fenomena saweran para kader PDI Perjuangan hingga mencapai Rp2 miliar dalam forum Rapat Kerja Daerah Khusus PDIP DKI Jakarta, Minggu (18/3), seolah memberi pesan kebangkitan politik kerakyatan yang lama raib dalam politik praktis selama era reformasi ini. Akankah Jokowi-Ahok memenagi pertarungan keras perebutan DKI 1? Kita lihat saja.
Previous.

http://indochinatown.com/?link=news&amp;value=924</div></div></div></div></div>