Tampilkan postingan dengan label Babel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2016

Kemenpar Dorong Pengembangan Pulau Belitung Seperti Maldives

Upaya menggenjot kedatangan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) ke tanah air terus dilakukan Kementerian Pariwisata. Salah satunya dengan memperkenalkan daerah-daerah lain di Indonesia di luar Bali (Bali Beyond) ke dunia internasional.

Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, tidak dipungkiri dunia internasional saat ini masih mengenal Bali sebagai destinasi wisata favorit. Padahal banyak daerah lain di luar Pulau Dewata yang memiliki potensi serupa atau bahkan lebih.
"Salah satunya Pulau Belitung. Awalnya mereka saya tawarkan ke Bali atau Jogja, tapi mereka tertarik ke Belitung," ujar Vinsensius di hadapan 15 anggota Japan Association of Travel Agents (JATA) akhir pekan kemarin.

Para anggota JATA tersebut diajak menikmati langsung keindahan Negeri Laskar Pelangi. Dengan merasakan langsung pengalaman berwisata tersebut, diharapkan mereka bisa menceritakan dan menjual bagaimana indahnya Indonesia, khususnya Pulau Belitung.



Menurut Vinsen potensi yang dimiliki Belitung tidak kalah dengan yang ada di Maldives. Ombak tenang dengan pasir putih dan air yang jernih membuat siapapun yang menginjakkan kakinya di Belitung akan terpesona.

"Dari hasil obervasi, mereka (anggota JATA) mengatakan pulau Belitung bagus sekali untuk bisnis pariwisata. Kita harapkan kehadiran mereka dapat memberi warna bagi Belitung, dan Bangka Belitung pada umumnya," ujar Vinsen.

Ia mengatakan ke depan akan melakukan hal serupa dengan pulau dan daerah-daerah lain di Indonesia.

"Kehadiran mereka diharapkan benar-benar memperkenalkan Belitung ke wisatawan di Jepang serta para investor. Karena ke depan kami mendorong pengembangan tidak hanya melalui airport, tapi juga sea plan. Kami ingin develope Belitung seperti Maldives," ujar Vinsen.

Tatsuro Nakamura, President Japan Association of Travel Agents (JATA) mengatakan pihaknya sangat terkesan dengan keindahan alam dan keramahan masyarakat di Belitung. Pertama kali yang akan mereka lakukan setelah ini tentunya adalah memperkenalkan Belitung ke media dan masyarakat di Jepang.

"Kami dengar Pulau Belitung ini akan jadi seperti di Bali, sebagai salah satu objek wisata yang indah di Indonesia. Kami pasti akan perkenalkan Pulau Belitung ke depannya," kata dia.

Selama dua hari di Belitung para anggota JATA diajak melihat keindahan alam mulai dari Pantai Bilik, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Pasir, Pulau Batu Berlayar serta Pulau Lengkuas.

Mereka juga diajak mengunjungi Museum Tanjungpandan, belanja oleh-oleh dan melihat rumah tradisional Belitung juga Danau Kaolin.

http://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/15/11/23/ny8y3k280-kemenpar-dorong-pengembangan-pulau-belitung-seperti-maldives

Senin, 04 November 2013

Kisah Anak Daun Simpur Pendobrak Film Laskar Pelangi

TANJUNG PANDAN, ayojambi.com - Tidak banyak yang mengetahui kisah nyata masa kecil Tellie Gozelie anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2009-2014 yang unik, Tellie Gozelie lahir di Belitung pada tanggal 10 Desember 1070, dari pasangan ayah Lie Nyuk Kui (Gozelie) dan ibu Cung Man Li (Asian) ini merupakan putra ketiga dari delapan bersaudara. Dengan jumlah saudara yang begitu banyak tentu saja mempengaruhi masa kecilnya.

Jika di lihat Tellie Gozelie, tidak terlihat dimasa kecilnya seperti anak-anak lain di sekitar rumahnya yang terletak di Pilang Tanjung Pandan. Menurut penuturan Tellie Gozelie. Masa kecil adalah masa yang penuh kenangan buat saya, kehidupan keluarga yang sederhana membuat saya hidup dalam kesederhanaan sikap seperti dulu, tidak ada yang berbeda, hanya saja mungkin hari ini kami diberikan rezeki sedikit lebih dari yang lain, itu saja, selebihnya tetap sama, tutur Tellie Gozelie yang juga seorang vegetarian.
Saya dulu suka sekali makan daun iding-iding yang banyak tumbuh liar di Belitung, untuk mencari jajanan tambahan, saya mencari daun simpor untuk di jual, yang digunakan pedagang sebagai pembungkus ikan dan belanjaan lainnya, bahkan sampai  sekarang daun simpor masih di pakai. Hasil penjualan daun simpor itu kami gunakan untuk membeli permen. Maklum saja ibu hanya memberikan kami jatah permen 2 buah untuk seminggu, untuk menghemat kadang permen hanya kita kecup sedikit lalu di bungkus kembali.

Orang tua memang membuka warung, jadi kami kadang mengumpulkan daun simpor untuk di tukar dengan permen, lebihnya kami jual ke warung sebelah, uangnya itu kami gunakan tambahan uang jajan. Lucu juga memang tapi itulah kesederhanaan pikiran anak-anak. Ibu tidak ingin termakan modal usaha dari warung, jadi kami diberi penjelasan kenapa jatah permen masing-masing hanya 2 buah, supaya kami tidak merengek. Tapi itu pula yang mengajarkan kami selalu giat berusaha demi untuk maa depan.

Situasi ekonomi dulu memang sulit, kita baru mendapatkan baju dan celana baru setelah setahun. Sering sekali celana kita bolong di sebelah, kadang sama besar. Kita malu tetapi mau bagaimana lagi, situasi mengharuskan begitu. Semua memori masa anak- anak itu terekam dengan baik dan kadang seperti melintas di depan mata saya jika di tengah kesendirian di Belitung ini.

Dimusim langsat kita mencari langsat, musim buah karet, peletikan pakai buah karet, mencari karet sampai ke hutan-hutan. Kenangan yang begitu indah. Hingga saya seperti yang sekarang, saya hanya berharap bisa berbuat lebih untuk tanah kelahiran saya ini. Belitung adalah saya tempat untuk mengabdikan diri.

Sekolah saya dulu di SD Negeri 12 Tanjung pandan, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2 Tanjung Pandan,Pendidikan menengah di SMEA Negeri 1 Tanjung Pandan, Hanya kuliah saya keluar dari Belitung, kebetulan saya kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara Jakarta. Itupun saya kuliah sambil bekerja, keadaan ekonomi orang tua saat itu sebetulnya sudah cukup baik tetapi beliau mendidik kami dengan keras, termasuk di dalamnya soal keuangan, karenanya saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan lain selama kuliah.

Selepas kuliah, saya bekerja, menikah dan sekarang di karuniai 3 orang putri. Semua berjalan seperti layaknya manusia biasa. Saya hanya ingin berusaha dan mengabdikan diri untuk kebaikan semua. Tidak banyak yang berubah dalam diri saya, meskipun orang lain mengatakan saya sudah cukup sukses di dunia usaha.

Keberhasilan di dunia usaha, tanpa memaksimalkan fungsi sosial kita untuk lebih bermanfaat bagi sesama, buat saya rasanya belumlah lengkap jika kita telah berhasil, maka kita juga berkewajiban membuat sekeliling kita berhasil. Itu akan lebih baik, sehingga kebaikan untuk semua dapat kita rasakan dan nikmati bersama.

Dari pandangan Reporter China Town, Tellie Gozelie anggota Komitte I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2009-2014 merupakan sang juga sebagai pendobrak film Laskar Pelangi mudah bergaul dengan siapa saja, juga sangat akrab dengan masyarakat lapisan bawah, bahkan dengan anak-anak kecilpun Tellie Gozelie sangat akrab
Bagi Tellie Gozelie, yang dibutuhkan di era konsolidasi demokrasi seperti sekarang adalah pencerahan dari kerja nyata seorang pemimpin; bukan saling menyalahkan dan saling mencaci. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Minggu, 06 Oktober 2013

Pentas Hiburan Rakyat Putaran Terakhir Kampanye

 Tanjung Pandan - Hari terakhir kampanye Pemilukada Belitung 2013, Sabtu (5/10/2013) dilalui pasangan calon Bupati dan Wabup Belitung nomor urut 1. Tellie Gozelie yang berpasangan dengan Taufik Rizani (PasTTI) dengan menggelar hiburan artis di halaman Gedung Nasional Belitung/ Tanjung Pandan (5/10)
Jokowi berhalangan hadir menjadi jurkam pasangan calon Bupati Belitung Tellie Gozelie-Taufik Rizani 5 Oktober 2013, namun kekecewaan masyarakat terganti dengan hadirnya tiga arti ibu kota diantaranya Melinda, Siti Badriah, Obbie Mesakh dan sederetan artis lokal.

Namun antusias ratusan ribu masyarakat Belitung dan sekitarnya tetap berbondong-bondong mendatangi lapangan terbuka untuk menyaksikan penampilan artis-artis ibu kota yang sengaja didatangkan dari Jakarta, hiburan artis untuk menutup kampanye Pemilihan Bupati Belitung yang giliran Tellie Gozelie- Taufik Rizani. (Romy)* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Tellie Gozalie Akrab Dengan Masyarakat Belitung

Tanjung Pandang - Tellie Gozalie, SE begitu akrab dengan warga masyarakat, terbukti kehadiran calon Bupati Belitung Tellie Gozalie yang berpasangan dengan Taufik Rizani di desa Kacang Butor (3/10), warga desa Kacang Butor relah datang duluan dari jadwal pertemuan. Selain antusias masyarakat di desa Badau, warga setempat (desa Badau) sangat mendambakan bisa lakukan pertemuan langsung dengan kedua kandidat, sehingga kehadiran Tellie dan Taufik jadi rebutan warga untuk menyalami kedua calon.
Dalam acara dialok langsung dengan masyarakat, warga meminta Tellie serta Taufik jika terpilih sebagai  Bupati dan Wakil Bupati agar utamakan pendidikan dan kesehatan, karena di Belitung pendidikan serta kesehatan masih tertinggal jauh di banding dengan daerah lain, "Dalam hal kesehatan dan pendidikan merupakan salah satu program utama Tellie yang dikenal ikon PASTTI". Selain kedua program unggulan, kata Tallie dihadapan warga ratusan warga, kita berdua masih ada program yang selama ini diabaikan pemerintah, ya itu objek wisata pantai yang tak kalah indah dengan daerah lain "Belitung banyak tempat wisata yang bisa mendatangkan devisa untuk daerah", maka jika kita menang dalam pemilihan ini, kita akan upayakan memperindahkan tempat-tempat wisata seperti pantai Tanjung Kelayang, pantai Tanjung Tinggi tempat Shotting Film Laskar Pelangi, pantai tanjung berahu, pantai pandan dalam kota. Disamping objek wisata, Tellie Gozali juga mentargetkan untuk membebarka biaya pendidikan dan kesehatan, dengan membebaskan biaya sekolah dari SD hingga SMA maka warga bisa melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi.

Tak kalah penting adalah pelayanan kesehatan, "Jika pasangan kita dipercaya masyarakat yang punya hak suara memimpin Belitung (Tanjung Pandan), tambah Tellie rumah sakit mesti ada dokter yang stanbay 24 jam, jangan lagi ada warga yang sangat membutuhkan dokter, ternyata dokternya tidak ada, kata Tellie dihadapan warga Desa Badau, "Kenyataan rumah sakit disini menang seperti itu, rumah sakit, baunya, fasilitas, dokter pun kadang ade kadang dak, pelayanan rumah sakit, pelayanannya buruk sekali, kalau kami jadi, ingatkan kami, jika kami salah atau lupa, ingatkan kami, kalau Belitung  ditangan yang benar akan maju, program kita nanti akan menyekolahkan 10 anak untuk jadi dokter, selama lima tahun kami menjabat, sudah berape dokter yang ada. Nantinya pendidikan akan kita tingkatkan, minimal satu universitas harus ade di Belitung ni," kata Tellie. (Romy)
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Rabu, 11 April 2012

Kisah di Balik Enam Ponsel Ahok

Keterbukaan merupakan sebuah prinsip yang melekat pada diri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, politisi Partai Golkar yang "digaet" Partai Gerindra yang kini mengadu nasib menjadi bakal calon gubernur DKI Jakarta. Tidak hanya gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dan kerap kali membuat orang mengernyitkan dahi, tetapi juga sikapnya kepada masyarakat yang sangat terbuka. Ahok mudah didekati warganya. Semenjak jadi Bupati Belitung Timur pada tahun 2005-2010, Ahok sudah menyebar nomor ponsel pribadinya kepada masyarakat, termasuk juga email dan juga nomor PIN Blackberry pria keturunan Tionghoa ini. Akibat menyebarkan nomor PIN Blackberry itu, ponsel Ahok sempat hang karena membanjirnya permintaan pertemanan.
Di dalam website resminya, www.ahok.org, Ahok bahkan sampai mencantumkan berita permintaan maafnya karena tidak bisa menerima semua permintaan pertemanan di Blackberry. "TP (Tjahaja Purnama) meminta maaf kepada rekan-rekan yang meng-add PIN BB namun hingga kini masih belum di-accept, karena hingga (8/12) telah ada 414 permintaan untuk meng-add, karena kapasitas BB hanya 2000 kontak sehingga untuk sementara tidak bisa semua permintaan di-accept. Sementara untuk berkomunikasi bisa via E-mail btp@ahok.org atau ahokbtp@gmail.com atau via SMS ke 0811 944 728. Terima kasih atas perhatian, info dan dukungannya," demikian tulisnya. Ditemui dalam diskusi di Freedom Institute, Selasa (10/4) malam, Ahok menceritakan kisah di balik keterbukaannya kepada masyarakat. "Keterbukaan ini penting agar akses masyarakat ke saya tidak ada kendala dan saya bisa mengawasi bagaimana pelayanan masyarakat sebenarnya terjadi di bawah," katanya/ Ahok mengatakan, kini dirinya memiliki enam ponsel Blackberry yang siap menerima segala keluhan dan masukan masyarakat. Enam ponsel itu terdiri dari dua nomor lamanya yang sudah diketahui masyarakat, nomor khusus melayani pertanyaan wartawan, dan nomor untuk SMS Center Jokowi-Ahok. "Tidak ada satu pun nomor yang saya tutupi, semuanya terbuka untuk melayani siapa saja," ucap Ahok. 1.000 pesan per hari Dengan membagi-bagikan nomor pribadinya, Ahok tak memungkiri dirinya kebanjiran pesan dari masyarakat. Pada saat di Belitung Timur dulu, dia bahkan menerima 1.000 keluhan setiap harinya. Macam-macam hal dikritik masyarakat mulai dari pelayanan rumah sakit hingga pungutan liar di sekolah. "Ada sampai 1.000 pesan setiap harinya saya terima. Isinya protes masyarakat semua," kata mantan politisi Golkar ini. Untuk melayani semua pertanyaan, keluhan, dan saran masyarakat itu, Ahok terpaksa menugaskan satu orang asistennya untuk membacakan satu per satu isi pesan itu. "Sambil saya tanda tangani surat-surat, dia bacakan isi-isi pesannya. Nanti saya jawab, dia yang nulis," katanya. Ahok mengenang, pernah ada satu kasus di mana ada warga yang melaporkan adanya pungutan di rumah sakit padahal dia sudah mengurus jaminan kesehatan bagi warga miskin. Sang warga kerap dimintai dana setiap kali ganti infus. "Wah, nggak benar ini. Adik saya dokter, jadi saya tahu bagaimana akal-akalannya perawat ganti-ganti infus minta bayar. Akhirnya, saya datangi itu rumah sakit, saya marah-marah. Saya sampai takut kalau sakit nggak mau di rumah sakit itu, takut disuntik mati. Ha-ha-ha-ha," kenang Ahok. Cerita menarik lainnya juga terjadi di Belitung Timur. Ahok mendapat laporan warga kalau ada polisi hutan yang memalak uang para pengusaha. Polisi hutan itu pun dendam kesumat dengan sosok sang Bupati. Tak jelas alasannya apa. Polisi hutan itu bahkan sempat mengancam akan menghabisi nyawa Ahok. "Saya minta tolong orang cari itu polisi hutannya siapa, apa benar dia mau habisi saya? Eh, ternyata benar saya sampai punya rekamannya," ujar Ahok. Kendati berparas jauh dari sangar, Ahok yang langsung naik pitam itu berusaha tenang. Ada cara cerdik yang dilakukannya. Suatu waktu, Ahok membuat apel pertemuan dengan para polisi hutan. "Di tengah pidato saya, saya tunjuk itu polisi hutan. ’Hei kamu, kamu mau ngapain saya? Saya punya rekamannya. Mulai besok, kamu urus sampah saja, nggak usah lagi malak-malakin orang di hutan’. Dendam kesumat dia sama saya," tutur Ahok. Cerita-cerita itu, diakui Ahok, tidak akan ketahuan kalau pemimpinnya tidak bisa dijangkau masyarakat. "Dengan keterbukaan ini, yang awalnya saya terima sampai 1.000 lebih keluhan akhirnya menyusut jadi ratusan saja. Ini karena mekanisme pengawasan itu berjalan," katanya. Oleh karena itu, Ahok pun berjanji akan mempertahankan sikap terbukanya itu jika dipercaya menjadi pemimpin Ibu Kota bersama Jokowi. Istri terpaksa antre SMS Dengan pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur DKI, Ahok mengakui semakin banyak pesan singkat (SMS) yang diterimanya. Ahok pun terpaksa menambah satu orang asistennya yang bertugas menjawab pertanyaan masyarakat. "Kalau kemana-mana, dua asisten saya selalu ikut karena sambil di perjalanan, dia bacain semua pesan dari masyarakat," ujarnya. Ahok mengaku punya format pesan singkat sendiri untuk mempercepat balasan. "Kalau dukungan, tinggal pencet TH nanti auto text terima kasih atas dukungannya seperti itu," papar Ahok. Akibat sifatnya itu, cerita lucu pun kembali terulang. Pernah istri Ahok mengirimkan pesan singkat kepada sang suami. Lama sekali tidak dibalas karena menunggu antrian balasan ratusan pesan yang masuk. "Pas saya balas, saya tulisnya terima kasih dukungannya. Ha-ha-ha-ha istri saya marah karena dia tahu itu auto text. Kadang-kadang memang istri saya terpaksa antre untuk SMS, saya tidak punya nomor khusus keluarga semuanya saya samakan saja disebar untuk siapa saja," paparnya. Ahok mengaku beruntung dengan fasilitas grup Blackberry Messanger. Dengan adanya fasilitas ini, dia bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui grup itu. "Kalau mau tahu perkembangan keluarga, saya tinggal masuk ke grup itu," katanya. Kendati banyak menerima pesan jahil yang hanya minta sekadar kenalan dan bertanya sedang apa, Ahok mengaku tidak kapok membagi-bagikan nomornya ke masyarakat. Menurutnya, lebih banyak manfaat yang bisa dipetik dengan sikap terbuka seperti itu. "Saya yakin pemimpin harus terbuka, bersih, dengan begitu dia bisa menindak apa pun jenis pelanggarannya," kata pria tinggi besar itu. http://indochinatown.com/?link=news&value=949#