Tampilkan postingan dengan label Anxi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anxi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Januari 2014

占碑李府鳴謝特告

 占碑李府鳴謝特告:
李中南,于(新加坡时间)晚上八时十六分 ">公元二O一四年元月三日,我們的父親李中南,於(新加坡時間)晚上八時十六分在新加坡鷹閣醫院離世了,噩息傳開,親戚朋友及時趕來醫院幫父親的遺體移至新加坡的殯儀館做收殮善後處理。由印尼佔碑及雅加達的親友幫忙租用專機,甚至隨同專機到新加坡迎接,次日經Selecta機場將靈柩運回佔碑,抵達佔碑機場時安溪公會治喪互助人員及其它公會的理事和朋友到機場接機,我們非常感謝你們的辛勤勞累,使之順利將靈柩運到佔碑安溪公會殯儀館治喪。停靈七日期間,政府官員各族群及各華社其他不同籍貫人士、社團賢達及親戚朋友對我們父親的愛戴,佔碑前任省長、現任省長、市長、軍區司令、憲兵長、
會議員、東丹絨惹孟縣長等官員前來哀悼,我們表示衷心地哀謝。中國福建安溪僑辦歸國華僑聯合會、安溪縣委統戰部、世界安溪聯誼會、安溪縣海外聯誼會;世界聯誼大廈發展有限公司致來唁電、唁函。此外中國福建蓬萊仙境官會李氏宗親會、雅加達、泗水、巨港等安溪基金會、同鄉會登報表哀悼、佔碑中華基金總會、各社會團體、親戚朋友陸續登報​​,孔教會等宗教、佛堂及親友送來敬輓、輓軸、花牌,花圈,賻儀等隆情厚意,我們再一次對社會各界親戚朋友表示最誠摯的謝意!我們代表母親,代表我們全家,向來自安溪的道士們,來自中國莆田、新加坡、馬來西亞、雅加達、棉蘭、三寶壟、巨港、楠榜、巴東、北幹、峇淡等地的鄉親及朋友特來參加葬禮。佔碑各界人士、中華基金總會和各社團的領導及理事,父老鄉親、親戚朋友,你們在百忙之中前來參加,安溪公會領導舉行追悼會弔唁儀式與先父遺容告別,並熱誠參加了送葬,直到安溪墳場安息地,謹此向你們表示最誠摯的謝意! 家父於九日下午已經入土為安,居喪期間每天非常繁忙,出殯場面熱烈隆重,順利進行,這一切全靠安溪公會治喪委員會、各區互助人員盡心盡力,超煩勞累、協助治喪工作,對您們這種互助精神和無私的協助,深感激動,我們成為占碑人感到榮幸,身為安溪人感到自豪,我們再次表示萬分的感謝,最後,祝大家身體健康,事事順利!佔碑李鴻章、鴻輝、鴻文、鴻興、鴻鳴、鴻德泣上

2014年1月10日於占碑

Kamis, 09 Januari 2014

Ratusan Masyarakat Jambi Antar Jenazah Lie Tiong Lam

 JAMBI - Sejumlah warga Tionghoa Jambi, Kamis (9/1) siang terlihat ratusan warga masyarakat dari berbagai suku dan agama turut menghantar  jenazah almarhum Ketua Dewan Kehormatan  MATAKIN Provinsi Lie Tiong Lam (李中南) ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Bumi Langgeng tempat pemakaman khusus masyarakat Tionghoa yang berlokasi di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Diawali kendaraan Polisi Lalu Lintas (voorrijder) melakukan pengawalan rombongan kendaraan pengantar jenazah kepemakaman Bumi Langgeng, selain itu terdapat pengawalan dari Denpom membunyikan sirine untuk meminta pengguna jalan lain memberi jalan terhadap ratusan kendaraan roda empat dan roda dua serta puluhan kendaraan gede dari Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Jambi, yang diketuai  Sutrisno mengiringi mobil jenazah.

Terlihat ikut menghantar almarhum Lie Tiong Lam terdiri dari tokoh masyarakat, para pelaku bisnis Jambi seperti Sukirman Johan, Roni Attan, Robin, Rozak, ketua-ketuan perkumpulan sosial kematian Jambi, tokoh keagamaan diantaranya Ketua Matakin Provinsi Jambi Darman Wijaya beserta jajaran, Ketua Walubi Provinsi Jambi Usdi, ketua Makin se-kota Jambi.

 “Saya dan beberapa teman ikut mengantar jenazah beliau, karena Lie Tiong Lam 李中南 bukan hanya milik orang masyarakat Tionghoa, beliau adalah milik masyarakat Jambi,” kata Yuda.
Menurut Surijaty Aminan Sekretaris ANXI Pusat yang datang bersama bersama rombongan mengatakan Lie Tiong Lam merupakan sosok yang ramah dan aktif dalam membina Perkumpulan suku Hokkien di Jambi, beliau selalu ikut dalam berbagai kegiatan baik di dalam perkumpulan Anxi Indonesia maupun Anxi yang berada di luar negeri, “Kita sangat kehilangan seorang tokoh yang begitu banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat Jambi”.

Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam diterima di sisi Tien Yang Maha Esa sesuai dengan amal bajiknya, Kami turut berduka cita yang mendalam. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Doa Mengantar Janazah Di Pimpin 3 Taoshe Dari Tiongkok

JAMBI - Ada salah satu tradisi Tionghoa yang dilakukan sebelum mengantarkan keluarga yang sudah meninggal (jenazah) ke pembaringan terakhir (9/1).

Saat masih disemayamkan di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (Anke), digelar sembahyang Suan Keng. Acara ini dihadiri oleh ratusan warga Tionghao Jambi yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah.
Menurut Js. The Lien Teng, rohaniawan Khonghucu Jambi bahwa ritual Suan Keng diartikan sebagai doa. Doa yang dipanjatkan kepada jenazah yang akan dimakamkan atau dikremasi. Tujuannya untuk mengirimkan doa kepada jenazah sebagai bentuk penghormatan baik dari keluarga, teman, saudara maupun rekan bisnis.

"Ada banyak tahapan dalam sembahyang yang dilakukan sehingga jenazah bisa mendapatkan kebahagiaan di alamnya, "ujarnya disela sela kesibukannya mengikuti ritual.
Acara Suan Keng yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.

Doa-doapun dipanjatkan. Namun ritual Suan Keng hanya dikhususkan untuk para keluarga seperti anak, menantu dan cucu. Anak dan menantu menggunakan pakaian berwarna putih sedangkan cucu menggunakan pakaian biru.

Semua keluarga membakar gaharu dan mengikuti seluruh rangkaian doa yang dipimpin oleh Taoshe. Prosesi acara memakan waktu lebih dari satu jam. Doa-doa terus dikumandangkan, sedangkan para tamu yang hadir menunggu dihalaman perkumpulan.

Setelah acara penghormatan terakhir kepada almarhum Lie Tiong Lam dilaksanakan khusus oleh anggota keluarga, ritual dilanjutkan dengan penghormatan oleh para tamu yang hadir. Satu persatu tamu membakar garu lalu memberikan penghormatan didepan altar.

Dilanjutkan dengan penghormatan bunga. Ini merupakan oleh teman, rekan bisnis ataupun dari berbagai marga dan yayasan yang ada di Jambi melalui rangkaian bunga yang sudah disusun rapi.

“Ini sebagai simbol penghormatan bahwa dengan bunga tersebut kita sebagai orang yang telah mengenal beliau sangat berduka dengan kepergiannya,” tuturnya.
 
Upacara Suan Keng (doa) yang dilakukan Lim Tek Chong Taoshe di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) (9/1) merupakan kali pertama dilakukan di Provinsi Jambi.

 “Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina,” ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.

Salah satu warga Tionghoa yang turut hadir. acara ini dianggap cukup besar karena harus mengundang tiga Taoshe dari Cina dan dilaksanakan selama lebih kurang satu jam.

“Selama saya di Jambi, belum pernah melihat ritual seperti ini saat menjelang memakamkan jenazah. Ini baru yang pertama kali. Ini karena yang meninggal dunia adalah salah satu tokoh Tionghoa yang sangat dihormati dan disegani,” ujarnya.

Memang, ritual Suan Keng ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya di Jambi. Umumnya, jenazah yang akan dimakamkan hanya didoakan dan disembahyangkan oleh keluarga dan handai tolan seperti doa pada umumnya. Namun sedikit berbeda, kali ini doa yang disampaikan harus diiiringi dengan alunan musik yang terdiri dari terompet dan gendang. Juga alunan doa doa yang disampaikan oleh tiga Taoshe yang menggunakan pakaian serba merah.

“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan ritual ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng. 

Duka Cita Dari Umat Khonghucu Indonesia, melalui jenjang sosial Facebook “Cinta Jambi”
Semoga arwah Bapak Lie Tiong Lam diterima di Rumah Sentosa di haribaan kebajikan Tian sesuai dengan amal bajiknya! Kami turut berduka cita yang mendalam.
* www.ayojambi.com/

3 Taoshe Dari Tiongkok Pimpin Doa Mengantar Janazah

JAMBI - Sejak pagi Rumah Duka Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) di Jalan Untung Suropati (Puncak) Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi (9/1) sudah ramai, kedatangan masyarakat pagi itu untuk melihat prosesi sembahyang Suan Keng (doa) yang pertama kali dilakukan Taoshe dari Tiongkok sembari untuk mengantar jenazah almarhum Lie Tiong Lam ke tempat peristirahatan terakhir.
Pukul 08.20 prosesi diawali Suan Keng (doa) dimulai, dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe (Pembina Khonghucu Jambi) dan disampingi oleh dua Taoshe yang sengaja di undang langsung dari Tiongkok (China). Selain itu ada dua rohaniawan yang memainkan alat musik gendang dan terompet.

Upacara dipimpin oleh Lim Tek Chong Taoshe dibantu beberapa asisten yang sengaja didatangkan dari China. Prosesi Suan Keng merupakan kali pertama dilakukan masyarakat Jambi untuk memberikan doa kepada orang meninggal, kalau Suan Keng sudah umum di lakukan di China.

“Sebelumnya tidak pernah ada ritual Suan Keng yang dipimpin langsung oleh tiga Sai Kong dari Tiongkok, Cina, ujar The Lien Teng, rohaniawan Konghucu Jambi yang ikut mengiringi ketiga Sai Kong melaksanakan sembahyang.

“Pihak keluarga sengaja mengundang para Taoshe dari Tiongkok karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti mereka dalam memimpin doa menjelang pemakaman. Inipun memiliki makna bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Semoga dengan upacara ini, arwah beliau bisa merasakan hidup berbahagia di alamnya nanti,”tambah Js. The Lien Teng. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Rabu, 08 Januari 2014

Malam Terakhir Jenazah Almarhum Lie Tiong Lam Disemayamkan

JAMBI – Malam ini marupakan malam terakhir tokoh terkemuka masyarakat Tionghoa Jambi yang wafat di Singapure, diperkirakan yang datang melayat almarhum Lie Tiong Lam mencapai ratusan orang dari berbagai suku yang ada di Jambi, mereka datang menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggali dan mereka juga berdo’a agar almarhum Lie Tiong Lam bisa ditempatkan disisi Tuhan YME.
T
idak ada yang tidak kenal dengan Almarhum Lie Tiong Lam (Ramli), nama besar Lie Tiong Lam bukan saja dikenal oleh warga Jambi, melainkan Lie Tiong Lam banyak dikenal oleh Suku Hokkien (ANXI) baik yang berada di Indonesia maupun di manca negara, terutama di China. Buktinya malam ini rombongan ketua Hokkien (ANXI) sengaja datang dari Jakarta, ada yang datang dari Surabaya dan Palembang.

Diperkirakan besok yang akan menghantar almarhum ketempat pemakaman bisa lebih dari seribu orang, sehingga panitia menyediakan beberapa bus besar dan iringan-iringan bisa mencapai 2 km. jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Puncak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi pukul 13.30 Wib. (Romy)

“Selamat jalan sesepuh saysrakat Jambi yang tercinta, tidak ada orang yang kedua seperti engkau (Lie Ting Lam) yang membedahkan orang kaya mapun orang miskin”
* www.ayojambi.com/

Senin, 06 Januari 2014

Berita Duka Cita

Berbagai Elemen Sampaikan Do’a Atas Wafatnya Lie Tiong Lam

JAMBI - Tidak ada yang tidak kenal dengan Almarhum Lie Tiong Lam (Ramli), maka sejak wafatnya Lie Tiong Lam (李中南 foto) pada Jumat lalu (3/1) berbagai tokoh masyarakat dari berbagai kalangan di Kota Jambi sirih berganti mendatangi Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di Jalan Untung Suropati (Puncak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi untuk menyampaikan duka cita atas kepergian salah seorang tokoh yang sangat dihormati dan disegani.
Kabar wafatnya Ramli (Lie Tiong Lam 李中南) tokoh terkemuka di Jambi itu membuat masyarakat di Provinsi Jambi khususnya dan umumnya di Indonesia berduka. Berikut ucapan belasungkawa dan doa datang dari berbagai elemen, Senin (6/1) malam. dari sore hingga malam pada mendatangi Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) untuk menyatakan turut belasungkawa serta doa secara kelompok maupun perorangan, mereka merasa sangat kehilangan seorang tokoh Tionghoa Jambi yang tidak ada duanya, Lie Tiong Lam wafat pada Kamis, 3 Januari 2014 pukul 20.20 waktu Singapure di Gleneagles Hospital Singapure dalam usia 91 tahun.

Bahkan Bupati Tanjung Jabung Timur Zumi Zola Dan Wakil Walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani menyempatkan diri datang ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya bapak Lie Tiong Lam (Romy)
* www.ayojambi.com/

Minggu, 05 Januari 2014

Tokoh Masyarakat Tionghoa Jambi Yang Di Cintai Telah Tiada

JAMBI – Salah satu orang yang memiliki rasa jiwa sosial yang sangat tinggi kini telah tiada. Masyarakat Tionghoa di Jambi kini sangat berduka dengan berpulangnya Ramli atau yang lebih dikenal dengan Lie Tiong Lam (李中南). Dalam usia ke 91 tahun, Lie Tiong Lam (李中南) yang aktif diberbagai yayasan di kota Jambi menghembuskan nafas terakhirnya di Gleneagles Hospital Singapore tepatnya hari Jumat, 3 Januari 2014 pukul 20.20 waktu Singapore.
Menurut Darman Wijaya ketua MATAKIN Provinsi Jambi bahwa dimasa hidupnya Lie Tiong Lam (李中南) merupakan orang yang sangat aktif di dalam setiap kegiatan sosial, selain itu Lie Tiong Lam (李中南) juga adalah tokoh masyarakat Tionghoa Jambi yang cukup disegani orang, beliau juga menjadi Pembina Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi dan Tidak pernah tebang pilih dalam menolong orang. Sehingga beliaupun memegang beberapa jabatan penting baik di Yayasan, Perkumpulan marga maupun kelenteng.

“Beliau orangnya baik sekali. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Dan saya mewakili warga Tionghoa Jambi sangat berduka mendalam atas kepergian beliau, semoga beliau kembali ke alam yang berbahagia,”ujarnya.

Pelayat yang datang bukan saja dari Kota Jambi, melainkan ada yang sengaja datang dari Singapure, Jakarta, Batam dan tanggal 8 Januari mendatang, ketua Yayasan Anxi Pusat akan datang untuk menghadiri pemakam almarhum Lie Tiong Lam (李中南) di makamkan di Pemakaman Bumi Langgeng Pal 12 Pondok Meja Moaro Jambi pada 9 Januari 2014 mendatang.

Lie Tiong Lam (李中南) meninggalkan seorang istri, dan 6 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Boleh dibilang almarhum Lie Tiong Lam (李中南) adalah orang yang cukup bahagia, lantaran anak-anak sudah pada bisa mandiri dan memiliki 6 cucu dalam dan 4 cucu luar.

Mengingat wafatnya Lie Tiong Lam (李中南) di Gleneagles Hospital Singapore, maka sore tadi upacara memanggil arwah (Cau Hun 招魂) kembali ke Jambi yang dipimpin oleh rohaniawan dari Matakin Provinsi Jambi, Js. The Lien Teng dan di depan altar almarhum, putra sulung Lie Tiong Lam, Zikif Effendy (Lie Hong Chang) memohon agar orangtuanya dapat pergi dengan tenang dan juga memohon untuk bisa melindungi anak-anaknya serta cucu-cucunya yang ditinggali. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

Upacara Memanggil Pulang Arwah (Tio Hun 招魂)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sabtu, 02 November 2013

Perkumpulan Anke Adakan Baksos Pengobatan Gratis

JAMBI - Dalam rangka memperingati hari jadi Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) 占碑安溪公会 yang ke-86 tahun, yang jatuh pada 30 Oktober lalu.
Pengumpulan ANKE Jambi melakukan bakti sosial pemeriksaan kesehatan terbuka untuk umum, pemeriksaan penyakit diantaranya Cek Tulang Kaki, Colesterol, Gula Darah dan Asam Urat gratis di Jalan Untung Suropati (Punjak), Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Pemeriksaan dipimpin oleh dr. Mardjohan, dr. Levin dan dr Sastra Liga serta dibantu beberapa perawat rumah sakit.


Menurut Alex Sujanto Wakil Ketua Perkumpulan ANKE, bahwa bakti sosial ini dilakukan setiap tahun menjelang hari ulang tahun ANKE Jambi, “Bakti sosial pemeriksaan penyakit dilakukan selama dua hari untuk memperingati ulang tahun ANKE Jambi ke 86 tahun 2013”, yang datang mengecek lebih dari 300 orang, umumnya yang datang mengecek bukan saja warga tionghoa. kata Alex.


Hokkian Terbesar di Jambi
Suku Hokkian (ANKE) merupakan suku terbesar dari penduduk Tionghoa yang ada di Jambi. Ini karena Hokkian terdiri dari lima bagian suku lagi, di antaranya suku Anke (Ankhue), Lam An, Ciang Siok, Un Leng dan Hok Pho Shien. Maka, tak heran berbagai tradisi dan kepercayaan suku Hokkian ini banyak dilaksanakan di Jambi. “Suku Hokkian yang paling banyak penyebarannya di Jambi.
* www.ayojambi.com/

Selasa, 17 April 2012

Mempererat Tali Persaudaraan Antara Anxi Jambi dan Johor

JAMBI – Kunjungan balasan dari perkumpulan Hokkian Ankhue (Anxi) Johor (Malaysia) ke Perkumpulan Hokkian Ankhue Jambi adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar Jambi dan Malaysia, dengan saling kunjung mengunjungi, selain mempererat persaudaraan juga dapat menambah wawasan antara Indonesia dengan Malaysia.
Sebagai balasan kunjungan perkumpulan Hokkian Ankhue Jambi ke Johor (Malaysia) beberapa waktu lalu, dimana perkumpulan Ankhuei Jambi disambut dengan ramah tamah, maka sebagai balasan terhadap kunjungan Ankhue Johor ke Jambi selama dua hari, para tamu Ankhue Jambi mengelilingi tempat wisata religi, ke Makin klenteng Seng To Kiong di Jalan Baru Lingkar Tumur, selanjutnya mengunjungi klenteng Cheng Hong Lao di kawasan Budiman dan klenteng Siu San Teng di kampung Manggis. Siangnya mereka berkunjung ke Perkumpulan Aneka Kesejahteraan (Anke) di Jalan Untung Sorupati, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi bertatap dengan para pengurus dan warga Ankhue Jambi.
Tidak ketinggalan rombongan Ankhue Johor menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tempat pemakaman masyarakat tionghoa yang dikelola oleh perkumpulan Aneka Kesejahteraan (ANKE) Jambi di TPU Bumi Langgeng yang terletak di Kecamatan Pondok Meja, Kabupaten Muarojambi, kilometer 12 dari Kota Jambi (17/4). Sebelum rombongan Ankhue Johor kembali ke Malaysia melalui Batam (Kepri), perkumpulan Ankhue Jambi menjamu makan di restoran Victoria yang beralamat di Jalan HMO. Bafadhal, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, serta tukar menukar cindramata. Ujar Tan Ka Sui, Ketua Perkumpulan Ankhue Jambi, “Semua ini kita lakukan untuk mempererat tali persaudaraan antara Ankhue Jambi dengan Amkue Johor.” Imbunya. (Romy)

Sabtu, 24 Maret 2012

Perkumpulan Hokkian (Anxi 安溪) Penang Kagum Candi Muarojambi

JAMBI – Tenyata hasil perjuangan masyarakat non pemerintah dalam memperkenalkan situs terbesar di pulau Sumatera tidak sia-sia, berkat pemberitaan website dalam bentuk bahasa mandarin cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat Tionghoa di dunia.

Seperti rombongan Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) asal Penang (Malaysia), Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) Jakarta dan Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) Sumsel waktu melakukan kunjungan selaturahmi ke warga Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) Jambi, rombongan yang berjumlah 66 orang tersebutm, menyempatkan diri melihat langsung candi yang diresmikan Presiden Repubrik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kawasan wisata terpadu beberapa waktu lalu (22/9-2011).
Menurut Ketua Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) dari Malaysia, Teoh Han Koon, rombongan mereka sebanyak 14 orang, menyempatkan diri untuk melihat langsung situs candi Muarojambi, ternyata sangat mereka sangat kagum, dan juga mereka mengharapkan agar tulisan dalam keterangan benda-benda purbakala yang tersimpan di gedung musem dapat dikasih tulisan mandarin, karena keterangan benda sejarah tersebut kini mengunakan bahasa Indonesia dan Inggris serta jalan menuju ke candi bisa diperlebar, pasalnya jalan menuju candi hanya dapat digunakan kendaraan mini bus dan kendaraan kecil, sedangkan bus pariwisata tidak dapat mencapai lokasi candi, “Kita dari Penang sangat kagum dengan candi muarojambi, dimana kami mengetahui adanya candi di Jambi melalui website bahasa mandarin, maka kami menyempatkan diri mampir ke candi sebelum pulang ke Malaysia,” tambah, jalan menuju ke candi perlu diperlebar agar bus pariwisata bisa mencapai lokasi candi, tanpa harus menganti kemdaraan kecil, katanya dihadapan wartawan.

Sebelum rombongan kembali ke Jakarta, mereka menyempatkan diri berkumjung ke lokasi TPU Bumi Langgeng yang terletak di Kecamatan Pondok Meja, Kabupaten Muarojambi, kilometer 12 dari Kota Jambi. (Romy)

Temu Kangen Perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) Di Jambi

JAMBI – Untuk menyambung tali silaturahmi antar perkumpulan suku Hokkian (Ankhue) di dunia, khususunya di asia tenggara, kemarin sore (23/3) sore, pengurus perkumpulan Ankhue dari Penang (Malaysia), Jakarta dan Sumsel tiba di Jambi melalui jalan darat.
Sebelumnya perkumpulan Hokkian berkunjung ke daerah-daerah, pertama kali mereka mengunjungi perkumpulan suku Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) di Jakarta, di Jakarta rombongan melakukan studi banding dan sekaligus bertatap muka dengan suku Ankhue yang ada di Jakarta, selanjutnya dari Jakarta membawa rombongan pengurus Ankhue/ Anxi 安溪 Penang mengunjungi perkumpulan Ankhue (Anxi 安溪) yang ada di Sumatera Selatan dan Jambi melalui jalan darat.

Setiba di Jambi, rombongan dijamu makan oleh perkumpulan Hokkian (Ankhue/ Anxi 安溪) Jambi di Hotel Novita, seesok harinya rombongan menuju ke Candi Muarojambi, siang harinya rombongan berkunjung ke Makin Klenteng Hok Sin Tong menyaksikan sembahyang sejit (ultah shen ming) Hian Tien Siong Te dan pada malam harinya rombongan bertatap muka dengan warga Hokkian Anke Jambi di lantai 5 hotel Novita. (Romy)