Tampilkan postingan dengan label Beijing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beijing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2011

China Uji Coba Pendaratan Pesawat

BEIJING, KOMPAS.com — Militer China, Sabtu (13/8/2011), berencana melakukan latihan pendaratan pesawat udara di kapal induk pertamanya, kata media pemerintah, Sabtu. Latihan itu melibatkan pendekatan pesawat ke kapal itu, mendarat, dan kemudian segera lepas landas lagi, kata surat kabar Global Times, mengutip satu sumber militer yang terlibat dalam latihan pendaratan itu.     
Kapal induk itu melakukan uji coba pelayaran pada Rabu. Hal itu memicu Amerika Serikat meminta penjelasan di tengah-tengah kekhawatiran tentang perluasan militer negara itu.

Beijing belum lama ini hanya menegaskan bahwa pihaknya sedang mengubah sebuah kapal tua Soviet menjadi kapal induk pertamanya dan tidak menghiraukan kemampuan kapal itu, dengan mengatakan kapal itu terutama akan digunakan untuk latihan dan "riset".

Global Times memberitakan, larangan radio telah diberlakukan di satu zona militer lepas pantai Provinsi Liaoning timur laut negara itu tempat kapal tersebut berlabuh.

Pesawat-pesawat yang digunakan untuk latihan itu adalah Shenyang J-15, versi China untuk Sukhoi Su-33 Flanker Rusia, tambah media itu.

Kementerian Pertahanan di Beijing menolak mengonfirmasikan apakah pelatihan itu dilakukan Sabtu.

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/13/12420890/

Rute Beijing-Shanghai Tanpa "Si Peluru"

KOMPAS.com - Jarak antara Beijing dan Shanghai sekitar 1.150 kilometer. Biasanya, "Si Peluru" menempuhnya dalam hitungan sepuluh jam. Termasuk supercepat lantaran moda transportasi itu bisa ngacir maksimal 340 kilometer per jam.

“Perusahaan pembuat kereta api milik pemerintah China, CNR, menarik 54 kereta supercepat.”
Tapi, "Si Peluru", untuk sementara waktu, tak akan meladeni jarak itu. Pasalnya, perusahaan pembuat kereta api milik pemerintah China, CNR, menarik 54 kereta supercepat. Hal itu, sebagaimana warta AP dan AFP pada Jumat (12/8/2011), adalah buntut dari kecelakaan dua kereta api supercepat sebulan lalu.

Pengumuman itu dilakukan sehari setelah pejabat menghentikan sementara seluruh proyek kereta api supercepat. Pemerintah menghadapi kecaman masyarakat akibat kecelakaan kereta yang menewaskan 40 orang pada bulan lalu.

Kecelakaan yang terjadi di rel kereta di Wenzhou, memicu tuduhan penyalahgunaan oleh otoritas. Masyarakat meminta agar proyek itu diselidiki.

Peristiwa itu terjadi setelah adanya penundaan operasional rel yang menghubungkan Shanghai dan Beijing karena listrik terputus dan masalah teknik setelah diresmikan pada Juni lalu.

Dewan negara mengatakan pengecekan untuk keselamatan penumpang akan dilakukan terhadap rel, batas kecepatan kereta akan diatur, dan keamanan proyek akan dievaluasi sebelum rencana itu disetujui. "Kami akan menghentikan sementara untuk melakukan pemeriksaan dan menyetujui proyek pembangunan rel kereta api yang baru," seperti disampaikan dalam pernyataan dewan.

Kendati begitu, dewan mengatakan," China akan tetap melanjutkan pembangunan jalur rel kereta api supercepat."

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/12/15241486/