Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

China Bekuk Ratusan Koruptor di Luar Negeri

Pemerintah China mengutus sejumlah tim ke berbagai negara
 untuk membekuk tersangka koruptor
BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan telah menangkap 680 orang yang dicurigai melakukan kejahatan ekonomi dan kabur ke luar negeri. Penangkapan itu merupakan bagian dari ‘Operasi Perburuan Rubah’ yang dilakoni Kementerian Keamanan Publik selama Juli hingga Desember 2014 lalu.
Dari 680 orang yang ditangkap selama kurun waktu tersebut, 117 orang merupakan buronan yang diburu selama satu dekade terakhir. Adapun sebanyak 390 orang menyerahkan diri. Secara keseluruhan, menurut kementerian itu, jumlah orang yang ditangkap 4,5 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah pada 2013 lalu.

“Operasi ini mencapai kemenangan besar dan menggapai hasil luar biasa,” sebut pernyataan resmi Kementerian Keamanan Publik.

Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita China, Xinhua, pemerintah China mengutus aparat ke Afrika, Amerika Selatan, Asia Pasifik, dan Eropa Barat khusus untuk memburu koruptor.

Kawasan yang mendapat perhatian khusus ialah Asia Tenggara. Tahun lalu, pemerintah China mengirim 20 tim ke Thailand, Filipina, Malaysia, Kamboja, dan negara-negara di sekitar.

Global Financial Integrity Group, kelompok kajian yang berbasis di Washington DC, Amerika Serikat, memprediksi arus dana illegal yang mengalir ke luar China pada periode 2002 hingga 2011 mencapai sedikitnya 1,08 triliun dollar AS.

http://internasional.kompas.com/read/2015/01/08/15010801/China.Bekuk.Ratusan.Koruptor.di.Luar.Negeri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Selasa, 02 September 2014

Edan... China Resmikan "Duty Free Shop" Terbesar di Dunia!

KOMPAs.com - Selamat datang di mal bebas bea atau duty free terbesar di China. Diklaim sebagai toko bebas bea terbesar di dunia, mal ini menghadirkan lebih dari 300 merek internasional, tak terkecuali Prada dan Chanel.
Sebuah kota pesisir di sebelah tenggara China telah membuka duty free shop terbesar. Tujuannya satu; memikat wisatawan dan orang-orang kaya yang siap menghabiskan uangnya di sini!

Dengan luas 9 hektar lebih, pusat perbelanjaan bernama Haitang Bay di pusat Kota Sanya itu memang dibangun sebagai mal bebas bea. Saat resmi dibuka Senin (2/9/2014) lalu, ribuan pembeli langsung berbondong-bondong menyerbu toko-toko yang tersebar di tiga lantau mal dengan atrium yang luas itu.

Pusat belanja terbesar di Pulau Hainan ini tampaknya akan menjadi surga belanja bagi turis yang berselera tinggi untuk beraneka kebutuhan fesyen dan perhiasan mahal, parfum, atau bahkan minuman keras impor.

Menurut kantor berita Xinhua, dengan hampir 300 merek internasional di bawah satu atap, ini adalah pertama kalinya merek-mereka ternama yaitu Prada, Rolex dan Giorgio Armani dimasukkan dalam toko bebas bea di daratan China.

Dioperasikan oleh China Duty Free Group, diperlukan biaya hampir 500 juta pound sterling atau setara Rp 9,7 triliun untuk membangun mal tersebut. Xinhua mengatakan, bahwa ini merupakan bagian dari upaya mengubah Hainan menjadi salah satu tujuan wisata kelas dunia pada akhir dekade ini.

Untuk penduduk setempat, pusat perbelanjaan ini menjanjikan harga yang kompetitif untuk meyakinkan mereka agar mau menghabiskan uangnya di "rumah" mereka sendiri, bukan lagi berkiblat ke Hong Kong.

40 juta turis
Toko bebas bea memang tergolong relatif baru di Hainan. Pulau tersebut membuka dua toko pada April 2011 lalu sebagai bagian dari program uji coba yang disahkan oleh Dewan Negara China.

Bagi Anda yang berwisata ke China dan tertarik singgah diperbolehkan untuk melakukan pembelian bebas pajak dua kali setahun, terutama yang pengeluarannya masih di bawah Rp 15 juta.

Tahun ini Dinas Pariwisata Hainan menargetkan bisa meraih 40 juta turis dalam semalam. Pada 2013 lalu, rata-rata pengunjung menghabiskan uangnya Rp 5 juta dalam semalam di mal ini.

http://properti.kompas.com/read/2014/09/03/114651921/
* www.ayojambi.com/

Rabu, 21 November 2012

China Bangun Gedung Tertinggi di Dunia dalam 90 Hari!

KOMPAS.com - Seandainya membangun sebuah gedung pencakar langit itu semudah menyusun permainan lego. Maka, kita akan bersama-sama membuat 200 menara pencakar langit hanya dalam hitungan minggu, kemudian meruntuhkannya dan membuatnya lagi sampai kita akhirnya bosan.
Tetapi, ide Broad Sustainable Building Corp atau perusahaan jasa arsitektur yang berbasis di China ini sepertinya terlalu mengada-ngada. Dengan hitungan matematika dan cara yang benar, mereka akan membangun sebuah gedung pencakar langit setinggi 2.749 kaki.

Sky City akan menjadi gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang dibangun hanya dalam waktu tiga bulan. Dimulai pada Januari 2013 nanti, upaya ngebut membangun gedung pencakar ini akan berhadapan deadline yang begitu singkat.

Broad Sustainable Building Corp memang hanya mematok rencana 90 hari untuk membangun gedung 220 lantai yang dinamai dengan Sky City, di kota Changsha, tepatnya di sebelah tenggara Provinsi Hunan. Artinya, seperti dilansir oleh Construction Week Online, tinggi gedung tersebut akan bertambah tinggi lima lantai setiap harinya.

Nantinya, jika Sky City ini selesai dibangun, maka predikat Burj Khalifa sebagai gedung tertinggi sejagat saat ini, akan berganti. Pasalnya, Sky City akan lebih tinggi 32 kaki dari Burj Khalifa yang terletak di Dubai itu.

Bukan hanya "rekor" gedung paling tinggi dipegang oleh Sky City. Sebagai perbandingan saja, Empire State Building di New York, AS, pun membutuhkan waktu 410 hari untuk bisa tegak sepenuhnya. Bahkan, Burj Khalifa baru bisa diselesaikan dalam waktu 1.931 hari. Sementara pembangunan Sky City hanya diberi waktu 90 hari atau 3 bulan.

Rencananya, gedung ini akan terdiri dari sekolah, rumah sakit, 17 landasan helikopter, serta apartemen untuk 30.000 orang.

http://properti.kompas.com/read/2012/11/21/16362359/

Selasa, 13 Maret 2012

Di China, Kebut Liar Diganjar Hukuman Mati

Shanghai, KompasOtomotif - Jika ingin menyaksikan kebut liar, tinggal pilih di Kemayoran, Pramuka, Cilandak atau Kebon Nanas (Jakarta Timur), Aksi pengendara dimulai jelang tengah malam dan tak jarang membahayakan diri sendiri dan orang lain karena dilakukan di jalan umum. Tindakan nekad ini jelas melanggar peraturan Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Indonesia.

Gampang sekali jika ingin bikin takut para pengebut tersebut. Contohlah Shanghai, China. Dua "pebalap" liar yang tertangkap lagi kebut-kebutan di jalanan, semula terancam hukuman penjara selama 15 hari. Tapi, beban hukuman bisa drastis bertambah berat jika aksi mereka terbukti banyak merugikan pihak lain.
Pihak Kepolisian mengatakan, dengan pedoman peraturan baru (di China) kedua bikers berpotensi mendapatkan hukuman sampai 7 tahun penjara atau bisa lebih buruk, hukuman mati jika aksi mereka terbukti merugikan masyarakat. Kedua pengendara tersebut terpantau bertemu di salah satu persimpangan jalan di Shanghai, Jumat 3 Februari 2012 pada pukul 20.00 waktu setempat dan mulai kebut-kebutan.

Melintasi beberapa ruas jalan berbeda, melaju dengan kecepatan tinggi dan berulang kali mengabaikan rambu lalu lintas di jalan. Ketika terpantau lewat kamera CCTV, pihak kepolisian berusaha menghentikan aksi mereka. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi dengan aparat, tapi kedua pengendara akhirnya berhasil ditangkap.

Saat diamankan, kedua unit sepeda motor yang digunakan ternyata juga bermasalah karena tak punya surat-surat lengkap dan menggunakan plat nomor palsu.

http://otomotif.kompas.com/read/2012/03/13/1255/

Senin, 23 Januari 2012

Miliaran Orang di Dunia Sambut Tahun Naga Air

BEIJING, KOMPAS.com - Miliaran warga Asia menyambut kedatangan Tahun Naga hari Senin (23/1/2012) dengan pesta kembang api, berharap naga, zodiak terkuat dalam zodiak China, akan memberikan kekayaan dan kekuasaan yang diwakilinya.

Dari Malaysia hingga Korea Selatan, jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk bisa berkumpul bersama keluarga mereka dalam Tahun Baru Imlek, hari libur paling penting bagi banyak orang Asia, yang meluangkan waktu untuk menyaksikan tarian naga.
Saat jam berdentang di tengah malam, langit Beijing penuh warna-warni kembang api, perlambang pengusiran roh jahat di tahun baru -- adegan yang selalu berulang setiap tahun di negeri ini.

Warga Korea Utara memperingati Tahun Baru Imlek dengan meletakkan bunga-bunga di bawah potret pemimpin Kim Jong-Il, untuk mengingat prestasi abadinya, demikian kantor berita resmi Korut.

Mereka yang tinggal di Filipina, dapat menikmati hari libur pada hari Senin setelah Tahun Baru Imlek menjadi hari libur resmi untuk kali pertama, meski muncul keberatan dari sejumlah komunitas bisnis.

Naga adalah simbol paling dihormati dan menguntungkan dalam 12 zodiak China, simbol royalti, keberuntungan, dan kekuasaan, yang juga terlihat dalam peringatan Tahun Baru Imlek di Vietnam.

Rumah sakit-rumah sakit di China bersiap menghadapi ledakan kelahiran bayi baru pada tahun naga ini. Kebutuhan akan pengasuh bayi di Beijing dan Tianjin meningkat pada tahun 2012 ini, dan kamar rumah sakit di Rumah Sakit Ibu dan Anak di Beijing sudah penuh dipesan hingga Agustus mendatang, demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua.

PM Singapura Lee Hsien Loong memanfaatkan kedatangan Tahun Naga ini dengan mengajak warganya meningkatkan kelahiran bayi, dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pekerja asing.
"Saya berharap tahun ini akan menjadi Tahun Naga yang besar bagi bayi-bayi baru. Hal ini penting untuk melestarikan keluarga inti Singapura dalam masyarakat kita," kata Lee dalam pesan Tahun Baru Imleknya.

Namun di Hong Kong, di mana puluhan ribu perempuan hamil dari China daratan datang dan melahirkan untuk mendapatkan hak tempat tinggal bagi bayi mereka, Tahun Naga tidak terbukti menjadi anugerah karena persoalan terbatasnya tempat tinggal dan tingginya biaya.

Dan menurut sejumlah peramal, Naga dapat mendatangkan bencana alam dan volatilitas keuangan dalam dunia yang stabil. Master fengshui Hong Kong, Anthony Cheng memperingatkan "skandal kasus korupsi" akan mengguncang China pada semester kedua tahun 2012 dan pejabat tingkat tinggi China akan dipaksa turun, masuk jeruji penjara, bahkan meninggal dunia.

Yang pasti, sebagian besar masyarakat Asia menolak ramalan kiamat, dan lebih sering berdoa, berpesta, dan merayakan tahun baru bersama keluarga mereka.

Jalan raya di Malaysia, di mana 25 persen populasinya adalah etnis China, tampak sepi pada akhir pekan, sedangkan ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, terlihat lengang karena banyak warganya pulang kampung.

Di Korea Selatan, yang juga merayakan Tahun Baru Imlek, lebih dari setengah penduduknya atau sekitar 31 juta orang, mudik dengan kendaraan, kereta, dan pesawat untuk berlibur.

Namun toko-toko di Seoul, ibu kota Korea Selatan, sibuk dengan aktivitas puluhan ribu turis dari China yang memenuhi kawasan belanja untuk menghabiskan uang sejumlah 88 juta dollar AS pada bulan Januari ini. "Saya merasa saya berjalan di jalan-jalan di China. Begitu banyak orang China di Seoul," kata pelajar Korea Selatan, Park Eun-Yong kepada AFP.

Wisatawan China juga memadati Tokyo, berbelanja di Mitsukoshi, salah satu pusat belanja paling prestisius di Jepang. Turis-turis China dibantu penjaga toko yang fasih berbahasa Mandarin.

http://internasional.kompas.com/read/2012/01/24/08584838/

Minggu, 14 Agustus 2011

China Uji Coba Pendaratan Pesawat

BEIJING, KOMPAS.com — Militer China, Sabtu (13/8/2011), berencana melakukan latihan pendaratan pesawat udara di kapal induk pertamanya, kata media pemerintah, Sabtu. Latihan itu melibatkan pendekatan pesawat ke kapal itu, mendarat, dan kemudian segera lepas landas lagi, kata surat kabar Global Times, mengutip satu sumber militer yang terlibat dalam latihan pendaratan itu.     
Kapal induk itu melakukan uji coba pelayaran pada Rabu. Hal itu memicu Amerika Serikat meminta penjelasan di tengah-tengah kekhawatiran tentang perluasan militer negara itu.

Beijing belum lama ini hanya menegaskan bahwa pihaknya sedang mengubah sebuah kapal tua Soviet menjadi kapal induk pertamanya dan tidak menghiraukan kemampuan kapal itu, dengan mengatakan kapal itu terutama akan digunakan untuk latihan dan "riset".

Global Times memberitakan, larangan radio telah diberlakukan di satu zona militer lepas pantai Provinsi Liaoning timur laut negara itu tempat kapal tersebut berlabuh.

Pesawat-pesawat yang digunakan untuk latihan itu adalah Shenyang J-15, versi China untuk Sukhoi Su-33 Flanker Rusia, tambah media itu.

Kementerian Pertahanan di Beijing menolak mengonfirmasikan apakah pelatihan itu dilakukan Sabtu.

http://internasional.kompas.com/read/2011/08/13/12420890/

Jumat, 29 Juli 2011

Wangi Dupa untuk Korban KA China

KOMPAS.com - Harum dupa merebak persis dari bawah jembatan jalan di dekat Kota Wenzhou, kawasan timur China. Selain dupa, taburan bunga pun ada di situ, tempat jatuhnya empat gerbong kereta api yang bertabrakan pada Sabtu (23/7/2011). Puluhan keluarga korban memang berkumpul di situ untuk merayakan penghormatan bagi para arwah insiden itu.
“Enam gerbong keluar rel. Empat di antaranya jatuh dari ketinggian 20 sampai 30 meter, melukai sekitar 200 orang.”

Sampai kini, menurut warta Xinhua pada Jumat (29/7/2011), kecelakaan mematikan itu membunuh 40 orang. Sementara, sejumlah orang menyatakan kekecewaannya terhadap cara Kementerian Kereta Api menangani tragedi tersebut.

Sebaliknya, para pejabat memandang kerusakan sinyal kemungkinan menyebabkan kecelakaan. Enam gerbong keluar rel. Empat di antaranya jatuh dari ketinggian 20 sampai 30 meter, melukai sekitar 200 orang.

Kecelakaan ini memicu kemarahan warga atas kebijakan pemerintah untuk menggenjot percepatan pembangunan jalur kereta kecepatan tinggi. Pemakai internet dan bahkan sejumlah media pemerintah menuduh para pejabat lebih mementingkan pembangunan ekonomi daripada keamanan warga.

Salah satu kerabat korban mengecam cara Kementerian Kereta Api menangani perundingan ganti rugi dengan para keluarga. "Hari ini kantor pemerintah setempat mengatakan jika kami tidak menandatangani (kesepakatan ganti rugi) mereka tidak akan berurusan lagi," kata Zhang Meilan yang kehilangan keponakan perempuannya.

"Mereka mengatakan jika kami ingin menunggu, kami dapat menunggu di sini tetapi mereka tidak akan memperdulikan kami. Cara berpikir seperti apa ini?" kata Meilan lagi.
Kecelakaan terjadi empat tahun setelah kereta kecepatan tinggi pertama mulai beroperasi di China. Perdana Menteri Wen Jiabao yang mengunjungi tempat kejadian hari Kamis bersumpah akan menghukum berat pihak-pihak yang bertanggung jawab.

http://internasional.kompas.com/read/2011/07/29/18144726/

Senin, 27 Juni 2011

Kereta Tercepat di Dunia

Di China ada pepatah, jika ingin makmur, bangunlah jalan terlebih dahulu. Benar, China tidak putus-putusnya membangun infrastruktur seperti jalan bebas hambatan dan rel kereta api.
Pemerintah China sudah memastikan akhir bulan ini, China akan merayakan pencapaian barunya. Predikat terbesar, tercepat, dan ”ter” lainnya di China akan bertambah. Sekarang ini, kereta tercepat di muka bumi berada di China. Tidak hanya itu, jalur kereta cepat terpanjang juga ada di China.

Peresmian ini akan bertepatan dengan ulang tahun ke-90 Partai Komunis China.
Kereta dengan kecepatan maksimal 350 kilometer per jam itu akan melayani jalur Beijing-Shanghai sepanjang 1.318 kilometer atau hampir sama dengan jarak dari Jakarta ke Yogyakarta pergi-pulang.

Dengan kereta tercepat itu, Beijing-Shanghai akan ditempuh dalam lima jam, lebih cepat dari 11 jam dengan layanan kereta yang berlaku sekarang.

Jalur Beijing-Shanghai melewati tujuh provinsi dan sejumlah kota besar, yaitu Tianjin, Hebei, Shandong, Anhui, dan Jiangsu. Rute ini juga menghubungkan dua zona ekonomi utama, yaitu Bohai dan Delta Sungai Yangtze.

Jalur ini jelas akan membawa manfaat ekonomi yang sangat besar karena menghubungkan daerah-daerah strategis.

Harga tiket yang ditawarkan bervariasi, antara 410 yuan dan 1.740 yuan, atau antara Rp 543.000 dan Rp 2,3 juta.

Melihat pencapaian China, banyak juga yang berkomentar miring dan skeptis. Ada yang mencurigai kapasitas inovasi China. Yang lain mengkritik China hanya menjiplak teknologi gabungan Jepang, Jerman, dan Perancis untuk urusan kereta cepat ini.

Pemerintah melawan kecurigaan ini dengan menyatakan bahwa kereta tercepat yang sudah ada di dunia hanya memiliki kecepatan 320 kilometer per jam, tetapi buatan China ini mampu menambah kecepatan hingga 350 kilometer per jam.

Kereta cepat Perancis, TGV, berhasil mencapai rekor pada tahun 2007 ketika berhasil melaju secepat 571,2 kilometer per jam ketika dilakukan uji coba. Akan tetapi, kecepatan ini hanya berlangsung beberapa saat. Kecepatan normal TGV adalah 320 kilometer per jam.
Demi keselamatan, kereta cepat China hanya akan melaju rata-rata 300 kilometer per jam walau dirancang untuk berlari sejauh 350 kilometer per jam.

Di beberapa ruas, jalur kereta cepat ini dipasangi pagar setinggi 2,85 meter untuk menghindari hewan atau manusia. Selain itu, di setiap 1 kilometer akan ditempatkan para penjaga.

Kebanggaan negara
Pencapaian baru ini tentu akan membuat China semakin percaya diri. ”Ini adalah kebanggaan China dan warga China,” kata Ketua Insinyur Kementerian Perkeretaapian He Huawu, Senin (27/6), dalam perjalanan percobaan kereta cepat itu dari Beijing ke Shanghai.

Dibutuhkan hanya 39 bulan untuk membangun jaringan kereta yang prestisius itu dan dipersembahkan sebagai hadiah bagi 90 tahun Partai Komunis China.

Biaya pembangunan jaringan kereta ini 32,5 miliar dollar AS. Ini dianggap pemborosan sehubungan dengan masih ada ratusan juta warga hidup sengsara. Juga ada kritik soal praktik korupsi, yang membuat kecepatan kereta tak bisa diaplikasikan pada level 350 kilometer per jam karena aspek keselamatan.

Namun, ini adalah prestasi dan prestise China. Cat biru dan putih di badan pesawat itu menunjukkan harmoni, meniru slogan Presiden Hu Jintao, yang bermimpi China sebagai negara harmonis.

Lepas dari itu, ini tidak lagi sekadar slogan. Ini adalah mahakarya yang mengharumkan bangsa. Warga dunia, termasuk tentu warga RI, apalagi warga Jakarta, wajib iri. (AFP/AP/REUTERS/JOE)

http://jambi.tribunnews.com/2011/06/28/mau-tahu-kereta-tercepat-di-dunia-klik-saja

Sabtu, 26 Maret 2011

Demi China, Shaolin Latih Sepak Bola

BEIJING, KOMPAS.com — Masih ingat film Shaolin Soccer yang dibintangi Stephen Chow pada 2001? Shaolin Soccer menceritakan tentang sekelompok mantan biarawan Shaolin yang mencoba menerapkan tektik kungfu untuk permainan sepak bola. Kini justru Kuil Shaolin yang terkenal di China itu sedang melatih murid kungfu yang masih muda untuk main sepak bola. Harapannya, mereka nanti dapat mengubah nasib tim nasional China. Demikian laporan media setempat.
Kuil Shaolin yang terletak di Provinsi Henan di China Tengah dan terkenal karena gerakan akrobatis para biksunya ini membuka pusat pelatihan sepak bola pada Oktober.

Pusat itu memiliki lebih dari 40 murid seni bela diri yang mempelajari permainan cantik sepak bola. Demikian diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua, baru-baru ini.
Shi Yanlu, kepala pelatih di pusat tersebut, mengatakan, disiplin dan etos kungfu dapat diterjemahkan ke dalam sepak bola yang efektif.

”Sepak bola China berada dalam keadaan menyedihkan. Ketika sebagian unsur kungfu Shaolin, terutama semangatnya, dipadukan dalam sepak bola, kami harap itu akan membantu menaikkan tingkat pelatihan sepak bola,” kata Shi Yanlu.
”Koordinasi gerak kaki dan fisik dalam kungfu juga dapat membantu pesebak bola masa depan China,” tambahnya.

Tim sepak bola nasional China jadi bahan cemoohan di dalam negeri dan jadi salah satu sumber kesedihan bagi penggemar yang kecewa oleh ketidakmampuan negara dengan penduduk paling padat di dunia itu untuk berprestasi di tingkat dunia. China gagal masuk kualifikasi Piala Dunia 2010. Sepak bola mereka juga tampil buruk di Olimpiade dan baru-baru ini gagal di Piala Asia.

Liga China juga dirongrong perjudian dan skandal suap sehingga dua mantan kepala persatuan sepak bola nasional dan sejumlah pejabat rendahnya diciduk polisi.

Karena itu, Kuil Shaolin tergerak berprestasi dalam memajukan sepak bola China. Orang muda yang direkrut di pusat pelatihan kuil itu berusia sekitar 10 tahun. ”Mereka akan dilatih oleh Alphonse Tchami, pesebak bola nasional Kamerun yang sudah pensiun,” tulis Xinhua.

”Kuil tersebut berencana menarik lebih banyak orang. Sejauh ini mereka sudah memiliki 2.000 murid yang berlatih di Shaolin,” tambahnya.

http://bola.kompas.com/read/2011/03/26/19594544/

Jumat, 04 Februari 2011

Militer China yang Semakin Modern

Tanggal 10 Januari lalu menjadi momen yang penting bagi militer China. Walaupun masih dalam tahap uji coba, suksesnya uji terbang prototipe pesawat siluman (stealth) J-20 itu menjadi bukti dari pencapaian yang signifikan bagi China, khususnya industri pertahanannya.
Berita soal uji terbang pesawat siluman J-20 oleh China itu menjadi perhatian dunia karena dilangsungkan menjelang kunjungan empat hari Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates ke China. Dan, menjelang kunjungan Presiden China Hu Jintao ke Washington DC, Amerika Serikat.

Namun, China berupaya agar berita tentang pesawat siluman J-20 itu tidak dibesar-besarkan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran pada negara-negara tetangga. China pun menyatakan, pembuatan pesawat siluman itu semata-mata untuk memodernisasi kemampuan militernya dalam mempertahankan negaranya yang sangat luas itu. Sama sekali tidak ada niatan pada militer China untuk mengancam negara lain. Kebijakan pertahanan nasional China bersifat defensif.

Menurut militer China, dibandingkan dengan luas wilayah negara dan jumlah penduduknya, kekuatan militer China tergolong moderat. Bahkan, lemah apabila dibandingan dengan kekuatan militer negara-negara Barat. Militer China jangan dilihat sebagai tengah mencari hegemoni, memperbesar kekuatan militer, maupun perlombaan senjata. Militer China bukan ancaman bagi negara lain.

China mengklaim bahwa negaranya selalu membantu menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Apabila terjadi konflik, China selalu mengupayakan penyelesaian secara damai melalui jalur-jalur diplomatik. Perundingan enam pihak yang melibatkan China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang, serta Korea Selatan dan Korea Utara untuk membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan konflik kedua Korea itu merupakan salah satu bukti kesungguhan China.

Agar persenjataan nuklir China tidak dibesar-besarkan hingga berkembang tidak terkendali, China mengundang Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates untuk berkunjung ke Pusat Komando Nuklir China. Dalam kunjungannya ke Pusat Komando Nuklir China, Gates mendapatkan gambaran singkat mengenai komando strategis nuklir dan kebijakan nuklir China.

Menurut Gates, dalam kunjungan itu, China sempat membicarakan tentang strategi nuklir dan pendekatan menyeluruh China terhadap konflik, termasuk kebijakan China untuk tidak menggunakan senjata nuklir untuk serangan pre-emptive (serangan untuk mematahkan serangan). ”Pembicaraan di tempat itu berlangsung cukup terbuka,” ujar Gates. Ia menambahkan, dalam kunjungannya, Jenderal Jing Zhiyuan, Komandan Pasukan Nuklir China, menerima undangannya untuk berkunjung ke Pusat Komando Strategis Amerika serikat di Nebraska.

Baik China maupun Amerika Serikat sama-sama memiliki misil jarak jauh yang dapat menjangkau garis pantai masing-masing, tetapi kedua negara menegaskan bahwa mereka tidak berniat untuk menggunakannya.

Bukan lagi yang lama

Militer China bukan lagi militer China yang lama, yang mengandalkan jumlah prajurit. China telah berubah menjadi salah satu negara industri besar, karena itu dengan sendirinya postur militer China pun berubah menjadi militer yang modern.

Pada akhir tahun 2005, China baru saja menyelesaikan putaran terakhir pengurangan personel sebanyak 200.000 orang. Dengan pengurangan tersebut, personel Angkatan Bersenjata China berjumlah sekitar 2,3 juta orang. Dengan memasukkan milisi dan pasukan cadangan, jumlah total personel Angkatan Bersenjata China mencapai 3,2 juta. Dan, dalam memodernisasi kemampuan angkatan bersenjatanya, China mendapatkan bantuan dari Rusia.

Keberhasilan China mengirimkan orang keluar angkasa dengan pesawat ruang angkasa Shenzou 5, dan kembali dengan selamat di Bumi, menjadikan China dapat disejajarkan dengan Rusia dan Amerika Serikat. Rusia pertama kali menerbangkan Yuri Gagarin dengan dengan pesawat Vostok pada 12 April 1961, diikuti Amerika Serikat yang menerbangkan John H Glenn Jr dengan pesawat Mercury-Atlas Friendship 7 pada 20 Februari 1962. China mengirimkan Yang Liwei ke ruang angkasa dengan pesawat Shenzou 5 pada 15 Oktober 2003.

Memang, dibandingkan dengan Rusia dan Amerika Serikat, China tertinggal 40 tahun, tetapi dari 195 negara di dunia saat ini, China adalah nomor tiga, suatu prestasi yang tidak dapat dianggap remeh.

Disebut-sebut, China ”mencuri” teknologi stealth dari pesawat Amerika Serikat yang ditembak jatuh oleh misil Serbia tahun 1999 dalam perang Kosovo. Namun, China membantah hal itu. Lepas dari hal itu benar atau tidak, tetapi dalam industri pesawat terbang China memang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Di masa lalu, di masa Perang Dingin, dengan bekerja sama dengan Rusia (dulu Uni Soviet), China memproduksi pesawat tempur MiG. Pada tahun 2006, China yang membeli pesawat tempur terbaru dari Rusia, termasuk pesawat multiperan Su-30MKK dan pesawat pemukul maritim Su-30MK2, guna melengkapi pesawat tempur Su-27 yang sudah lebih dulu ada. Dan, pada saat itu, China tengah memproduksi versi sendiri dari Su-27SK, F-11, di bawah lisensi Rusia. Bahkan, diberitakan bahwa tahun sebelumnya, China tengah mengupayakan negosiasi ulang kesepakatan untuk memproduksi pesawat multiperan Su-27SMK.

Bukan itu saja, pada tahun 2010, China juga memproduksi pesawat berbadan lebar Airbus A320 di kawasan industri yang baru dikembangkan di Tianjin Binhai. Kawasan industri baru di Tianjin Binhai itu akan menjadi pusat industri penerbangan dan dirgantara, petrokimia, dan energi alternatif.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila pada akhirnya China dapat membuat pesawat siluman J-20 yang diuji terbang pada 10 Januari lalu. Sebagaimana diberitakan, uji terbang itu berlangsung sukses. Namun, yang masih harus diuji coba adalah seberapa siluman pesawat tersebut, atau seberapa besar kemampuan pesawat itu bersembunyi dari deteksi radar.

Secara umum, sosok pesawat tersebut bisa dikatakan mirip pesawat yang dibuat Amerika Serikat dan Rusia, seperti F-22 Raptor, F-35 Lightning II, dan prototipe Sukhoi T-50. Namun, badan pesawat J-20 lebih panjang dibandingkan dengan F-22 Raptor. Sekilas mengingatkan pada desain pesawat YF-23 buatan Northrop/McDonnell Douglas yang kalah tender dengan F-22 pada program pengadaan pesawat tempur masa depan AS. Badan yang panjang ini menimbulkan dugaan bahwa pesawat tersebut memiliki daya jelajah dan kemampuan membawa senjata lebih besar dibandingkan Raptor.

Disebut-sebut bahwa pesawat siluman J-20 ini akan mulai dioperasikan oleh Angkatan Udara China paling cepat pada tahun 2017. Pesawat itu disebut mampu mencapai kawasan Guam milik AS di tengah Samudra Pasifik dan akan dipersenjatai dengan rudal-rudal berkemampuan tinggi.

Para pejabat militer Amerika Serikat sendiri tidak khawatir bahwa J-20 akan menjadi ancaman bagi F-22 Amerika Serikat dalam waktu dekat. Pertama, masih belum jelas kapan pesawat siluman itu akan dioperasikan. Kedua, mengembangkan kemampuan siluman dengan prototipe, dan mengintegrasikannya ke lingkungan tempur yang sesungguhnya diperlukan waktu.

Juru bicara Pentagon, Kolonel Dave Lapan, menambahkan, sampai saat ini China masih menghadapi masalah dengan mesin-mesin pesawat tempur generasi sebelumnya. ”Menurut perkiraan kami, China baru akan mengoperasikan pesawat tempur generasi kelima sekitar akhir dekade ini,” katanya.

Pertanyaan yang tetap menggantung adalah benarkah modernisasi militer China berbahaya bagi negara-negara tetangganya? Jawabannya bisa macam-macam, tergantung siapa yang menjawabnya. Jika Amerika Serikat yang menjawab, maka jawabannya adalah modernisasi militer China akan berbahaya bagi negara-negara tetangganya dan bagi militer Amerika Serikat di Pasifik.

Namun, sesungguhnya, modernisasi militer China diperlukan untuk mengimbangi kekuatan militer Amerika Serikat di Asia Pasifik. Membiarkan Amerika Serikat menjadi satu-satunya kekuatan penentu di Asia Pasifik tidaklah bijaksana. Sebaliknya, membiarkan China menjadi satu-satunya kekuatan penentu di Asia Pasifik juga tidak baik. Diperlukan keseimbangan yang baik di antara dua kekuatan besar di Asia Pasifik itu.

Mengenai hubungan China dengan Taiwan diperkirakan tidak akan ada yang berubah, sejauh Taiwan tidak melakukan tindakan atau mengambil kebijakan yang membahayakan dirinya sendiri. Jika Taiwan tetap memelihara keadaan status quo seperti saat ini, maka keadaannya akan baik-baik saja. Keadaan akan runyam jika Taiwan memutuskan untuk secara resmi memisahkan diri dari China dengan mendeklarasikan kemerdekaannya. Mengingat China sudah mengesahkan Undang-Undang Antipemisahan yang membenarkan penggunaan cara-cara nondamai terhadap Taiwan apabila semua cara damai mengalami jalan buntu.

Amerika Serikat—yang berhubungan baik dengan China, mempunyai perjanjian untuk membantu Taiwan membela diri apabila diserang oleh China—tidak memiliki pilihan lain kecuali mendorong China dan Taiwan untuk sama-sama menjaga status quo. (JL)

http://cetak.kompas.com/read/2011/02/02/04054433/

Selasa, 11 Januari 2011

China Masih Tetap Nomor Satu

KOMPAS.com – Hingga 2010 berakhir, China ternyata tetap menjadi negara nomor satu di dunia untuk dana pinjaman dan cadangan devisa. Menurut catatan warta AP dan AFP pada Selasa (11/1/2011),
seluruh perbankan Negeri Panda itu mengeluarkan 7,95 triliun yuan atau setara dengan 1,2 triliun dollar AS dalam bentuk pinjaman baru mata uang setempat tahun lalu. Andai dihitung, angka ini lebih dari 7,5 triliun yuan yang diinginkan pemerintah untuk tahun 2010.

Pertumbuhan pasokan uang, kemudian, menjadi sebesar 19,7 persen tahun lalu. Padahal, sasaran resminya ada di posisi 17 persen.

Selanjutnya, peningkatan devisa 199 miliar dollar AS pada kuartal keempat menjadikan China sebagai pemilik cadangan mata uang asing terbesar dunia yakni sebesar 2,85 triliun dollar AS.

Inflasi
Berangkat dari kenyataan itulah, China berjanji memperketat kebijakan moneter dan mengurangi peminjaman ke warganya karena penanganan inflasi menjadi prioritas di pada 2011. Bulan November inflasi mencapai 5,1 persen yang tertinggi dalam dua tahun.

Sebulan kemudian, bank sentral meningkatkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Akhir tahun lalu bank telah mengumpulkan jumlah dana peminjam yang harus disimpan.

Bank-bank China mengeluarkan pinjaman baru sebesar 481 miliar yuan pada Desember 2010. Angka ini turun dari 564 miliar yuan pada November atau merupakan terendah dalam setahun.

http://internasional.kompas.com/read/2011/01/12/00231177/