Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipnotis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

Tips Menghindari Penipuan Melalui Telepon dan SMS

Seiring dengan berkembangnya teknologi, makin berkembang pula metode kejahatan/penipuan. Tentu saja kita masih ingat tentang penipuan sms yang paling terkenal "Mama minta pulsa". Berikut ini adalah jenis penipuan melalui telepon dan sms yang kerap terjadi dimasyarakat :
1. Jika kamu merasa tidak mengikuti undian berhadiah maka mustahil kamu memenangkan hadiah.
Ini adalah sebuah logika sederhana dimana kamu memang tidak merasa mengikuti undian hadiah apapun tapi anda mendapat sms atau telepon yang menyatakan anda memenangkan hadiah berupa puluhan juta uang tunai atau mobil. Bila kamu mendapati telepon atau sms yang demikian bisa dipastikan 99% adalah sebuah kebohongan/penipuan. Meski dalam beberapa kasus ada juga sebuah undian berhadiah (biasanya diselenggarakan pihak Bank) yang mengikutkan anggotanya secara otomatis tanpa melalui proses pendaftaran.

Penipu juga biasanya menggunakan nomor GSM, dan menurut saya ini adalah salah satu cara yang menurut saya paling mudah untuk menilai apakah sms tersebut dari pihak bank asli atau penipu. Sekarang bayangkan saja sebuah logika sederhana :

Apakah pihak bank tidak punya sebuah nomor telepon kabel atau sebuah nomor customer service ?
Kenapa malah menghubungi menggunakan nomor telepon GSM murahan ?

2. Meminta kamu untuk ke ATM segera.
Ini adalah jenis penipuan yang menggunakan metode telepon hipnotis. Dimana sang penipu berusaha menggiring korban untuk segera ke ATM dan membujuk korban untuk mengirim sejumlah uang. Apabila kamu mendapati telepon semacam ini maka berhati-hatilah, saran saya tutup telepon dengan segera untuk menghindari anda semakin terjerumus dalam hipnotis kata-katanya.

Saya pernah menjumpai kasus dimana kerabat saya sedang mengiklankan rumah di media masa lokal untuk dijual. Selang beberapa lama beliau mendapat telepon yang tertarik dengan rumah tersebut dan akan segera mengirim sejumlah uang untuk DP. Singkat cerita kerabat saya tersebut dia giring untuk ke ATM segera. Beruntunglah di rekening kerabat saya tersebut tak ada uang yang mencukupi untuk ditransfer. Gagallah usaha sang penipu.

3. SMS mengaku saudara yang terkena musibah.
Beberapa teman saya pernah terjerumus ke dalam sms seperti ini, bahkan mereka mengaku sempat kehilangan uang beberapa ratus ribu. Berhati-hatilah dalam menerima sms dengan nomor asing yang mengaku saudara atau teman dekat anda. Saya pernah mendengar rumor bahwa ada orang dalam dari pihak operator seluler yang menjual data-data pemilik nomor. Mungkin dengan cara inilah sang penipu berhasil mendapatkan data korban tentang : Siapa nomor yang sering kita hubungi ? Siapa ayah dan Ibu kita ? Dimana kamu bekerja ? dan sebagainya.

http://www.proseluler.com/2013/12/tips-menghindari-penipuan-melalui.html
* www.ayojambi.com/

Cara Menghindari Hipnotis

Salah satu modus kejahatan yang sering dilakukan adalah hipnotis. Korbannya kebanyakan para penumpang angkutan umum. Saat keramaian dan orang kehilangan fokus, biasanya kondisi yang seperti ini yang dimanfaatkan penjahat bermodus hipnotis untuk beraksi.
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk terhindar dari kejahatan pencurian dengan modus hipnotis:

1. Warga diminta waspada.
"Kewaspadaan merupakan bagian penting untuk memperhatikan barang bawaan dan kondisi sekitar. Sehingga tidak ada kelengahan yang menyebabkan hilangnya fokus. Apalagi kalau tujuan perjalanan jauh, kita harus waspada lah. Kedua tetap fokus pada tujuan. Tujuan kita mau ke mana. Jadi tetap tujuan kita mau ke mana. Jangan ke tempat lain," kata Kriminolog Universitas Indonesia Arthur Josias Simon saat dihubungi, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

2. Pikiran tidak kosong.
Pikiran kosong dapat dengan mudah dirasuki oleh pelaku hipnotis. "Harus fokus. Hal yang bisa menghilangkan fokus, biasanya mereka memikirkan masalah uang. Itu jadi gak fokus, atau pikiranya kosong," kata Simon.

3. Selalu komunikasi dengan pihak-pihak tertentu.
Pihak-pihak tertentu bisa berupa keluarga, kerabat, atau pihak kemanan dan petugas di tempat fasilitas umum. Hal ini dilakukan agar bisa terpantau oleh pihak-pihak tersebut sehingga pelaku hipnotis tidak dapat dengan mudah melancarkan aksinya.

"Kalau ditatap sama orang jangan lama-lama. Usahakan jangan sendiri," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal.

Saat tiba-tiba tersadar telah dihipnotis, berusaha yakinkan diri kalau tidak terhipnotis. Selain itu tidak panik dan setenang mungkin untuk tidak terus masuk dalam hipnotis. "Yang perlu anda lakukan adalah katakan dalam diri saya bahwasanya saya akan menghitung 1, 2, 3 dan dalam hitungan ketiga saya akan terbangun dan ingat semuanya," tulis situs Humas Polda Metro Jaya.

http://jambi.tribunnews.com/2016/03/18/cara-menghindari-hipnotis
* www.ayojambi.com/

Senin, 26 September 2011

4 Pelaku Hipnotis Masih Di Imigrasi Jambi

JAMBI - Empat orang warga negara asing (WNA) asal RRC yang telah ditetapkan tersangka oleh pihak Polresta Jambi, karena diduga telah melakukan hipnotis, hingga Senin (26/9) masih berada di Imigrasi.

Kartana, Kasi Pengawasan dan Imigrasi Jambi megatakan, keempat WNA tersebut masih berada di karantina Imgirasi. Pihaknya, masih menunggu dari pihak kepolisian untuk melanjutkan kasus tersebut. "Masih di karantina di sini (Imigrasi,red). Kita juga masih menunggu pihak kepolisian, karena kasus tersebut masih menjadi kewenangan pihak kepolisian. Jadi, kita belum bisa memberikan keterangan," ujar Kertana.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Agung W Nugroho, mengatakan, keempat WNA yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, masih dititikpan di Imigrasi. Hal itu kata Kasat, guna kepentingan penyidikan. Maka, pihaknya belum memindahkan keempat pelaku yang diduga telah melakukan hipnotis tersebut dari karantina di Imigrasi. Dan, menurut Agung, tidak menutup kemungkinan masih ada kompolotan tersangka di Jambi.

"Kasusnya masih kita dalami. Untuk keterlibatan yang lain, belum kita temukan," sebut Kasat Reskrim, Senin (26/9) dan mengatakan bahwa tidak ada korban lainya yang melapor, kecuali korban yang pertama.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, empat warga negara asing (WNA) diamankan Kepolisian Sektor Pasar, Kamis (22/9). Keempat pelaku, diamankan karena diduga telah melakukan hipnotis, kepada warga keturunan Asien (52) warga Jalan Raden Mattaher, Pasar Jambi.

Penangkapan keempat WNA tersebut bermula ketika korban sadar dari hipnotisnya di dalam perjalanan hendak pulang ke rumah, setelah memberikan sejumlah perhiasan kepada pelaku di kawasan Jalan Soebroto, Pasar Jambi. Setelah sadar jadi korban hipnotis, korban tetap melanjutkan pulang kerumah. sesampai dirumah, korban lalu membuka bingkisan yang dibungkus koran yang diberikan pelaku kepada korban yang diketahui berisi dua bungkus garam serta dua botol air mineral.

http://jambi.tribunnews.com/2011/09/26/4-wna-masih-di-imigrasi-jambi

Kamis, 10 Maret 2011

Petugas Pemadam Itu Merusak Wajahnya

TUBAN, KOMPAS.com — Lima petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, babak belur. Wajah dan kepala mereka luka terkena parutan sendiri.

Mereka terkena hipnotis melalui telepon gelap dari orang misterius. Sang penelepon mengaku Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Heri Sisworo.
Sang penelepon meminta kelima orang itu merusak wajahnya sendiri dengan parut.

Akibatnya, lima petugas pemadam kebakaran itu, yakni Ahmad Sholeh, Inang, Joko Sunarto, Joko Sampurna, dan Cokro, mengalami luka di bagian wajah dan kepala. Tanpa sadar, mereka memukul wajahnya sendiri dengan parut kelapa.

Sang penelepon menyatakan tindakan itu harus mereka lakukan sebagai upaya menjalankan ritual menghancurkan musuh calon bupati Tuban, Fathul Huda, yang memenangi pemilihan kepala daerah pada 1 Maret lalu. Jika perintah memukulkan parut ke wajah dan kepala tidak dituruti, kelimanya akan dimutasi ke daerah terpencil.

Perilaku aneh kelima petugas pemadam kebakaran itu dipergoki teman mereka. Seisi kantor pun gempar. ”Kami tidak sadar dan takut, sebab orang itu mengaku Sekda. Jika tidak dituruti, kami akan dimutasi,” kata Sholeh, salah seorang korban.

http://regional.kompas.com/read/2011/03/10/21502993/