Tampilkan postingan dengan label Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2014

Acara Pelantikan Jokowi Akan Diamankan TNI dan Polri

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin langsung apel siaga menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2014). Apel tersebut dilakukan untuk mempersiapkan prajurit TNI dalam acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2014 [Lihat Foto: Apel Siaga Menjelang Pelantikan Presiden].
"Saya telah terima paparan dari Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya dan Danpaspamres. Semua dalam keadaan siap untuk lakukan pengamanan dalam jumlah cukup dan memadai," ujar Moeldoko, seusai memimpin apel siaga, di Parkir Timur Senayan, Kamis pagi.

Dalam apel tersebut, Moeldoko menekankan kepada para prajuritnya bahwa tugas TNI adalah melindungi presiden dan wakil presiden sebagai lambang negara. Ia pun menyatakan siap berkoordinasi dengan Polri selama kegiatan pelantikan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.

"Pembagian tugas dan komando pengendalian antara TNI dan Polri sudah jelas. Serius, waspada! Pengendalian pengamanan tertinggi di tangan Panglima TNI. Pengamanan presiden dan wapres maupun VVIP memiliki standar yang tak boleh dikurangi sedikit pun," tegas Moeldoko.

Kapolri Jenderal Sutarman dan beberapa petinggi Polri juga hadir dalam apel ini. Adapun peserta apel adalah para prajurit TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Pasukan Pengamanan Presiden.

Berikut ini rincian jumlah personel yang hadir dalam apel tersebut:
1.TNI AD sejumlah 1200 personel, yang terdiri dari, Kostrad: 300 personel, Kodam Jaya: 600 personel, SAT-81 Gultor Kopassus: 100 personel, dan Kopassus: 200 personel.

2. TNI AL sejumlah 300 personel, yang terdiri dari, Denjaka: 100 personel, Marinir: 200 personel.

3. TNI AU sejumlah 300 personel, yang terdiri dari, Denbravo-90: 100 personel, dan Paskhas: 100 personel.

4. Paspampres sejumlah 100 pers.

Dalam apel ini ditampilkan pula 10 panser Anoa dan enam truk militer Reo. Abba Gabrillin

http://foto.kompas.com/photo/detail/2014/10/16/66789165315771413392442/
* www.ayojambi.com/

Rabu, 15 Oktober 2014

Ribuan Porsi Mie dan Bakso Siap Dibagikan Gratis pada "Syukuran Rakyat"

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelantikan Presiden RI pada 20 Oktober 2014 mendatang rupanya disambut baik oleh Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO). Pada tanggal tersebut, ratusan pedagang akan menyumbangkan dagangannya sukarela demi memeriahkan Syukuran Rakyat.
"Ini bukannya menyumbang untuk Pak Jokowi lho ya, murni menyumbang bagi masyarakat yang ingin bergabung merasakan syukuran," ujar Koordinator Lapangan Kuliner Syukuran Rakyat sekaligus relawan Jokowi-Ahok, Chrisna Murti, Rabu (15/10/2014) di Markas Relawan Jokowi-JK, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat.

Detailnya, dalam acara tersebut, sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Monumen Nasional akan berjejer ratusan pedagang. Mereka akan dibagi menjadi tiga titik yaitu di sekitar Bundaran HI, sepanjang Jalan MH Thamrin hingga menuju Monas, dan di Monas itu sendiri.

Saat ini, panitia mencatat akan ada 850 gerobak bakso dan mi ayam yang mampu menyediakan 112.000 porsi. Sementara gerobak ketoprak mampu menyediakan sekitar 7.000 porsi, dan siomay 5.000 porsi.

Selain itu, ada juga perusahaan mamanan dan minuman yang menyumbangkan produk-produk mereka. "Jumlahnya sekitar ribuan juga," ungkap Chrisna.

Tak hanya itu, Relawan Jokowi Wong Cilik juga dikabarkan akan menyumbangkan 2.500 nasi bungkus, 48.000 gelas air mineral, 5.000 snack, dan 50 peti buah masing-masing berisi 15 kilogram.

"Dengan jajanan rakyat yang begitu besar seperti ini, kuliner dalam Syukuran Rakyat ini bisa mencetak rekor MURI," tandas Chrisna.

Ia menambahkan, panitia masih terbuka untuk sumbangan-sumbangan makanan dan minuman hingga menjelang hari H.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/16/06284011/Ribuan.Porsi.Mie.dan.Bakso.Siap.Dibagikan.Gratis.pada.Syukuran.Rakyat.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Pelantikan Jokowi, Masyarakat Boleh Masuk Istana

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo akan menjalani upacara penyambutan sebagai presiden di Istana pada 20 Oktober 2014 mendatang. Masyarakat boleh menghadiri proses upacara itu di Istana.
"Ini kali pertama rakyat diizinkan melewati pagar Istana," kata koordinator "Syukuran Rakyat Salam 3 Jari", Jay Wijayanto, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu, 15 Oktober 2014.(Baca: Pelantikan Jokowi Diamankan 24.800 Polisi)

Jay mengatakan Istana memperbolehkan masyarakat untuk mengikuti jalannya upacara di Istana. "Ada sekitar 7.000 kursi untuk rakyat yang dipersilakan untuk mengikuti proses di dalam Istana," katanya.

Menurut Jay, biasanya Istana hanya diperbolehkan untuk presiden, wakil presiden, dan tamu negara. Namun, pada hari pelantikan Jokowi, masyarakat diperbolehkan mengantre untuk dapat memasuki Istana. "Istana untuk rakyat," katanya. (Baca: Kata Hatta Rajasa Soal Hadiri Pelantikan Jokowi)

http://www.tempo.co/read/news/2014/10/15/078614633/Pelantikan-Jokowi-Masyarakat-Boleh-Masuk-Istana
* www.ayojambi.com/

Ini Kereta Kencana yang Digunakan Jokowi Menuju Istana Negara

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta memastikan kereta kencana yang akan digunakan oleh presiden terpilih Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, adalah salah satu dari 10 kereta kencana yang pernah digunakan pada acara festival keraton sedunia, Desember 2013.
Kereta itu akan digunakan pada acara kirab budaya seusai pelantikan Jokowi-JK pada 20 Oktober mendatang. 

"Iya, rencananya menggunakan kereta kencana. Kereta itu merupakan kereta yang telah dilakukan pengadaan pada saat acara festival keraton sedunia," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman saat dihubungi, Rabu (15/10/2014).

Menurut Arie, saat ini kereta kencana yang akan digunakan oleh Jokowi-JK masih berada di Taman Mini Indonesia Indah. Selain akan menggunakan kereta kencana, kata Arie, kirab budaya Jokowi-JK juga akan dimeriahkan oleh puluhan Abang dan None Jakarta. [Baca: Ahok: Demi Jokowi, Lima Tahun Sekali, Okelah]

"Ini merupakan bentuk partisipasi dari Pemerintah Provinsi DKI dalam menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru," ujar Arie.

Seperti diberitakan, Jokowi dan JK akan melakukan arak-arakan dengan menggunakan kereta kencana seusai mereka dilantik di gedung Parlemen. Adapun rute yang akan dilalui adalah di sepanjang Jalan Sudirman, Thamrin, dan Medan Merdeka Barat, tepatnya dari Bundaran Semanggi menuju Istana Negara.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/15/15432321/Ini.Kereta.Kencana.yang.Digunakan.Jokowi.Menuju.Istana.Negara?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Usai dilantik di MPR, Jokowi-JK naik andong menuju Istana

MERDEKA.COM. Penyambutan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) akan digelar meriah pada 20 Oktober mendatang. Para relawan akan mempersembahkan sesuatu yang menarik untuk menyambut pemimpin baru.
Relawan Jokowi-JK akan menggelar kirab budaya saat pelantikan keduanya. Kirab budaya itu merupakan persembahan relawan sebagai bentuk suka cita kemenangan Jokowi.

Usai pelantikan di MPR, Jokowi-JK akan naik andong dari Semanggi menuju Istana. Di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin berbagai acara akan dihadirkan.

Acara konser musik juga bakal digelar di sekitaran Monas. Rencananya, Jokowi akan pidato di Monas dan memotong tumpeng raksasa.

Malam harinya, Jokowi akan menggelar doa bersama relawan dan melepaskan ribuan lampion ke langit. Selanjutnya, Jokowi-JK akan menerima tamu negara untuk makan malam.

Usai makan malam, rencananya Jokowi bernyanyi duet dengan band metal. Acara tersebut akan dimeriahkan dengan band-band lainnya.

https://id.berita.yahoo.com/usai-dilantik-di-mpr-jokowi-jk-naik-andong-044725579.html* www.ayojambi.com/

Minggu, 12 Oktober 2014

Pelantikan Jokowi-JK, 100 Ribu Relawan Akan Padati Monas

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Bidang Aksi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Syafti Hidayat mengatakan, kelompok relawannya akan mengadakan acara khusus dalam rangka menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden baru Indonesia pada 20 Oktober mendatang. Syafti mengatakan, acara tersebut merupakan bentuk syukur atas resminya presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjadi pemimpin Indonesia untuk lima tahun ke depan.
"Kami ada acara syukuran dan pesta rakyat, sekaligus mengantar Jokowi ke istana," ujar Syafti saat dihubungi Kompas.com, Minggu (12/10/2014) malam.

Syafti mengatakan, acara yang rencananya digelar di Monumen Nasional itu akan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari grup band Slank dan beberapa artis lainnya yang merupakan pendukung Jokowi-JK. Ia menambahkan, acara tersebut tidak jauh beda dengan konser "Salam Dua Jari" beberapa waktu lalu, yang diinisiasi oleh relawan Jokowi dan melibatkan puluhan artis sebagai pengisi acara.

"Selain Slank, banyak artis lain. Jadi kolaborasi antara relawan dan Slank. Konsepnya seperti konser salam dua jari," kata Syafti.

Selain acara musik, kata Syafti, dalam kegiatan tersebut juga akan diadakan pergelaran pakaian adat, tarian, dan juga orasi oleh Jokowi seusai dilantik oleh DPR sebagai penutup acara. Ia memperkirakan total relawan yang akan hadir dalam acara tersebut sekitar 100.000 orang.

"Habis dilantik, nanti Jokowi dari DPR langsung ke Monas," kata Syafti.

Sementara itu, Koordinator Nasional Projo, Budi Arie Setiadi memastikan bahwa aksi para relawan dalam mengawal pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung damai. Ia mengatakan, Projo telah berkoordinasi dengan kelompok relawan lainnya antara lain Seknas Jokowi, Pusat Informasi Relawan, dan Jasmev untuk menggagas Gerakan Rakyat 20 Oktober atau Geruduk.

"Semua elemen bersama-sama merayakan pelantikan pemimpin rakyat. Kami akan bergerak bersama dari Senayan sampai Monas," ujar Arie.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/13/06004131/pelantikan.jokowi-jk.100.ribu.relawan.akan.padati.monas?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Jumat, 25 Juli 2014

Presiden Xi Jinping Ucapkan Selamat ke Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING  -- Presiden Cina Xi Jinping mengucapkan selamat kepada Joko Widodo sebagai presiden terpilih dalam pemilihan umum Indonesia sembari menyatakan keinginannya bekerjasama untuk meningkatkan hubungan Cina-Indonesia.
Dalam pesannya yang dikirim Rabu seperti dikutip Kantor Berita Xinhua, Xi percaya bahwa di bawah kepemimpinan Jokowi, sapaan Joko Widodo, Indonesia pasti akan membuat progres baru dalam pembangunan negara dan pembaruan nasional.

Xi mengatakan sebagai negara berkembang utama di Asia,  Cina dan Indonesia berbagi kepentingan bersama yang luas dalam tingkat bilateral, regional, dan multilateral.

Cina, lanjut Xi, telah memprioritaskan Indonesia dalam lingkungan diplomasinya dan memandang sebagai mitra yang dapat diandalkan.

Xi menilai ikatan kedua negara berada dalam waktu terbaik sepanjang sejarah dan kedua pihak tengah menghadapi peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pembangunan.

Xi juga berkeinginan untuk bekerjasama dengan Jokowi untuk menguatkan hubungan antara kedua negara dan masyarakatnya sehingga berkontribusi besar terhadap perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di wilayah dan di dunia.

Sementara, Kantor Berita Xinhua menyebut Joko, sebagai gubernur Jakarta Ibukota Indonesia, memenangkan pemilihan presiden pada 9 Juli dengan persentase suara 53,15 persen yang mengacu pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/07/25/n99gx3-presiden-xi-jinping-ucapkan-selamat-ke-jokowi
* www.ayojambi.com/

Senin, 21 Juli 2014

Rekapitulasi final Kawalpemilu: Jokowi 53,16%, Prabowo 46,84%

MERDEKA.COM. Situs kawalpemilu.org selesai melakukan rekapitulasi hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014. Berdasarkan formulir DC1 terakhir yang masuk, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Pasangan Jokowi-JK unggul dengan 70.997.859 suara (53,16 persen). Sementara pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 62.576.444 suara (46,84 persen).
Pasangan Jokowi-JK unggul di 23 provinsi yakni Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Papua Barat.

Sementara Prabowo-Hatta unggul di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, NTB, Kalimantan Selatan, Gorontalo dan Maluku Selatan.

Jumlah suara sah nasional mencapai 130.177.796, sementara suara tidak sah mencapai 1.950.768.

DC1 merupakan data yang dikirim dari provinsi yang telah diplenokan pada tingkatannya dan bukan merupakan hasil final tingkat nasional. Karena data tersebut dapat berubah sesuai dengan hasil rapat pleno pada tingkat diatasnya atau pada rapat pleno tingkat pusat.

"PENGUMUMAN KAWAL PEMILU: PENGHITUNGAN USAI. Penghitungan kami sudah usai. DC1 sudah mencapai 100%. Pasangan Prabowo-Hatta : 46,84%. Pasangan Jokowi-JK : 53,16%. Jokowi - Jusuf Kalla Unggul. #HasilAkhirKP." demikian pengumuman terakhir yang dibuat kawalpemilu.org di akun Facebooknya pada Senin (21/7).

https://id.berita.yahoo.com/rekapitulasi-final-kawalpemilu-jokowi-53-16-prabowo-46-190804187.html* www.ayojambi.com/

Kepada Mas Joko Widodo

Kepada yang baik hatinya, Mas Joko Widodo.
Barangkali, inilah kali terakhir saya memanggil Anda dengan sebutan Mas. Besok, setelah tanggal 22 Juli, saat Anda insya Allah terpilih sebagai presiden negeri ini, mana berani saya memanggil sampean dengan sebutan Mas. Bisa-bisa dipelototin sama para pengawal Anda.
Sekadar mengingatkan, Mas. Kita bertemu pertama kali pada tanggal 12 April 2012 di ruang rapat redaksi Kompas.com. Waktu itu pagi-pagi benar Anda datang ke kantor kami untuk silaturahim berkait dengan pencalonan Anda menjadi gubernur DKI. Saya tanya, kelak kalau sudah jadi gubernur mau dipanggil Mas atau Bang, seperti para gubernur sebelum-sebelumnya. "Terserah saja," begitu jawab Anda.

Baiklah, lantaran sampean orang Jawa, selisih umur kita juga cuma dua tahun, maka saya panggil Mas saja kepada Anda, Mas Joko Widodo. Tapi beneran, saya janji, ini kali terakhir saya menyapa Anda dengan sebutan Mas. Selain khawatir dipelototin para pengawal Anda, rasanya enggak enak juga ya memanggil presiden dengan panggilan Mas. Mas Presiden! Patutnya memang Pak, Bapak Presiden, itu jika Anda terpilih jadi presiden.

Pada pertemuan tersebut, saya merasakan betul betapa Anda tak memasang jarak. Kita leluasa ngobrol ke sana kemari dengan santai. Sempat juga saya tanyakan, apakah Anda juga akan menyisihkan gaji Anda sebagai gubernur untuk kegiatan sosial seperti ketika menjadi Wali Kota Surakarta. Anda cuma senyum, sebuah senyum yang cukup sulit diterjemahkan.

Sebagai manusia, tentu saja Anda juga tak luput dari kekurangan. Salah seorang anggota tim sukses Anda bilang kepada saya bahwa Anda adalah unorganized, susah diatur oleh protokoler. Anda bergerak ke mana hati Anda berkata. Begitulah yang saya dengar saat Anda tak memenuhi kesepakatan yang pernah kita bikin untuk membuka pameran bersama para pelukis Gelanggang Remaja Jakarta Selatan (Garajas).

Sungguh Mas, waktu itu saya sakit hati terhadap Anda. Sampai saya bilang ke anggota tim sukses Anda kala itu, "Mau ditaruh di mana muka saya di depan kawan-kawan pelukis yang mengharapkan kehadiran Anda."

Cukup lama juga saya "dendam" terhadap Anda. Sampai akhirnya saya bisa berdamai dengan diri saya dan bisa memaklumi kenapa Anda tak jadi datang untuk membuka pameran lukisan itu. Tahu enggak, Mas, salah satu alasan kenapa kemudian saya "memaafkan" sampean? Itu karena saya lihat Anda bekerja secara bersungguh-sungguh untuk membenahi Kota Jakarta. Saya lihat Anda blusukan ke got-got yang mampat, ke sungai yang dipenuhi sampah, ke warga-warga miskin.

Ya, akhirnya saya bisa memaklumi Anda, dengan asumsi bahwa kala itu pasti Anda sibuk sekali mendatangi konstituen yang tersebar di beberapa tempat di Jakarta yang macet. Maka seperti Anda juga, saya pun bilang ke diri saya, "Aku rapopo".

Selanjutnya saya pun menyaksikan Anda dari kejauhan, melalui televisi maupun berita di koran, online, serta radio. Termasuk saat Anda terpilih menjadi gubernur. Sempat kita satu pesawat menuju Yogyakarta pada pertengahan Juni 2013. Seperti yang diceritakan beberapa orang, memang benar Anda duduk di kelas ekonomi di belakang bangku saya.

Seperti yang saya saksikan langsung. Anda datang sendiri tanpa pengawal dari arah depan menuju kursi belakang. Sontak kedatangan Anda membuat "kegaduhan" para penumpang demi melihat Anda sepesawat dengan mereka.

Oh ya, saya ingin memberi kesaksian untuk menjawab tuduhan mereka yang nyinyir bahwa Anda memang sengaja berjalan dari bagian depan pesawat menuju kursi Anda di bagian belakang supaya dilihat para penumpang lain, ya sekadar pencitraan begitu. Padahal, yang saya tahu, pintu bagian belakang pesawat memang tidak terbuka sehingga semua penumpang harus melalui pintu bagian depan.

Waktu terus bergulir. Kabar mengenai Anda pun saya hikmati. Anda bersama Wagub Ahok dinilai sukses membenahi Waduk Ria Rio, membenahi pedagang di Tanah Abang, di Pasar Minggu, terus Anda masuk ke dalam daftar 50 pemimpin hebat dunia versi majalah Fortune edisi 7 April 2014. Pria yang akrab disapa Jokowi itu menempati urutan ke-37. Sampai akhirnya Anda mendeklarasikan menjadi calon presiden republik ini di rumah Si Pitung di Marunda. Maka, sejak itulah panji-panji sebagai calon presiden dikibarkan.

Hilanglah keraguan dari pihak lawan maupun pendukung. Bagi pihak lawan, kian jelas, Andalah musuh bersama mereka. Bagi pendukung, kian solidlah mereka yang selama ini memang telah memuja Anda. Ketika akhirnya kandidat capres hanya ada dua, diri Anda dan Prabowo Subianto, maka bangsa ini pun langsung terbelah menjadi dua, yakni mereka yang mendukung Anda dan bagian lainnya yang mendukung Prabowo.

Hari-hari berat pun mulai Anda lalui. Kampanye hitam yang mematikan datang bertubi-tubi. Anda dituduh sebagai keturunan Islam gadungan, beraliran PKI, melakukan tindak korupsi, dan tuduhan keji lainnya. Atas semua tuduhan itu, sampean cuma bilang, "Aku rapopo".

He-he-he, tapi kalimat "Aku rapopo" yang sebetulnya berkonotasi ikhlas itu masih juga dijadikan bahan untuk menyerang Anda. Mereka yang berseberangan menuduh Anda sebetulnya tak bisa apa-apa, alias bodoh, karena bisanya cuma bilang "Aku rapopo".

Jika saya menjadi Anda, pasti saya akan salah tingkah dan salah gaya. Mau ngapain aja serba salah. Tapi untunglah Anda kuat hatinya dan juga kuat badannya. Walhasil, Anda tetap fokus menuju istana sebagai calon presiden. Bahkan kalau boleh jujur, di akhir-akhir debat presiden, Anda semakin kukuh dan yakin bakal memenangi Pilpres 2014.

Mas Jokowi yang baik hati. Besok tanggal 22 Juli KPU mengumumkan hasil pilpres. Para pendukung Anda—seperti juga pendukung Prabowo—yakin Anda akan memenangi pemilihan tersebut. Jika esok benar Anda terpilih menjadi presiden, itu kian mempertegas kebesaran Tuhan bahwa tiada makhluk yang bisa mengubah dan mengatur takdir. Seberapa pun biaya dikeluarkan, apa pun cara dipakai untuk menghadang Anda, jika Tuhan telah menetapkan Anda jadi presiden, maka jadilah Anda sebagai presiden.

Barangkali, telah tertulis di loh mahfuz bahwa pada usia ke-53 Anda, pada tanggal 22 Juli, sebulan setelah Anda berulang tahun, Anda terpilih sebagai presiden. Jika ini benar terjadi, maka gugurlah segenap teori tentang bibit-bebet-bobot, tentang dedeg piadeg Anda yang kerempeng dan ndeso dan tidak pantes jadi presiden.

Ya, ya... Anda hanyalah lelaki sederhana yang lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo serta merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ayah Anda berasal dari Karanganyar, sementara kakek dan nenek berasal dari sebuah desa di Boyolali. Anda mengawali pendidikan dengan masuk SD Negeri 111 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah.

Sebagaimana galibnya wong cilik, Anda pernah juga mengalami kesulitan hidup. Terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, Anda memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahanda, sampean mulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Penggusuran yang Anda alami sebanyak tiga kali pada masa kecil memengaruhi cara berpikir dan kepemimpinan Anda kelak setelah menjadi Wali Kota Surakarta saat harus menertibkan permukiman warga.

Oh ya, Mas. Ada juga lho yang menyamakan perjalanan Anda menuju RI 1 sebagai lakon "Petruk jadi ratu". Itu artinya, karena Anda itu lebih pantas jadi kawulo dan tidak pantas jadi ratu, maka kelak ketika menjadi presiden pun enggak akan lama. Sebab, kedudukan Anda pantasnya memang sebagai kawulo, sebagai rakyat.

Saran saya, biarin saja, Mas. Tetaplah Anda berpegang pada jargon "Aku rapopo". Sebab saya yakin, para pendukung Anda pasti akan berpikir sebaliknya. Kendati Anda bertampang sebagai kawulo, sebagai Petruk, tapi Anda memiliki kemuliaan hati sebagai seorang kesatria, sebagai Abimanyu. Tidak pernah sekali pun Anda mengolok-olok lawan Anda, sebagaimana lawan-lawan Anda mengolok-olok sampean.

Para pendukung Anda tentulah meyakini benar bahwa Anda adalah kesatria terpilih yang akan memimpin para kawula, rakyat negeri ini. Para pendukung Anda pasti akan legawa memangku Anda sebagai "raja". Tugas kawula hanyalah memangku raja, agar ia dapat menduduki takhtanya.

Sebab, pendukung Anda yang tulus itu, yang berjumlah 1.289 kelompok relawan Jokowi-JK di seluruh Indonesia, adalah rakyat yang telah memiliki kesadaran sebagai rakyat yang dapat membantu penguasa untuk menuliskan sejarahnya. Mengapa mereka memilih Anda? Sebab, dari jejak rekam Anda, mereka tahu bahwa Anda itu jenis penguasa yang menghargai kawula, yang berkorban demi kawula, tidak malah menjadi benalu bagi rakyatnya. Mereka juga tahu, bahwa Anda mau berkorban demi mereka. Itulah sebabnya, mereka ikhlas menyiapkan kursi bagi Anda untuk menjadi seorang raja, seorang presiden.

Semoga Anda mengerti ini semua bahwa kuasa itu hanyalah sarana buat berkorban. Jika tak memiliki kesadaran ini, Anda tidak akan dianggap oleh rakyat. Raja akan tamat riwayatnya sebagai raja jika sudah ditinggal rakyatnya. Raja yang tidak dipangku rakyat adalah raja yang koncatan (ditinggalkan) wahyu.

Ah, saya mendadak teringat ucapan Petruk dalam cerita pewayangan, "Rakyat itu ada sepanjang zaman. Sementara raja itu tidaklah abadi. Ia bertakhta hanya dalam masa tertentu. Ketika masa itu lewat, ia harus turun atau binasa. Sementara rakyat terus ada. Buktinya, saya ini ada di sepanjang zaman. Menjadi punakawan, hamba yang menemani penguasa dari masa ke masa, sampai hari ini. Kawula iku ana tanpa wates, ratu kuwi anane mung winates (rakyat itu ada tanpa batas, sedangkan raja ada secara terbatas)."

Mas Joko Widodo yang suka blusukan, demikian surat dari saya. Tetaplah menjadi Petruk, tetapi berkepribadian sebagai Abimanyu. Tetaplah bersama kawula dan jangan sekali-sekali membuat jarak dengan rakyat.

Wis yo Mas, sing ati-ati, di jalan banyak angin ribut, badai, dan juga serigala!

@JodhiY

http://nasional.kompas.com/read/2014/07/21/16113471/

Rekapitulasi Suara 20 Provinsi, Jokowi-JK Unggul 6,7 Juta Suara

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu Presiden 2014 untuk 20 provinsi hingga Senin (21/7/2014) sore. Proses rekapitulasi suara nasional masih terus dilakukan.
Dari hasil penghitungan 20 Provinsi, Jokowi-JK unggul dengan 29.264.926 suara (56,48 persen). Adapun Prabowo-Hatta sebesar 22.550.760 suara (43,52 persen). Total 51.815.686 suara. Berikut data rekapitulasi 20 provinsi tersebut:

1. Kalimantan Barat
Prabowo-Hatta: 1.032.354 suara
Jokowi-JK: 1.573.046 suara

2. Nusa Tenggara Barat
Prabowo-Hatta: 1.844.178 suara
Jokowi-JK:  701.238 suara

3. Aceh
Prabowo-Hatta: 1.089.290 suara
Jokowi-JK:  913.309 suara

4. Sumatera Selatan
Prabowo-Hatta: 2.132.163 suara
Jokowi-JK: 2.027.049 suara

5. Kalimantan Selatan
Prabowo-Hatta: 941.809 suara
Jokowi-JK: 939.748 suara

6. Kepulauan Riau
Prabowo-Hatta:  332.908 suara
Jokowi-JK: 491.819  suara

7. Jambi
Prabowo-Hatta: 871.316 suara
Jokowi-JK: 897.787 suara

8. Bangka Belitung
Prabowo-Hatta: 200.706 suara
Jokowi-JK: 412.359 suara

9. D.I Yogyakarta
Prabowo-Hatta: 977.342 suara
Jokowi-JK: 1.234.249 suara
10. Bengkulu
Prabowo-Hatta: 433.173 suara
Jokowi-JK:  523.669 suara

11. Sulawesi Barat
Prabowo-Hatta: 165.494 suara
Jokowi-JK: 456.021 suara

12. Kalimantan Tengah
Prabowo-Hatta: 468.277 suara
Jokowi-JK: 696.199 suara
13. Sulawesi Tenggara
Prabowo-Hatta: 511.134 suara
Jokowi-JK: 622.217 suara

14. Gorontalo
Prabowo-Hatta: 378.735 suara
Jokowi-JK: 221.497 suara

15. Sumatera Barat
Prabowo-Hatta: 1.657.056 suara
Jokowi-JK: 507.052 suara

16. Bali
Prabowo-Hatta: 614.241 suara
Jokowi-JK: 1.535.110 suara

17. Riau
Prabowo-Hatta: 1.349.338 suara
Jokowi-JK: 1.342.817 suara

18. Maluku
Prabowo-Hatta: 433.981 suara
Jokowi-JK: 443.049 suara
19. Sulawesi Tengah
Prabowo-Hatta: 632.009 suara
Jokowi-JK: 767.151 suara

20. Jawa Tengah
Prabowo-Hatta: 6.485.720 suara
Jokowi-JK: 12.959.540 suara

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/21/16372191/

Jumat, 13 Juni 2014

Darmawan: Setyardi, Komisaris PTPN XIII, Pengelola "Obor Rakyat"

MERDEKA.COM. Tak tahan menanggung beban dihujat sendirian, kolomnis portal berita inilah.com, Darmawan Sepriyossa akhirnya angkat bicara. Pria yang selama ini dituding berada di balik terbitnya kampanye hitam lewat Tabloid Obor Rakyat mengungkap pelaku sebenarnya. Sang pelaku adalah Setiyardi, salah satu Komisaris PTPN XIII. Dan bukan kebetulan jika Setiyardi adalah kawan dekat Darmawan. Mereka sama-sama bekas jurnalis di Majalah TEMPO.

Dalam testimoninya di inilah.com, Darmawan berkisah.
Suatu hari di akhir April 2014, setelah Pemilihan Legislatif 2014 yang memunculkan PDI Perjuangan sebagai pemenang ia ditelepon Setiyardi. "Dia bilang, sedang coba-coba membuat tabloid politik, dan meminta saya mencarikan pengamat politik yang bisa menuliskan artikel," tulis Darmawan.

Untuk setiap artikel pendek itu, Darmawan meminta honor Rp 2 juta yang harus dibayar dua hari setelah tulisan diterima. Darmawan kemudian menghubungi penulis yang juga dosen ilmu komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto. Gun Gun inilah yang belakangan berang setelah tahu tulisannya muncul di Tabloid Obor Rakyat.

Lihat pengakuan Darmawan di sini : (Link: http://nasional.inilah.com/read/detail/2109274/tentang-obor-rakyat-dan-saya#.U5qNAPl_tVm)

Dua hari kemudian, Darmawan dan Setiyardi bertemu di sebuah rumah makan. Mereka berdiskusi dalam sikap yang sama: cari cara untuk turut andil menghambat naiknya Joko Widodo jadi presiden. Sebagai bekas jurnalis di media ternama, Setiyardi telah datang dengan sebuah konsep: menerbitkan tabloid, Tabloid Obor Rakyat.

Semula Darmawan kaget dengan kenyataan bahwa tabloid itu tak dikelola sebuah tim kerja. "Waktu saya tanya soal tabloid itu, siapa saja pengelolanya. Setiyardi mengatakan belum ada, hanya dirinya. Tentu saja saya kaget. Meski bukan tidak mungkin, itu pekerjaan yang teramat sulit," kisah Darmawan.

Tapi Setiyardi sudah punya jalan keluarnya. "Kita ambil saja tulisan-tulisan kritis yang berseliweran di Facebook, Twitter, kan banyak," kata Setiyardi, seperti ditulis Darmawan.

Menurut Setiyardi, tak semua orang punya akun di Facebook dan bahkan tidak mengakses internet dalam kesehariannya. Untuk itulah dibutuhkan sebuah media cetak untuk meneruskannya ke khalayak yang tak membaca laman-laman di dunia maya. Darmawan terbujuk. Ia bersedia mengelola tabloid itu dengan nama samaran, sementara Setiyardi memampangkan namanya di kotak redaksi, tapi dengan nama panjang Setiyardi Budiono.

"Dia bahkan berkata akan menambahkan nama almarhum ayahnya dalam mashead, menjadi Setiyardi Boediono," tulis Darmawan.

Nama Setyardi Budiono ini memang terpampang sebagai Pemimpin Redaksi Tablod Obor Rakyat yang beredar di pesantren belakangan ini.

Darmawan juga sempat bertanya, dari mana dana pembuatannya. Setiyardi menjawab dananya sendiri lebih dari cukup untuk membiayai penerbitan. Darmawan percaya. Bukan sekali dua Setiyardi bikin media cetak. Pada sekitar 2005-2005 lalu, misalnya, perusahaannya, Senapati Media, sempat membuat majalah bulanan luks bernama 69+, yang dia bagikan gratis. Biaya produksi dll semuanya ditutup oleh iklan.

Setiyardi sendiri di halaman Facebook-nya benar-benar lantang memuja Prabowo dan menghujat Joko Widodo. Dalam banyak status, ia mendorong Kejaksaan Agung untuk menyatakan Joko Widodo sebagai tersangka dalam kasus Trans Jakarta. Pada Rabu 11 Juni lalu, ia menulis status ini: "Ya Allah, jangan biarkan pemerintah kami dikuasai orang-orang PDI Perjuangan.... "

Beberapa kali pula Setiyardi menyatakan kemarahannya akan informasi bahwa PDI Perjuangan mengajukan mayoritas calon anggota legislatif non-muslim.
Lalu siapa Setiyardi? Lelaki asal Lampung ini lulusan STT Telkom Bandung. Ia berpindah jalur jadi wartawan Majalah TEMPO sejak majalah berita itu terbit kembali pasca bredel tahun 1998. Sebuah skandal keuangan kecil membuat ia diminta keluar dari majalah tersebut.

Pada saat Pilkada DKI tahun 2012, Setiyardi aktif sebagai anggota tim media di tim sukses Fauzi Bowo yang kemudian dikalahkan oleh Joko Widodo.

Kendati kalah, Setiyardi telah punya cantolan hidup langsung di pusat kekuasaan: Andi Arief, staf khusus Presiden RI bidang bencana. Setiyardi adalah kawan sekampung Andi Arief, sama-sama dari Lampung. Tapi entah bagaimana prosesnya, Setiyardi kemudian jadi asisten Velix Wanggai, staf khusus Presiden RI bidang otonomi daerah.

Tahun 2013, Setiyardi diangkat menjadi Komisaris PT. Perkebunan Nasional XIII -- sebuah BUMN perkebunan yang mengelola perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit dan karet di Pulau Kalimantan. Ayah tiga anak ini kini bermukim di Komplek PWI di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.


Bagaimana pun, pengakuan Darmawan dan juga bukti keterlibatan Setiyardi masih menyisakan pertanyaan: siapa penyandang dana penerbitan tabloid kampanye hitam yang menyebar masif itu? Untuk itu kita menunggu investigasi penegak hukum. (skj)

https://id.berita.yahoo.com/darmawan-setyardi-komisaris-ptpn-xiii-pengelola-obor-rakyat-070000391.html

Senin, 09 Juni 2014

Live Blog: Debat Pertama Pasangan Capres-Cawapres dalam Pemilu 2014

22.29 WIB: Terima kasih sudah mengikuti live blog kami. Sampai jumpa di debat capres berikutnya, 15 Juni 2014.
22.22 WIB: Pernyataan penutup Prabowo:
“Tujuan kita bernegara adalah menjadi bangsa yang adil, makmur, sejahtera. Kalau kekayaan kita tidak tinggal di negara kita, bocor terus ke luar, walau kita punya sistem demokrasi yang indah, kesejahteraan rakyat akan susah dicapai.

Jika kami mendapat mandat, kami akan menyelamatkan kekayaan itu. Agar demokrasi menjadi produktif, memberi kesejahteraan. Bukan demokrasi ‘wani piro’, demokrasi yang produktif. Dengan menyelamatkan kekayaan negara untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita, kita optimis.

Niat kami untuk meminimalkan korupsi, menghasilkan manajemen yang baik, menghasilkan jasa-jasa yang dibutuhkan rakyat, sehingga ujungnya adalah kepastian hukum yang mantap bagi rakyat Indonesia.

Dengan komitmen yang kuat, kita bisa menghasilkan cita-cita pendiri bangsa kita. Kita ingin menjadi bangsa yang mandiri, produktif, bukan hanya pasar, pemasok tenaga kerja rumah, bukan jadi pembantu di negara-negara yang jauh, tapi ingin rakyat sejahtera cukup pangan, sandang, papan. Kita ingin jadi negara terhormat, tenang menghadapi masa depan.”

22.18 WIB: Jokowi memberi pernyataan penutup, “Berdasarkan pengalaman dan bukti, jika rakyat memberi amanah, mereka akan bekerja keras, bekerja siang malam. Pemerintahan yang bersih bisa kita hadirkan, kepastian hukum bisa kita hadirkan.

Terima kasih atas semua rakyat Indonesia yang mendukung demokrasi berjalan dalam kegembiraan. Pilpres juga bisa menjadi kegembiraan rakyat. Terima kasih atas ibu saya yang selalu mendoakan, istri saya, Iriana, yang hadir, ibu Mufidah Jusuf Kalla dan anak-anak Pak JK yang hadir dalam upaya kami mendedikasikan hidup kami untuk bangsa dan negara.

Pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum adalah yang utama. “Kalau presiden nomor dua.”

22.08 WIB: Menurut Jokowi, 85% anggaran daerah berasal dari pusat, maka daerah bisa didorong untuk mengikuti permintaan pusat menggunakan politik anggaran atau reward dan punishment. Mekanisme sederhana yang, menurut dia, jarang diberlakukan.

Politik anggaran bisa kita lakukan, misalnya saat pusat meminta ada layanan terpadu satu pintu. “Daerah semua diperintah harus buat itu. Kalau tidak, dana alokasi khususnya dipotong atau dikurangi. Buat daerah, ini sudah menakutkan.”

Lalu, soal peraturan yang tumpang tindih, tidak akan terjadi jika aturan hanya lewat satu pintu, Sekretariat Negara. “Kalau semua kementerian bisa ngeluarin tidak lewat Setneg, akan seperti ini. Pintunya diberi satu, agar arahannya seiring dan sejalan.”

Kualitas birokrasi, sesuatu yang tidak sulit-sulit amat untuk diperbaiki. “Tapi kita sudah pesimis. Saya dan Pak JK sangat optimis, SDM-nya baik-baik, ada doktor, magister, kenapa tidak bekerja dengan baik? Karena sistemnya tidak dibangun di situ.”

E-government, dari budgeting, procurement, audit, purchasing, cash flow management system bisa dilakukan. “Tinggal saya pencet tab bisa kelihatan semuanya. Panggil saja programmer, bisa dan sudah dilakukan.”

Pola rekrutmen harus dengan seleksi dan pelelangan terbuka. “Ini hanya niat atau tidak niat. Mau atau tidak mau. Itu saja.”

Jusuf Kalla bilang pemimpin yang baik adalah yang bisa meyakinkan bawahannya untuk bisa melakukan sesuai yang diperintahkan. Kegotongroyongan di pusat dan daerah, partai harus jadi urusan kedua setelah pemerintah, tujuan bernegara. Instrumen fiskal, kebijakan, dan pengawasan pusat, sebenarnya pemerintah bisa berbuat.

Indonesia sudah mengalami desentralisasi, jadi pusat tak perlu terlalu banyak, perlu penciutan lembaga di pusat karena pembangunan kini ada di daerah.

Pelatihan dan pengembangan juga perlu untuk birokrasi yang, JK mengutip Jokowi, “baik-baik.”

22.01 WIB: Moderator menanyakan pertanyaan terakhir. Banyaknya kelembagaan tumpang tindih, begitu juga dengan banyaknya peraturan yang tumpang tindih vertikal dan horizontal, ada juga kualitas birokrasi yang butuh sentuhan reformasi. Apa saja langkah konkret Anda untuk keluar dari tata pemerintahan tersebut agar visi misi Anda bisa terlaksana?

Prabowo-Hatta dapat giliran pertama.
“Kami sadar sepenuhnya setiap usaha perbaikan pasti ada halangan, tumpang tindih peraturan, pemimpin politik yang berasal dari latar belakang dengan kepentingan berbeda. Strategi untuk melawan ini, kita harus memilih beberapa sektor yang menentukan, tidak bisa memperbaiki segala keadaan di semua sektor. Harus ada sektor kunci yang mempengaruhi sektor lain, lalu menentukan sasaran, management by objective.”

Dari ketahanan pangan kita bisa dapat keamanan, rasa optimis rakyat, dapat devisa, kemudian bisa berinvestasi,

Pangan, energi, infrastruktur, reformasi birokrasi, sasaran pokok yang harus kami selesaikan duluan.

Opini rakyat kini sangat menentukan, kalau kita memiliki tujuan yang baik, punya keinginan memperbaiki kehidupan rakyat, dengan niat yang ikhlas, bisa kita selesaikan.

Kita ingin air bersih, pangan murah, sekolah, rumah sakit, jalan yang bagus, kereta api, masyarakat tidak akan mendukung pemerintah yang mau mendukung pemerintah yang seperti ini?

Kita adalah pelayan rakyat, kita hanya bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Hatta membahas soal reformasi birokrasi. Tak ada ukuran dan capaian yang pasti dalam pelayanan publik sehingga jadi bertele-tele dan mahal. Organisasi harus efisien, jangan gemuk, untuk mengurangi birokrasi yang bertele-tele.

Asas akuntabilitas dalam kinerja, semuanya harus bisa dipertanggungjawabkan. Pemberantasan korupsi harus masif—penguatan KPK, polisi, dan kejaksaan agar apa yang sudah jadi kebijakan tak bisa diselewengkan begitu saja.

Jumlah aparat yang didesain tak sesuai struktur organisasi harus kita pangkas.

21.45 WIB: Jokowi kini menanyakan ulang, apa konkretnya pelaksanaan menjunjung tinggi HAM dan melawan diskriminasi?

Jusuf Kalla bertanya lagi, tak semua pelanggaran HAM terkait dengan bom, seperti saat 1998. Tapi di kasus 1998, apa pernyataan atasan Prabowo terhadap tindakan yang dia ambil saat itu?

Menurut Prabowo, langkah konkret berujung pada pendidikan. Masalah hak asasi manusia adalah pendidikan di semua sektor, aparat, pejabat-pejabat, karena sering petugas diberi perintah tapi saat secara politis tidak tepat, maka petugaslah yang disalahkan.

Tentang diskriminasi, mereka sudah sepakat untuk melawan itu, tapi ujungnya adalah pendidikan. “Buat pak Jusuf Kalla, penilaiannya, pada atasan saya, kalau bapak ingin tahu, tanyakan pada atasan saya.”

Kini Hatta menjawab. Salah satu hak mendasar adalah tidak adanya diskriminasi terhadap hukum, semua sama di mata hukum. Tidak boleh apapun ada diskriminasi latar belakang, agama. “Jika kita diberi amanat akan mencermati betul masalah-masalah diskriminatif di sektor-sektor ini, apakah akses di sumber kemakmuran, sumber daya alam, apakah diskriminasi masih terjadi, akan menjadi perhatian kami yang serius.”

21.39 WIB: Jusuf Kalla menanyakan bagaimana Prabowo-Hatta akan menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu?

Prabowo kini menjawab.
Tugas utama pemerintah adalah melindungi segenap tumpah darah dari segala ancaman, dari dalam dan luar negeri. Sekian puluh tahun saya adalah abdi negara, mencegah kelompok-kelompok radikal mengancam keselamatan hidup orang-orang yang tidak bersalah. Jika kita menghadapi kelompok perakit bom, mereka ini ancaman terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu kewajiban sebagai prajurit melaksanakan tugas yang menilai adalah atasan. “Saya mengerti arah Bapak. Saya tidak apa-apa. Tapi saya ada di sini, saya sebagai mantan prajurit sudah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Selebihnya atasan yang menilai.”

“Kira-kira itu kan alasannya, saya tak bisa menjaga HAM karena pelanggar HAM? Padahal bapak tidak mengerti, kami harus mengambil keputusan yang sulit.

Contohnya, di Singapura, memegang bom saja hukuman mati, jangankan merakit. Jadi, saya pembela HAM yang paling keras di negeri ini. Hati nurani saya bersih, saya tidak ragu-ragu.”

21.33 WIB: Prabowo bertanya lagi karena dia belum jelas, bagaimana kriteria mengizinkan dan tidak mengizinkan pemekaran? Apakah jumlah penduduk? Letak geografis? Keamanan? Seperti apa yang Bapak kira untuk mengizinkan penambahan kabupaten?

Jokowi yang menjawab. Banyak yang harus dikalkulasi, pertama potensi ekonomi yang ada apa bisa menopang untuk mandiri? Artinya, apa ada PAD untuk menunjang ekonomi? Apakah rakyatnya akan mendapat manfaat atau hanya elitenya? Dan tentu keluasan menjadi perhitungan, karena daerah yang luas akan dipegang oleh satu bupati tidak akan efektif dalam melayani rakyatnya.

Jumlah penduduk juga harus menjadi pertimbangan. Apakah penduduk yang sedikit bisa dapat pemekaran? Bisa saja, asal memberi manfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Intinya adalah pemanfaatan untuk rakyat, bukan untuk elite politiknya.

Jusuf Kalla berterimakasih karena pasangan Prabowo-Hatta setuju 100% dengan mereka. Ukurannya adalah efektivitas, dampak baik dan buruk. Asas yang pokok adalah manfaat, bukan geografis, letak, atau jumlah penduduk, tapi jangkauan pemerintah pada rakyatnya.

21.27 WIB: Pertanyaan dari Prabowo-Hatta buat Jokowi-JK, saat ini pemilihan kepala daerah untuk bupati dan wali kota ada sekitar 500 dan butuh biaya Rp500 triliun, jika lewat DPRD akan menghemat Rp13 triliun. Apa yang akan dilakukan untuk membuat pilkada lebih efisien dan apakah Jokowi-JK akan terus memekarkan wilayah sementara beban anggaran sudah cukup berat?

Jokowi bilang, sebagai bentuk kedaulatan rakyat, pemilihan kepala daerah—bupati dan wali kota harus tetap seperti sekarang, namun teknisnya harus diubah, yaitu secara serentak untuk menghemat,

Tempat-tempat yang memang sangat dimekarkan untuk lebih mengembangkan provinsi dan wilayah itu, tidak ada masalah, tapi dengan catatan, jika mereka tidak bisa mandiri bisa dihapus lagi atau ditarik.

Yang penting tidak ada lobi-lobi lagi, menekan ke pusat, tapi harus dengan perhitungan yang cermat dan teliti. Anggaran jangan kita habiskan untuk pemekaran, tapi tidak menyasar ke pelayanan dan pembangunan ke wilayah itu. Pemberian izin pemekaran harus diperketat.

Jusuf Kalla menambahkan, pilkada dijamin oleh Undang-Undang Dasar dan dijamin secara demokratis, langsung. Tidak sekadar kita mengembalikannya ke pilkada, tapi juga menjamin prosesnya berlangsung efisien. Ada keseragaman, dua sampai tiga kali melakukan pemilu secara bersamaan, parlemen, presiden, dan pilkada demi penghematan.

21.13 WIB: Menurut Prabowo, UUD 1945 sudah cukup jelas menjamin keragaman dan perbedaan. “Kami sudah jelas dan tegas, termasuk mencalonkan Ahok dari kelompok minoritas sebagai wagub buat Jokowi.” Sebagai Ketua Gerindra, menurut Prabowo, dialah yang paling tegas melawan serangan-serangan terhadap pencalonan Ahok.

Intinya, menurut Prabowo, adalah pendidikan, contoh, dan keteladanan dari semua unsur pimpinan. Dalam kegiatan sehari-hari, kami berusaha memelihara Bhinneka Tunggal Ika itu. Terutama dalam proses rekrutmen dan pembinaan politik. Oleh karena itu, komitmen Partai Gerindra sudah jelas. Kami tidak main-main dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Hatta Rajasa menambahkan bahwa negeri ini dibangun dengan keinginan untuk NKRI, sentimen nasionalisme dan multikulturalisme. Ke-Bhinneka-an adalah harga mati dan keberagaman. Kami berdua meyakini perbedaan adalah rahmat dan kemampuan merawat, memelihara, saling menghormati antara mayoritas dan minoritas untuk menjadi bangsa unggul.

21.09 WIB: Pertanyaan berikutnya. Saat ini terjadi banyak pelanggaran hak asasi dari mayoritas terhadap minoritas dan gejala sukuisme yang nyata-nyata merusak semboyan mengayomi Bhinneka Tunggal Ika. Kerangka hukum apa yang akan Anda bangun untuk memperkuat masyarakat Bhinneka Tunggal Ika? Bagaimana Anda menjaga prinsip tersebut dari pihak-pihak manapun yang ingin merusaknya?

Ini jawaban Jokowi-Jusuf Kalla.
Keberagaman kita sudah final. Kami sudah tidak ingin mengungkit-ungkit ini lagi. Saya berikan contoh kongkret, saat mengangkat Lurah Susan di Lenteng Agung lewat lelang terbuka kompetensi, administrasi, manajer dan kepemimpinannya, tapi kemudian ada protes karena faktor agama, saya bilang itu sudah final. Yang paling penting adalah dilaksanakan.

Kita tidak bisa meyakinkan orang dengan pidato. Semua agama dan suku menjadi bagian negara ini. Jusuf Kalla kemudian bicara soal rekam jejaknya mengatasi konflik di Poso, Aceh, sebagai buktinya mengatasi konflik perbedaan keyakinan.

21.03 WIB: Dengan pertanyaan yang sama, Jokowi-JK juga harus menjawabnya.

Menurut Jokowi, harus ada pola rekrutmen politik yang baru, seperti di PDIP. “Saya bukan ketua partai, tapi saya dijadikan capres karena ada rekam jejak.” Sejak awal dia menyatakan ingin membangun koalisi ramping, tak perlu banyak-banyak partai, tapi mengedepankan rakyat, bukan bagi-bagi menteri, kursi di depan, untuk menghindari agar tidak hanya bagi-bagi kursi.

Dalam melaksanakan kampanye, kami ingin mendapat dukungan dari rakyat, karena itu kami membuka rekening gotong royong rakyat sehingga bisa diaudit oleh lembaga kredibel. Agar kami tidak bisa ditekan oleh keinginan-keinginan.

Jusuf Kalla menambahkan, partai pendukung kami adalah keikhlasan. Tidak ada janji siapa menjabat apa, menteri apa lebih tinggi, itu yang menyebabkan kami biaya murah sehingga tidak ada tekanan.

Pengalaman kita semua, bersyukur, partai tidak banyak, Bahwa yang disangkakakan kami tertekan, tidak, karena atas keikhlasan. Insya Allah akan terbebas karena keikhlasan.

Jokowi bicara lagi. Capres tak harus dari ketua umum partai. “Ini tradisi baru yang harus kita mulai, sehingga yang maju adalah yang terbaik, bukan ketua partai.”


20.58 WIB: Biaya parpol dan pemilihan anggota parlemen sangat mahal sehingga menyebabkan terjadinya perilaku koruptif anggota partai dan parlemen. Parpol dan parlemen adalah pelaku koruptif di begitu banyak negara. Pada saat yang sama, Anda sebagai capres-cawapres disokong parpol yang mungkin mengidap hal sama. Padahal, sebagai presiden nanti, Anda butuh dukungan parlemen. Bila Anda terpilih, apa langkah-langkah nyata yang akan Anda lakukan untuk menjadikan pemerintahan Anda bersih, efektif, stabil dan menghindarkan diri dari rongrongan partai politik pendukung dengan balas budi dan kemudahan mendapat uang?

Prabowo-Hatta menjawab.
Menurut Prabowo, ini adalah inti masalah, tapi dia percaya dengan “tidak ada pengikut yang jelek, hanya ada pemimpin-pemimpin yang jelek.” Sebagai pemimpin, jika kita tegas meyakinkan mitra bahwa kita bergabung dengan syarat untuk tidak merongrong APBN/D. “Ini syarat saya.”

Di semua partai, banyak kader-kader dan patriot yang baik untuk membangun bangsa dan negara. Motifnya hanya membangun negara. Sepakat untuk tidak mengambil APBN/APBD satu sen pun.

Ekonomi kita sangat besar, potensi dan kekayaan kita sangat besar. Kita harus mewujudkan suasana masyarakat modern yang membuat rakyat ingin menyumbang pada partainya. Kita ingin kader untuk menyumbang perjuangan partai.

Hatta mengatakan, presiden pemegang mandat rakyat, bukan pada partai politik. Oleh karena itu, jangan pernah permisif atau tunduk pada permintaan partai. Presiden perlu tegas sesuai rencana pembangunan jangka panjang. Selain itu, jangan menempatkan pemilihan menteri pada alokasi. Yang penting adalah memberi kesempatan pada putra-putri terbaik untuk tergabung dalam kabinet ahli.

Harus ada evaluasi kritis pada pilkada yang sarat dengan uang. Kami bertekad untuk merevisi demokrasi yang murah, sederhana, dan mendorong munculnya putra-putri terbaik. Demokrasi yang betul-betul dari rakyat dan untuk rakyat untuk Indonesia berkemakmuran.

20.44 WIB: "Indonesia masih tinggi persepsi korupsinya, ada mafia peradilan sehingga hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Pertanyaannya, apa agenda khusus untuk memperbaiki keadaan ini? Silakan yakinkan rakyat bahwa Anda orang yang tepat sebagai pemimpin yang adil dan menjamin hak asasi manusia," ini pertanyaan moderator buat Prabowo-Hatta.

Prabowo mengakui bahwa korupsi, kinerja pemerintah, keadilan lemah pada yang kuat dan kaya adalah masalah umum di Indonesia. Semua akibat kebocoran kekayaan nasional. Kebocoran ini menyebabkan tidak adanya sumber daya untuk menjamin kesejahteraan hidup para pejabat dan penegak huum. Gaji bupati yang sedikit sementara kampanye habis Rp15 miliar, akibatnya mereka akan mengambil dari APBD.

Menteri-menteri juga begitu, gajinya sekarang Rp18 juta, sementara tanggung jawab yang dikelola sangat besar. Pejabat yang ketakutan dengan masa depan dan pensiun akan mencari uang. Sistem demokrasi kita yang begitu liberal mewajibkan setiap pemimpin politik untuk cari uang, sehingga mereka akan mengandalkan kader-kadernya di DPR dan departemen-departemen.

Menurut Prabowo, elite bangsa Indonesia juga agak lengah membiarkan sumber-sumber daya ekonomi kita terlalu banyak mengalir ke luar bangsa kita. Kalau kita ingin mengurangi korupsi, kita harus menjamin kualitas hidup pejabat negara.

Hakim, polisi, jaksa, semua penegak hukum dan pejabat di tempat-tempat penting harus dijamin kualitas hukumnya. Sebagai gambaran, Hakim Agung di Inggris gajinya lebih besar dari Perdana Menteri-nya. "Jika kita ingin memperbaiki ini dan itu, ujung-ujungnya uang." Pendidikan harus diperbaiki, butuh investasi dana yang besar. Kalau soal rekrutmen, Prabowo setuju dengan Jokowi-JK, untuk mengambil orang-orang terbaik dengan sistem terbuka. Dengan teknologi modern kita bisa mengurangi kebocoran-kebocoran itu.

Hatta menambahkan kita harus agresif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi lewat memperkuat KPK. Yang pertama, pencegahan, yang kedua, monitor. Semua institusi harus dipertanggungjawabkan kinerjanya.

20.37 WIB: Segmen kedua, moderator kini akan memberi pertanyaan terkait visi dan misi yang disampaikan oleh kedua kandidat. Pertama untuk Jokowi-JK, dalam konstelasi UUD 1945, GBHN tak lagi dikenal, tapi lewat rencana pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Untuk proyek jangka panjang, harus ada kesinambungan dengan pembangunan pemerintahan sebelumnya.

Apa evaluasi kritis terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung, memperbaiki yang belum berhasil, dan mengubahnya?

Menurut Jokowi, sebaiknya, perencanaan dalam jangka panjang menjadi titik acuan buat siapapun yang jadi presiden dan wakil presiden, tanpa itu pembangunan akan terpotong-potong. Yang baik, akan kita lanjutkan, yang tidak baik akan kita evaluasi, tetapi prinsip-prinsip harus kita isikan pada pemerintahan baru nanti. Termasuk juga ideologi. "Kita tidak ingin meninggalkan rencana jangka panjang, menengah, karena itu haluan, titik akhir yang akan dituju oleh bangsa dan negara ini. Namun yang prinsip dan ideologi harus kita pertahankan."

Meski begitu, Jokowi tak menyebut apa yang ia maksud dengan prinsip dan ideologi itu.

Jusuf Kalla menambahkan, setiap lima tahun ada evaluasi pembangunan. Ekonomi kita kini merosot, anggaran defisit, produksi minyak semua turun. Pemerintahan yang akan datang harus memperbaiki semua itu. Jika dulu pertumbuhan ekonomi 7%, sekarang 5%. Efisiensi harus direformasi, sistem pembinaan semangat, revolusi mental dari sistem pendidikan, mengurangi korupsi. Tanpa pemerintahan yang baik, perubahan-perubahan itu tidak terjadi.

Prinsip pokok yang harus dijaga adalah kepastian hukum, hak asasi manusia, otonomi daerah, bagaimana desa dibangun, pengusaha kecil diberi keutamaan. Tanpa itu semua tak bisa mencapai pemerintah yang bersih. Pemerintah yang bersih adalah yang efektif, melayani secepat-secepatnya, transparan, dan terbuka seperti dikatakan Jokowi.

Si capres juga menambahkan, “Rencana itu penting, tapi bagaimana melaksanakan, mengeksekusi, dari detik ke detik, hari ke hari, minggu ke minggu, karena di kita itu yang paling lemah adalah manajemen dan pengawasan.”

20.16 WIB: “Demokrasi buat kami adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Oleh karena itu setiap hari kami datang ke kampung, bantaran sungai, pasar, pelelangan ikan, karena kami ingin mendengar suara rakyat, untuk berdialog dan mencari manfaatnya. Pak JK sudah banyak menyelesaikan konflik dengan dialog, musyawarah. Begitu juga dengan Tanah Abang, kami mengajak makan, musyawarah, untuk mencari manfaat dari pemindahan itu.”

Pemerintahan bersih terdiri dari dua hal, pertama adalah pembangunan sistem. “Baik sebagai wali kota maupun gubernur, kami melakukan, e-budgeting, e-procurement, e-catalogue, e-auditing, pajak online, yang bisa dinasionalkan jika Jokowi-JK diberi amanah memimpin.”

Cara kedua adalah pola rekruitmen yang benar lewat seleksi dan promosi terbuka sehingga yang memegang pimpinan-pimpinan di dirjen dan lembaga tidak karena kedekatan atau faktor senang dan tidak senang.

Jusuf Kalla diberi kesempatan bicara.
Negara kita adalah negara hukum, harus taat, dan memastikan agar mematuhi aturan hukum. Salah satu syarat, menghormati hak asasi manusia. Hal pokok untuk kepastian hukum harus dilakukan secara umum dan tak mungkin tanpa ketauladanan. Pemimpin itu harus taat hak asasi manusia.

Sekarang masyarakat berkurang kepercayaannya pada institusi hukum. KPK harus diperkuat, jangan penyidiknya hanya 60, diperkuat anggaran dan personelnya. Polisi dan jaksa harus sinkron dengan semua itu, tanpa keduanya tak mungkin memberi kepastian hukum.

Sekali lagi, Jusuf Kalla menegaskan bahwa pemimpinnya harus menghormati hak-hak asasi manusia.

20.07 WIB: Prabowo mendapat giliran pertama untuk bicara enam menit soal visi misi yang paling penting untuk ia angkat dalam tema malam ini. Demokrasi harus dipertahankan, dikembangkan, bagian dari cita-cita pendiri bangsa. Sudah diperjuangkan dengan banyak pengorbanan. Demokrasi kita masih banyak kekurangan, butuh pendidikan politik — baru merasakan punya hak untuk ikut pemilu tapi belum merasakan betapa pentingnya hak itu dilaksanakan dengan penuh pencerahan dan rasa tanggung jawab.

Pemerintahan yang bersih — syarat mutlak bagi tujuan akhir, Indonesia berdaulat, bersatu, adil dan makmur, membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Demokrasi adalat alat, tangga menuju cita-cita Indonesia kuat dan sejahtera. Kita ingin demokrasi yang produktif, bukan destruktif, membawa kemakmuran bagi rakyat. Pemerintahan bersih dari korupsi adalah syarat mutlak.

Kepastian hukum adalah jaminan bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk melestarikan demokrasi dan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Karena masih ada waktu dua menit, Hatta Rajasa pun menambahkan bahwa demokrasi harus menghapus diskriminasi dan menjamin hak asasi manusia. Hukum harus berlaku sama, setiap warga negara sama di hadapan hukum. D”emokrasi bukan sekadar alat, tapi sistem nilai yang harus kita tegakkan untuk mengantarkan kita ke kemakmuran. Demokrasi haruslah mencerminkan bahwa semua warga dapat menyampaikan hak-hak tanpa diskriminasi dan membuatlembaga-lembaga demokrasi berjalan dengan baik untuk demokrasi produktif.

20.01 WIB: Debat malam ini akan dipandu oleh Zainal Arifin Mochtar, doktor UGM di bidang antikorupsi. Zainal Arifin Mochtar sudah memanggil Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dari teriakan pendukung, tampaknya Jokowi-JK membawa lebih banyak orang. Prabowo-Hatta mengenakan kemeja putih dan peci hitam khas, sementara Jokowi-JK lebih memilih memakai jas dan dasi. Kini mereka menyanyikan "Indonesia Raya" untuk membuka acara.

19.45 WIB: Halo pembaca, Yahoo Indonesia. Selamat datang di liveblog debat capres-cawapres perdana dalam rangkaian kampanye pemilihan presiden 2014. Malam ini, dua pasang capres-cawapres akan tampil bersama dalam topik pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih, dan kepastian hukum. Acara ini akan ditayangkan di SCTV, Indosiar, dan Berita Satu. Menurut jadwal resmi KPU, debat akan berlangsung mulai jam 20.00 WIB

https://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/live-blog--debat-pertama-pasangan-capres-cawapres-dalam-pemilu-2014-124543226.html

Sabtu, 07 Juni 2014

Pengukuhan Tim Relawan Jenggala Nusantara Jambi

JAMBI,ayojambi.com - Pengukuhan Tim Relawan dilakukan di Posko Kemenangan Tim Relawan Jenggala Nusantara di Jalan Soekarno Hatta Palmerah Jambi oleh Marsekal TNI (Purn) Basri Sidehabi (7/6).
Ada 3 tim yang dideklarasikan, di antaranya, Tim Relawan Jenggala Nusantara, Tim Relawan Keluarga Nusantara, Tim Relawan Lembang Nusantara.

Relawan yang hadir dalam acara pengukuhan tim relawan Jenggala Nusantara Provinsi Jambi, siap memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu Presiden 9 Juli 2014 mendatang.

Lima partai politik yang berkoalisi bekerjasama untuk memenangkan Jokowi-JK di Provinsi Jambi.
Partai-partai politik itu diantaranya PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI. Gabungan partai pengusung dan partai pendukung itu mensepakati pembentukan tim pemenangan Jokowi- JK di Provinsi Jambi selain dari Tim-Tim yang sudah ada mereka  akan membentuk Tim Pemenangan dari Jokowi-JK untuk memperkuat Tim lainnya yang sudah terbentuk terlebih dahulu.

Dalam pengarahanya, Marsekal TNI (Purn) Basri Sidehabi, bahwa optimisme tersebut seiring dengan antusias masyarakat yang mendukung pasangan Jokowi-JK. (Romy)
* www.ayojambi.com/