Tampilkan postingan dengan label Pelantikan Presiden Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelantikan Presiden Jokowi-JK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Oktober 2014

Cerita Jokowi Minta Ajudan Tidur Bareng Satu Ranjang

KISAH: Keakraban Jokowi bersama ajudan, sopir dan makan bersama di warung kaki lima.

JAKARTA – Suatu kali, Herwin, ajudan pertama Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Surakarta, dibuat kaget saat diajak tugas luar kota di Jakarta.
Jokowi meminta Herwin untuk memesan satu kamar saja. Herwin mengira, ia akan tidur di sofa, sedangkan Jokowi tidur di kasur. Namun, Jokowi malah menyuruh Herwin untuk tidur satu kasur dengannya.

Demikian seperti dikutip dari buku Jokowi Pemimpin Berjiwa Rocker. Meskipun sudah terbiasa dengan sikap Jokowi yang tidak mengenal batas protokoler pejabat dan ajudan, tetap saja Herwin merasa canggung, sebab tidak semua pejabat mau melakukan hal tersebut.

Seorang kepala daerah biasanya bangga dengan peraturan baku protokoler pemerintahan. Namun Jokowi memilih jalan di luar kelaziman para pejabat tersebut. Bukan hanya tidur satu kamar, Jokowi kerap makan satu meja bersama ajudan dan sopirnya bahkan sering juga berbagi lauk dan sayur dalam satu piring.

Sebagai pemimpin yang lahir dari keresahan akan kondisi daerah yang tak kunjung maju, sikap Jokowi sangat sederhana dan praktis. Peraturan protokoler yang dianggapnya tidak efisien, ia modifikasi menjadi lebih luwes.

Contohnya mengenai pemesanan kamar tadi. Hal itu ia lakukan untuk menghemat biaya akomodasi tugas luar kota, selain juga untuk keperluan efektivitas koordinasi.

Kedekatan dengan ajudan dan orang-orang di sekelilingnya, ternyata bukan hanya sebatas hubungan profesional. Jokowi juga menganggap bawahannya seperti kerabat sendiri.

Keakraban Jokowi bersama sopir dan para ajudannya sering terlihat ketika makan bersama di warung kaki lima. Tak jarang Jokowi juga mengajak istri dan anak-anaknya.

Sikapnya yang bersahabat dengan wong cilik ia terapkan pula ketika membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL). Tidak ada perlawanan dari para pedagang ketika penertiban dilakukan. Jokowi memerintahkan Satpol PP untuk “mengudangkan” senjata dan pentungan mereka.

Sebaliknya, para pedagang kaki lima diajaknya makan siang bersama di Loji Gandrung, rumah dinas Jokowi. Dari obrolan yang terjadi, muncullah kesepahaman visi, sehingga PKL ikhlas di relokasi.

Lantas untuk persoalan gaji, Jokowi termasuk dari sedikit kepala daerah yang tak mempermasalahkannya. Suami Iriana itu bahkan tidak pernah menggunakan gaji yang ia dapat untuk kepentingan pribadi.

Kerinduan masyarakat akan sosok pemimpin yang merakyat, mengantarkan pengusaha kayu dan mebel ini ke gerbang istana negara. Jokowi adalah antitesa dari kebanyakan pejabat publik dengan rapor merah.

http://www.ruangpojok.com/berita/peristiwa/cerita-jokowi-minta-ajudan-tidur-bareng-satu-ranjang.html* www.ayojambi.com/

Kamis, 16 Oktober 2014

Acara Pelantikan Jokowi Akan Diamankan TNI dan Polri

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko memimpin langsung apel siaga menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2014). Apel tersebut dilakukan untuk mempersiapkan prajurit TNI dalam acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2014 [Lihat Foto: Apel Siaga Menjelang Pelantikan Presiden].
"Saya telah terima paparan dari Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya dan Danpaspamres. Semua dalam keadaan siap untuk lakukan pengamanan dalam jumlah cukup dan memadai," ujar Moeldoko, seusai memimpin apel siaga, di Parkir Timur Senayan, Kamis pagi.

Dalam apel tersebut, Moeldoko menekankan kepada para prajuritnya bahwa tugas TNI adalah melindungi presiden dan wakil presiden sebagai lambang negara. Ia pun menyatakan siap berkoordinasi dengan Polri selama kegiatan pelantikan di Gedung MPR, Senayan, Jakarta.

"Pembagian tugas dan komando pengendalian antara TNI dan Polri sudah jelas. Serius, waspada! Pengendalian pengamanan tertinggi di tangan Panglima TNI. Pengamanan presiden dan wapres maupun VVIP memiliki standar yang tak boleh dikurangi sedikit pun," tegas Moeldoko.

Kapolri Jenderal Sutarman dan beberapa petinggi Polri juga hadir dalam apel ini. Adapun peserta apel adalah para prajurit TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Pasukan Pengamanan Presiden.

Berikut ini rincian jumlah personel yang hadir dalam apel tersebut:
1.TNI AD sejumlah 1200 personel, yang terdiri dari, Kostrad: 300 personel, Kodam Jaya: 600 personel, SAT-81 Gultor Kopassus: 100 personel, dan Kopassus: 200 personel.

2. TNI AL sejumlah 300 personel, yang terdiri dari, Denjaka: 100 personel, Marinir: 200 personel.

3. TNI AU sejumlah 300 personel, yang terdiri dari, Denbravo-90: 100 personel, dan Paskhas: 100 personel.

4. Paspampres sejumlah 100 pers.

Dalam apel ini ditampilkan pula 10 panser Anoa dan enam truk militer Reo. Abba Gabrillin

http://foto.kompas.com/photo/detail/2014/10/16/66789165315771413392442/
* www.ayojambi.com/