Tampilkan postingan dengan label Makin Kelenteng Sai Che Tien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makin Kelenteng Sai Che Tien. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

占碑华人庆祝伏羲帝仙圣诞千秋隆重举行

 
 
 
 
礼请中国道士林泽宗主持 千多人参与法会

【本报讯】6月12日上午,庆祝伏羲帝仙圣诞千秋法会,在占碑省占碑埠哥尼区獅仔殿隆重举行.筹委礼请来自中国道士林泽宗主持法会,法会肃穆,场面热闹。占碑孔教理事主席黄春回、葉进全主席及郑建平主席等及千多虔诚信徒参与法会 [Lihat Foto:伏羲是]

筹委郑建平主席表示,伏羲是华人的根之所在 ,也可说伏羲是華人的祖仙。以伏羲时代为标帜,中华民族从蒙昧跨入了文明的门槛。。我们尊崇伏羲,敬重伏羲,时常为伏羲坚韧不拔的奋斗精神所感召,所激励。

黃春回表示,伏羲帝仙在孔教里是受广大信徒的遵从和祈拜。+伏羲画八卦、结网罟、取火种、兴嫁娶、造书契、创乐器,一系列的发明创造,犹如永不熄灭的明灯,照亮了中国几千年的历史。

法会在林泽宗道士念咒诵唱后,众人祈拜后,祈祷国泰民安、六时吉祥,一帆风顺。随后,是由乩童为信徒开药方及护身符。

本报记者明光报道/ Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20150616/223033.shtml

Jumat, 12 Juni 2015

Umat Khonghucu Memperingati Hari Besar Fu Xi


JAMBI, ayojambi – Lebih dari 1000 umat Khonghucu di Jambi memperingati Hari Besar Shenming Hook Hie Tee Shien atau hari kelahiran Fu Xi 慶祝伏羲帝仙聖誕千秋, di Kelenteng Sai Che Tien Jambi 印尼占碑省占碑埠哥尼區獅仔殿, Jumat (12/6/2015). Fu Xi diyakini sebagai nabi pertama peletak dasar ajaran agama Khonghucu sekaligus Nenek Moyang Masyarakat Tionghoa di Tiongkok 伏羲是華人的祖仙 [Lihat Gambar: Hari Besar Fu Xi].
Sembahyang Hari Besar Fu Xi 伏羲 dipimpin langsung oleh Rohaniawan (Taoshe) dari Lim Tek Chong dari Tiongkok (China) 中國道士林澤宗.

Ajaran Fu Xi 伏羲 sudah ada sejak 6.000 tahun sebelum Masehi. Saat itu, kondisi masyarakat di daratan Tiongkok saling memperebutkan kepentingan masing-masing dan menjatuhkan satu sama lain.

"Ajaran yang dibawa Fu Xi 伏羲 menjadi cikal bakal tumbuhnya keyakinan Rujiao, yang berlanjut pada ajaran Konfusius, dan kini menjadi agama Khonghucu," ujar Darmadi Tekun 鄭建平主席. Tambah Darmadi Tekun 鄭建平主席, tak kalah penting bahwa, Fu Xi 伏羲 mengajari  masyarakat Tiongkok cara bercocok tanam, cara memasak, cara membuat jala ikan, dan Fu Xi 伏羲 pencipta Pat Kwa (Delapan Trigram) 八卦 dls.

Dalam peringatan hari Fu Xi 伏羲 ini dihadiri Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Jambi, Darman Wijaya 黃春回主席, Ketua MAKIN Gi Hong Tong, Alex 葉進全主席Sujanto  anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jambi dan Kota, serta ribuan umat setempat. (ROMY)
* www.ayojambi.com/

Kamis, 05 Maret 2015

Puluhan Ribu Warga Sambut Perayaan Cap Go Meh Di Jambi

JAMBI, ayojambi.com - Ribuan warga kota Jambi memadati kawasan koni untuk mengikuti prosesi perayaan Malam Cap Go Meh [Lihat Gambar: Cap Go Meh] yang digelar oleh umat Khonghucu di Jambi, perayaan malam Cap Go Meh selain dihadiri warga kota Jambi dan sekitarnya, juga dihadiri oleh warga Sumatera Selatan (Palembang), Batam dan Pakanbaru (Riau).
Menariknya perayaan yang selalu dipadati warga itu, juga memadukan pelepasan 200 buah lampion terbang di MAKIN Kelenteng Sai Che Tien dan MAKIN Kelenteng Leng Chun Keng. Cap Go Meh sendiri merupakan prosesi keagamaan Khonghucu sebagai bagian dari akhir perayaan Imlek 2566 Kongzili.

Banyak kalangan yang hanya tahu Malam Perayaan Cap Go Meh, namun tidak tahu apa yang tergandung dalam perayaan Cap Go Meh, istilah Cap Go Meh nampaknya lebih akrab dan melekat sebagai sebutan di kalangan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Padahal dari sononya lebih dikenal dengan nama Goan Siao Cui atau Goan Meh artinya bulan purnama pertama pada tanggal 15 Imlek, Cap Go artinya 15 dan Me malam.

Hari raya Cap Go Meh merupakan rangkaian upacara terakhir dari tahun baru Imlek, pada hari itu keluarga yang merayakan kembali menggelar sesaji di altar abu leluhur, bisa juga di meja biasa bagi yang tidak lagi memelihara abu leluhur. Sesaji untuk acara cap go meh lebih sederhana bila dibandingkan saat tahun baru Imlek, Ceng Beng. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Puluhan Ribu Warga Sambut Festival Cap Go Meh Di Jambi


JAMBI, ayojambi.com - Puluhan ribu warga kota Jambi dari berbagai elemen berbaur memadati kawasan koni untuk mengikuti festival perayaan Malam Cap Go Meh [Lihat Gambar: Cap Go Meh] yang digelar oleh umat Khonghucu di Jambi, perayaan malam Cap Go Meh selain dihadiri warga kota Jambi dan sekitarnya, juga dihadiri warga dari Sumatera Selatan (Palembang), Batam dan Pakanbaru (Riau).
"Sekitar puluhan barisan pembawa bendera kebesaran para roh suci, Lampion, kursi tandu singasana para dewa, Barongsai, Liong.” (5/3).

Bahkan puluhan ribu warga memadati perkampungan Tionghoa (China Town) untuk menyaksikan malam Cap Go Meh, acara tersebut diikuti 12 Tandu (kio) dan 10 kitong turun ke jalan meramaikan prosesi tersebut.

Menariknya perayaan yang selalu dipadati warga itu, selain pesta kembang api, juga  pelepasan 200 buah lampion terbang di MAKIN Kelenteng Sai Che Tien  印尼占碑省獅仔殿廟宇 dan MAKIN Kelenteng Leng Chun Keng 印尼占碑省龍春宮廟宇. Cap Go Meh sendiri merupakan prosesi keagamaan Khonghucu sebagai bagian dari akhir perayaan Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili. (Romy)
* www.ayojambi.com/