Tampilkan postingan dengan label 伏羲. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 伏羲. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juni 2018

占碑埠狮仔殿庙祝伏羲帝仙圣寿暨犒赏军将寿

 
 
2018年6月9日(农历四月廿六日),占碑埠哥尼区狮仔殿庙,庆祝伏羲帝圣寿暨犒赏军将寿,来自中国的林泽取道士主持庆典活动仪式。
  此次庆典活动的首日(四月廿五日)上午十时起,鼓拈香,法表请圣 清供,献青安奉出令,请安五营神将至晚上。是日晚七时开始,设有卡拉OK歌唱联欢会并释放花灯,热闹气氛令活动增色,助兴群众约有百余名。
  翌日(四月廿六日)上午十时开始,循惯备办牲礼果品敬拜天公,然后祭拜庙内祝寿伏羲帝仙及列位恩主诸佛神搞赏内外军,祈求神佑:风调雨顺,国泰民安,化灾纳福,民族和谐相亲相爱。祭拜礼毕后,开设120桌平安餐宴招持,与会者约千余人,宴会中有卡拉ok歌唱舞蹈余兴节目,场面非常热闹。
  庆典活动临结朿前 该庙理事长郑建平与郑连丁代表全体理事会,特登台向来宾们致意,对大家百忙中拨冗参加庆典,亦为伏羲帝仙神灵显赫,香火鼎盛而感欣慰,同时向各位表示万分感谢,并祈仙公:赐佑大家身体健康,家庭幸福,事业进步,万事如意。
  本报记者明光报道/Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180622/648180.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi

Sabtu, 09 Juni 2018

占碑埠哥尼區狮仔殿庙中安奉伏羲帝仙

JAMBI – Pada saat memasuki gerbang MAKIN klenteng Sai Che Tien, sayup-sayup terdengar irama suara gendrang diiringi irama suling yang begitu merdu di dengar, dan suara taoshe (Sai Kong) yang tengah membaca mantera So Bun (sejenis surat pemberitahuan) yang dibacakan oleh Sai Kong Lim Tek Chu yang sengaja di undang dari Tiongkok (China).

Suasana dalam klenteng, kilauan sinar dari pancaran lilin-lilin merah menambah keindahan klenteng yang mayolitas berwarna merah, selain itu aroma wewangian dari gaharu/ hio yang dinyalakan umat Khonghucu.

Dihalaman depan dan samping kiri kanan klenteng ratusan umat tengah menyaksikan atraksi barongsai dari perkumpulan Leng Chun Sai Jambi, turut menyemarakan acara hari ulang tahun senren “Hook Hie Te Shien” yang biasa disebut Shien Kong, selain merayakan haur sin beng, ada juga ritual Kho Kun yaitu persembahan sesajian kepada para pengawal dewa-dewa (军將).

Dari pantauan di klenteng sudah mulai dipadati oleh umat Khonghucu sejak pukul 09.00. Ada sekitar 1.000 umat Khonghucu yang hadir, tidak hanya dari Kota Jambi, juga beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Pagi harinya, umat menumpukkan kertas sembahyang yang kemudian dibakar bersama-sama dengan teng lau yang dibuat oleh Sai Kong Liem Tek Chu. Ritual dimulai dengan melakukan sembahyang Tien (Tuhan red)  dihalaman depan pintu masuk klenteng. Sembahyang berlangsung hingga satu jam dengan melantunkan doa-doa.

Ritual lalu dilanjutkan dengan sembahyang sin beng Hook Hie Te Shien yang digelar di dalam klenteng. Ini bertujuan untuk memohon doa serta mengundang beberapa sin beng untuk datang pada acara tersebut. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan membakar kertas sembahyang yang telah disediakan. Setiap daerah prosesi ritualnya berbeda-beda namun tujuan tetap sama yaitu memohon pelindungan dari sang pencipta alam semesta (Tien) dan para sin beng maupun leluhur. (Romy)

* https://www.facebook.com/makinjambi

Jumat, 08 Juni 2018

Fuxi “伏羲” dan Nvwa “女媧” Adalah Nenek Moyang Manusia di China

Cerita mengatakan bahwa Fuxi tidak hanya pemimpin klan di timur dan kepala tiga raja bijak dan lima kaisar berbudi luhur Tiongkok pada awal peradaban manusia, tetapi juga orang bijak mahakuasa mampu berbagai macam keterampilan. Dia menciptakan Delapan Diagram dan simulasi laba-laba untuk jaring ikan menenun. Dia tidak hanya mampu membuat alat musik, tapi juga pandai memasak makanan lezat. Selain itu, ia memberikan kontribusi banyak ke pengobatan tradisional Cina dan merupakan nenek moyang dari peradaban Tiongkok 中华民族的人文始祖. Dia juga merumuskan etika dan peraturan bagi orang-orang, mengurangi pernikahan barbar dengan merampok.

Nuwa adalah pemimpin perempuan terkenal selama periode legendaris terpencil di Cina, dilengkapi dengan kemampuan kuat. Dikatakan bahwa bencana yang besar sekali terjadi di alam dan kemudian langit runtuh, bumi itu cekung, dan binatang liar kejam membunuh orang umum. Nuwa diperbaiki langit dengan batu berwarna dan membunuh binatang-binatang yang brutal. Dia juga digunakan tanah liat untuk menciptakan manusia dan masyarakat manusia dengan mensimulasikan penampilan sendiri. Hal ini juga mengatakan bahwa Nuwa menciptakan semacam alat musik yang disebut buluh pipa instrumen angin sehingga dia dihargai sebagai seorang dewi musik. Selain itu, dia menciptakan sistem perkawinan untuk memungkinkan manusia untuk memperbanyak keturunan, sehingga ia disebut dewi pernikahan.

Ada banyak legenda di Fuxi dan Nvwa, yang dicatat dalam banyak buku kuno Cina seperti Kitab Perubahan, elegi Chu, Tulisan-tulisan Pangeran Huainan dan Kitab Gunung dan Laut. Mitos-mitos semuanya telah diturunkan dan dampaknya sangat luas dan mendalam. Sampai saat ini, Miao dan Dong masyarakat di China provinsi Yunnan masih menyembah Nvwa sebagai primogenitor mereka sendiri. (Romy)
* https://www.facebook.com/makinjambi

Rabu, 12 Oktober 2016

Pernikahan Sukirman dan Lisa Di Kelenteng Sai Che Tien


JAMBI, Ayojambi.com - Sejak agama Khonghucu diakui pemerintah bersama agama lainnya, maka saat ini banyak umat Khonghucu Jambi melakukan pernikahan di Kelenteng-Kelenteng dan ini dapat dilihat saat pemberkatan pernikahan pasangan The Sun Kiet (Sudirman) putra bungsu dari Tn. The Lien Cai (Alm) dan Ny. Ng Chun Kui dengan Lie Siauw Me (Lisa) putri bungsu dari Tn. Lie Khai Guan dan Ny. TheKim Liek, dilakukan di Kelenteng Sai Che Tien Jambi, Rabu (12/10-2016) siang [Lihat Album: Pernikahan Sukirman dan Lisa].
Menurut Ketua Kelenteng Sai Che Tien Jambi, Darmadi Tekun yang sekaligus Ketua MATAKIN Kota Jambi, sampai saat ini sudah ada ratusan pasang pengantin yang menikah di Kelenteng Sai Che Tien di Jalan Koni IV, Rt. 02, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Pernikahan adalah pangkal peradaban sepanjang masa, pernikahan bermaksud memadukan dan mengembangkan benih kebaikan dari dua jenis manusia yang berlainan keluarga untuk melanjutkan ajaran para Nabi, keatas untuk memuliakan Firman Tuhan, mengabdi kepada leluhur dan kebawah untuk meneruskan keturunan, maka pernikahan itu bermakna sakral.

“Ini memang suatu hal yang menggembirakan bagi umat Khonghucu Jambi yang bukan pertama kalinya untuk umat khonghucu melangsungkan pemberkatan pernikahan di Kelenteng. Kalaupun ada umat yang ingin menikah di sini, kami sangat senang karena kami dapat melayani umat Khonghucu di Kelenteng,” kata Darmadi di Kelenteng usai pemberkatan pernikahan selesai, Rabu.

Jadi pasangan pengantin baik Sukirman maupun Lisa mengusung tema “Sinar Cinta dan Kasih Sayang Dewa Hok Hi Te Sien Telah Memberkati dan Mempersatukan Mereka Dalam Ikatan Pernikahan.”

Menurut Rohaniawan MATAKIN JAMBI, The Lien Teng, maksud dan tujuan perkawinan adalah:

Tugas suci dan mulia, manusia yang memungkinkan manusia melangsungkan sejarah dan mengembangkan benih-benih firman Tuhan Yang Maha Esa yang berwujud kebajikan antara lain berupa cinta kasih, kebenaran, keadilan, kewajiban dan susila.

Adapun tujuan perkawinan menurut agama Khonghucu adalah untuk membentuk keluarga yang harmonis, damai dan bahagia.

Adat dan Upacara perkawinan yang dilakukan oleh umat Khonghucu tidak terlepas dari nilai-nilai budaya masyarakat Tionghoa keturunan maupun nilai-nilai agama yang mereka yakini keberadaannya.  Upacara perkawinan ini mempunyai ciri khas tersendiri yang dapat membedakannya dengan masyarakat dan agama lain di Indonesia. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Rabu, 01 Juni 2016

Ribuan Umat Khonghucu Menghadiri Sejit Hook Hie Te Shien


JAMBI, Ayojambi.com - Perayaan sejit Nenek Moyang Manusia di Tiongkok dirayakan oleh Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien. Perayaan Nenek Moyang Manusia yang bernama Fu Xi “伏羲” di Sai Che Tien Jambi boleh dibilang paling ramai dikunjungi [Lihat Album : Umat Khonghucu Menghadiri Sejit Hook Hie Te Shien].

Saat memasuki kawasan gerbang kelenteng Makin Sai Che Tien, sayup-sayup terdengar suara gendrang diiringi irama suling, suara rohaniawan Taoshe (Sai Kong)  yang tengah membaca So Bun (sejenis surat pemberitahuan) yang dibacakan oleh Lim Tek Chong Taoshe yang sengaja datang dari Tiongkok (China) 伏羲是華人的始祖.
Suasana dalam kelenteng, kilauan sinar dari pancaran lilin-lilin merah menambah keindahan kelenteng yang mayolitas berwarna merah, selain itu aroma wewangian dari gaharu/ hio yang dinyalakan umat Khonghucu.

Dihalaman depan dan samping kiri kanan kelenteng ratusan umat tengah menyaksikan atraksi barongsai dari perkumpulan Hok Liong Sai Jambi, turut menyemarakan acara hari ulang tahun sin beng “Hook Hie Te Shien” yang biasa disebut Fu Xi, selain merayakan haur sin beng, ada juga ritual mempersembahkan sesajian kepada pengawal dewa maupun arwah-arwah (Kho Kun).

Dari pantauan di kelenteng Sai Che Tien, sejak pukul 09.00 pagi umat Khonghucu silih berganti berdatangan ke Klenteng Sai Che Tien yang terletak di Jalan Koni IV, Rt. 02, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, ada yang sengaja membawa berbagai sesajian dari rumah. Ada sekitar 1000 umat Khonghucu yang hadir, tidak hanya dari Kota Jambi, juga beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Pagi harinya, umat menumpukkan kertas sembahyang yang kemudian dibakar bersama-sama dengan teng lau yang dibuat oleh Liem Tek Chong Taoshe. Ritual dimulai dengan melakukan sembahyang Tien (Tuhan red)  dihalaman depan pintu masuk kelenteng. Sembahyang berlangsung hingga satu jam dengan melantunkan doa-doa.

Ritual lalu dilanjutkan dengan sembahyang sin beng Hook Hie Tee Shien yang digelar di dalam kelenteng. Ini bertujuan untuk memohon doa serta mengundang beberapa sin beng (baca dewa-dewa) untuk datang pada acara tersebut. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan membakar kertas sembahyang yang telah disediakan. Setiap daerah prosesi ritualnya berbeda-beda namun tujuan tetap sama yaitu memohon pelindungan dari sang pencipta alam semesta (Tien) dan para sin beng maupun leluhur.

Menurut Darmadi Tekun, Ketua Makin Sai Che Tien Jambi, tahun ini lebih ramai dari tahun kemarin “Tahun ini meludaknya warga datang sembahyang Hari Ulang Tahun Fu Xi.” Tambah Darmadi Tekun, Fu Xi adalah nenek moyang masyarakat Tionghoa di Tiongkok, beliau yang pertama dititis sebagai Shen Ren (Dewa) bersama Nu Wa.

Fu Xi/ Hook Hie Te Sien yang menciptakan Xian Tian Ba Gua atau alat yang lazim digunakan oleh para ahli feng shui dan Yin Yang yang ditulis dalam kitab San Fen (tiga makam), beliau juga pencipta obat-obat.

Selain itu Fu Xi juga mengajarkan rakyat untuk memasak, menangkap ikan dengan jala, dan untuk berburu dengan senjata yang terbuat dari besi.

Acara diakhir jamuan makan bersama di aula kelenteng Sai Che Tien Jambi. (MultiMedia)
* www.ayojambi.com/

Senin, 15 Februari 2016

天水伏羲庙


伏羲庙本名“太昊宫”,俗称“人宗庙”,在天水市城区西关伏羲路,现为国家级重点文物保护单位。伏羲庙始建于明成化十九年至二十年间(公元1483—1484年),前后历经九次重修,形成如今规模宏大的建筑群。清光绪十一年至十三年(公元1885—1887年)第九次重修后,占地面积13000平方米,现存面积6600多平方米,是目前全国保存最完整的明代祭祀伏羲的庙宇,被誉为“华夏第一庙”,吸引了无数海内外游客前来寻根祭祖、旅游观光。

  伏羲庙临街而建,院落重重相套,四进四院,宏阔幽深。庙内古建筑包括戏楼、牌坊、大门、仪门、先天殿、太极殿、钟楼、鼓楼、来鹤厅共10座;新建筑有朝房、碑廊、展览厅等共6座。新旧建筑共计76间,整个建筑群坐北朝南,牌坊、大门、仪门、先天殿、太极殿沿纵轴线依次排列,层层推进,庄严雄伟。而朝房、碑廊沿横轴线对称分布,规整划一,具有鲜明的中国传统建筑艺术风格。由于伏羲是古史传说中的第一代帝王,因此建筑群呈宫殿式建筑模式,为全国规模最大的伏羲祭祀建筑群。又因有伏羲庙,民国以前小西关城又叫伏羲城。

  先天殿又称正殿、大殿,在中院后部正中,是伏羲庙的主体建筑,巍然屹立于院子正北高1.7米的砖筑月台上。其高大雄伟的殿内,有伏羲彩塑巨像一尊。藻井顶棚正中绘太极河洛八卦图,四周等分为六十四格,内刻绘六十四卦图。先天殿后面为太极殿,又称退殿、寝殿、寝宫,依“前宫后寝”惯例而建,原供伏羲,后祀神农,建筑规模略小于先天殿。

  伏羲庙各院内遍布古柏,为明代所植,原有64株,象征伏羲六十四卦之数,现存37株,挺拔苍翠,浓荫蔽日。伏羲庙大门内侧东西墙角原有古槐两株,相对而立。现存东边1株,树干中空,经鉴定为唐代所植。

  每逢正月十六为伏羲诞辰日,民间在这里举行隆重的祭祀活动,周边群众扶老携幼,纷纷前来伏羲庙朝拜祭祀“人祖爷”。一时,宝烛辉煌,香烟缭绕,钟鼓鸣天,善男信女异常虔诚,庙内充满着一派庄严肃穆的景象。

  每年公历七月,甘肃省人民政府举办规模盛大的公祭活动,一年一度的伏羲文化旅游节,已成为中国最具发展潜力的十大节庆活动之一。公祭仪式已被列为中国首批非物质文化遗产名录。

http://www.gsta.gov.cn/jpjq/5290.htm* www.ayojambi.com/

福佑中华-丙申年春祭伏羲方案敲定

天天天水网讯【记者孙有生】彰显神圣浓厚的地方祭祖文化,传承保护国家级非物质文化遗产。1月28日,记者从天水市伏羲庙管理局获悉,2016(丙申)年伏羲庙春祭伏羲活动实施方案正式敲定,祭祖活动将在2月20日至2月24日(正月十三至十七)在伏羲庙举行。

据天水市伏羲庙管理局太昊伏羲祭典中心王来全主任介绍,祭祖活动将在正月初九上午出告文。正月十三上午取水供圣,随后举行迎请伏羲行像仪式,出榜文,同时在伏羲庙太昊宫门前举行开山攒神仪式和安神仪式;正月十四上午,在伏羲庙大门前举行秧歌表演;正月十五下午,举行领牲仪式、献毛血、迎献饭仪式;正月十六凌晨,在先天殿前举行祭祀伏羲典礼,主要程序有行初献礼、行亚献礼、行终献礼,恭读祭文和瞻仰伏羲圣容等;正月十六,群众敬香,民俗活动表演;正月十七下午,举行送神仪式,祭祖活动全部结束。

“春节期间,博物馆历史文物陈列馆正常对市民免费开放。”采访中,王主任提醒,太昊伏羲祭典是国家级非物质文化遗产,春节庙会期间,活动多、人员流动大,市民要按照“有序、合理、文明、安全”的要求,高兴而来,平安回家。另外,所有游客由伏羲庙前门检票进入,后门出口疏散。参观博物馆、参加灯谜竞猜的市民统一从北门进出。

http://news.twoeggz.com/wenhua/2016-02-02/1136560.html
* www.ayojambi.com/

展现河北民俗魅力 2016首届石门庙会2月举行

国家历史文化名城正定每年都会举行大型庙会。庙会主会场为隆兴寺、荣国府、开元寺、赵云庙及其周边主要街道。各个景区在庙会期间都会举行丰富多彩的主题活动:如隆兴寺的知府迎驾、隆兴盛典、佛乐演奏;荣国府的民间花会、刘姥姥迎宾、红楼大舞台;赵云庙的常山战鼓、五福在手,常胜随身活动;天宁寺的福满凌霄、绕塔祈福……绝对让你在一片欢庆中尽享正定古城的魅力 [Lihat Gambar/看照片[展现河北民俗魅力 2016]

“正月初十耍社火”,每年的正月初十文化庙会是平山群众每年必不可少的一套“春节文化大餐”,十里八乡的群众争相入城,一起品尝精彩的文化盛宴。嘴里叼着烟斗的老太太、赶着毛驴追着小媳妇的庄稼人、步履滑稽的猪八戒;高跷、秧歌、民间花会、舞龙舞狮;吹歌表演、新春书画展、“玉兔沐春”戏迷票友演唱会、体育比赛、秧歌调演……庙会的每天都有丰富多彩的文化活动,绝对让你大饱眼福!

位于鹿泉市的抱犊寨景区每年也都会举行盛大的春节庙会。市民们在抱犊寨祈福迎祥活动之余,还可以充分体验“玩”的快乐:免费观看“祈福纳祥”和“天官赐福”巡游活动,免费参与抢“福”、猜谜以及喊山大赛等有奖活动。还有老游戏活动区,布置有踢毽子、推铁环、打“木牛”、跳“房子”、跳皮筋等活动器具。过年去抱犊寨赶庙会吧,过福门,走福路,寄托“一年好运来”的美好心愿哦。

苍岩山传统庙会由来已久,距今已有千年历史。每年三月,男女老幼,焚香头祝,络绎于道。随着时间的推移,此庙会已演化成为一种民俗表演:面塑、根雕、草编、吹糖人、捏泥人等诸多特色手工艺现场表演;井陉地域特色的获得国家非遗称号的传统艺术表演:井陉拉花、井陉晋剧以及扭秧歌、扇鼓等独具井陉味道的民俗文化大餐……每逢庙会,方圆千里,大众云集,朝山敬香,可见苍岩山传统庙会的受欢迎程度!

从新乐市区向北两公里,有一个何家庄,现存当地著名的历史文化遗迹-伏羲台。每年的农历三月十八,何家庄这座普普通通的北方乡村就会突然变得格外热闹起来。来自四邻八乡的人们扶老携幼、成群结队地聚集到这里,参加为期四、五天的庙会,焚香祭祀,避祸托福。相传农历三月十八是伏羲的诞辰日,所以在每年的这一天,村里就会举办庙会和各种庆祝活动,向伏羲表达敬意,祈求幸福,久而久之,就形成了当地的传统节日,据说这个传统已经保持了上千年。

正月十五是中国传统节日“元宵节”及赵县“柏林寺”庙会,每年的这一天,柏林禅寺内游人如织,大家纷纷来到寺里虔诚的祈福祁平安。紧接着,农历二月初二,赵县城东小滹沱河故道旁的的古镇范庄就会举行热闹的龙牌庙会,这一盛会已不仅仅是当地人民的节日,它的魅力早已让众多中外专家学者青睐。然后就是农历三月初六是赵县范庄镇解家寨的“老狐仙生日庙会”,庙会期间有许多民间艺术团来此表演助兴,还邀请著名剧团演出,男女老少齐出动,好不热闹!

每年的正月二十五是栾城于底庙会庙日。于底庙村有一个始建于明朝的“送子老母庙”,古代庙会时有很多老年妇女随同青年已婚儿媳或已婚女儿到庙内烧香许愿祈子,俗称“讨孩子”,若生下儿女后,来年庙日再到庙内还愿,庙会就这样兴盛起来。不过现在的庙会早已演变成了集贸市场,人们可以在庙会购置各种物品,当然还有丰富多彩的文艺表演。去于底庙会一定会让你不虚此行!

每年的农历正月十六,行唐县西关镇都会举行热闹非凡的为期四天的庙会,除买卖兴旺外,水车、老式三轮摩托、捏糖人等很是抢眼。扭股车、太平车、战鼓、扇鼓、龙灯、九莲灯、竹马灯、狮子舞、划旱船、高跷、挑杆、二鬼摔跤、霸王鞭、大头舞、吹歌等可都是行唐县庙会演出得保留项目哦。来行唐西关逛庙会一定会让你大开眼界的,绝对不容错过哦!

(据燕赵都市报、长城网、燕赵名城网等综合)

http://news.ifeng.com/a/20160112/47041668_1.shtml
* www.ayojambi.com/

Senin, 15 Juni 2015

占碑华人庆祝伏羲帝仙圣诞千秋隆重举行

 
 
 
 
礼请中国道士林泽宗主持 千多人参与法会

【本报讯】6月12日上午,庆祝伏羲帝仙圣诞千秋法会,在占碑省占碑埠哥尼区獅仔殿隆重举行.筹委礼请来自中国道士林泽宗主持法会,法会肃穆,场面热闹。占碑孔教理事主席黄春回、葉进全主席及郑建平主席等及千多虔诚信徒参与法会 [Lihat Foto:伏羲是]

筹委郑建平主席表示,伏羲是华人的根之所在 ,也可说伏羲是華人的祖仙。以伏羲时代为标帜,中华民族从蒙昧跨入了文明的门槛。。我们尊崇伏羲,敬重伏羲,时常为伏羲坚韧不拔的奋斗精神所感召,所激励。

黃春回表示,伏羲帝仙在孔教里是受广大信徒的遵从和祈拜。+伏羲画八卦、结网罟、取火种、兴嫁娶、造书契、创乐器,一系列的发明创造,犹如永不熄灭的明灯,照亮了中国几千年的历史。

法会在林泽宗道士念咒诵唱后,众人祈拜后,祈祷国泰民安、六时吉祥,一帆风顺。随后,是由乩童为信徒开药方及护身符。

本报记者明光报道/ Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20150616/223033.shtml

Jumat, 12 Juni 2015

Umat Khonghucu Memperingati Hari Besar Fu Xi


JAMBI, ayojambi – Lebih dari 1000 umat Khonghucu di Jambi memperingati Hari Besar Shenming Hook Hie Tee Shien atau hari kelahiran Fu Xi 慶祝伏羲帝仙聖誕千秋, di Kelenteng Sai Che Tien Jambi 印尼占碑省占碑埠哥尼區獅仔殿, Jumat (12/6/2015). Fu Xi diyakini sebagai nabi pertama peletak dasar ajaran agama Khonghucu sekaligus Nenek Moyang Masyarakat Tionghoa di Tiongkok 伏羲是華人的祖仙 [Lihat Gambar: Hari Besar Fu Xi].
Sembahyang Hari Besar Fu Xi 伏羲 dipimpin langsung oleh Rohaniawan (Taoshe) dari Lim Tek Chong dari Tiongkok (China) 中國道士林澤宗.

Ajaran Fu Xi 伏羲 sudah ada sejak 6.000 tahun sebelum Masehi. Saat itu, kondisi masyarakat di daratan Tiongkok saling memperebutkan kepentingan masing-masing dan menjatuhkan satu sama lain.

"Ajaran yang dibawa Fu Xi 伏羲 menjadi cikal bakal tumbuhnya keyakinan Rujiao, yang berlanjut pada ajaran Konfusius, dan kini menjadi agama Khonghucu," ujar Darmadi Tekun 鄭建平主席. Tambah Darmadi Tekun 鄭建平主席, tak kalah penting bahwa, Fu Xi 伏羲 mengajari  masyarakat Tiongkok cara bercocok tanam, cara memasak, cara membuat jala ikan, dan Fu Xi 伏羲 pencipta Pat Kwa (Delapan Trigram) 八卦 dls.

Dalam peringatan hari Fu Xi 伏羲 ini dihadiri Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Jambi, Darman Wijaya 黃春回主席, Ketua MAKIN Gi Hong Tong, Alex 葉進全主席Sujanto  anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jambi dan Kota, serta ribuan umat setempat. (ROMY)
* www.ayojambi.com/

Kamis, 12 Februari 2015

Bersih-Bersih Kelenteng Menjelang Imlek 2566/ 2015

JAMBI, ayojambi.com - Perayaan Imlek tahun 2015 di Kelenteng Sai Che Tien, Jambi akan berlangsung khusuk dan meriah. Di kelenteng yang berusia seabad ini, para pengurus kelenteng larut dalam suka cita membersihkan kelenteng, membersihkan patung dewa (kim sin) serta memasang pernak-pernik Imlek seperti lampion untuk memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek [Lihat Gambar: Bersih-Bersih Kelenteng Menjelang Imlek 2566/ 2015].
Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Sai Che Tien berada di kawasan perkampungan cina, tepatnya berada di Jalan Koni IV, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. (12/2/2015).

Terlihat, para pengurus dan beberapa anak-anak sekitar kelenteng ikut sibuk membersihkan lantai kelenteng. Ada yang mencuci lantai, menyuci para sin beng (dewa) dengan air bersih dicampurkan arak putih, menghiasi langit-langit dengan lampion, ini adalah pemandangan umum saat beberapa hari menjelang Imlek. Tahun ini, Imlek akan jatuh pada tanggal 19 Februari mendatang, “Membersihkan para kim sin bukan dengan cara di siram dengan air lalu di sabuni, seperti yang dilakukan banyak orang.”

"Seminggu sebelum Imlek kita sudah bersih-bersih seperti ini. Semuanya harus bersih, termasuk benda-benda di dalamnya," kata Rohaniawan kelenteng, The Lien Teng.

Beberapa lampion pun terpasang di langit-langit. para sin beng/ dewa yang telah dicuci diantaranya, Hok Hie Tee Sien (Fu Xi), Lam Hai Kwan Im, Fu Te Chen Sen, Go Hu Tua Lang Kong, Sam Ong Hu Tua Lang Kong.
  
The Lien Teng menjelaskan, perayaan Imlek juga menjadi ajang untuk berkumpul keluarga. "Dari tahun ke tahun, Imlek di sini selalu dirayakan secara khusuk, walaupun sambil kita berdoa kepada Tuhan, agar tahun kambing rakyat diberikan rejeki yang berlimpah, negara aman sentosa, ujarnya.

Rupanya, Kelenteng Sai Che Tien salah satu kelenteng bersejarah di Jambi. Kelenteng ini sudah ada sejak seratus tahun lebih dengan dewa utama Nabi Purba (Fu Xi). Nabi Purba (Fu Xi) adalah dewa pertama yang diturunkan ke bumi oleh Tuhan (Tien) untuk membimbing manusia (dewa zaman pubakala yang masih premitif).

Suasana Imlek akan terasa kental di sini. Masyarakat sekitar juga ikut larut dalam perayaan Tahun Baru IMLEK ini. Rumah-rumah di sekitar akan dihiasi warna merah dan setiap orang penuh dengan sukacita.

"Suasana Imlek lebih terasa di sini, karena mayoritas masyarakat di sekitar sini merayakan Imlek," kata Aong, salah satu warga sekitar kelenteng.

Berbagai ornamen dipasang untuk mempercantik kelenteng, seperti  lampion, lilin dan lainnya. Semua sudut di dalam dan luar kelenteng juga dibersihkan dan dipercantik. Termasuk area sembahyang di bagian luar, altar hingga patung dewa dewi yang ada di kelenteng tersebut.

Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kota Jambi, Darmadi Tekun mengatakan, saat ini seluruh kelenteng kota Jambi telah mempersiapkan diri untuk menyambut Imlek 2015.

Menurutnya, secara umum kelenteng sudah siap menyambut para umat yang akan beribadah dan pihaknya sudah lakukan persiapan jauh-jauh hari. “Perayaam Imlek di Jambi biasanya dipusatkan di kelenteng Siu San Teng, yakni kelenteng Dewa Bumi (Hok Tek Chen Sen di kawasan kampung manggis),”bebernya.

Imlek, ucap Darmadi Tekun, merupakan hari besar bagi umat Khonghucu, dimana semua umat melakukan sembahyang. Meski tidak bersamaan, tapi semuanya akan datang ke kelenteng untuk beribadah dan berdoa. “Warga datang secara bertahap dan tidak sekaligus, tergantung waktu senggang masing-masing,” jelasnya.

Diungkapnya, perayaan Imlek akan dilanjut dengan perayaan Malam Cap Go Me yang diperingati pada hari ke-15 setelah Imlek di saat bulan purnama atau bertepatan dengan 5 Maret. ”Cap Go Me"  merupakan puncak  perayaan Imlek, untuk di Jambi seperti biasa dipusatkan di tiga Kelenteng MAKIN,”cetus Darmadi Tekun. 

Pihaknya saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya karena diprediksi masyarakat yang akan datang mengikuti dan memeriahkan perayaan Cap Go Me lebih meriah dari tahun lalu. ”Diperkirakan pengunjungnya mencapai ribuan orang (Romy)
* www.ayojambi.com/

Sabtu, 24 Mei 2014

Fu Xi dan Awal Peradaban China

Menurut sejarah Tiongkok (China), dewa dari kebudayaan surga disampaikan langsung kepada orang-orang Tiongkok yang bernama Nu Wa. Yang paling terkenal dari dewa Fu Xi dan Shen Nong. Mereka dikirim ke bumi untuk mengajarkan orang-orang Cina keterampilan dasar dan pengetahuan dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alam.
Untuk sementara waktu, manusia hidup berdampingan dengan dewa dan China disebut "tanah yang ilahi."

Saat itu, orang Tiongkok (China) menjalani kehidupan sangat sederhana. Mereka mencari makanan ketika lapar dan dibuang tetap ketika puas. Fu Xi mengajarkan Cina kuno bagaimana membuat jaring untuk menangkap ikan. Dengan cara ini, orang-orang sangat meningkatkan produktivitas mereka. Fu Xi juga mengajar orang bagaimana untuk menjinakkan binatang, dan ini adalah asal ternak.

Selain itu, Fu Xi melembagakan perkawinan dalam masyarakat Cina. Sebelum Fu Xi datang ke bumi, orang kawin dengan kerabat dan anak-anak tinggal bersama ibu mereka dan tidak tahu ayah mereka. Fu Xi benar-benar mengubah kebiasaan kawin orang-orang China dan melembagakan sistem perkawinan dan etiket pernikahan.

Fu Xi juga menciptakan "Shu Qi," sebuah sistem ukiran pada kayu untuk menggantikan menjaga rekor sebelumnya melalui simpul ikatan. Dia juga menetapkan hukum bagi manusia dan batas-batas santai untuk gubernur dari berbagai daerah. Dia menunjuk pejabat yang bertanggung jawab atas administrasi publik dan pemerintahan.

Nu Wa, Pencipta Manusia
Fu Xi dianggap pencetus dari delapan trigram, yang memungkinkan orang China untuk memahami perubahan dalam dunia mereka dan di langit, dan pentingnya mematuhi kehendak Surga. Dalam hal ini, orang China datang untuk menyembah Surga dan alam dengan hormat tak terbatas, dan untuk memahami bahwa budaya mereka adalah hadiah dari para dewa dan manifestasi dari fitur tertentu dari kebudayaan Dewa.

Menurut tradisi, itu adalah Shen Nong yang mengajari awal Cina bagaimana membuat alat pertanian, bagaimana membuat gurun ditanami, dan bagaimana untuk menumbuhkan tanaman.

Dengan bantuan para dewa, kualitas hidup dari Cina kuno ditingkatkan. Mereka menjadi lebih mampu mengatasi dengan alam dan norma-norma bagi perilaku manusia. Dengan cara ini, orang Cina tidak berpengalaman dan jujur secara bertahap membuat cara hidup bagi dirinya dan masyarakat mereka memasuki tahap awal peradaban.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.theepochtimes.com/n2/china-news/fu-xi-and-the-origin-of-chinese-civilization-57536.html

9 Sen Ren Kawal Sejit Fu Xi (Hook Hie Te Shien)

JAMBI, ayojambi.com – Perayaan sejit Nenek Moyang Manusia di Tiongkok dirayakan oleh (foto) Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien. Perayaan Nenek Moyang Manusia yang bernama (foto) Fuxi “伏羲” di Tiongkok boleh dibilang paling ramai dikunjungi, bahkan para pejabat negara Tiongkok maupun masyarakat di Tiongkok dan warga Tionghoa dari manca dunia ikut ambil bagian dalam perayaan Fu Xi (24/5).
Di saat kita memasuki gerbang kelenteng Makin Sai Che Tien di kawasan Koni IV, sayup-sayup terdengar suara gendrang diiringi irama suling, suara pendeta sai kong yang tengah membaca So Bun (sejenis surat pemberitahuan) yang dibacakan oleh Tau Shie (Sai Kong) Lim Tek Chong yang sengaja datang dari Tiongkok (China).

Suasana dalam kelenteng, terlihat kilauan pancaran sinar dari lilin-lilin merah menambah keindahan kelenteng yang mayolitas berwarna merah, selain itu aroma wewangian dari gaharu/ hio yang dinyalakan umat Khonghucu.

Dihalaman depan dan samping kiri kanan kelenteng ratusan umat tengah menyaksikan atraksi barongsai dari perkumpulan Hok Liong Sai Jambi, turut menyemarakan acara hari ulang tahun sin ming “Hook Hie Te Shieng” yang biasa disebut Shien Kong, selain merayakan haur sin beng, ada juga ritual mempersembahkan sesajian kepada para pungawa dewa dan arwah-arwah gentayangan yang wafat secara tidak sempurna (Kho Kun).

Nampaknya perayaan sejit Hok Hie Tee Sien “Fuxi” “伏羲” tahun ini luar biasa, pasalnya dalam acara sejit belum pernah ada 9 khi tong/ tatung dirasuki roh sen ren (dewa), namun kali ini 9 khi tong, diantara khi tong yang kerasukan roh para dewa terdapat 3 orang wanita.

Dari pantauan di kelenteng sudah mulai dipadati oleh umat Konghucu sejak pukul 10.00. Ada sekitar 1.000 umat Khonghucu yang hadir, tidak hanya dari Kota Jambi, juga beberapa kabupaten di Provinsi Jambi. Pagi harinya, umat menumpukkan kertas sembahyang yang kemudian dibakar bersama-sama dengan teng lau yang dibuat oleh Liem Teek Cong Tau Shie. Ritual dimulai dengan melakukan sembahyang Tien (Tuhan red)  dihalaman depan pintu masuk kelenteng altar Tie Kong. Sembahyang berlangsung hingga satu jam dengan melantunkan doa-doa.

Ritual lalu dilanjutkan dengan sembahyang sin beng Hook Hie Te Shien yang digelar di dalam klenteng. Ini bertujuan untuk memohon doa serta mengundang beberapa sin beng untuk datang pada acara tersebut. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan membakar kertas sembahyang yang telah disediakan. Setiap daerah prosesi ritualnya berbeda-beda namun tujuan tetap sama yaitu memohon pelindungan dari sang pencipta alam semesta (Tien) dan para sin beng maupun leluhur. (Romy) 
* www.ayojambi.com/

Jumat, 17 Januari 2014

佔碑獅子殿廟迎春獻演中國木偶劇

提線木偶演出提線木偶一劇照擺在舞台後的神壇
【本報訊】為迎接春節馬年的到來,佔碑獅子殿廟宇孔教會,於元月15日晚在廟宇址科尼街IV(Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung,),特邀來自中國的遊越新(譯音)率領的提線木偶劇團表演,以答謝神恩及娛樂善男信女。
當天雖然下了毛雨,但檔不住觀眾前來觀賞,較早時也祭拜神明,答謝神恩。
據知,提線木偶古稱“懸絲傀儡”,由偶頭、籠腹、四肢、提線和勾牌組成,高約兩尺。偶頭以樟、椴或柳木雕成,內設機關,五官表情豐富;竹製胸腹,手有文、武之分,舞槍弄棒,筆走龍蛇,把盞揮扇,妙趣橫生;腳分赤、靴、旦3種,勾牌與關節間有長約3尺的提線。近年來,木偶舞台演出區域擴展,泉州木偶劇團提線表演佔據整個舞台空間,提線可達6尺,難度大,但表現力大增。提線一般為16條,據木偶動作需要取捨,合陽線戲基本提線5條,做特技時可增加到30餘條,演來細膩傳神,技巧高超。自古及今,倍受稱讚。
本報記者明光報導/ Romy供圖

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20140118/145901.shtml

Rabu, 15 Januari 2014

Menyambut Imlek MAKIN Sai Che Tien Adakan Pentas Wayang Dari Tiongkok

JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi mengadakan pertunjukan Wayang “綫劇團”yang dikendalikan dengan tali dari atas.
Pertunjukan “Wayang” ini pertama kali dilakukan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi “印尼占碑省獅仔殿廟宇孔教會”untuk menyambut tahun baru Imlek 2565 yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014. selain itu wayang juga dipersembahkan kepara para suci shen ming yang duduk di dalam altar kelenteng.

Rombongan Wayang (綫劇團)dari boneka ini dipimpin oleh Yiu Wat Sin sebagai dalang yang sengaja di undang ke Jambi didatangkan dari Tiongkok.

Walaupun hujan rintik-rintik tidak menguragi minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan yang kali pertama mereka saksikan, walaupun masyarakat tidak memahami dialok dalam pertunjukan.

Sebelum pertunjukan dimulai, terlebih dahulu pemimpin dalang wayang melakukan sembahyang dengan memohon ijin dari para suci shen ming 神明 untuk melakukan pertunjukan wayang (綫劇團).

Menurut Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam (15/1), wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memainkan tali yang dihubungkan dengan boneka layaknya seperti wayang kulit.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan wayang sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng.

Tambah Js The Lien Teng, Panggung Potehi berhadapan dengan kelenteng Sai Che Tien, lantaran pertunjunkan Potehi dilakukan bersamaan dengan acara Kwan Teng sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2565, namun dengan keterbatasanya anggaran waktu itu (tahun 2005), maka Potehi ditunda hingga kini, pementasan wayang 綫劇團 dipertunjukan untuk para shen ming yang berada di altar kelenteng dan di dalam kelenteng terdapat puluhan kim sin dari berbagai shen ming. Untuk mengadakan pertunjukan sejenis ini memerlukan dana yang besar dan mesti murni berasal dari pengurus kelenteng maupun sumbangan sukarela, tidak boleh main todong-todongan (memaksa), Kata Lien Teng.

Terlihat beberapa pengurus ini MATAKIN Kota Jambi, diantaranya Wakil Ketua MATAKIN Kota Huwanda Desswandhy, Sekretaris MATAKIN Kota Salim, Ketua Bidang FKUB Kota Jambi Robinhon (Romy) * www.ayojambi.com/

Menyambut Imlek MAKIN Sai Che Tien Adakan Pentas Wayang Dari Tiongkok

JAMBI - Kondisi udara dingin lantaran beberapa hari ini hujan menguyur Kota Jambi, namun Kamis malam (15/1) tidak mengurangi minat ratusan masyarakat Kota Kota Jambi untuk datang ke kawasan Koni untuk menyaksikan pengelaran Wayang yang digelar oleh Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien “印尼占碑獅仔殿孔教会” yang beralamat di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (15/1) malam.
"Wah menarik sekali Wayang 綫劇團. Baru kali ini saya menontonnya. Unik dan butuh pemahaman tersendiri untuk mengikuti alur ceritanya. Meski sekilas sama dengan pentas Wayang Golek atau Wayang Kulit, tapi masing-masing ada ciri khasnya tersendiri," ujar seorang penonton bernama Lenny (18).

Pertunjukkan Wayang, menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama dipentaskan di Kelenteng Sai Che Tien 獅仔殿 Jambi, selama ini belum pernah ada kelenteng mengadakan acara seperti ini. Sehingga wajar jika mampu menyedot animo masyarakat kota Jambi untuk menyaksikannya. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Selasa, 14 Januari 2014

Saksikanlah Pementasan Potehi Pertama Kali Di Jambi

JAMBI - Malam Ini Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien yang beralamat di Jalan Koni IV mengadakan pertujukan kesenian wayang Potehi yang didatangkan dari negara panda.
Pertunjukkan Wayang Potehi, bakal menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama diadakan Jambi. Seyogyanya pementasa Potehi dilakukan bersamaan Kwan Teng tahun 2005, karena keterbatasan anggaran maka diutamakan Kwan Teng

Pertunjukan spektakuler tersebut umumnya dipertunjukan dalam peresmian Kelenteng/ Miao dan pertunjukan Potehi juga untuk para kaisar jaman dahulu di Tiongkok.

Sedangkan di Indonesia sudah mengalami kaborasi dengan kesenian daerah. Pertunjukan Potehi biasanya diadakan pada malam sebelum malam Tahun Baru Imlek, Potehi berasal dari kata pou (kain), te (kantung) dan hi (wayang). Potehi disebut wayang boneka yang berasal dari Hokkian, Cina selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau.

Ayo datang bersama saudara ke MAKIN Kelenteng Sai Che Tien untuk menyaksikan pementasan Potehi. (Romy)

Minggu, 12 Januari 2014

MAKIN Sai Che Tien Akan Adakan Wayang Potehi Dari China

JAMBI - Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh pemain dari Tiongkok yang sengaja di undang MAKIN Sai Che Tien Jambi.
Menurut informasi dari Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang Potehi di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam mulai, 15 Januari 2014 mendatang, pukul 17.00 Wib. Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya wayang jenis lain.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan Potehi sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng. (Romy)* www.ayojambi.com/

Jumat, 23 Maret 2012

壬辰年公祭人文始祖太昊伏羲氏大典在太昊陵隆重举行

二月二,龙抬头,四方来,拜人祖。2月23日(农历二月初二),太昊陵景区森森古柏,虬枝横卧,巍巍殿宇,龙旗招展,统天殿月台黄绸缠绕,金花点缀,祭案上摆放着五谷瓜果等祭品,一派庄严、肃穆;统天殿正上方横幅悬挂着“壬辰年公祭中华人文始祖太昊伏羲氏大典”十八个金黄大字;祭祀广场上,周口市领导徐光、岳文海、李洪民、穆仁先;省文化厅、省旅游局、省体育局、省文投公司、省建投公司、河南投资集团等省直部门有关负责人;县领导任连军、胡景旭、张帆、牛庆明等四个班子领导,以及省内外工商业、旅游业等知名人士代表数千人,佩戴黄色祭祀佩巾,怀着对始祖的虔诚之心,默默肃立,在此共同拜谒祖先,颂怀羲皇。

周口市政协主席穆仁先主持公祭大典。
上午9时5分,公祭大典开始。全场肃立,敬奏祭乐,撞钟击鼓各9响,象征中华民族传统中的最高礼数。鸣礼炮34响,代表全国34个省、直辖市、自治区、特别行政区。随后,市领导、省直部门有关负责人及淮阳县四个班子领导分别向人祖伏羲敬献花篮。省内知名企业代表分别敬香、献爵。周口市委常委、市委宣传部部长、市政府副市长刘保仓恭读祭文。全体公祭人员满怀向中华人文始祖太昊伏羲的景仰行三鞠躬礼。

公祭大典仪式结束后,参祭人员深情拜谒了太昊陵。
本次公祭大典拉开了为期一个月的壬辰年羲皇故都朝祖会的序幕。
朝祖会期间,还将举办中原古韵中国·淮阳非物质文化遗产展演活动、中原非物质文化遗产高峰论坛淮阳县招商引资、招才引智洽谈会、姓氏寻根与中原经济区建设高端论坛暨河南省姓氏文化研究会2012年年会等活动。

http://www.taihaoling.gov.cn/new_show.aspx?id=739&aid=157