Tampilkan postingan dengan label Upal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Upal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

24 Ribu Lembar Kertas Untuk Dolar Palsu Ditemukan di Hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 24 ribu lembar kertas hitam yang diduga akan dipakai untuk membuat uang dollar palsu, ditemukan petugas kamar Hotel Fiducia di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Diduga, kertas ini adalah bahan baku untuk mencetak uang palsu pecahan 100 dollar AS.
"Benar, ditemukan 24 ribu lembar yang diduga bahan untuk dollar palsu," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Jatinegara, Iptu Ambarita, saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2013). Dia mengatakan bahan dasar uang palsu itu sepertinya akan dicetak menjadi lembaran Dolar Amerika pecahan 100. Dugaan diperkuat dengan sudah terlihatnya gambar dan nominal 100 dollar AS meskipun belum terlalu jelas, pada kertas tersebut.

Ambarita mengatakan bahan kertas yang bila jadi dicetak dapat menjadi uang palsu senilai sekitar Rp 24 miliar itu, ditemukan petugas hotel bernama Suherman. Petugas ini menemukan bahan uang palsu tersebut saat membersihkan kamar bernomor 135. Saat ditemukan, kertas itu ada di kolong tempat tidur dan terbungkus plastik.

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV yang terpasang di sudut hotel, terlihat sepasang lelaki dan perempuan berkewarganegaraan Oman adalah penghuni kamar itu. Namun, kepolisian belum dapat memastikan kedua orang itu sebagai pemilik bahan baku uang palsu tersebut.

Menurut Ambarita, pembersihan kamar berdasarkan mekanisme kerja hotel itu adalah sepekan sekali. Karenanya, masih ada kemungkinan bahan baku uang palsu tersebut sudah berada di lokasi penemuannya sebelum kedua warga Oman menempati kamar 135.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/05/23/07182541/* Jangan Lupa Like Box Ke Facebook
* Silakan mampir di : www.ayojambi.com

Rabu, 24 Agustus 2011

Awas Modus Peredaran Uang Palsu

JAKARTA - Banyak akal yang dimiliki para penipu untuk mengedarkan uang palsu. Salah satunya yang paling banyak dilakukan adalah dengan melakukan transaksi di toko atau pun rumah makan.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Koja, Ajun Komisaris Suteja, Kamis (25/8/2011), seperti dikutip dari informasi Humas Polda Metro Jaya.
"Modusnya cukup unik. Pelaku berbelanja beberapa barang berharga sekitar Rp 30.000 dengan uang asli pecahan Rp 100.000," kata Setija.

Namun, lanjut Setija, begitu menerima uang kembalian, pelaku pergi dan menukar uang kembalian Rp 50.000 asli dengan uang palsu miliknya. "Setelah itu, mereka kembali ke pedagangnya dan bilang kalau uang kembalian yang mereka terima palsu," kata Suteja.

Sebelumnya, dalam sepekan terakhir, Polres Metro Jakarta Utara membongkar dua kelompok produsen dan pengedar uang palsu di wilayahnya. Pada Sabtu (20/8/2011) malam lalu misalnya, polisi berhasil membekuk sepasang suami istri, yakni Hari Santoso dan Aulia Rachmawati di depan Islamic Center, Kelurahan Tugu Utara, Koja.

Lalu pada 16 Agustus lalu, aparat meringkus tiga orang, yakni Hani (55), Alwan Kobi (49), dan Andi Ikran (38) saat sedang melakukan transaksi penukaran uang palsu dengan uang asli. Karena banyaknya peredaran uang palsu, Suteja mengimbau agar masyarakat lebih waspada saat menerima uang. "Harap masyarakat lebih hati-hati," katanya.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/25/13331933/