Tampilkan postingan dengan label Bio Tjouw Soe Kong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bio Tjouw Soe Kong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2018

Kirab Cap Go Meh Ke-19, Cermin Persatuan Indonesia

西爪卡拉旺关帝君庙庆元宵节 抬神轿游行


KARAWANG - Untuk menyemarakkan Cap Go Meh ke 19 tahun 2018, umat Khonghucu mengadakan kirab Kolaborasi Budaya Tionghoa dengan Sunda di Karawang.

Puluhan ribu warga Karawang ikut terlena dalam Festival Cap Go Meh 2018 di Karawang, event budaya itu diadakan dan Bio Kwan Tee Koen dan Bio Tjouw Soe Kong. Tampak hadir Ketua Matakin Kota Jambi, Darmadi Tekun, Ketua Perkhin Sai Che Tien Jambi, Huang Li Chu.
Joli (kursi tandu) bergoyang, genderang bertabuh-tabuh, dan barongsai dan liong bergoyang. Tak lupa keragaman dan persatuan Indonesia dijunjung tinggi. Begitu yang tercermin dalam perayaan Cap Go Meh ke 19 di Klenteng Bio Kwan Tee Koen, Jalan Ir H Juanda, Karawang, Jawa Barat, Minggu (11/3/2018). Warga Karawang berduyun-duyun memadati Jalan Tuparev dan Jalan Niaga Karawang untuk menyaksikan kirab cap go meh. Perayaan yang digelar berbarengan dengan ruwat bumi dan kirab budaya itu tidak hanya 70 joli dari perwakilan klenteng atau bio, serta 60 kelompok Barongsai dan Liong yang ikut ambil bagian kirab tersebut.

Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Jawa Tengah dan Dayak perwakilan Kalimantan Barat serta Karawang sebagai tuan rumah. Kirab dimulai pukul 13.00 dari Jalan Tuparev, Kertabumi, Niaga, dan kembali ke Tuparev pukul 17.30. Sejumlah Pejabat Negara Ikuti Pawai Cap Go Meh Sementara tamu yang datang lebih dari 1.000 orang.

Sementara itu, ketua panitia Cap Go Meh, Oey Yang Yen (黄楊淵) menjelaskan kirab cap go meh yang diadakan merupakan kolaborasi dua budaya yaitu Tionghoa dengan Sunda.

“Kegiatan kolaborasi dengan budaya Sunda sengaja digelar. Agar festival Cap Go Meh menjadi spektakuler,” tuturnya.

"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang. Ini bukan hanya perayaan masyarakat Tionghoa saja, tetapi juga masyarakat Karawang," ujar Herry.

Perayaan Cap Go Meh ini dilepas oleh HJ. DRA. Sinta Nuriyah Wahid, M. HUM, istri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur didampingi Kapolres, AKBP Hendy F Kurniawan, Dandim, Letkol Arm Ayi Yossa dan Kepala Dinas Periwisata sebagai perwakilan pemerintah daerah.

"Hal tersebut terlihat dengan banyaknya ujaran kebencian dan fitnah yang mengancam persatuan bangsa," ujar Sinta.  Sinta yang datang bersama cucu-cucunya berharap perayaan kirab budaya menjadi penyejuk dan penenang perbedaan di tanah air. Karnaval Cap Go Meh "Ini harus menjadi momentum bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mencintai persatuan," katanya Sinta (Romy).* https://www.facebook.com/makinjambi

Selasa, 13 Maret 2018

西爪卡拉旺关帝君庙庆元宵节 抬神轿游行

 
 
 
 
 
 
3月11日上午10时,西爪卡拉旺(Karawang)关帝君庙址元宵节庆典,抬神轿及嘉年华游行,包括60多醒狮对参与,增加了庆典气氛场面热闹非凡,人潮拥挤 [Lihat Gambar: Kirab Cap Go Meh Karawang]

  在一定街道上,抬神轿游行 ,游行从中也穿插了本土巽达文化。前总统瓦希德夫人欣达女士为嘉年华游行主持启动仪式。 占碑孔教理事会主席郑建平、占碑城市獅仔殿孔教主席黃麗珠、卡拉旺军警官员等出席及来自雅加达、茂物、德宝和勿加西丹格朗周围居民近千人观看了一年一次的抬神轿及嘉年花游行。

  筹委何立表示,这次也邀拉当地旅游局官员参与合作,展现出本土巽达文化及华人文化一起参加庆典游行。

  欣达表示,元宵节嘉年华会,可看见我国多元文化社会的融合,大家和睦相处地生活在一起,避开了相互仇视的言论,显示大家更加团结共同建设印度尼西亚。

  本报记者明光Romy报道摄影

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180314/419184.shtml