Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2016

Sebutannya Buah Super, Karena Bisa Hindari 12 Jenis Kanker

Apakah Anda tahu bahwa ekstrak dari buah tunggal bisa menjaga sel-sel dari 12 jenis kanker yang berbeda.

Menurut laporan media banyak buah yang dikenal sebagai graviola, serta buah sirsak, guyabano, atau guanabana, tidak begitu penting dan efisien dalam memerangi kanker, namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa buah ini secara efisien memerangi usus besar, prostat, ovarium , payudara, hati, paru-paru, pankreas, limfoma, dan kanker serviks.
Ketika datang ke kanker pankreas, graviola telah terbukti efisien dalam 'menghambat tumorigenicity', serta 'mengubah metabolisme sel-sel tumor pankreas', mengungkapkan patologi di University of Nebraska.

Dalam suatu studi laboratorium itu menunjukkan bahwa buah ini adalah 10.000 kali lebih kuat dalam membunuh sel kanker dibandingkan adriamycin, obat kemoterapi banyak digunakan.

Namun, perbedaan antara graviola dan obat kemoterapi ini adalah bahwa graviola tidak membahayakan sel-sel sehat.

Ketika datang ke kanker serviks, buah sirsak telah terbukti efisien dalam mengobati kanker jenis ini juga, sebagaimana dibuktikan dalam jurnal ilmiah ini.

Dalam penelitian lain, itu menegaskan bahwa ekstrak dari graviola bisa menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker payudara:

Menurut data tersebut, 'ekstrak ini dapat menghambat GFE diet diinduksi pertumbuhan yang cukup dari MDA-MB-468 sel.

Penelitian dilakukan secara in vitro dan in vivo menggunakan mekanisme yang melibatkan EGFR / ERK signaling jalur, dan itu membuktikan bahwa GFE mungkin memiliki dampak protektif terhadap EGFR-over-mengekspresikan BC.

Bahkan ada lebih banyak studi pada topik. Graviola telah terbukti mengandung agen anti-kanker yang kuat dikenal sebagai acetogenins.

Agen ini memainkan peran kunci dalam memerangi berbagai jenis kanker.

Acetogenins adalah penghambat yang kuat dari NADH oksidase membran plasma sel kanker.

Sirsak mengandung phytochemical lain juga, termasuk Isolaureline, Friedelin, Annonamine, Anonaine, Anomurine, Asimilobine, Quercetin, kaempferol, dan Xylopine.

http://jambi.tribunnews.com/2016/04/29/sebutannya-buah-super-karena-bisa-hindari-12-jenis-kanker
* www.ayojambi.com/

Minggu, 11 Januari 2015

Kacang-kacangan, Cegah Kanker hingga Turunkan Kolesterol

 Kacang-Kacangan

KOMPAS.com - Beberapa orang menganggap keren jika ia memiliki daftar makanan apa saja yang harus dihindari. Makin panjang daftarnya, makin pintarlah ia merasa. Untuk makanan kemasan hal ini memang benar, tapi tidak untuk makanan alami. Makin bervariasi yang kita asup justru makin baik.
Alan Christianson, dokter naturopati, mengatakan, pola makan yang terlalu membatasi bahan makanan tertentu justru bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi, membuat saluran pencernaan lemah, serta menyebabkan stres emosional.

Kelompok kacang-kacangan juga sering sengaja dihindari karena takut alergi dan kandungan lemaknya. Padahal, penelitian menunjukkan manfaat kacang-kacangan, seperti
menghambat penuaan, tinggi antiokidan, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan energi, serta menurunkan nafsu makan.

Jika Anda memilih untuk tidak mengkonsumsi kacang-kacangan, pertimbangkanlah kembali. Berikut adalah penjelasan mengapa sebaiknya kacang rutin kita konsumsi.

- Memperlambat penuaan dini
Pernahkah Anda mendengar tentang red wine dan umur panjang orang Perancis? Ternyata bahan yang ditemukan dalam anggur, yang disebut resveratrol, mampu mencegah kerusakan DNA yang menyebabkan penuaan. Beberapa kacang memiliki resveratrol dalam jumlah yang sebanding dengan anggur. Kacang hitam dan lentil termasuk yang tertinggi.

- Tinggi antiokidan

Kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas bisa kita lihat di kulit, sistem kekebalan tubuh, dan otak. Anda mungkin tahu bahwa antioksidan dari makanan seperti blueberry, teh hijau, kunyit dan buah delima dapat membantu mencegah kerusakan ini.

Kacang-kacangan sebenarnya memiliki lebih banyak antioksidan dibanding makanan lain. Kacang-kacangan juga memiliki antioksidan unik yang dapat memblokir enzim, yang disebut α-glukosidase dan lipase pankreas, yang menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes. Kacang yang memiliki kandungan antioksidan tertinggi yaitu kacang hijau dan kacang aduki.

- Membantu menurunkan tekanan darah
Lebih dari delapan penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah memasukkan kacang-kacangan dalam pola makan bisa meningkatkan tekanan darah. Semua penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang secara signifikan menurunkan sistolik (angka atas) dan diastolik (bawah angka) tekanan darah. Jenis kacang-kacangan yang diteliti meliputi pinto, navy, nothern, kacang polong dan kacang hitam.

- Mencegah kanker

Kanker adalah penyakit mematikan kedua setelah jantung yang diderita orang dewasa. Jenis yang paling umum dari kanker yang menyerang orang dewasa diantaranya yaitu kanker payudara, hati, usus, prostat dan lambung. Tidak hanya kacang saja yang secara ampuh mampu mengurangi risiko semua jenis kanker,  tetapi ekstrak dari kacang-kacangan, yang disebut IP6,  menurut suatu penelitian juga mampu sebagai obat untuk memerangi kanker.

- Membantu turunkan kolesterol

Menambahkan sesedikit satu porsi kacang-kacangan setiap harinya dapat menurunkan LDL-C (lemak jahat) berbahaya yang cukup untuk mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen.

-  Mengurasi rasa ingin makan
Pernah berjuang untuk melawan  keinginan mengkonsumsi makanan manis atau camilan? Kacang-kacangan mampu membantu Anda mengurangi ketagihan dan membuat Anda untuk lebih memilih makanan yang jauh lebih sehat.

- Meningkatkan energi dan menurunkan berat badan

Dalam studi terbaru, sebanyak 35 pria obesitas yang secara acak diminta menjalankan salah satu dari empat diet selama delapan minggu, salah satunya adalah tinggi kacang-kacangan. Berat badan mereka, komposisi tubuh, kadar kolesterol dan tingkat metabolisme semua diukur sebelum dan setelah perubahan diet.

Kelompok yang menjalankan diet tinggi kacang-kacangan mengalami perbaikan dalam hal kesehatannya, seperti kehilangan sebagian besar lemak, nilai kolesterol yang turun, tekanan darah turun, sementara energi meningkat.

- Memperbaiki flora usus
Anda mungkin tahu bagaimana bakteri baik  penting untuk fungsi kekebalan tubuh, perbaikan kulit dan proses pencernaan. Organisme ini membantu menghasilkan lemak rantai pendek yang menyembuhkan lapisan usus dan menurunkan risiko kanker di usus besar.

Beberapa makanan yang memiliki lemak rantai pendek diantaranya yaitu kelapa dan mentega. Namun, sebagian besar, seperti butirat, asetat dan propionat, yang dibuat oleh bakteri usus, ditemukan pada jenis serat yang terdapat dalam kacang-kacangan.

- Membunuh jamur

Makanan olahan, antibiotik, kontrasepsi oral dan stres, dapat menyebabkan jamur pada usus. Jamur memberikan pengaruh buruk karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat racun yang meningkatkan peradangan. Senyawa yang ditemukan di kacang telah terbukti dapat membunuh jamur dan mencegah infeksi jamur.  (Monica Erisanti)

http://health.kompas.com/read/2015/01/12/103847223/Kacang-kacangan.Cegah.Kanker.hingga.Turunkan.Kolesterol

Kamis, 01 Januari 2015

Abaikan Saran Dokter, Wanita Cantik Ini Kalahkan Kanker

REPUBLIKA.CO.ID, STAFFORDSHIRE -- Naomi Orme dari distrik Tamworth, Staffordshire, didiagnosis menderita kanker mulut rahim. Setelah menolak saran dokter untuk melakukan operasi pengangkatan rahim, Naomi justru pulih dari kanker yang dideritanya.
Naomi didiagnosis menderita kanker mulut rahim lima bulan lalu. Para dokter yang menangani Naomi menyatakan satu-satunya jalan keluar untuk sembuh adalah melalui histerektomi, operasi pengangkatan bagian rahim.

Operasi ini akan menutup kesempatannya untuk menjadi seorang ibu seperti yang selama ini diharapkannya. Namun, ia bersikeras untuk mencari jalan lain yang tidak mengharuskannya kehilangan rahim.

Naomi kemudian mengabaikan saran para dokter tersebut dan mulai mencari metode pengobatan lain melalui internet. Ia kemudian menemukan trachelektomi, operasi yang mengangkat bagian uterus tanpa merusak kesuburan wanita.

Setelah menjalani trachelektomi, kini Naomi telah terbebas dari kanker mulut rahim dan menyambut 2015 dengan suka cita. Naomi mendokumentasian perjalanannya melawan kanker itu melalui blog pribadinya.

Ia berharap kisahnya dapat menunjukkan pada wanita lain yang mengalami serupa bahwa selalu ada pilihan kedua.

"Saya sangat senang karena terbebas dari kanker tepat pada saat tahun baru. Saya masih tidak percaya bahwa ternyata saya dapat mengalahkan kanker tersebut. Saya merasa seperti berjalan di udara," terang Naomi seperti dilansir express.

Sejak diangnosis pada Juli lalu, ia harus berjuang agar para dokter memberikannya rancangan perawatan yang benar. Jika tidak bersikeras untuk mendapatkan opsi lain, saat ini ia mungkin sudah tidak punya kesempatan untuk meiliki keturunan.

"Sembuh dari kanker selalu menjadi tujuan utama saya. Tetapi, saya juga ingin mempunyai anak pada masa depan nanti dan saya tahu pasti ada satu jalan untuk bisa mempertahankan impian saya ini," lanjut Naomi.

http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/15/01/02/nhikx1-abaikan-saran-dokter-wanita-cantik-ini-kalahkan-kanker
* www.ayojambi.com/

Senin, 22 September 2014

Bule AS jualan burger di Purwokerto demi biaya pengobatan istri

MERDEKA.COM. Cerita mengharukan datang dari seorang bule Amerika Serikat bernama Glenn. Bule ini berjualan burger untuk mengumpulkan biaya pengobatan istrinya yang divonis dokter kena kanker serviks stadium IIB.
Yang bikin trenyuh, lapak burger milik Glenn itu dihiasi papan tulis putih yang bertuliskan 'Mohon doakan istriku yang sakit. Terima kasih'.

Glenn saat ini berjualan burger di Pasar Kober, Purwokerto, Jawa Tengah. Awalnya hanya iseng dan mencari uang tambahan saat ramadan, namun pada akhirnya dia harus terus berjualan demi mengumpulkan uang untuk kesembuhan istrinya itu.

"Awalnya saya dan istri jualan (burger) di sekitar Baturaden, itu dari Ramadan 2012. Tapi karena perizinannya susah, kami akhirnya pindah jualan ke Kober," kata Glenn ketika berbincang merdeka.com, Senin (22/9).

Namun usai Ramadan 2014 kemarin, istrinya yang asli warga Purwokerto itu mulai sakit-sakitan dan rupanya terkena sakit kanker. Alhasil Glenn memutuskan untuk tetap melanjutkan usahanya meski ramadan sudah selesai. Biaya penjualan burger itu akan ditabungnya untuk biaya kemoterapi istrinya.

"Akhir ramadan kemarin ternyata istri saya mulai sakit, kondisinya tidak membaik. Saya lalu memutuskan jualan sendiri saja, kadang dibantu ibu mertua juga," ujarnya.

Glenn bersyukur belakangan ini burgernya menjadi laris manis dan sudah punya langganan tetap. Harga yang dibanderol pun memang cukup murah, untuk ukuran besar Rp 10.000 dan untuk ukuran sedang Rp 7.500. Selain burger, dirinya juga menambah variasi jajanan lain, seperti donat dan risoles.

"Selalu buka tiap hari jam 4 sore sampai 9 malam. Tapi kalau saya harus mengantar istri berobat ya saya tidak jualan dulu sehari. Ya mohon doanya saja untuk istri saya," imbuh Glenn.

https://id.berita.yahoo.com/bule-jualan-burger-di-purwokerto-demi-biaya-pengobatan-044130892.html
* www.ayojambi.com/

Minggu, 24 Juli 2011

13 Resiko Fatal Penggunaan Ponsel Terus Menerus

Tidak bisa dipungkiri bahwa telepon seluler (ponsel) telah banyak menghadirkan berbagai kemudahan dalam hidup manusia. Meski banyak diperdebatkan, banyak kalangan khawatir akan dampak negatif dari radiasi yang ditimbulkan.
Penelitian terbesar yang pernah dilakukan tentang bahaya ponsel telah membantah adanya risiko kanker otak pada penggguna ponsel. Penelitian yang dilakukan sendiri oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) tersebut menunjukkan risikonya tidak terlalu besar untuk dikhawatirkan.

Namun penelitian terbaru di India kembali menegaskan adanya ancaman kanker terutama pada anak dan remaja. Sang peneliti, Prof Girish Kumar bahkan mengatakan bahaya radiasi juga terdapat di sekitar menara Base Transceiver Station (BTS).
"Satu BTS bisa memancarkan daya 50-100W. Negara yang punya banyak operator seluler seperti India bisa terpapar daya hingga 200-400W. Radiasinya tak bisa dianggap remeh, bisa sangat mematikan," ungkap Prof Kumar.

Dikutip dari DNAindia, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS:

1. Risiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.

2. Bukan hanya pada anak dan remaja, pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).

3. Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.

4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.

5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

6. Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.

7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.
8. Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.

9. Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.

10. Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.

11. Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan.

12. Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur. Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.

13. Medan elektromagnetik di sekitar BTS juga berdampak pada lingkungan hidup. Burung dan lebah menjadi sering mengalami disorientasi atau kehilangan arah sehingga mudah stres karena tidak bisa menemukan arah pulang menuju ke sarang.

http://isidunia.blogspot.com/2011/01/13-resiko-fatal-penggunaan-ponsel-terus.html

Rabu, 08 Juni 2011

Resiko Kanker, Taiwan Akan Larang Ponsel

TAIPEI, KOMPAS.com - Taiwan akan mempertimbangkan melarang ponsel atau telepon genggam di sekolah menyusul adanya peringatan kesehatan baru-baru ini bahwa pengguna berpeluang mengalami peningkatan risiko kanker, kata para pejabat, Rabu (8/6/2011).

"Kementerian Pendidikan berencana untuk menyelenggarakan pertemuan antar-para ahli dan perwakilan sekolah untuk membahas masalah tersebut setelah beberapa anggota parlemen menyerukan dikeluarkannya larangan," kata seorang pejabat kepada AFP, seraya menambahkan waktu diskusi belum ditetapkan.

Beberapa organisasi lingkungan setempat telah merekomendasikan larangan ponsel di sekolah diperkenalkan pada siswa usia 15 ke bawah.

Kekhawatiran tersebut muncul setelah pekan lalu para pakar kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa frekuensi radio medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat ponsel membahayakan bagi manusia.

Namun Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) - cabang WHO yang membidangi hal itu - memperingatkan bahwa bukti-bukti ilmiah saat ini menunjukkan "memiliki peluang." Dan bukan sebuah bukti yang telah teruji, terkait hubungan antara perangkat nirkabel dan kanker.

Ada sekitar lima miliar ponsel yang terdaftar di dunia. Jumlah telepon dan waktu yang dihabiskan rata-rata para pengguna untuk menggunakan telepon naik terus dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut data survei lokal, sekitar 57 persen siswa Taiwan berusia antara 6 hingga 18 tahun, menggunakan telepon selular, dimana 62 persen diantaranya dibawa ke sekolah.

http://internasional.kompas.com/read/2011/06/08/21404279/