Tampilkan postingan dengan label Li Yuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Li Yuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Melirik Prosesi Pernikahan Agama Khonghucu Pertama di Leng Chun Keng

JAMBI - Prosesi pemberkatan (Li Yuan//Liep Gwan) untuk pernikahan agama Khonghucu sebelumnya tidak pernah dilakukan di Klenteng MAKIN Leng Chun Keng yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong KONI I, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Karena hampir 4 tahun klenteng mengalami pembangunan [Lihat gambar: Li Yuang Pernikahan Khonghucu].
Sekitar pukul 09.00 Wib, Senin (16/1-2017). Sejumlah keluarga mempelai laki-laki dan mempelai wanita sudah berdatangan ke Klenteng Leng Chun Keng. Mereka menunggu calon pasangan berbahagia yaitu Jonu dan Lisa yang dijadwalkan datang pukul 09.30 Wita.

Didalam klenteng, sudah menunggu Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) dan dewan penasehat Leng Chun Keng, Lim Yong Siang serta beberapa pengurus MAKIN, tidak berapa lama hadir Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Darmadi Tekun (The Kien Peng) hadir bersama ketua rohaniawan Matakin Provinsi Jambi/ Kota The Lien Teng serta bersama pembantu acara pemberkatan.

Mempelai pria dan wanita pun melewati sejumlah proses pemberkatan seperti pembacaan sumpah suci kedua mempelai dipandu ketua rohaniawan dan pembantunya, selanjutnya proses pemakaian cincin, hingga pembacaan doa serta ucapan selamat dari sejumlah keluarga yang berdatangan. Kedua pasangan pun telah dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri menurut ajaran agama Khonghucu karena telah melalui proses resmi pemberkatan (Li Yuan) selama satu jam lebih.

Menurut Ketua Makin Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) di klenteng Leng Chun Keng baru pertama kali adakan Li Yuan/Liep Gwan (pemberkatan) pernikahan agama Khonghucu, karena klenteng ini bari selesai dibangun.
“Kami berharap sekali kedepan lebih banyak calon pengantin yang datang untuk pemberkatan pernikahan sesuai dengan agamanya,” harap Sukardi.

Seiringnya dengan dilakukan kegiatan keagamaan Khonghucu di Kota Jambi, ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) kota Jambi kembali menyadarkan umat Khonghucu di Jambi untuk lebih aktif menjalankan ibadah. Apalagi saat ini pihaknya mengadakan sekolah minggu setiap hari Minggu di aula Klenteng Makin Sai Che Tien Jambi, mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 12.00 Wib. “Semoga orangtua untuk bisa membimbing anak-anak mulai sejak dini”.

Sedangkan umat Khonghucu di Jambi yang lakukan Li Yuan/Liep Gwan Pernikahan di klenteng sudah capai ratusan. (Romy)

Sabtu, 09 Januari 2016

Pernikahan Adat Khonghucu Di Kelenteng Sai Che Tien Jambi



JAMBI, ayojambi.com - Pernikahan merupakan sebuah peristiwa yang saklar dan akan dihadapi oleh setiap insan yang telah mencapai usia dewasa, Pernikahan adalah pangkal peradaban sepanjang masa, pernikahan bermaksud memadukan dan mengembangkan benih kebaikan dari dua jenis manusia yang berlainan keluarga.

Seperti, Hady Susanto putra dari Oh Tek Seng (ayah) dan Teng Huang Huang (ibu), memilih Yuliana putri dari Phung Yek Ying (ayah) dan Hiu Fo Chong (ibu) sebagai pasangan hidup dalam bentuk rumah tangga yang harmonis.
Kedua pasangan memilih Kelenteng sebagai tempat pemberkatan penikahan Hady Susanto dengan Yuliana, pemberkatan kedua mempelai dikukuhkan oleh rohaniawan Khonghucu dari Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Jambi, yakni Js, The Lien Teng disaksikan oleh Katua MATAKIN Kota Jambi, Darmadi Tekun.

Ikrar janji antara Hady Susanto dengan Yuliana dihadapan altar para suci shen ren (baca Dewa) Hok Hie Tee Sien (Fu Xi), keduanya berjanji akan selalu setia sampai jadi kakek dan nenek.

Dalam pengertian perkawinan menurut Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 adalah sebagai berikut: “Ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa”.

“Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami – istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia sesuai dengan agama yang dianutnya mempelai pria.”

Ujar Darmadi Tekun, bahwa di kelenteng Sai Che Tien telah melayani Li Yuan kepada umat Khonghucu lebih dari 200 orang, kita tidak menerima angpao dari umat yang Li Yuan di kelenteng Sai Che Tien, karena kita melayani umat, bukan umat melayani kita, imbuh ketua MAKIN Sai Che Tien, Darmadi Tekun. (Romy)
* www.ayojambi.com/