3月2日元宵节晚, 占碑四间寺庙, 包括福庆堂, 狮子殿, 龙春宫, 忠义堂, 在日罗东 koni IV 街 联合举办庆祝元宵节活动.
占碑省府官员及各族群兴高彩烈参加庆典, 场面热闹. 近千人观看元宵节的各种节目, 有乩童走火炭,及从各自庙宇抬轿神爷, 从Koni IV出发游街至福庆堂庙终点为止, 表演乩童刺身术等传统习俗.
福庆堂孔教会主席李鸿章由代表李振海致词表示, 每年的元宵节,我们都会联合多间寺庙共同庆祝元宵,抬神爷出游,驱凶迎吉,消灾避难, 风调雨顺, 祈福国泰民安. 希望在狗年旺旺, 大家配合政府建设纲领, 同心协力建设家园.
本报记者明光报道/Romy 供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180309/417963.shtml
Tampilkan postingan dengan label Klenteng Leng Chun Keng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klenteng Leng Chun Keng. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Maret 2018
Jumat, 02 Maret 2018
Tradisi Yang Bertahan Dari Cap Go Me Menyambut Dewa
Tradisi tersebut merupakan sebuah legenda rakyat di Tiongkok menyambut kedatangan rombongan Kaisar beserta para jenderal dan prajurit yang sedang melakukan kunjungan kerja dipemukiman penduduk atau di desa-desa. Sebagai contoh kehadiran Presiden maupun Pejabat Negara yang berkunjung ke Provinsi maupun Kabupaten.
Jikalau iring-iringan karvanal yang melintasi depan rumah makan Khi Tong yang telah dirasuki roh dewa akan mampir memberikan berkah demikian juga dengan iring-iringan Barongsai dan Liong.
Menurut beberapa orangtua yang berhasil dihimpun saat perayaan Cap Go Meh di Lorong Koni I hingga Koni IV, bahwa yang masih bertahan hingga kini adalah setiap Cap Go Meh warga sini selalu menyiapkan sesajian yang diletakan diatas meja, adapun sesajian terdiri dari aneka buah-buahan, juga beberapa jenis kue, Teh yang telah diseduh terus memasang lilin merah dan Hio/Garu menyambut rombongan karvanal para suci sen ren (dewa) dengan sesajian yang diletakan didepan rumah.
Selain itu tradisi tersebut sebagai wijud diri kita menghormati orang yang lebih tua dari diri kita, atau jikalau kita berada dirumah mesti kita menghormati yang lebih tua dari seperti Ayah, Ibu maupun kakak-kakak (Romy).
* https://www.facebook.com/makinjambi
Perayaan Cap Go Meh di Kota Jambi Diadakan Secara Rutin Setiap Tahun
Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Besok malam ada empat klenteng terdiri dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sieng dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimulai pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng (Romy).
* https://www.facebook.com/makinjambi
Malam Cap Go Meh Di Jambi
Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke klenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah itu, baru deh kumpul dan makan bersama keluarga. Sedangkan, ketika Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan dan sembahyang ke klenteng untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.
Ada empat klenteng bekerja sama dalam perayaan Cap Go Meh di Jambi, yaitu dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi utamanya. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sien dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimula
i pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng.
Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap para suci sen ren/ sen ming (Romy).
* https://www.facebook.com/makinjambi
Senin, 16 Januari 2017
Melirik Prosesi Pernikahan Agama Khonghucu Pertama di Leng Chun Keng
JAMBI - Prosesi pemberkatan (Li Yuan//Liep Gwan) untuk pernikahan agama Khonghucu sebelumnya tidak pernah dilakukan di Klenteng MAKIN Leng Chun Keng yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong KONI I, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Karena hampir 4 tahun klenteng mengalami pembangunan [Lihat gambar: Li Yuang Pernikahan Khonghucu].
Sekitar pukul 09.00 Wib, Senin (16/1-2017). Sejumlah keluarga mempelai laki-laki dan mempelai wanita sudah berdatangan ke Klenteng Leng Chun Keng. Mereka menunggu calon pasangan berbahagia yaitu Jonu dan Lisa yang dijadwalkan datang pukul 09.30 Wita.
Didalam klenteng, sudah menunggu Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) dan dewan penasehat Leng Chun Keng, Lim Yong Siang serta beberapa pengurus MAKIN, tidak berapa lama hadir Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Darmadi Tekun (The Kien Peng) hadir bersama ketua rohaniawan Matakin Provinsi Jambi/ Kota The Lien Teng serta bersama pembantu acara pemberkatan.
Mempelai pria dan wanita pun melewati sejumlah proses pemberkatan seperti pembacaan sumpah suci kedua mempelai dipandu ketua rohaniawan dan pembantunya, selanjutnya proses pemakaian cincin, hingga pembacaan doa serta ucapan selamat dari sejumlah keluarga yang berdatangan. Kedua pasangan pun telah dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri menurut ajaran agama Khonghucu karena telah melalui proses resmi pemberkatan (Li Yuan) selama satu jam lebih.
Menurut Ketua Makin Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) di klenteng Leng Chun Keng baru pertama kali adakan Li Yuan/Liep Gwan (pemberkatan) pernikahan agama Khonghucu, karena klenteng ini bari selesai dibangun.
“Kami berharap sekali kedepan lebih banyak calon pengantin yang datang untuk pemberkatan pernikahan sesuai dengan agamanya,” harap Sukardi.
Seiringnya dengan dilakukan kegiatan keagamaan Khonghucu di Kota Jambi, ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) kota Jambi kembali menyadarkan umat Khonghucu di Jambi untuk lebih aktif menjalankan ibadah. Apalagi saat ini pihaknya mengadakan sekolah minggu setiap hari Minggu di aula Klenteng Makin Sai Che Tien Jambi, mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 12.00 Wib. “Semoga orangtua untuk bisa membimbing anak-anak mulai sejak dini”.
Sedangkan umat Khonghucu di Jambi yang lakukan Li Yuan/Liep Gwan Pernikahan di klenteng sudah capai ratusan. (Romy)
Didalam klenteng, sudah menunggu Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) dan dewan penasehat Leng Chun Keng, Lim Yong Siang serta beberapa pengurus MAKIN, tidak berapa lama hadir Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Darmadi Tekun (The Kien Peng) hadir bersama ketua rohaniawan Matakin Provinsi Jambi/ Kota The Lien Teng serta bersama pembantu acara pemberkatan.
Mempelai pria dan wanita pun melewati sejumlah proses pemberkatan seperti pembacaan sumpah suci kedua mempelai dipandu ketua rohaniawan dan pembantunya, selanjutnya proses pemakaian cincin, hingga pembacaan doa serta ucapan selamat dari sejumlah keluarga yang berdatangan. Kedua pasangan pun telah dinyatakan sah menjadi pasangan suami istri menurut ajaran agama Khonghucu karena telah melalui proses resmi pemberkatan (Li Yuan) selama satu jam lebih.
Menurut Ketua Makin Leng Chun Keng, Sukardi (Lim Han Mong) di klenteng Leng Chun Keng baru pertama kali adakan Li Yuan/Liep Gwan (pemberkatan) pernikahan agama Khonghucu, karena klenteng ini bari selesai dibangun.
“Kami berharap sekali kedepan lebih banyak calon pengantin yang datang untuk pemberkatan pernikahan sesuai dengan agamanya,” harap Sukardi.
Seiringnya dengan dilakukan kegiatan keagamaan Khonghucu di Kota Jambi, ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) kota Jambi kembali menyadarkan umat Khonghucu di Jambi untuk lebih aktif menjalankan ibadah. Apalagi saat ini pihaknya mengadakan sekolah minggu setiap hari Minggu di aula Klenteng Makin Sai Che Tien Jambi, mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 12.00 Wib. “Semoga orangtua untuk bisa membimbing anak-anak mulai sejak dini”.
Sedangkan umat Khonghucu di Jambi yang lakukan Li Yuan/Liep Gwan Pernikahan di klenteng sudah capai ratusan. (Romy)
Langganan:
Postingan (Atom)




