Tampilkan postingan dengan label Perkhin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkhin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Berduka Cita Atas Berpulangnya ke Haribaan Tian Yang Maha Esa Ibu Lystiani


KUALA TUNGKAL - Keluarga Besar Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) dan umat Khonghucu, menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang mendalam atas berpulangnya ke Haribaan kebajikan Tian Yang Maha Esa, Ibu Lystiani  Ketua Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi pada hari Minggu, 11 Februari 2018, pukul 17,03 Wib, dalam usia 57 tahun, di National University Hospital, Singapura [Nonton Video: Upacara Duka Agama Khonghucu Pert 1 & 2].
Upacara duka dilaksanakan sesuai dengan permintaan almarhumah Lystiani (Lie Chu Fong) yakni agama kepercayaan beliau yaitu agama Khonghucu dan upacara duka Agama Khonghucu baru kali pertama dilaksanakan di Provinsi Jambi.

“Kabar duka tersebar luas bagi Penganut Khonghucu Indonesia (Ru Jiao) tanah air Indonesia, Telah berpulang ke Haribaan Tian, Lie Chu Fong Dauqin,” kata Js. Widi utusan Matakin Pusat untuk memimpin upacara duka.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Yayasan Budi Luhur, Jalan Jendral Sudirman, No 40 Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Jenazah beliau dimakamkan dipemakaman tionghoa Parit Gompong pada hari Kamis 15 Februari 2018, pukul 09.10 WIB. Segenap sanak famili, handai tolan hingga tokoh masyarakat setempat berdoa untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan dapat menerima dengan tabah. Semoga Tian Yang Maha Esa memberikan ketabahan dan kekuatan iman di dalam menerima kedukaan serta dapat meneruskan cita-cita almarhumah.

Lystiani nama mandarin Lie Chu Fong merupakan sosok Perempuan Khonghucu Indonesia yang aktif dalam pembinaan terhadap para anggotanya.

Wanita yang dikenal konsisten memperjuangkan Umat Khonghucu di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi. (Romy)* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, 21 Juni 2012

Makin Leng San Keng Bansos Korban Kebakaran di Teluk Nilau

KUALA TUNGKAL - Kebakaran hebat yang terjadi di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan Senin (18/6) merupakan kebakaran terbesar sejak 2006 lalu. 132 bangunan ludes di lahan dijago merah. ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Korban kebakaran di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan masih mengharapkan uluran tangan para dermawan. Pasca kebakaran, mereka berada di tenda darurat maupun menumpang di rumah-rumah tetangga.

Boleh dibilang tidak banyak barang yang bisa mereka diselamatkan. Kini, para korban tak lagi memiliki rumah dan berharap pasokan makanan dari Jemaat khonghucu di Tanjabbar datang untuk menyalurkan bantuan pada korban kebakaran. Bantuan tersebut langsung diterima korban kebakaran berupa air mineral, mie instan, beras, pakaian.

Pengurus Makin Klenteng Leng San Keng, Alex Tay mengatakan, bantuan tersebut sebagai rasa kemanusiaan warga Khonghucu bagi korban kebakaran.

"Kita langsung mengumpulkan jemaat dan mengumpulkan bantuan pada saudara-saudara kita korban kebakaran," kata Alex Tay.

Pihaknya berharap, bantuan yang disalurkan mampu meringankan beban bagi warga Teluk Nilau sekaligus diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Sehari belum bantuan dari Makin Leng San Keng, Yayasan Budi Luhur telah mensuplai beras sebanyak satu ton dan mie instan 100 dus (Romy)

Makin Leng San Keng Bantu Warga Yang Mengalami Musibah Kebakaran

KUALA TUNGKAL - Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Tanjab Barat atau Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng San Keng, Kuala Tungkal, Kab Tanjab Barat besok akan turun kelapangan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang mengalami musibah kebakaran di tiga RT yakni  RT 19, RT 10 dan RT 17, Teluk Nilau.Tanjab Barat.
Ujar Ketua Perkhin, Lystiany dari Makin Kelenteng Leng San Keng, “Kita sangat mengharapkan agar Matakin maupun Makin di Jambi dapat memberikan sumbangsih kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah kebakaran di Teluk Nilau”.

Selain bantuan datang dari jemaat Khonghucu dan simpatisan masyarakat Kuala Tungkal yang di koordiniri oleh Makin Kelenteng Leng San Keng, Kabupaten Tanjab Barat-Jambi 

Para pekerja bongkar muat di pelabuhan Tanggo Raja juga memberikan andil dengan membantu bongkar muat ke kapal pompong tanpa menerima upah, demikian juga dengan pemiliki kepal pompong tidak mau menerima uang sewa antar barang ke lokasi kebakaran (Romy)

Makin Leng San Keng Menyalurkan Bansos Liwat Laut

Kuala Tungkal - Majelis Akama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kelenteng Leng San Keng Kuala Tungkal menyalurkan bantuan pasca kebakaran di tiga RT yakni  RT 19, RT 10 dan RT 17, Teluk Nilau, Tanjung Jabung Barat. 

Aksi bantuan sosial berasal datang dari Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) yang dibawah naungan Makin Kelenteng Leng San Keng, inisiatif tersebut disambut positif oleh jemaat Khonghucu dan pastisan dari masyarakat yang ada di Kuala Tungkal, dalam tempo tiga jam puluhan juta terkumpul, ada juga umat mengantarkan bahan sembako ke Kelenteng Leng San Keng. Dengan dana yang disumbangkan pengurus Makin Kelenteng Leng San Keng membeli air mineral sebanyak 320 dus, 300 dus mie instan, umat Khonghucu perorangan ada yang antar beras (5 karung), ikan asin dan puluhan karung pakai bekas yang layak pakai.

Dengan mengunakan kalal pompong Makin Leng San Keng menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, untuk melalui jalan darat tidak memungkinkan karena jalannya rusak dan rusaknya jembatan yang terbuat dari batang pohon kelapa, hingga kampung Teluk Nilau bagaikan kampung terisilasi

Korban kebakaran di Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan masih mengharapkan uluran tangan para dermawan. Pascatragedi kebakaran, mereka berada di tenda darurat dan menumpang di rumah saudara.

Pengurus Makin Klenteng Leng San Keng, Alex Tay mengatakan, bantuan tersebut sebagai rasa kemanusiaan warga Khonghucu bagi korban kebakaran.

Pihaknya berharap, bantuan yang disalurkan mampu meringankan beban bagi warga Teluk Nilau sekaligus diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Camat Hamzah sempat terharus menerima rombongan Makin Kelenteng Leng San Keng beserta Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) Tanjab Barat, karena rombongan Perkhin mau datang ke Teluk Nilau melalui jalur laut dengan mengunakan speedbod bermesin 200 pk yang jarak tempuh 35 menit.

Camat Hamzah, atas nama masyarakat Teluk Nilau mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat tionghoa melalui Makin Kelenteng Leng San Keng, di Teluk Nilau tidak ada rumah warga tionghoa, namun mereka mau membarikan bantuan, “Saya sangat terharu dan tidak ada yang dapat saya sampaikan selain ucapat terima kasih, semoga segala amal baktinya akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa” ujar Hamzah dalam kondisi terharu.

Kebakaran Terbesar di Teluk Nilau
Kebakaran di Teluk Nilau, merupakan kejadian terbesar sepanjang 2012. Ratusan rumah terbakar. Ratusan orang kehilangan tempat tinggal. Warga yang kehilangan tempat tinggal sementara mengungsi di rumah keluarga, masjid dan kantin.

Kini yang mereka butuhkan air mineral, di Teluk Nilau warga mengunakan air hujan sebagai air minum sehari-hari, selain itu mereka juga mengharapkan bantuan pemerintah untuk segera membangun rumah mereka, pasalnya bulan puasa hampir tiba. (Romy)