Tampilkan postingan dengan label Presiden RI Ke 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden RI Ke 7. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2014

Ini Nomor HP Jokowi yang Benar: 08122600960

Nomor telefon (handphone/HP) yang dicantumkan di sebuah media massa ternyata bukan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Rabu 29 Oktober 2014.
Nomor telefon yang beredar tersebut ternyata milik seorang warga Gorontalo bernama Herman Abidun (30).

Nomor yang diberikan Presiden Jokowi saat itu adalah 0812 260 0960. Nomor tersebut sengaja diberikan Presiden Jokowi agar bisa mendapat keluhan langsung dari masyarakat.

Sementara, nomor yang dimuat sebuah media massa adalah 081296007000. Nomor tersebut milik Herman.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Jokowi sengaja memublikasikan nomor telefon pribadinya untuk memudahkan berhubungan dengan masyarakat yang ingin melaporkan suatu permasalahan.

"Beliau menyampaikan nomor itu kalau ada persoalan yang ingin dilaporkan," kata Khofifah Sabtu (1/11/2014) sore.

Khofifah ikut mendampingi Jokowi dalam kunjungan tersebut. Menurut dia, penyebaran nomor telefon merupakan bentuk bahwa negara hadir untuk rakyat.

"Presiden hadir untuk masyarakat di mana pun. Kalau mereka (pengungsi) akan menyampaikan apa yang terjadi di pengungian diberi kesempatan melaporkan ke Presiden," papar Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, Herman mengatakan menerima ratusan telefon dan pesan singkat (SMS). Penelefon serta pengirim pesan singkat mengira Herman adalah Presiden Jokowi sebagaimana nomor telefon yang tertera di media massa tersebut.

http://theglobejournal.com/Sosial/ini-nomor-hp-jokowi-yang-benar-08122600960/index.php* www.ayojambi.com/

Selasa, 28 Oktober 2014

Inilah Kekayaan Menteri Kabinet Kerja yang Pernah Dilaporkan ke KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah menteri pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dapat diakses di situs acch.kpk.go.id, sebanyak 22 orang dari 34 menteri di Kabinet Kerja pernah melaporkan kekayaannya ke KPK.
Berikut daftar kekayaan sejumlah menteri seperti dikutip dari situs acch.kpk.go.id:

1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Januari 2010. Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Puan senilai Rp 34.156.704.143 dan 28.125 dollar AS.

2. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004 senilai Rp 48.072.991.734, tetapi dollar AS yang dimilikinya minus 1.236.000.

3. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 21 Oktober 2014 senilai Rp 32.814.761.982 dan 129.705 dollar AS.

4. Menteri Pariwisata Arief Yahya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Agustus 2010 senilai Rp 24.780.289.672.

5. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012 senilai Rp 23.567.626.289 dan 5.101 dollar AS.

6. Menteri Perindustrian Saleh Husin
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2013 senilai Rp 19.294.621.779.

7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2011 senilai Rp 6.627.917.784 dan 231.806 dollar AS.

8. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2009 senilai Rp 6.614.312.134

9. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Desember 2012 senilai Rp 6.490.453.221.

10. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 April 2011 senilai Rp 6.267.510.423 dan 13.776 dollar AS.

11. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Desember 2009 senilai Rp 4.562.300.496 dan 102.274 dollar AS.

12. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 November 2004 senilai Rp 5.218.428.924
dan 91.670 dollar AS.

13. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Mei 2008 senilai Rp 3.593.118.228.

14. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2001 senilai Rp 3.551.451.438.

15. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2003 senilai Rp 2.535.800.000 dan 29.400 dollar AS.

16. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Juli 2010 senilai Rp 2.653.995.100.

17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Maret 2008 senilai 1.272.097.282 dan 6.700 dollar AS.

18. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Juni 2001 senilai Rp 1.008.533.640 dan
14.476 dollar AS.

19. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Agustus 2002 senilai Rp 903.167.000 dan 1.800 dollar AS.

20. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 senilai Rp 511.571.313.

21. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2002 dengan total
harta sebesar Rp 478.100.000.

22. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Oktober 2005 senilai Rp 432.093.283 dan 1.128 dollar AS.

http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/20035931/Inilah.Kekayaan.Menteri.Kabinet.Kerja.yang.Pernah.Dilaporkan.ke.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Selasa, 21 Oktober 2014

Mama Papua Rela Habis Modal Dagang Demi Bertemu Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga ibu (mama) yang sehari-hari berjualan di pasar tradisional Mama Papua di Kota Jayapura, Papua atau lebih dikenal 'Mama-mama Papua' mendapat potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' Pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Monas, Jakarta, Senin (20/10/2014) malam [Foto: Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI].
Yuliana Pigay, Miriam Awarawi dan Dolfiance Sraun bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi bersama 1.200 ibu pedagang lainnya di Pasar Mama Papua. Keseharian mereka berdagang ternak dan hasil pertanian di pasar tersebut.

"Kami, mama-mama Papua bekerja keras untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak mengharapkan pemberian orang lain. Kami tidak pernah diberi modal oleh pemerintah di sana. Pasar saja tidak dibangun, akhirnya mama-mama Papua susah berjualan. Saya berjualan sejak 2001 tidak ada tempat berjualan. Di Pasar Mama-mama Papua ada sekitar 1.200 mama-mama," ujar Ketua Pedagang Mama-mama Papua, Yuliana Pigay.

Ketiganya mengaku rela terbang jauh dari Papua dengan menghabiskan modal dagang masing-masing Rp 8 juta untuk ongkos pesawat dan penginapan di Jakarta. Semua pengorbanan itu dilakukan ketiga mama Papua demi bertatap muka dan menyampaikan harapan kepada sang idola, Presiden Jokowi.

"Kami tidak dibiayai, uang kami sendiri. Pemerintah tidak pernah perhatikan kami, apalagi kami mau ke sini. Dari panitia juga tidak dapat biaya. Kami tinggal di hotel, tapi tidak tahu hotelnya di daerah mana, karena kami baru pertama di Jakarta," kata Yuliana.

"Biar uang kami habis, tapi kami bisa bersyukur Jokowi naik jadi presiden dan bisa bertemu. Nanti, kami berharap Jokowi ke Papua dan bangun pasar dan mal di sana. Karena sejak saya lahir, saya ingin dibangun mal untuk mama-mama Papua," imbuh perempuan yang menjadi Ketua Pedagang Mama-mama Papua.

Yah, permintaan ketiga mama Papua kepada Jokowi hanya satu, yakni penyedian fasilitas berdagang khusus dan layak untuk mama-mama Papua.

Menurut Yuliana, permintaan sekaligus harapannya ini sudah diupayakan kepada pemerintah setempat sejak 2001. Namun, hingga kini belum terwujud dan tertinggal janji semata.

"Pak Jokowi, tolong bangun pasar dan mal-mal di Papua. Tolong, bangun pasar dan mal di sana seperti di Jakarta. Kami minta ini ke Jokowi karena pemerintah di Papua tidak memperhatikan mama-mama Papua," pinta Yuliana yang berasal dari Kabupaten Nabire Dogiyai itu.

Yuliana mengaku bangga bisa bertemu dan satu panggung dengan Jokowi pada hari pertama menjabat sebagai presiden. Namun, kebanggaan itu akan terkikis jika Jokowi juga tidak mampu membangun fasilitas berdagang untuk mama-mama Papua.

Selain kepada mama-mama Papua, Presiden Jokowi juga menyerahkan potongan tumpeng 'Syukuran Rakyat' kepada seorang ibu yang menjadi sopir taksi demi membiayai pendidikan dua anaknya, Siti Bugiah.

Kerja keras dan tujuan baik Siti Bugiah itu dianggap sebagai simbol pentingnya revolusi mental untuk membangun negeri ini.

Sementara, potongan tumpeng lainnya diberikan Jokowi untuk siswi peraih medali emas Olimpiade Fisika Internasional, Josephine Monica.

Josephine Monica yang kini kuliah di Nanyang University Singapore itu layak mendapat tumpeng kehormatan dari Jokowi karena dinilai menjadi simbol komitmen pendorong anak-anak untuk berprestasi di internasional dan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (coz)

https://id.berita.yahoo.com/mama-papua-rela-habis-modal-dagang-demi-bertemu-184158351.html
* www.ayojambi.com/

Senin, 20 Oktober 2014

Ketika Bocah Satu Tahun Nge-"Fans" Jokowi...

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam keramaian massa, terutama yang ingin berkesempatan masuk ke dalam Istana Merdeka, Senin (20/10/2014), terdapat satu orang anak laki-laki berusia satu tahun hadir di sana bersama ibunya. Dia adalah Jeoffry. Anak dari Yuanita ini tampil dengan mengenakan kemeja kotak-kotak mirip dengan kemeja kotak-kotak yang pernah dikenakan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Mata anak itu memandang ke sana ke mari, melihat ke sekeliling, seakan sama dengan rasa penasaran massa yang menunggu Jokowi serta wakilnya, Jusuf Kalla datang di Istana. "Dia memang nge-fans sama Pak Jokowi. Waktu saya hamil dia, enggak tahu kenapa sama suka lihat Pak Jokowi. Sampai dia sudah lahir pun suka nonton berita Pak Jokowi," ujar Yuanita sambil menggendong Jeoffry kepada Kompas.com, Senin.

Selain itu, kata Yuanita, anaknya suka menirukan gaya yang ada pada video "Salam Dua Jari", salah satu lagu yang digunakan saat kampanye Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014. Jeoffry yang menonton video tersebut menirukan dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tidak hanya Jeoffry yang senang dengan Jokowi. Yuanita yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara, juga mengaku mengagumi Jokowi karena terkena efek baik dari kebijakan dan program-program yang pernah diusung sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku jadi lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

"Saya jadi mau ikut kebijakannya Pak Jokowi loh. Ini saya ada mobil di rumah tapi saya lebih pilih naik bus transjakarta," tambah Yuanita.

Dengan resminya Jokowi sebagai Presiden RI yang ke tujuh, Yuanita berharap agar Jokowi tetap bisa merakyat dan selalu menginspirasi banyak orang, terutama rakyat kecil.

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/08232121/Ketika.Bocah.Satu.Tahun.Nge-.Fans.Jokowi.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/

Demi Bertemu Jokowi, Warga 3 Papua Ini Bayar Pesawat dan Hotel Sendiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga warga Papua, Juliana Pigai, Dorvin Che Seraom dan Miriam Awarau, yang menerima tumpeng dari Presiden Joko Widodo, ternyata berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Mereka juga tidak mendapatkan akomodasi baik dalam bentuk hotel, transportasi atau pun konsumsi selama berada di Ibukota.
"Kita biaya sendiri, tidak dibiayai," kata Juliana usai menerima tumpeng dari Jokowi di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Juliana bersama kedua temannya adalah pedagang di Papua. Mereka bertemu Jokowi saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu. Mereka tidak keberatan menghabiskan biaya cukup besar demi bertemu Sang Presiden.

"Pesawat Rp 2,5 Juta (per orang), bolak-balik Rp 5 Juta. Hotel semalam Rp 1 Juta (per orang). Kita empat malam jadi Rp 4 Juta," tambah Juliana.

Juliana berharap, kedatangannya ke Jakarta dapat dibalas Jokowi dengan kunjungan ke Papua. Jokowi, menurut dia, sudah berjanji untuk membangun pasar untuk tempat mereka berjualan.

"Pak Jokowi sudah berjanji akan bangun pasar. Selama ini kita berjualan di trotoar. Tadi setelah memberi nasi tumpeng, dia janji akan ke Papua," ujarnya.

Juliana mengaku gembira dan bangga akhirnya bisa menerima tumpeng dari Jokowi. Apalagi, momen tersebut bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Teman-teman di Papua nelpon terus, tanya kapan ditayangkan. Ini sekarang juga masih nelpon terus," kata Juliana sambil menunjukkan telepon genggamnya.

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/21/06494671/demi.bertemu.jokowi.3.warga.papua.ini.bayar.pesawat.dan.hotel.sendiri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/