Tampilkan postingan dengan label Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tampilkan semua postingan
Selasa, 04 November 2014
Selasa, 28 Oktober 2014
Inilah Kekayaan Menteri Kabinet Kerja yang Pernah Dilaporkan ke KPK
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah menteri pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang dapat diakses di situs acch.kpk.go.id, sebanyak 22 orang dari 34 menteri di Kabinet Kerja pernah melaporkan kekayaannya ke KPK.
Berikut daftar kekayaan sejumlah menteri seperti dikutip dari situs acch.kpk.go.id:
1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Januari 2010. Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Puan senilai Rp 34.156.704.143 dan 28.125 dollar AS.
2. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004 senilai Rp 48.072.991.734, tetapi dollar AS yang dimilikinya minus 1.236.000.
3. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 21 Oktober 2014 senilai Rp 32.814.761.982 dan 129.705 dollar AS.
4. Menteri Pariwisata Arief Yahya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Agustus 2010 senilai Rp 24.780.289.672.
5. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012 senilai Rp 23.567.626.289 dan 5.101 dollar AS.
6. Menteri Perindustrian Saleh Husin
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2013 senilai Rp 19.294.621.779.
7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2011 senilai Rp 6.627.917.784 dan 231.806 dollar AS.
8. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2009 senilai Rp 6.614.312.134
9. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Desember 2012 senilai Rp 6.490.453.221.
10. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 April 2011 senilai Rp 6.267.510.423 dan 13.776 dollar AS.
11. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Desember 2009 senilai Rp 4.562.300.496 dan 102.274 dollar AS.
12. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 November 2004 senilai Rp 5.218.428.924
dan 91.670 dollar AS.
13. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Mei 2008 senilai Rp 3.593.118.228.
14. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2001 senilai Rp 3.551.451.438.
15. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2003 senilai Rp 2.535.800.000 dan 29.400 dollar AS.
16. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Juli 2010 senilai Rp 2.653.995.100.
17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Maret 2008 senilai 1.272.097.282 dan 6.700 dollar AS.
18. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Juni 2001 senilai Rp 1.008.533.640 dan
14.476 dollar AS.
19. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Agustus 2002 senilai Rp 903.167.000 dan 1.800 dollar AS.
20. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 senilai Rp 511.571.313.
21. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2002 dengan total
harta sebesar Rp 478.100.000.
22. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Oktober 2005 senilai Rp 432.093.283 dan 1.128 dollar AS.
http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/20035931/Inilah.Kekayaan.Menteri.Kabinet.Kerja.yang.Pernah.Dilaporkan.ke.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
1. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 31 Januari 2010. Dalam laporan tersebut, harta kekayaan Puan senilai Rp 34.156.704.143 dan 28.125 dollar AS.
2. Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 8 Desember 2004 senilai Rp 48.072.991.734, tetapi dollar AS yang dimilikinya minus 1.236.000.
3. Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 21 Oktober 2014 senilai Rp 32.814.761.982 dan 129.705 dollar AS.
4. Menteri Pariwisata Arief Yahya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 17 Agustus 2010 senilai Rp 24.780.289.672.
5. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 5 April 2012 senilai Rp 23.567.626.289 dan 5.101 dollar AS.
6. Menteri Perindustrian Saleh Husin
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2013 senilai Rp 19.294.621.779.
7. Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Desember 2011 senilai Rp 6.627.917.784 dan 231.806 dollar AS.
8. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2009 senilai Rp 6.614.312.134
9. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Desember 2012 senilai Rp 6.490.453.221.
10. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 April 2011 senilai Rp 6.267.510.423 dan 13.776 dollar AS.
11. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 21 Desember 2009 senilai Rp 4.562.300.496 dan 102.274 dollar AS.
12. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 November 2004 senilai Rp 5.218.428.924
dan 91.670 dollar AS.
13. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Mei 2008 senilai Rp 3.593.118.228.
14. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 29 Juni 2001 senilai Rp 3.551.451.438.
15. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 19 Desember 2003 senilai Rp 2.535.800.000 dan 29.400 dollar AS.
16. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 16 Juli 2010 senilai Rp 2.653.995.100.
17. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Maret 2008 senilai 1.272.097.282 dan 6.700 dollar AS.
18. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 12 Juni 2001 senilai Rp 1.008.533.640 dan
14.476 dollar AS.
19. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 20 Agustus 2002 senilai Rp 903.167.000 dan 1.800 dollar AS.
20. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 15 Mei 2001 senilai Rp 511.571.313.
21. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2002 dengan total
harta sebesar Rp 478.100.000.
22. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said
Terakhir melaporkan harta kekayaannya pada 25 Oktober 2005 senilai Rp 432.093.283 dan 1.128 dollar AS.
http://nasional.kompas.com/read/2014/10/28/20035931/Inilah.Kekayaan.Menteri.Kabinet.Kerja.yang.Pernah.Dilaporkan.ke.KPK?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
Senin, 20 Oktober 2014
Ketika Bocah Satu Tahun Nge-"Fans" Jokowi...
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam keramaian massa, terutama yang ingin berkesempatan masuk ke dalam Istana Merdeka, Senin (20/10/2014), terdapat satu orang anak laki-laki berusia satu tahun hadir di sana bersama ibunya. Dia adalah Jeoffry. Anak dari Yuanita ini tampil dengan mengenakan kemeja kotak-kotak mirip dengan kemeja kotak-kotak yang pernah dikenakan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Mata anak itu memandang ke sana ke mari, melihat ke sekeliling, seakan sama dengan rasa penasaran massa yang menunggu Jokowi serta wakilnya, Jusuf Kalla datang di Istana. "Dia memang nge-fans sama Pak Jokowi. Waktu saya hamil dia, enggak tahu kenapa sama suka lihat Pak Jokowi. Sampai dia sudah lahir pun suka nonton berita Pak Jokowi," ujar Yuanita sambil menggendong Jeoffry kepada Kompas.com, Senin.
Selain itu, kata Yuanita, anaknya suka menirukan gaya yang ada pada video "Salam Dua Jari", salah satu lagu yang digunakan saat kampanye Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014. Jeoffry yang menonton video tersebut menirukan dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
Tidak hanya Jeoffry yang senang dengan Jokowi. Yuanita yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara, juga mengaku mengagumi Jokowi karena terkena efek baik dari kebijakan dan program-program yang pernah diusung sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku jadi lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.
"Saya jadi mau ikut kebijakannya Pak Jokowi loh. Ini saya ada mobil di rumah tapi saya lebih pilih naik bus transjakarta," tambah Yuanita.
Dengan resminya Jokowi sebagai Presiden RI yang ke tujuh, Yuanita berharap agar Jokowi tetap bisa merakyat dan selalu menginspirasi banyak orang, terutama rakyat kecil.
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/08232121/Ketika.Bocah.Satu.Tahun.Nge-.Fans.Jokowi.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Selain itu, kata Yuanita, anaknya suka menirukan gaya yang ada pada video "Salam Dua Jari", salah satu lagu yang digunakan saat kampanye Jokowi dan JK dalam Pilpres 2014. Jeoffry yang menonton video tersebut menirukan dengan mengangkat tangannya dan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.
Tidak hanya Jeoffry yang senang dengan Jokowi. Yuanita yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara, juga mengaku mengagumi Jokowi karena terkena efek baik dari kebijakan dan program-program yang pernah diusung sang mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku jadi lebih memilih kendaraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.
"Saya jadi mau ikut kebijakannya Pak Jokowi loh. Ini saya ada mobil di rumah tapi saya lebih pilih naik bus transjakarta," tambah Yuanita.
Dengan resminya Jokowi sebagai Presiden RI yang ke tujuh, Yuanita berharap agar Jokowi tetap bisa merakyat dan selalu menginspirasi banyak orang, terutama rakyat kecil.
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/08232121/Ketika.Bocah.Satu.Tahun.Nge-.Fans.Jokowi.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/
Demi Bertemu Jokowi, Warga 3 Papua Ini Bayar Pesawat dan Hotel Sendiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga warga Papua, Juliana Pigai, Dorvin Che Seraom dan Miriam Awarau, yang menerima tumpeng dari Presiden Joko Widodo, ternyata berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri. Mereka juga tidak mendapatkan akomodasi baik dalam bentuk hotel, transportasi atau pun konsumsi selama berada di Ibukota.
"Kita biaya sendiri, tidak dibiayai," kata Juliana usai menerima tumpeng dari Jokowi di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (20/10/2014).
Juliana bersama kedua temannya adalah pedagang di Papua. Mereka bertemu Jokowi saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu. Mereka tidak keberatan menghabiskan biaya cukup besar demi bertemu Sang Presiden.
"Pesawat Rp 2,5 Juta (per orang), bolak-balik Rp 5 Juta. Hotel semalam Rp 1 Juta (per orang). Kita empat malam jadi Rp 4 Juta," tambah Juliana.
Juliana berharap, kedatangannya ke Jakarta dapat dibalas Jokowi dengan kunjungan ke Papua. Jokowi, menurut dia, sudah berjanji untuk membangun pasar untuk tempat mereka berjualan.
"Pak Jokowi sudah berjanji akan bangun pasar. Selama ini kita berjualan di trotoar. Tadi setelah memberi nasi tumpeng, dia janji akan ke Papua," ujarnya.
Juliana mengaku gembira dan bangga akhirnya bisa menerima tumpeng dari Jokowi. Apalagi, momen tersebut bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Teman-teman di Papua nelpon terus, tanya kapan ditayangkan. Ini sekarang juga masih nelpon terus," kata Juliana sambil menunjukkan telepon genggamnya.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/21/06494671/demi.bertemu.jokowi.3.warga.papua.ini.bayar.pesawat.dan.hotel.sendiri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Juliana bersama kedua temannya adalah pedagang di Papua. Mereka bertemu Jokowi saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu. Mereka tidak keberatan menghabiskan biaya cukup besar demi bertemu Sang Presiden.
"Pesawat Rp 2,5 Juta (per orang), bolak-balik Rp 5 Juta. Hotel semalam Rp 1 Juta (per orang). Kita empat malam jadi Rp 4 Juta," tambah Juliana.
Juliana berharap, kedatangannya ke Jakarta dapat dibalas Jokowi dengan kunjungan ke Papua. Jokowi, menurut dia, sudah berjanji untuk membangun pasar untuk tempat mereka berjualan.
"Pak Jokowi sudah berjanji akan bangun pasar. Selama ini kita berjualan di trotoar. Tadi setelah memberi nasi tumpeng, dia janji akan ke Papua," ujarnya.
Juliana mengaku gembira dan bangga akhirnya bisa menerima tumpeng dari Jokowi. Apalagi, momen tersebut bisa disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Teman-teman di Papua nelpon terus, tanya kapan ditayangkan. Ini sekarang juga masih nelpon terus," kata Juliana sambil menunjukkan telepon genggamnya.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/21/06494671/demi.bertemu.jokowi.3.warga.papua.ini.bayar.pesawat.dan.hotel.sendiri?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/
Jokowi Akui Akan Ajak Rakyat Bersakit-sakit Dahulu...
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Indonesia membantunya bersama-sama membangun Indonesia. Dia pun mengatakan, rakyat akan berjuang bersamanya menghadapi kesulitan sebelum mendapat manfaat yang lebih besar.
"Di awal-awal mungkin agak sakit-sakit dulu, tetapi itu bisa kelihatan setelah tiga tahunan," ujar Jokowi kepada Kompas dalam wawancara di Balaikota, Selasa (14/10/2014).
Jokowi berpandangan, sebuah negara besar harus terlebih dulu menghadapi rintangan besar. "Pasti ada hal-hal yang memang (membuat) kita harus sakit dulu, harus kerja keras," kata dia.
Pengusaha mebel yang akhirnya tercebur ke dunia politik itu berjanji bahwa apa yang telah dijanjikannya pada masa kampanye akan dia kerjakan, begitu dia menjadi Presiden.
Jokowi memberikan contoh, pengurusan kartu tanda penduduk hingga perizinan yang berbelit akan menjadi fokus penataannya.
"Beri waktu enam bulan, akan saya selesaikan, akan kami rombak. Bisa!" ujar Jokowi. "Harus bangun kepercayaan (masyarakat) dari sana (pelayanan publik)."
Fokus pangan
Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa fokus pekerjaannya nanti akan dilakuan di sektor pertanian dan perikanan. Jokowi ingin Indonesia bisa berdaulat dalam hal pangan.
Menurut Jokowi, kesalahan manajemen-lah yang membuat Indonesia harus mengimpor pangan. "Target kami, 3 tahun harus dicapai (swasembada pangan). Beras, jagung, dan gula," sebut dia.
Jokowi pun optimistis targetnya tercapai. "Yakin bisa sehingga neraca perdagangan kita tidak jomplang seperti sekarang ini. Sudah kami hitung, produksi melimpah harus ada hilirisasi, pasca-panen lagi, karena menjual barang-barang pertanian kan tidak gampang," kata dia.
Tulisan utuh dari wawancara ini dapat dibaca pada harian Kompas edisi 20 Oktober 2014. Berikut ini adalah cuplikan video wawancara itu:
http://nasional.kompas.com/read/2014/10/20/22094681/Wawancara.Khusus.Jokowi.Akui.Akan.Ajak.Rakyat.Bersakit-sakit.Dahulu.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Jokowi berpandangan, sebuah negara besar harus terlebih dulu menghadapi rintangan besar. "Pasti ada hal-hal yang memang (membuat) kita harus sakit dulu, harus kerja keras," kata dia.
Pengusaha mebel yang akhirnya tercebur ke dunia politik itu berjanji bahwa apa yang telah dijanjikannya pada masa kampanye akan dia kerjakan, begitu dia menjadi Presiden.
Jokowi memberikan contoh, pengurusan kartu tanda penduduk hingga perizinan yang berbelit akan menjadi fokus penataannya.
"Beri waktu enam bulan, akan saya selesaikan, akan kami rombak. Bisa!" ujar Jokowi. "Harus bangun kepercayaan (masyarakat) dari sana (pelayanan publik)."
Fokus pangan
Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa fokus pekerjaannya nanti akan dilakuan di sektor pertanian dan perikanan. Jokowi ingin Indonesia bisa berdaulat dalam hal pangan.
Menurut Jokowi, kesalahan manajemen-lah yang membuat Indonesia harus mengimpor pangan. "Target kami, 3 tahun harus dicapai (swasembada pangan). Beras, jagung, dan gula," sebut dia.
Jokowi pun optimistis targetnya tercapai. "Yakin bisa sehingga neraca perdagangan kita tidak jomplang seperti sekarang ini. Sudah kami hitung, produksi melimpah harus ada hilirisasi, pasca-panen lagi, karena menjual barang-barang pertanian kan tidak gampang," kata dia.
Tulisan utuh dari wawancara ini dapat dibaca pada harian Kompas edisi 20 Oktober 2014. Berikut ini adalah cuplikan video wawancara itu:
http://nasional.kompas.com/read/2014/10/20/22094681/Wawancara.Khusus.Jokowi.Akui.Akan.Ajak.Rakyat.Bersakit-sakit.Dahulu.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/
Ini Orang Pertama yang Memberikan Panggilan 'Jokowi'
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sosok presiden terpilih Joko Widodo lebih dikenal dengan sebutan Jokowi. Sejak menjabat Wali Kota Solo, pria berusia 53 tahun ini memang lebih sering dipanggil dengan sebutan tersebut.
Saat beberapa juru warta sedang berbincang-bincang dengan Iriana, isteri Jokowi, perempuan asal Boyolali itu tiba-tiba menarik seorang pria bule berambut putih ke hadapan wartawan.
"Ini buyer saya yang pertama. Namanya Bernard," kata Iriana di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, di Menteng, Jakarta, Minggu (19/10).
Bernard pun kemudian memperkenalkan dirinya. Ia berkata, ia merupakan pembeli pertama produk kayu hasil olahan perusahaan Jokowi. Ia mengatakan sudah 21 tahun mengenal bekas Wali Kota Solo tersebut.
Bernard menjelaskan, ia menyingkat nama Jokowi karena kesusahan mengeja nama Joko Widodo. Lebih lanjut ia mengatakan, nama Joko terlalu umum dan dimiliki banyak pria Indonesia.
Soal kepribadian Jokowi, warga negara Prancis ini menyatakan tak ada yang berubah dari rekannya itu. Ia melihat Jokowi tetaplah pria sederhana yang ia kenal sejak lama.
Bernard pun memuji koleganya ini. Menurutnya, Jokowi melakukan seluruh tugasnya dengan hati. "For me, he's not a politician. He is a natural leader. He is very simple, smart, and see things advance," tuturnya.
Sebelum berkiprah di panggung politik, Jokowi merupakan wirausahawan. Usahanya bergerak di bidang pengolahan kayu. Dua tahun setelah menikah dengan Iriana, Jokowi membangun perusahaan bernama Rakabu Sejahtera.
https://id.berita.yahoo.com/ini-orang-pertama-yang-memberikan-panggilan-jokowi-105452951.html
* www.ayojambi.com/
"Ini buyer saya yang pertama. Namanya Bernard," kata Iriana di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta, di Menteng, Jakarta, Minggu (19/10).
Bernard pun kemudian memperkenalkan dirinya. Ia berkata, ia merupakan pembeli pertama produk kayu hasil olahan perusahaan Jokowi. Ia mengatakan sudah 21 tahun mengenal bekas Wali Kota Solo tersebut.
Bernard menjelaskan, ia menyingkat nama Jokowi karena kesusahan mengeja nama Joko Widodo. Lebih lanjut ia mengatakan, nama Joko terlalu umum dan dimiliki banyak pria Indonesia.
Soal kepribadian Jokowi, warga negara Prancis ini menyatakan tak ada yang berubah dari rekannya itu. Ia melihat Jokowi tetaplah pria sederhana yang ia kenal sejak lama.
Bernard pun memuji koleganya ini. Menurutnya, Jokowi melakukan seluruh tugasnya dengan hati. "For me, he's not a politician. He is a natural leader. He is very simple, smart, and see things advance," tuturnya.
Sebelum berkiprah di panggung politik, Jokowi merupakan wirausahawan. Usahanya bergerak di bidang pengolahan kayu. Dua tahun setelah menikah dengan Iriana, Jokowi membangun perusahaan bernama Rakabu Sejahtera.
https://id.berita.yahoo.com/ini-orang-pertama-yang-memberikan-panggilan-jokowi-105452951.html
* www.ayojambi.com/
Minggu, 19 Oktober 2014
Ini Pesan Presiden Jokowi untuk Nelayan, Petani, hingga Pengusaha
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo menyebutkan, ada dua bekal yang harus dimiliki bangsa Indonesia agar menjadi bangsa besar. Dengan adanya persatuan dan gotong royong oleh pemerintah dan masyarakat, maka beban sejarah dapat ditopang bersama.
"Saya yakin beban sejarah yang mahaberat ini akan dapat kita pikul bersama dengan persatuan, dengan gotong-royong, dengan kerja keras. Persatuan dan gotong-royong sangat menjadi bekal untuk menjadi bangsa besar," kata Jokowi dalam pidatonya seusai dilantik menjadi presiden di Gedung MPR, Jakarta, Senin (20/10/2014).
Jokowi mengimbau kepada segenap masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk mewujudkan semangat tersebut. Ia mengatakan, lembaran pemerintahan yang baru ini menjadi momen sejarah untuk terus bergerak bersama dan bekerja keras.
"Kepada para nelayan, buruh petani, para pedagang, pasar para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu-membahu, bergotong-royong," kata Jokowi.
Jokowi menyadari bahwa pekerjaan rumah negara tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan presiden, wakil presiden, beserta jajaran pemerintahannya. Oleh karena itu, kata Jokowi, sinergi kerja keras dan gotong-royong oleh pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Undang-Undang Dasar 1945.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/12004741/ini.pesan.presiden.jokowi.untuk.nelayan.petani.hingga.pengusaha?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
Jokowi mengimbau kepada segenap masyarakat dengan berbagai latar belakang untuk mewujudkan semangat tersebut. Ia mengatakan, lembaran pemerintahan yang baru ini menjadi momen sejarah untuk terus bergerak bersama dan bekerja keras.
"Kepada para nelayan, buruh petani, para pedagang, pasar para pedagang asongan, sopir, akademisi, TNI, Polri, pengusaha, dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu-membahu, bergotong-royong," kata Jokowi.
Jokowi menyadari bahwa pekerjaan rumah negara tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan presiden, wakil presiden, beserta jajaran pemerintahannya. Oleh karena itu, kata Jokowi, sinergi kerja keras dan gotong-royong oleh pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan Undang-Undang Dasar 1945.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/12004741/ini.pesan.presiden.jokowi.untuk.nelayan.petani.hingga.pengusaha?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
* www.ayojambi.com/
Ini Sumpah dan Janji Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wapres
JAKARTA, KOMPAS.com — Joko Widodo-Jusuf Kalla mengucapkan sumpah dan janjinya saat dilantik sebagai presiden dan wakil presiden. Pengambilan sumpah dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali.
Berikut isi sumpah yang diucapkan Jokowi-JK.
"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai presiden/wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan semua undang-undang dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Jokowi dan JK membacakan sebuah kertas secara bergantian.
Setelah itu, Jokowi-JK menandatangani berita acara dan resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/10395651/ini.sumpah.dan.janji.jokowi-jk.sebagai.presiden.dan.wapres?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
"Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai presiden/wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan semua undang-undang dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Jokowi dan JK membacakan sebuah kertas secara bergantian.
Setelah itu, Jokowi-JK menandatangani berita acara dan resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2014-2019.
http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/20/10395651/ini.sumpah.dan.janji.jokowi-jk.sebagai.presiden.dan.wapres?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
* www.ayojambi.com/
Cerita Jokowi Minta Ajudan Tidur Bareng Satu Ranjang
KISAH: Keakraban Jokowi bersama ajudan, sopir dan makan bersama di warung kaki lima.
JAKARTA – Suatu kali, Herwin, ajudan pertama Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Surakarta, dibuat kaget saat diajak tugas luar kota di Jakarta.
JAKARTA – Suatu kali, Herwin, ajudan pertama Joko Widodo (Jokowi) ketika masih menjabat Wali Kota Surakarta, dibuat kaget saat diajak tugas luar kota di Jakarta.
Jokowi meminta Herwin untuk memesan satu kamar saja. Herwin mengira, ia akan tidur di sofa, sedangkan Jokowi tidur di kasur. Namun, Jokowi malah menyuruh Herwin untuk tidur satu kasur dengannya.
Demikian seperti dikutip dari buku Jokowi Pemimpin Berjiwa Rocker. Meskipun sudah terbiasa dengan sikap Jokowi yang tidak mengenal batas protokoler pejabat dan ajudan, tetap saja Herwin merasa canggung, sebab tidak semua pejabat mau melakukan hal tersebut.
Seorang kepala daerah biasanya bangga dengan peraturan baku protokoler pemerintahan. Namun Jokowi memilih jalan di luar kelaziman para pejabat tersebut. Bukan hanya tidur satu kamar, Jokowi kerap makan satu meja bersama ajudan dan sopirnya bahkan sering juga berbagi lauk dan sayur dalam satu piring.
Sebagai pemimpin yang lahir dari keresahan akan kondisi daerah yang tak kunjung maju, sikap Jokowi sangat sederhana dan praktis. Peraturan protokoler yang dianggapnya tidak efisien, ia modifikasi menjadi lebih luwes.
Contohnya mengenai pemesanan kamar tadi. Hal itu ia lakukan untuk menghemat biaya akomodasi tugas luar kota, selain juga untuk keperluan efektivitas koordinasi.
Kedekatan dengan ajudan dan orang-orang di sekelilingnya, ternyata bukan hanya sebatas hubungan profesional. Jokowi juga menganggap bawahannya seperti kerabat sendiri.
Keakraban Jokowi bersama sopir dan para ajudannya sering terlihat ketika makan bersama di warung kaki lima. Tak jarang Jokowi juga mengajak istri dan anak-anaknya.
Sikapnya yang bersahabat dengan wong cilik ia terapkan pula ketika membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL). Tidak ada perlawanan dari para pedagang ketika penertiban dilakukan. Jokowi memerintahkan Satpol PP untuk “mengudangkan” senjata dan pentungan mereka.
Sebaliknya, para pedagang kaki lima diajaknya makan siang bersama di Loji Gandrung, rumah dinas Jokowi. Dari obrolan yang terjadi, muncullah kesepahaman visi, sehingga PKL ikhlas di relokasi.
Lantas untuk persoalan gaji, Jokowi termasuk dari sedikit kepala daerah yang tak mempermasalahkannya. Suami Iriana itu bahkan tidak pernah menggunakan gaji yang ia dapat untuk kepentingan pribadi.
Kerinduan masyarakat akan sosok pemimpin yang merakyat, mengantarkan pengusaha kayu dan mebel ini ke gerbang istana negara. Jokowi adalah antitesa dari kebanyakan pejabat publik dengan rapor merah.
http://www.ruangpojok.com/berita/peristiwa/cerita-jokowi-minta-ajudan-tidur-bareng-satu-ranjang.html* www.ayojambi.com/
Demikian seperti dikutip dari buku Jokowi Pemimpin Berjiwa Rocker. Meskipun sudah terbiasa dengan sikap Jokowi yang tidak mengenal batas protokoler pejabat dan ajudan, tetap saja Herwin merasa canggung, sebab tidak semua pejabat mau melakukan hal tersebut.
Seorang kepala daerah biasanya bangga dengan peraturan baku protokoler pemerintahan. Namun Jokowi memilih jalan di luar kelaziman para pejabat tersebut. Bukan hanya tidur satu kamar, Jokowi kerap makan satu meja bersama ajudan dan sopirnya bahkan sering juga berbagi lauk dan sayur dalam satu piring.
Sebagai pemimpin yang lahir dari keresahan akan kondisi daerah yang tak kunjung maju, sikap Jokowi sangat sederhana dan praktis. Peraturan protokoler yang dianggapnya tidak efisien, ia modifikasi menjadi lebih luwes.
Contohnya mengenai pemesanan kamar tadi. Hal itu ia lakukan untuk menghemat biaya akomodasi tugas luar kota, selain juga untuk keperluan efektivitas koordinasi.
Kedekatan dengan ajudan dan orang-orang di sekelilingnya, ternyata bukan hanya sebatas hubungan profesional. Jokowi juga menganggap bawahannya seperti kerabat sendiri.
Keakraban Jokowi bersama sopir dan para ajudannya sering terlihat ketika makan bersama di warung kaki lima. Tak jarang Jokowi juga mengajak istri dan anak-anaknya.
Sikapnya yang bersahabat dengan wong cilik ia terapkan pula ketika membenahi Pedagang Kaki Lima (PKL). Tidak ada perlawanan dari para pedagang ketika penertiban dilakukan. Jokowi memerintahkan Satpol PP untuk “mengudangkan” senjata dan pentungan mereka.
Sebaliknya, para pedagang kaki lima diajaknya makan siang bersama di Loji Gandrung, rumah dinas Jokowi. Dari obrolan yang terjadi, muncullah kesepahaman visi, sehingga PKL ikhlas di relokasi.
Lantas untuk persoalan gaji, Jokowi termasuk dari sedikit kepala daerah yang tak mempermasalahkannya. Suami Iriana itu bahkan tidak pernah menggunakan gaji yang ia dapat untuk kepentingan pribadi.
Kerinduan masyarakat akan sosok pemimpin yang merakyat, mengantarkan pengusaha kayu dan mebel ini ke gerbang istana negara. Jokowi adalah antitesa dari kebanyakan pejabat publik dengan rapor merah.
http://www.ruangpojok.com/berita/peristiwa/cerita-jokowi-minta-ajudan-tidur-bareng-satu-ranjang.html* www.ayojambi.com/
Sabtu, 18 Oktober 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
























