Tampilkan postingan dengan label SMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2016

Daging Penumpang Ketinggalan Lalu Disate, Driver Ojek Online Kaget Terima SMS Ini


Respon tak disangka terjadi saat dua orang pengemudi ojek online menyantap daging tak biasa.

Kisah ini menjadi viral di media sosial.
Tak ayal, kantong plastik yang berisi daging milik penumpang ojeko nline ini membuat dua orang pengemudi mengeluarkan respon tak biasa.

Itu terjadi seketika mereka tahu bahwa daging yang diolah menjadi sate oleh mereka bukanlah daging biasa.
Kisah ini diposting oleh akun Facebook Panji Nugraha‎ dan dibagikan ke dalam grup KOMUNITAS UBER MOTOR INDONESIA

Sampai dengan saat ini postingan itu sudah 3.735 kali dibagikan dan mendapat dua ribu like.

Dalam postingan itu, pemilik akun memposting foto capture dan kisahnya dalam keterangan.

Berikut ini kisah yang ditulis pada keterangan :

*OJEK ONLINE*

Kupacu Motorku menuju Titik Penjemputan di Rumah Sakit Cengkareng.

"Ibu Siti yah..?" Tanyaku pada Ibu didepan Pintu Keluar Rumah Sakit Cengkareng.

"Eh.. iya Betul, Bang Panji dari Ojek Online yah..?" Dia balik Bertanya.

"Betul Bu, Tujuan Ke Bidara Cina yah Bu." Ujarku sambil menyerahkan Helm padanya.

"Iya Bang, Tolong Saya Titip Kantong ini di Depan yah Bang."

Si Ibu mencantolkan Kresek Plastik Hitam di Cantolan depan Motorku.

"Oh.. iya Bu, Silahkan."

"Wan.. Costomer Gue Barusan Kelupaan Bawaannya, pas Gue Liat isinya Daging, Bagaimana yah Wan..?" Tanyaku pada Wawan Suwarman di Basecamp.

"Masih Bagus ga tuh Dagingnya Bang..?" Balik bertanya Wawan.

"Kayanya sih Masih Seger Wan, Darahnya aja belom Beku." Jawabku sambil membuka Kantong dan memperlihatkan isinya pada Wawan.

"Wah.. di Sate enak nih.." Berkata Toyip sambil merogoh isi Kantong Plastik.

"Mau Gue Pulangin, Jauh Banget di Bidara Cina, Orangnya juga ga Nelpon ato Sms Gue, jadi Bingung nih Gue."

"Udah ga usah Bingung Bang, Kita Sate aja di Mari, ga bakal tuh Orang Marah, paling Rating Loe Turun, hehehe." Timpal Wawan dengan Wajah Penuh Harap.

"Hmmm, ya udah Terserah Loe deh, Gue mau Pulang Tidur dulu, Mata Gue sepet Ngantuk, semalem abis Ngalong Gue." Kataku sambil menyerahkan Kantong Plastik pada Wawan.

"Wan..... Wan.... Kemanain tuh Daging...?" Aku Berteriak sambil Lari Kearah Basecamp.

"Tenang Bang, Masih Gue sisain, Tuh Masih ada Lima Tusuk lagi." Ujar Wawan Menunjuk Lima Tusuk Sate yang sudah di beri Bumbu di Piring.

"Enak Banget Dagingnya Ji, Sering-sering aja ada Costomer ketinggalan Bawaan Dagingnya yah Ji, hehehe." Toyib menimpali.

"Wadoooh, Loe Gila ye, Nih Baca Sms dari Costomer yang Bawaannya Ketinggalan Barusan." Ujarku Sambil menyerahkan Handphonku pada Wawan Sumarwan.

Wawan Langsung Muntah-muntah Sedang Toyib Pingsan Seketika, Begitu Mereka membaca Sms di Handphonku.

Begitu kisah yang ditulis dalam keterangan.

Tak ayal, isi pesan singkat itu sangat mengejutkan dirinya.

Wajar saja jika kedua rekannya itu pingsan dan muntah-muntah.

Maaf bang, plastik yang saya taro di depan motor lupa saya ambil

kalo bisa tolong anterin ke rumah saya, atau tolong di kubur aja,

soalnya itu daging tumor mertua saya,

sebelumnya terima kasih bang

Begitu bunyi pesan singkat yang diterimanya.

http://jambi.tribunnews.com/2016/10/30/daging-penumpang-ketinggalan-lalu-disate-driver-ojek-online-kaget-terima-sms-ini?page=all

Senin, 02 September 2013

Kena Tipu Via SMS, Hubungi Call Center Ini!

JAKARTA, KOMPAS.com -- Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor ke call center polisi jika mendapat upaya penipuan melalui pesan singkat atau SMS. Call center polisi tersebut dapat dihubungi di nomor 081513566635 atau 085284248610.
"Jadi, kepada masyarakat, diharapkan untuk melapor ke polisi jika mengalami penipuan lewat sms. Dari pihak Jatanras menyediakan call center," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Polisi Slamet Rianto, di Jakarta, Senin (2/9/2013).

Slamet menambahkan, masyarakat jangan langsung percaya jika mendapat sms dari pihak tertentu dengan mengiming-imingi hadiah puluhan juta.

Masyarakat diminta untuk tanggap dan melakukan kroscek terlebih dulu sebelum akhirnya malah menjadi korban penipuan. "Masyarakat diharapkan hubungi orang-orang terpercaya jika mendapat telepon atau sms. Kroscek dulu ke keluarga terdekat kita," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil membekuk pelaku penipuan lewat pesan singkat pada hari Kamis (22/8/2013) pada pukul 18.00. Pelaku ditangkap di Perumahan BIP Telaga Kahuripan blok A No 13, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban atas nama Rahmat Wibowo, Hesti Mulyati, dan Charlie Rahardja. Ketiga korban tersebut tertipu melalui pesan singkat yang berhadiah Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.
Pelaku mengaku berasal dari salah satu perusahaan provider telepon seluler, dan mengharuskan korbannya mentransfer uang Rp 5 juta sampai Rp 10 juta sebagai pajak hadiah sebesar 20 persen dari total hadiah yang diterima.

Uang yang ditransfer korban, ditampung di rekening yang sudah dibuat oleh sindikat seharga Rp 1 juta sampai Rp 3 juta tergantung dari isi tabungan tersebut.

Dalam aksinya ke-17 orang pelaku tersebut memiliki perannya masing-masing, di antaranya berperan untuk menelepon korban dan berperan untuk menarik uang yang sudah ditransfer korban.

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil menyita 49 unit handphone berbagai merk, 44 lembar kartu ATM beberapa bank, 11 buah buku daftar telepon Yellow Pages, 30 buah kartu sim handphone provider Telkomsel dan Flexi, tujuh buah buku rekening beberapa bank, dan satu buah buku panduan transfer.

Total kerugian yang dialami dari ketiga korban sebesar Rp 24 juta, dengan rincian Rahmat Wibowo mengalami kerugian Rp 5 juta, Hesty Mulyati  (Rp 7 juta), dan Charlie Rahardja  (Rp 12 juta).

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/02/1647222/
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/

Selasa, 04 Oktober 2011

Dari Mana Jebolnya Data Pelanggan?

DEPOK, KOMPAS.com — Pengguna nomor seluler tentu bertanya-tanya, mengapa data pribadi bisa dipakai pelaku penipuan? Melalui data pribadi itu, pelaku mengirim pesan yang sesungguhnya berisi jebakan ke pengguna nomor seluler, kemudian menangguk untung dari praktik tersebut.
Pakar digital forensik, Ruby Z Alamsyah, menduga kebocoran data tersebut dari sindikat "pedagang data". Sindikat tersebut sudah bekerja terorganisasi dengan menyiapkan sistem kejahatan mereka. Beberapa di antara mereka pernah terlibat dalam kerja sama dengan pihak perbankan yang dilibatkan sebagai pihak ketiga, misalnya, dalam urusan pembuatan kartu kredit.

"Ini bukan salah pihak bank, melainkan pihak ketiga yang memanfaatkan data tersebut untuk kejahatan," kata Ruby, Selasa (4/10/2011).

Mereka secara terbuka bertransaksi di internet menawarkan pihak lain yang berminat dengan data. Hanya dengan Rp 150.000, seseorang dapat membeli database yang berisi ribuan data valid, seperti nama, alamat, dan nomor telepon.

Dari data itu, pelaku penipuan mengirim instruksi palsu yang biasanya dengan *xxx*yyy# ke pengguna nomor telepon seluler. Instruksi ini sebenarnya adalah cara untuk mendaftarkan pengguna nomor telepon seluler menjadi pelanggan pesan pendek (SMS) premium dengan tarif tertentu.

Modus yang berkembang sejauh ini, pelaku memberi iming-iming promosi atau hadiah. Maka, untuk mendapatkannya, pelanggan dipersilakan menekan *xxx*yyy#.
Menurut Ruby, konsumen harus mengambil langkah hukum agar masalah ini terurai jelas. Berdasarkan laporan konsumen, polisi dapat membongkar jaringan yang selama ini meresahkan masyarakat pengguna nomor seluler.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/10/04/2056119/

Massa Datangi Kantor Operator Telepon

JAKARTA, KOMPAS.com- Sejumlah orang melakukan aksi yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta menggelar unjukrasa di depan Kantor Pusat XL di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2011). Aksi tersebut untuk menggugat kasus-kasus pencurian pulsa telepon genggam.
Dalam aksi yang diikuti oleh puluhan warga itu mereka juga membakar kartu perdana operator XL. Aksi serupa juga akan dilakukan di Kantor Telkomsel, Kantor Indosat, dan Menkominfo.

Dalam salah satu orasi, pencurian pulsa ditenggarai dilakukan dengan penawaran SMS layanan konten empat digit. Setiap kali mendapat SMS tersebut maka pulsa pelanggan berkurang rata-rata Rp 2.000.

Aksi yang merupakan tindak lanjut pengumpulan keluhan warga tersebut untuk menekan pemerintah agar bersikap tegas dalam kasus-kasus seperti itu. Keluhan warga itu sendiri akan terus dikumpulkan untuk mensomasi operator telepon yang merugikan konsumennya. Hingga saat ini telah terkumpul sekitar 400 keluhan dari konsumen.

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/12421352/Massa.Datangi.Kantor.Operator.Telepon

Baca juga:
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2011/09/28/pulsa-anda-berkurang-mungkin-karena-hal-ini/

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/17315026/Pencurian.Pulsa.Marak.Kinerja.BRTI.Disorot

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/05261247/Konsumen.Kian.Resah.akibat.Pencurian.Pulsa

Waspadai Tiga Modus Penipuan SMS

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penipuan melalui pesan singkat atau short message services (SMS) kembali marak. Bila sebelumnya menggunakan modus 'mama minta pulsa'. Kali ini menggunakan modus yang berbeda yaitu 'minta transfer'. Selain itu sedang ramai dibicarakan juga soal pencurian pulsa yang berasal dari nomor resmi operator.
Modus operandi kasus 'minta transfer' yaitu dimulai ketika pelanggan menerima SMS yang berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening. Salah satu SMS 'minta transfer' adalah sebagai berikut: "Tolong uangnya Di transfer sekarang aja ke bank BNI:022-741-3***. A/n FRISKA ANANDA dan sms reply saja kalau sudah diTransfer, trimkasih".

Sebagian besar penerima SMS 'minta transfer' ini akan langsung menghapusnya karena tahu SMS itu palsu. Namun, ada saja yang tertipu dengan langsung mentransfer uang ke rekening yang disebutkan. Mereka ini beranggapan, yang mengirimkan SMS memang orang yang dikenalnya atau kebetulan mereka memang akan menunggu SMS informasi rekening dari keluarga atau temannya.

Untuk kasus kedua, soal sedot pulsa. Masalah dimulai ketika pelanggan menerima SMS dari nomor empat digit yang memberi tahu pelanggan mendapat bonus atau hadiah.
Pelanggan diminta mengecek dengan memasukkan kode tertentu untuk mengklaim bonus atau hadiahnya. Setelah itu, mereka akan sering menerima SMS dan pulsa langsung terpotong Rp 1.000 atau Rp 2.000.

Misalnya, SMS yang diterima Yudhistira, karyawan swasta, dari nomor 27672 berisi "Xpressive SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3 JUTA, BB ONYX & Pulsa 50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg! GRATIS WALLPAPER Romantis! 5rb/bln". Sekali mengirim ke nomor yang diberikan, sebenarnya pelanggan telah setuju melakukan registrasi sehingga akan dikirimkan konten secara rutin dengan tarif premium yang telah ditetapkan.

Lain lagi kasus ketiga misalnya pengalaman Anjar Anastasia, sehttp://www.blogger.com/img/blank.giforang member Kompasiana. Anjar menyebutkan di blognya, dia menerima SMS 'minta transfer' dan membalas SMS itu dengan menanyakan apa maksud dari SMS itu. Namun, tidak ada balasan sama sekali, malahan keesokan harinya Anjar mendapat report bahwa SMS itu gagal terkirim.

Setelah membaca berita tentang pencurian pulsa, Anjar mengecek pulsa ponselnya dan ternyata banyak berkurang. Kemudian, dia menelepon call center provider langganannya dan mendapatkan informasi bahwa pulsanya berkurang bukan akibat menerima/membalas SMS 'minta transfer' tersebut. Melainkan karena pengiriman beberapa kali SMS promo dari beberapa nomor dengan beberapa digit angka yang memang sering diterimanya.

Agar berhenti mendapatkan SMS promo dan terpotong pulsanya, Anjar diminta untuk mengirimkan SMS dengan isi STOP ke nomor-nomor yang mengirimkan SMS promo tersebut satu persatu. Ternyata umpan balik dari SMS STOP adalah sebagai berikut:
Ke nomor 600, mendapat balasan SMS: "Sayang sekali km tdk akan dpt ksmptn utk raih hadiah uang tunai nya dari program TOP. Terima kasih atas partisipasinya. Untuk info, tlp ke 021-8299194". Ke nomor 9133: "Anda diberhentikan pada keseluruhan layanan berlangganan kode akses: 9133. Info lebih lanjut hub 021-7989808". Ke nomor 9122: "Anda diberhentikn pada keseluruhan layanan berlangganan kode akses: 9122. Info lebih lanjut hub 021-7989808"

Anjar merasa tidak pernah melakukan registrasi dari layanan dari nomor diatas. Menurut customer service provider seluler yang dihubungi Anjar, SMS Promo itu terkirim karena bisa sengaja atau tidak kalau kita menggunakan Internet. "Meski saya masih merasa aneh saja karena penggunaan internet yang biasa saya gunakan tidak macam-macam, tapi paling tidak saya sudah tahu jawabannya," demikian komentar Anjar atas jawaban dari customer service tersebut.

Munculnya tiga kasus SMS di atas dalam waktu yang hampir bersamaan memang banyak membuat masyarakat mengira pulsa mereka berkurang akibat menerima atau membalas SMS yang berisi permintaan untuk mentransfer uang ke sebuah rekening. Buat pembaca, agar tidak terjabak dengan tipuan tersebut, pastikan tidak merespon SMS dari orang yang tidak dikenal atau dapat menghubungi customer service dari providerhttp://www.blogger.com/img/blank.gif yan digunakan. Pastikan juga layanan yang Anda gunakan dengan mengecek malalui saluran yang disediakan provider.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/16040085/Waspadai.Tiga.Modushttp://www.blogger.com/img/blank.gif.Penipuan.SMS

Baca juga di:
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2011/09/28/pulsa-anda-berkurang-mungkin-karena-hal-ini/

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/17315026/Pencurian.Pulsa.Marak.Kinerja.BRTI.Disorot

http://tekno.kompas.com/read/2011/10/04/05261247/Konsumen.Kian.Resah.akibat.Pencurian.Pulsa

Jumat, 23 September 2011

Hati-hati! Modus Baru Sedot Pulsa Lewat SMS

JAKARTA, TRIBUNJAMBI.COM - Bila anda mendapatkan SMS 'kirim skrg uangnya ke rekening ini, BRI; 079101000742508 A/N; ANISA LESTARI' lebih baik anda menghiraukannya bila tidak yakin berasal dari orang yang tidak anda kenal.

Itu merupakan modus baru untuk menguras pulsa yang kita miliki setelah membalasnya. Bagus (22) menuturkan kalau dirinya menerima SMS yang isinya meminta untuk mentransfer uang ke sebuah rekening. Karena penasaran, akhirnya ia pun membalas SMS tersebut dengan menanyakan siapa pengirimnya.
"Karena takut orang dekat yang benar-benar membutuhkan, teman atau keluarga saya, saya SMS balik. Ini siapa ya?," tutur Bagus di Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Ternyata setelah di SMS balik pulsa yang awalnya Rp 10 ribu menjadi Rp 800. "Awalnya saya tidak sadar pulsanya berkurang gara-gara SMS tersebut. Usut punya usut seteleh diberi tahu teman ternyata itu modus baru untuk menyedot pulsa," katanya.
Menyikapi hal tersebut, Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya mengungkapkan belum menerima laporan mengenai SMS seperti itu.

"Kalau memang ada segera laporkan karena sesuai dengan KUHP di atas Rp250 bisa dilaporkan," kata Kasubdit Cyber Crime Ajun Komisaris Besar Hermawan saat dihubungi wartawan.

Penipuan seperti ini umumnya dilakukan perorangan, dia tidak bekerjasama dengan operator tertentu. "Tapi seharusnya operator bisa men-cut nomor-nomor seperti ini karena biasanya dari satu nomor bisa mengirim satu pesan ke ratusan nomor lainnya. Dari situ bisa terlihat," ungkapnya.

Pelaku penipuan seperti ini, biasa menggunakan software tertentu untuk mengirimkan pesan secara acak ke banyak nomor. "Ada software yang bisa memasukan ratusan nomor handphone dalam satu waktu dan bisa mengirimkannya dalam satu waktu," jelasnya.

Terkait kasus penipuan melalui SMS, unit cyber crime baru menangani bentuk penipuan seperti layanan pengunduhan lagu ataupun pengunduhan game (permainan). "Saat ini memang sudah banyak yang dirugikan. Misalnya saat download lagu dia tidak bisa unreg. Atau ada sms yang mengarahkan penerima mengikuti langkah-langkah yang diberikan pengirim," paparnya.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya apabila menemukan sms seperti itu. "Jangan penasaran. Kalau ada sms seperti itu dan tidak dikenal abaikan saja," ucap Hermawan.

http://jambi.tribunnews.com/2011/09/23/hati-hati-modus-baru-sedot-pulsa-lewat-sms

Selasa, 23 Agustus 2011

Polisi Tahan 10 Tersangka Penipu Via SMS

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk 10 tersangka anggota komplotan pelaku penipuan dengan berbagai modus melalui SMS. Modus yang biasa dilakukan adalah mengirimkan SMS tentang anggota keluarga yang kecelakaan, lalu mulai memperdaya korban melalui sambungan telepon.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Gatot Edy mengatakan, tersangka melakukan kejahatan dengan mengirimkan SMS ke sejumlah nomor secara acak. "Jika ada yang terpancing, pelaku kemudian meneruskan aksinya dengan menelepon si korban," ujar Gatot, Senin (22/8/2011) di Polda Metro Jaya.

Gatot mengatakan, pembagian peran pun dilakukan dengan rapi. Ada bagian penolong keluarga yang kena kecelakaan dan ada yang berperan sebagai dokter agar lebih meyakinkan. Apabila korban sudah termakan tipuan para pelaku, korban pun dengan mudah mentransfer sejumlah uang ke beberapa nomor rekening yang sudah ditentukan. Tidak tanggung-tanggung, komplotan ini mempunyai 260 rekening yang dibuat di 10 bank berbeda.

"Selain modus dengan berpura-pura kecelakaan, ada juga pesan singkat undian berhadiah," kata Gatot.

Kesepuluh tersangka yang diamankan polisi tersebut adalah Yusuf, Radiono, Rohmat, Hari Saputro, Dwi Lestari, Iriansyah, Raditya, Firman, Ilyas, dan Asnawi. Barang bukti yang disita antara lain 73 lembar KTP, 11 ponsel, 184 lembar kartu ATM berbagai bank, dan sejumlah perhiasan emas. "Saat ini masih ada enam orang lagi yang masih kami buru," katanya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Tersangka juga dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/22/22044219/