Tampilkan postingan dengan label Demo BBM Di Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demo BBM Di Jambi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Yoce Dengar Ada Perintah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Briptu Dodi, anggota Shabara Polresta Jambi, yang diduga menembakkan senjata gas airmata ke arah massa sehingga mengenai Reporter Trans 7 Jambi, Anton Nugroho, masih diperiksa intensif oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jambi.
Pada pertemuan antara perwakilan sejumlah wartawan yang melakukan aksi dengan Wakapolda Kombes Pol Rachmat Fudail, dan Irwasda Kombes Pol Muchlis, Selasa (18/6), disepakati bahwa Polda, akan transparan dalam mengusut tuntas tertembaknya Anton.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jambi masih melakukan pemeriksaan terkait insiden tertembaknya wartawan Trans 7 (video), Anton Nugroho, saat meliput aksi demo di kantor DPRD Provinsi Jambi, Senin (17/8).

Seorang wartawan, Yoce Kartika mendengar ada aparat sempat memerintahkan rekannya, yang dimaknai untuk melakukan tindakan tertentu.

"Orang yang ada di samping saya itu berkata, lajukanlah! Setelah itu keluar tembakan yang langsung mengarah ke wajah Anton," ujar Yoce, saat dialog kalangan jurnalis dan Wakil Kapolda Jambi Komisaris Besar Rachmat Fudail di markas Polda Jambi, kemarin.

Yoce dipanggil menjadi saksi dalam pemeriksaan aparat Propam Selasa kemarin.

Menurut Yoce, dirinya persis di samping Anton saat meliput unjukrasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin kemarin.
Suasana siang itu memanas dan berbuntut saling dorong antara mahasiswa dan polisi.

Hanya beberapa detik kemudian, seseorang tiba-tiba mengatakan, "Lajukanlah", yang dalam bahasa Jambi bisa dimaknai "Lakukanlah". "Saya mendengar sendiri seseorang mengatakan itu," ujar Yoce.

Yoce menambahkan, pelaku menembakkan peluru gas air mata itu dari sebelah kanan, dan langsung menancap ke bawah mata kanan Anton, yang kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher.

Terkait kesaksian Yoce, Rachmad Fudail mengatakan akan memeriksa Briptu D lebih lanjut. Pemeriksaan awal sejauh ini diketahui bahwa perbuatan tersebut sebagai kelalaian dengan unsur ketidaksengajaan. Pihaknya setuju akan menggelar rekonstruksi kejadian dalam beberapa waktu ke depan, sebagaimana tuntutan jurnalis.

Fudail mengatakan insiden ini tidak diinginkan oleh korpsnya. dan dirinya berjanji akan malakukan pengusutan secara tuntas dan transparan terhadap insiden yang melukai wartawan ini. Fudail menambahkan bakal melakukan rekonstruksi terjadinya insiden pada senin kemarin apabila memang hal itu diperlukan.

"Kita akan lakukan rekonstruksi, kita masih mencari tahu kondisinya (Briptu Dodi) pada waktu itu apakah memang sedang ada tekanan psikologis," bilangnya. "Anton itu teman saya dan Pak Irwasda di Perbakin, jadi silahkan kami terbuka untuk proses ini silahkan kawan-kawan tanya kepada Pak Kabid Humas atau propam," sebutnya. Sebelumnya Kapolda Jambi juga secara ksatria mengatakan dirinya meminta maaf dan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Sementara itu Pasaoran Simanjuntak perwakilan dari Trans 7 mengatakan masih menunggu keputusan dari keluarga dan juga pihak Trans 7 untuk membuat laporan kepolisian dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pers di Jambi atas dukungan yang diberikan.

http://jambi.tribunnews.com/2013/06/19/yoce-dengar-ada-perintah
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Rabu, 19 Juni 2013

Jurnalis Bali Gelar Aksi Solidaritas untuk Wartawan Korban Demo

DENPASAR, KOMPAS.com — Puluhan jurnalis Bali menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bali, Rabu (19/6/2013). Aksi itu digelar untuk mengecam aksi penembakan dua jurnalis di Jambi dan Ternate.
Para awak media elektronik dan cetak ini melakukan aksi tabur bunga di atas tumpukan kamera dan kartu ID jurnalis mereka. "Aksi ini untuk menyuarakan aspirasi kami bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil termasuk wartawan tidak dibenarkan," ujar koordinator aksi, Slamet Kurniawan, di sela unjuk rasa.

Para jurnalis menuntut pelaku penembakan jurnalis Trans 7 Jambi, Nugroho Anton, dan wartawan Mata Publik, Robby Kaleri, di Ternate ditindak tegas dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Aksi damai dilanjutkan dengan penyerahan pernyataan sikap yang menekankan tuntutan pengusutan tuntas kedua insiden.

Aksi itu juga mengajak semua organisasi wartawan untuk melawan segala tindak kekerasan terhadap wartawan. Pernyataan sikap para jurnalis diterima Kabid Penmas Polda Bali AKBP Sri Harmiti dan akan diteruskan ke Kapolda Bali Irjen Arif Wachyunadi.

Para wartawan yang meliput beragam aksi unjuk rasa terus saja turut menjadi korban. Terakhir, Rabu (19/6/2013) malam, wartawan Rakyat Sultra menjadi korban bentrok polisi dan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

http://regional.kompas.com/read/2013/06/20/07073841/
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Gas Air Mata Menyebar di Ruang Propam

Gas air mata menyebar di ruang Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jambi, Rabu (19/6) pagi pukul 10.00. Aparat dan jurnalis langsung membubarkan diri karena tidak kuat oleh tajamnya gas tersebut.
Polisi dan jurnalis mengeluarkan air mata dan bersin-bersin. Aroma dalam ruangan tersebut sangat tajam, ditambah lagi aroma gas air mata telah bercampur bekas darah reporter Trans 7 Jambi Nugroho Kusumawan alias Anton. Salah seorang polisi langsung menutup rapat tabung tersebut dalam bungkus plastik.

Tabung gas air mata, baju, jaket, dan peralatan lain menjadi barang bukti untuk pemeriksaan di Propam Polda Jambi terkait penembakan aparat yang mengenai Anton, saat meliput unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRD Senin lalu. Dalam peristiwa itu, seorang anggota Sabhara Polresta Jambi melontarkan tabung gas air mata dalam jarak sangat dekat sehingga malah menancap di bawah mata kanan Anton. Anton langsung terhuyung bersimbah darah dan dilarikan ke RSUD Raden Mattaher Jambi.

Penyerahan barang bukti dilakukan oleh Produser Eksekutif Trans 7 Pasaoran Simanjuntak kepada Kepala unit Pemeliharaan Ketertiban Subid Provoost Bidang Propam Polda Jambi, Ajun Komisaris Kasdi. "Barang-barang bukti ini kami simpan terkait pemeriksaan kasus ini," ujar Kasdi.

Pasaoran mengatakan, pihaknya mendesak agar kasus ini diproses secara hukum pidana. Dengan demikian, sanksi terhadap pelaku bukan sekadar sanksi disiplin.

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah mengatakan masih menunggu Anton selaku korban dan sekaligus saksi kunci, untuk memberi keterangan ke petugas pemeriksa Propam. Lama atau tidaknya proses pemeriksaan sangat tergatung pada perkembangan kesehatan Anton. Saat ini Anton masih dirawat di rumah sakit, setelah selesai menjalani operasi pengangkatan tabung gas air mata pada Senin lalu.(tim)
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Kapolres Tanjabbar Setuju Kasus Tertembaknya Anton Diusut Tuntas

Menanggapi aksi solidaritas puluhan jurnalis se-Tanjung Jabung Barat, atas tertembaknya jurnalis Trans 7 Anton beberapa waktu lalu, Kapolres Tanjab Barat mengaku sangat faham apa yang dirasakan para jurnalis, ketika melihat rekannya bersimbah darah.
"Kami sangat faham solidaritas yang rekan-rekan lakukan, kalau ini terjadi terhadap anggota kami, pasti solidaritas yang sama yang akan kami lakukan," kata Naik Pamen, Rabu (19/6).
Sebagai Kapolres, di hadapan para jurnalis ia juga meminta maaf atas permasalahan tersebut. "Kami sangat tidak menyetujui adanya benturan antara Polisi dengan wartawan di lapangan," tukasnya.

Ia mengaku sangat setuju kasus ini untuk diusut tuntas. "Kapolda juga sudah meminta maaf dan sudah menyampaikan bahwa ada kesalahan prosedur. Propam tentunya akan memproses dan mengecek tingkat kesalahannya, kita serahkan kasus ini kepada majelis pada persidangan dalam memberi putusan," ucap Kapolres.

"Terkait aspirasi rekan-rekan, saya akan langsung sampaikan kepada Bapak Kapolda, baik tertulis maupun lisan. Saya yakin Bapak kapolda akan bertanggung jawab penuh," pungkasnya.

http://jambi.tribunnews.com/2013/06/19/kapolres-tanjabbar-setuju-kasus-tertembaknya-anton-diusut-tuntas
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Perwakilan Trans7 Menyerahkan BB Proyektil Peluru Ke Propam Polda Jambi

JAMBI - Barang bukti berupa selongsong peluru gas air mata yang reporter Trans 7 Jambi, Nugroho Kusumawan yang biasa dipanggil Anton, Barang bukti selain Proyektil, pakaian Anton yang berumuran darah secara resmi diberikan kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi, oleh perwakilan dari Trans7 Sahur Simanjuntak  (19/6).
Barang bukti berupa selongsong peluru gas air serta pakaian yang dikenakan Anton saat liputan demo mahasiswa menolak kenaikan BBM di DPRD Jambi (17/6) tersebut diamankan rekan-rekan wartawan. Turut mendampingi pemberian barang bukti tersebut Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah.

Waktu memperlihatkan barang bukti proyektil gas air mata, ternyata masih tersisa gasnya masih aktif, spontan membuat perwakilan Trans 7 Jakarta dan seluruh rekan wartawan maupun anggota Propam yang berada disekitar barang bukti berhamburan keluar ruangan propam. (Romy).
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Selasa, 18 Juni 2013

Solidaritas Jurnalis Demo Di Polda Jambi Atas Penembakan Wartawan Trans 7

JAMBI - Pasca penembakan terhadap reporter Trans 7 Jambi, Nugroho Kusumawan yang biasa disapa “Anton” mengundang solidaritas sesama insan pers Jambi melakukan aksi demo di Polda Jambi (19/6).
Didalam orasi secara bergantian, puluhan insan pers mengutuk oknum yang telah menembak koresponden Trans 7 tengah melakukan tugas peliputan demo penolakan mahasiswa atas kenaikan BBM. Seusai aksi damai dihalaman Polda Jambi para jurnalis Jambi diterima oleh Wakil Kepala Polda Jambi Komisaris Besar Rachmad Fudail, para jurnalis meminta Polda Jambi melakukan reka ulang untuk memabuktikan bahwa Kapolda Jambi serius dalam masalah penembakan terhadap wartawan yang tengah bertugas, pasalnya ada saksi mata penembakan terhadap reporter Trans 7, Nugroho Kusumawan.

Didalam pertemuan di kantor Kepolisian Daerah Jambi, Selasa (18/6/2013) pagi tadi, salah seorang wartawan yang berada persis di samping Anton mengungkapkan bahwa ada sebuah aba-aba yang diduga memicu keluarnya letusan gas air mata. Letusan tersebut tragisnya mengenai wajah Nugroho.

Yoce Kartika, mengatakan bahwa sebelum letusan keluar, memang terjadi dorong-mendorong antara mahasiswa dengan aparat Kepolisian di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi. Saat itu, Yoce sempat mendengar seseorang di sampingnya bersuara senada memerintah "lajukanlah".  Sambil memperagakan cara orang mengacungkan senjata kedepan.

Setelah itu terdengarlah letusan yang langsung mengarah ke wajah Anton. "Saya mendengar sendiri seseorang mengatakan itu," ujar Yoce.

"Lajukankah", dalam bahasa Jambi, bisa dimaknai lakukanlah atau teruskanlah.
Terkait hal itu, Wakil Kepala Polda Jambi Komisaris Besar Rachmad Fudail mengatakan masih menduga perbuatan tersebut sebagai kelalaian dengan unsur ketidaksengajaan. Namun, pihaknya akan melakukan rekonstruksi kejadian dalam beberapa waktu ke depan. (Romy) 

Senin, 17 Juni 2013

Wartawan Surabaya Kecam Aksi Penembakan Polisi

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan wartawan Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/6/20130 malam, menggelar aksi keprihatinan atas peristiwa tertembaknya wartawan Trans 7 Jambi, Nugroho Kusumawan saat meliput aksi tolak BBM di Jambi, Senin siang. Mereka pun meminta jaminan pada polisi agar insiden itu tidak terjadi di wilayah Jawa Timur.
Aksi keprihatinan yang didukung sejumlah elemen wartawan seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Ikatan Jurnalis Online (IJO) itu digelar di depan Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya. Selain menyalakan lilin, mereka juga menggelar poster dan foto wartawan korban penembakan.

Ketua IJTI Jatim, Hari Tambayong mengatakan, insiden itu adalah bentuk kecerobohan polisi dalam mengamankan aksi unjuk rasa. ''Insiden semacam itu bisa saja terjadi kepada kita semua, peserta aksi, dan masyarakat umum, karena itu kami mendesak polisi lebih profesional dalam bertugas,'' jelasnya.

Selain meminta jaminan keamanan, wartawan Surabaya juga mendesak polisi mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap Nugroho Kusumawan. ''Kami juga meminta Polri untuk meminta maaf kepada insan media secara terbuka, dan berjanji akan lebih mengawasi anak buahnya yang bertugas,'' tambahnya.

Nugroho Kusumawan atau biasa dipanggil Anton terkena peluru gas air mata aparat saat meliput unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin pagi. Saat itu terjadi dorong mendorong antara aparat dan mahasiswa yang memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD.

Peluru gas air mata mengenai pipi kanan Anton. Tim medis RSUD Raden Mattaher baru berhasil melepaskan peluru setelah mengadakan operasi sekitar satu jam.

Kepolisian Daerah Jambi menetapkan Briptu D, anggota Sabhara Polresta Jambi sebagai tersangka penembakan Anton. Kepolisian menyatakan pelaku akan dikenai sanksi disiplin terkait perbuatannya. Aksi penembakan juga terjadi di Ternate, Maluku Utara.

http://regional.kompas.com/read/2013/06/18/07174619/
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Wartawan Jambi Mengutuk Oknum Polisi Yang Menembaki Reporter Trans 7

JAMBI – Pasca kenaikan BBM kembali meminta korban, kali yang jadi korban adalah salah satu wartawan elektronik yang tengah melakukan peliputan demo mahasiswa menolak kenaikan BBM di kantor DPRD Provisi Jambi (17/6). Menurut rekan-rekan jurnalis penembakan yang dilakukan oknum Polisi tidak sesuai dengan prosedur "Kami harap Kapolda (video demo) dapat menindak tegas oknum Polisi yang menembak rekan kami."
Usai melakukan operasi mengangkat selongsong peluru yang menempel di pipi kanannya, Anton menceritakan  saat aksi dorong-dorongan mahasiswa dengan Polisi, dirinya mengambil posisi gambar di tengah-tengah massa.

"Saya melihat senjata tidak diarahkan ke atas, tapi ke arah kerumunan massa," kata Anton yang terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi.

Pengakuan korban Polisi tersebut mengarahkan senjata kepadanya, tiba terdengar letupan senjata, korban merasa dimatanya berdarah, maka Nugroho Kusumawan langsung dibawah rekan-rekan wartawan menuju rumah sakit Raden Mattaher Jambi. Polisi yang menembak berinisiar Briptu D anggota Sabhara Polresta Jambi.

Dengan tertembaknya wartawan Trans 7 Jambi, mendapatkan prihatin dari gabungan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Senin siang, diantaranya dari BEM Unja, HMI, GMKI, KAMMI dan juga PMII datang untuk membesuk Anton Nugroho 7 yang terkena peluru gas air mata Polisi.

Rombongan mahasiswa datang sekitar pukul 17.15 dan langsung ke ruang rawat Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi untuk melihat kondisi korban.

Hasil scen menunjukan batok kepala wartawan Trans 7, Nugroho Kusumawan mengalami kerusakan berat, maka Nugroho Kusumawan alias Anton mesti mendapatkan penanganan serius dari dokter specialis mata.

Sabur, Pimpret Trans 7 Jakarta langsung terbang ke Jambi melihat langsung Nugroho Kusumawan yang tertembak saat peliputan demo mahasiswa penolakan BBM dan meminta agar pihak kepolisi mengambil tidakan tegas terhadap anggotanya. “Yang penting saat ini adalah selamatkan nyawa Nugroho Kusumawan”, ujar Sabur.

Saat ini wartawan Trans 7 Nugroho Kusumawan dipindahkan ke Rumah Sakit Bratanata, sampai berita ini diturunkan puluhan wartawan masih setia mendampingi Nugroho Kusumawan di Rumah Sakit.  (Romy)
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Pelaku Penembakan Wartawan di Jambi Briptu D

Pasca tertembaknya Anton, wartawan Trans 7 Jambi (video demo) di Jambi, saat meliput aksi demo menolak kenaikan ВВМ di kantor DPRD Provinsi Jambi, Senin (17/6), pihak kepolisian bergerak cepat dalam mengusut insiden tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, pihak propam mengamankan Briptu D, anggota Sabhara Polresta Jambi.

Hal Ini dikatakan Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan pihak propam juga menemukan adanya unsur kelalaian.

"Hasil pemeriksaan propam, yang jelas telah ditemukan kelalaian oleh anggota. Dari hasil pemeriksaan, pihak propam telah mengamankan Briptu D, anggota Shabara Polresta Jambi," ungkap Almansyah, pada sejumlah wartawan kemarin.

Briptu D saat ini kata Almansyah, masih diperiksa intensif oleh Propam Polresta Jambi. Pemeriksaan terhadap Briptu D, juga akan diambil alih oleh Propam Polda Jambi.

"Saat ini anggota Sabhara berinisial D berpangkat Briptu itu diperiksa propam Polresta Jambi. Nanti akan ditarik Propam polda, dilanjutkan pemeriksaan intensif, biar jelas permasalahannya. Saat ini juga diamankan," tutur Almansyah.

http://jambi.tribunnews.com/2013/06/17/pelaku-penembakan-wartawan-di-jambi-briptu-d
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera

Wartawan Trans 7 Kena Tembakan Polisi

JAMBI - Penembakan gas air mata dalam unjuk rasa mahasiswa di halaman Gedung DPRD Provinsi Jambi, tidak didahului aba-aba dari pimpinan pengamanan aksi. Penembakan ini diduga merupakan kesengajaan aparat untuk membubarkan aksi.
Peluru gas air mata yang keluar hanya 4 atau 5 detik saat aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat Kepolisian Resor Kota Jambi. Sebelum mengeluarkan gas air mata, peluru tertancap pada pelipis kanan Nugroho Kusumawan yang biasa disapa Anton. Anton langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi.
Seusai menjalani operasi, Anton menduga penembakan tersebut memang langsung ditujukan kepada dirinya. Namun, dia tidak mengetahui persis siapa yang menembakkannya. "Tembakan dari arah kanan saya," tuturnya.

Unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM berlangsung di sejumlah titik di Kota Jambi, seperti Simpang Bank Indonesia, halaman gedung DPRD Provinsi Jambi, dan kantor Gubernur Jambi. Aksi tersebut sempat memanas ketika mahasiswa mendesak untuk masuk ke gedung DPRD, tetapi aparat tetap menghalangi mereka.

Sebelumnya diberitakan, wartawan Trans 7, Nugroho mengalami luka bagian pelipis kanan akibat terkena peluru gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian dalam unjuk rasa mahasiswa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di Kota Jambi, Senin (17/6/2013). Penembakan tersebut menimbulkan kemarahan pedemo.

Anton langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher dan menjalani operasi selama hampir 1 jam. Operasi yang dipimpin dr Kuswayan itu baru berakhir sekitar pukul 13.10 WIB.

Tim dokter menyerahkan peluru gas air mata tersebut kepada wartawan yang menunggui proses operasi Anton sekitar pukul 13.15. "Ini menjadi barang bukti yang kuat bahwa aparat telah mengeluarkan tembakan," ujar Nanang (video), salah seorang wartawan.

Terkait insiden itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto menyatakan, Anton tidak terkena peluru, melainkan pecahan tabung gas air mata. Menurutnya, penembakan gas air mata ditujukan untuk menghentikan massa bertindak anarkistis.

"Namun, di tengah massa ternyata ada salah satu rekan media, saudara Anton dari Trans 7," terang Agus.

http://regional.kompas.com/read/2013/06/17/17070073/
* Kamera Rusak Datang Saja Ke AYEN Service Kamera
http://www.youtube.com/watch?v=SXXcnqz0ox4