Tampilkan postingan dengan label Majalah China Town Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalah China Town Jambi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Melirik Perayaan Sejit Sam Thai Kong (Un Chu Sam Tai)

 Sembahyang Altar Utama Sam Thai Kong
Sembahyang Kho Kun
JAMBI, ayojambi.com – Salah satu sesajen yang dipersembahkan umat Khonghucu dalam menyambut perayaan sejit para shen ming (baca dewa) adalah daging babi. Daging babi menjadi persembahan utama dalam perayaan ulang tahun shen ming Sam Tai Kong (Un Chu Sam Tai) di Makin Kelenteng Gi Hong Tong [Lihat Foto: Melirik Perayaan Sejit  Sam Thai Kong].
Tanpa daging babi, maka persembahan terasa kurang meskipun sudah dilengkapi dengan sesaji lainnya. “Utamanya adalah daging babi. Kita pun harus melakukan sembahyang mentah khusus mempersembahkan daging babi ini,” ujar Alek Suyento, ketua Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong yang juga wakil ketua Matakin Provinsi Jambi pagi tadi  (22/1).

Perayaan yang digelar di Jalan M. Yamin, Lorong Teratai Rt. 14, Kelurahan Payolebar Kecamatam Jelutung, Kota Jambi tersebut diikuti oleh ratusan umat Khonghucu Jambi. Sejak pagi, umat sudah mengikuti tiga tahap sembahyang. Dimulai dengan sembahyang kehadapan Tien (Tuhan) pada pagi hari sekitar pukul 09.00. Dilanjutkan sembahyang pada shen ming San Tai Kong pukul 11.00 dan dan diakhiri dengan sembahyang kho kun.

Sembahyang she jit tersebut dipimpin langsung oleh Lim Tek Chong thaoshe dari Tiongkok, Lim Tek Chong adalah pembina rohaniawan di kawasan Jambi dan Palembang berasal dari Tirai Bambu (China), sebanyak tahapan sembahyang yang dilakukan. Mulai dari pembacaan doa diiringi tiupan terompat dan pembacaan so bun. Masing-masing sembahyang dilakukan sekitar 30 menit. Sembahyang Tien (Tuhan) dilakukan di altar depan kelenteng. Juga dilengkapi dengan berbagai jenis persembahan. Dilanjutkan dengan pembakaran kertas sembahyang (kim cua). Kertas tersebut dipersembahkan kepada Tuhan. “Kita memohon perlindungan kepada Tien (Tuhan) agar acara she jit berjalan dengan lancar. Juga agar kita mendapatkan keselamatan, jauh dari bencana dan mendatangkan rezeki yang limpahan,” ujarnya.

Setelah sembahyang kepada Tien (Tuhan), dilanjutkan dengan sembahyang kepada para suci shen ming Sam Tai Kong. sembahyang dilaksanakan di dalam kelenteng. Maka seluruh persembahan (sesajen) pun dipindahkan ke dalam kelenteng. Tujuan dari sembahyang ini adalah untuk mengundang Sam Tai Kong datang dalam perayaan ulang tahunnya yang sedang dirayakan oleh umat Khonghucu Jambi. Dengan kedatangan shen ming tersebut, maka diharapkan ada banyak doa yang dikabulkan oleh Sam Tai Kong. “Kita undang shen ming untuk datang. Meskipun tidak bisa dilihat dengan kasat mata, tetapi kita tahu bahwa shen ming tersebut ada di sekitar kita. Maka, diharapkan Sam Tai Kong mendengarkan seluruh doa yang kita panjatkan di hari ulang tahunnya. Dengan harapan doa kita akan dikabulkan dengan cepat,” ujarnya, ujar Alex.

Selain para suci Sam Tai Kong yang sedang berulang tahun, shen ming lainpun diundang sehingga perayaan ulang tahun menjadi ramai tidak hanya dihadiri oleh umat, juga para shen ming. “Setiap kelenteng di Jambi memiliki masing- masing shen ming utama. Maka, seluruh shen ming itu kita undang agar perayaan menjadi lebih meriah,” ujarnya Alex.

Bagi umat yang tidak sempat ikut dalam sembahyang bersama yang dipimpin oleh rohaniawan, maka mereka bisa melaksanakan sembahyang secara sendiri. “Ini tidak menjadi masalah. Yang penting niat baik dan doa yang kita panjatkan. Sehingga diharapkan kehidupan kita akan semakin membaik,” bebernya.

Tampak hadir dalam sejit Un Cu Sam Tai adalah Pengurus Matakin Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Wakil Makin Leng Chun Keng, Herison (Lim Yong Siang), Makin Lam Po Tong, Chu Harto, Makin Sai Che Tien, Tetro Handoko, dan Pengurus Perkumpulan ANKE Jambi, Tan Edyson, Perkumpulan Teo Chew Jambi, Rozak. Selain itu acara she jit Un Cu Sam Tai juga dihadiri pengusaha muda diantaranya Naga Cipta Central (Robin) serta ketua Perkumpulan Hok Liong Sai (Chen He Siang) (Romy)
 * www.ayojambi.com/

Kamis, 30 Januari 2014

Semarak menyambut Tahun Baru Imlek 2565

JAMBI - Menyambut Perayaan Tahun Baru Imlek 2565 merupakan sebuah momentum yang harus dirayakan bersama, karena perayaan tahun baru setahun hanya sekali, tinggal bagaimana masyarakat tionghoa merayakannya.
Tahun Baru Imlek yang lebih dikenal sebagai Tahun Baru Tionghoa tanggal 31 Januari 2014 atau Lunar Kalender Imlek Chia Gwee Chui It 2565, penyambutan kedatangan tahun baru imlek sudah terlihat sejak pukul 00.00 dini hari (31/1), umat Khonghucu mulai berdatangan ke tempat-tempat ibadah Kelenteng seperti di Kelenteng Siu San Teng yang berlokasi di kampung manggis, Rt 10 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Mereka datang bersama keluarga sambil membawa aneka sajian diantaranya buah-buahan segar.

Berdasarkan hasil pantauan ayojambi.com, Jumat (31/01) dini hari, ratusan umat Khonghucu Jambi sudah mendatangi kelenteng terbesar di Kota Jambi untuk sembahyang bersama keluarga.

Antusias umat Khonghucu di Jambi untuk merayakan tahun baru Imlek sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan penuhnya tempat peribadatan di kelenteng untuk melakukan sembahyang memperingati moment tahunan sambil memanjatkan doa agar tahun Kuda Kayu memberikan kesejahteraan, kesehatan dan usaha lancar.

Ujar pengurus Kelenteng Siu San Teng, "Mereka (umat) sudah datang sejak jam 12 malam, terus ramai hingga siang. Biasanya jam 1 (siang) ke atas baru mulai sepi," katanya.

Imlek yang kini dirayakan masyarakat Khonghucu sebagai hari besar keagamaan (Tahun Baru China) awalnya adalah sebagai penanda awal masa bercocok tanam. Oleh sebab itu, Imlek bisa dilihat dari sudut pandang agama dan juga kebudayaan. Sedangkan Cap Go Meh merupakan satu kesatuan dari Imlek, yang merupakan puncak perayaan Tahun Baru masyarakat Tiongkok yang beragama Khonghucu.

Di Indonesia, perayaan Imlek sebelumnya dilarang. Baru di Era Presiden Abdurrahmad Wahid alias Gus Dur masyarakat Tionghoa di Indonesia diperbolehkan merayakannya. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Minggu, 26 Januari 2014

Sambut Imlek Umat Khonghucu Bersihkan Kelenteng

JAMBI - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2565 berbagai kelenteng di Jambi mulai mempersiapkan diri.

Seperti yang terlihat di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien dan Kelenteng MAKIN Leng Chun Keng di Kawasan Koni IV, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Berbagai persiapan mulai dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu (25-26/1-2014), seperti membersihkan Kim Sin para suci Sen Ming (patung dewa dewi) dari debu dan kotoran lainnya.

Secara perlahan, satu demi satu Kim Sin diturunkan dari altar lalu dibersihkan dengan menggunakan arak putih agar kualitas ornamen kayu tidak cepat rusak.

Sebelum membersihkan Kim Sin (patung) tentu saja dilakukan acara sembahyang guna meminta izin kepada para Sen Ming (dewa-dewa yang terdapat didalam kelenteng). Setelah dibersihkan patung-patung dewa kemudian dikembalikan ke posisi semula.

Untuk menambah keindahan bangunan kelenteng ini juga dipasangi aneka hiasan lampion dengan berbagai bentuk dan ukuran, pemasangan lampion merupakan tradisi warga keturunan china yang beragama Khonghucu menjelang perayaan imlek yang telah berlangsung selama ribuan tahun.

Dengan kegiatan bersih-bersih kelenteng dan pemasangan aneka lampion, diharapkan perayaan imlek di Jambi akan semakin semarak, sehingga umat Khonghucu yang berdoa pun akan semakin khusyuk dalam menjalankan ibadahnya.

Warga Khonghucu Jambi berharap, tahun baru imlek yang merupakan tahun Kuda Kayu nantinya dapat lebih mendatangkan kemakmuran serta keselamatan bagi bangsa dan negara. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Jumat, 17 Januari 2014

佔碑獅子殿廟迎春獻演中國木偶劇

提線木偶演出提線木偶一劇照擺在舞台後的神壇
【本報訊】為迎接春節馬年的到來,佔碑獅子殿廟宇孔教會,於元月15日晚在廟宇址科尼街IV(Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung,),特邀來自中國的遊越新(譯音)率領的提線木偶劇團表演,以答謝神恩及娛樂善男信女。
當天雖然下了毛雨,但檔不住觀眾前來觀賞,較早時也祭拜神明,答謝神恩。
據知,提線木偶古稱“懸絲傀儡”,由偶頭、籠腹、四肢、提線和勾牌組成,高約兩尺。偶頭以樟、椴或柳木雕成,內設機關,五官表情豐富;竹製胸腹,手有文、武之分,舞槍弄棒,筆走龍蛇,把盞揮扇,妙趣橫生;腳分赤、靴、旦3種,勾牌與關節間有長約3尺的提線。近年來,木偶舞台演出區域擴展,泉州木偶劇團提線表演佔據整個舞台空間,提線可達6尺,難度大,但表現力大增。提線一般為16條,據木偶動作需要取捨,合陽線戲基本提線5條,做特技時可增加到30餘條,演來細膩傳神,技巧高超。自古及今,倍受稱讚。
本報記者明光報導/ Romy供圖

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20140118/145901.shtml

Rabu, 15 Januari 2014

Menyambut Imlek MAKIN Sai Che Tien Adakan Pentas Wayang Dari Tiongkok

JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien Jambi mengadakan pertunjukan Wayang “綫劇團”yang dikendalikan dengan tali dari atas.
Pertunjukan “Wayang” ini pertama kali dilakukan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi “印尼占碑省獅仔殿廟宇孔教會”untuk menyambut tahun baru Imlek 2565 yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014. selain itu wayang juga dipersembahkan kepara para suci shen ming yang duduk di dalam altar kelenteng.

Rombongan Wayang (綫劇團)dari boneka ini dipimpin oleh Yiu Wat Sin sebagai dalang yang sengaja di undang ke Jambi didatangkan dari Tiongkok.

Walaupun hujan rintik-rintik tidak menguragi minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan yang kali pertama mereka saksikan, walaupun masyarakat tidak memahami dialok dalam pertunjukan.

Sebelum pertunjukan dimulai, terlebih dahulu pemimpin dalang wayang melakukan sembahyang dengan memohon ijin dari para suci shen ming 神明 untuk melakukan pertunjukan wayang (綫劇團).

Menurut Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam (15/1), wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memainkan tali yang dihubungkan dengan boneka layaknya seperti wayang kulit.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan wayang sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng.

Tambah Js The Lien Teng, Panggung Potehi berhadapan dengan kelenteng Sai Che Tien, lantaran pertunjunkan Potehi dilakukan bersamaan dengan acara Kwan Teng sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2565, namun dengan keterbatasanya anggaran waktu itu (tahun 2005), maka Potehi ditunda hingga kini, pementasan wayang 綫劇團 dipertunjukan untuk para shen ming yang berada di altar kelenteng dan di dalam kelenteng terdapat puluhan kim sin dari berbagai shen ming. Untuk mengadakan pertunjukan sejenis ini memerlukan dana yang besar dan mesti murni berasal dari pengurus kelenteng maupun sumbangan sukarela, tidak boleh main todong-todongan (memaksa), Kata Lien Teng.

Terlihat beberapa pengurus ini MATAKIN Kota Jambi, diantaranya Wakil Ketua MATAKIN Kota Huwanda Desswandhy, Sekretaris MATAKIN Kota Salim, Ketua Bidang FKUB Kota Jambi Robinhon (Romy) * www.ayojambi.com/

Menyambut Imlek MAKIN Sai Che Tien Adakan Pentas Wayang Dari Tiongkok

JAMBI - Kondisi udara dingin lantaran beberapa hari ini hujan menguyur Kota Jambi, namun Kamis malam (15/1) tidak mengurangi minat ratusan masyarakat Kota Kota Jambi untuk datang ke kawasan Koni untuk menyaksikan pengelaran Wayang yang digelar oleh Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien “印尼占碑獅仔殿孔教会” yang beralamat di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (15/1) malam.
"Wah menarik sekali Wayang 綫劇團. Baru kali ini saya menontonnya. Unik dan butuh pemahaman tersendiri untuk mengikuti alur ceritanya. Meski sekilas sama dengan pentas Wayang Golek atau Wayang Kulit, tapi masing-masing ada ciri khasnya tersendiri," ujar seorang penonton bernama Lenny (18).

Pertunjukkan Wayang, menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama dipentaskan di Kelenteng Sai Che Tien 獅仔殿 Jambi, selama ini belum pernah ada kelenteng mengadakan acara seperti ini. Sehingga wajar jika mampu menyedot animo masyarakat kota Jambi untuk menyaksikannya. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Selasa, 14 Januari 2014

Saksikanlah Pementasan Potehi Pertama Kali Di Jambi

JAMBI - Malam Ini Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien yang beralamat di Jalan Koni IV mengadakan pertujukan kesenian wayang Potehi yang didatangkan dari negara panda.
Pertunjukkan Wayang Potehi, bakal menjadi tontonan menarik, karena pertunjukkan ini baru kali pertama diadakan Jambi. Seyogyanya pementasa Potehi dilakukan bersamaan Kwan Teng tahun 2005, karena keterbatasan anggaran maka diutamakan Kwan Teng

Pertunjukan spektakuler tersebut umumnya dipertunjukan dalam peresmian Kelenteng/ Miao dan pertunjukan Potehi juga untuk para kaisar jaman dahulu di Tiongkok.

Sedangkan di Indonesia sudah mengalami kaborasi dengan kesenian daerah. Pertunjukan Potehi biasanya diadakan pada malam sebelum malam Tahun Baru Imlek, Potehi berasal dari kata pou (kain), te (kantung) dan hi (wayang). Potehi disebut wayang boneka yang berasal dari Hokkian, Cina selatan. Kesenian ini dibawa oleh perantau etnis Tionghoa ke berbagai wilayah Nusantara pada masa lampau.

Ayo datang bersama saudara ke MAKIN Kelenteng Sai Che Tien untuk menyaksikan pementasan Potehi. (Romy)

Minggu, 12 Januari 2014

MAKIN Sai Che Tien Akan Adakan Wayang Potehi Dari China

JAMBI - Wayang Potehi merupakan salah satu jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Cina bagian selatan. Kesenian ini dibawa oleh pemain dari Tiongkok yang sengaja di undang MAKIN Sai Che Tien Jambi.
Menurut informasi dari Ketua MATAKIN Kota Jambi yang juga ketua Kelenteng MAKIN Sai Che Tien, kita mau adakan pementasan Wayang Potehi di Kelenteng Sai Che Tien Jambi hari Rabu malam mulai, 15 Januari 2014 mendatang, pukul 17.00 Wib. Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah wayang boneka yang terbuat dari kain. Sang dalang akan memasukkan tangan mereka ke dalam kain tersebut dan memainkannya layaknya wayang jenis lain.

Kata Js. The Lien Teng, untuk daerah lain seperti Sumsel, Jakarta dan daerah jawa petunjukan Potehi sudah sering kali dipertontonkan kepada masyarakat tionghoa setiap ada acara besar di Kelenteng, namun untuk di Jambi baru pertama kali diadakan di Kelenteng MAKIN Sai Che Tien Jambi, ujar Js. The Lien Teng. (Romy)* www.ayojambi.com/