Tampilkan postingan dengan label Sia Kang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sia Kang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2016

占碑华人举行年终祭拜仪式

 
 

本报讯】占碑市历来就是众多华人群居之处,虽然隔了数代之久,但华人 传统庙宇及其风俗还是很浓厚,尤其每逢华族传统节日,更显得节日氛围,热闹非凡,临近年终,为答谢占碑母亲河——巴当哈里河港诸水神,占碑寿山庙炉主陈延 庆先生率众信徒,在占碑珍巴卡布迪(Cempaka Putih)寿山亭庙诸神坛前,包括天公、福德正神(大伯公)等祭拜,感谢上帝及天、地神和河神,给占碑巴当哈里河地区人民的恩德,祈愿今年六时吉祥,风 调雨顺,国泰民安。
  炉主陈远庆表示,占碑巴当哈里河是占碑省的母亲河,经济价值高河道弯曲,素有99弯之称,它是通往爪哇岛和其他岛屿的主要河流,是当地人民生计的主要交通要道。
  根据历史记载,唐、宋时期的僧人也通过这条河到占碑港(Muara Jambi)佛塔遗址。在寿山亭庙里,每年都一如既往的举行答谢神恩祭拜礼,当地语言是谢港祭拜。
本报记者明光文/Romy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160104/249694.shtml
* www.ayojambi.com/

占碑华人寿山亭寺庙谢港仪式迎新年



【本报记者陈春钿报道】占碑华人于19时至中午1时,在座Cempaka Putih的寿山亭寺庙,举行谢港仪式迎新年。这是原自古代占碑华商通商靠帆船川流巴当哈利河运出海谋生到爪哇岛,甚至更远东南亚各地,每年迎新年感谢巴当哈利河水神的传统习俗而流传到现在。

相信有着几百年的历史;而况神秘慕阿拉占碑佛塔(Candi Muara Jambi)地带预计于7纪期间,已经有着古代文明的史记;慕阿拉占碑佛塔据推测是当时继佛教圣地纳兰陀(Naranda)之后的佛教大学,全世界各地佛教高僧有意到印度纳兰陀深造,理应先行到慕阿拉占碑佛教大学学习。经此关系,可预想占碑华商古代的文明程度。

们应该特别感谢占碑知名AAA咖啡粉厂老板蔡邦胜居士,历来已对占碑省慕阿拉占碑佛塔地带的考古研发,已做出的许多贡献;其中已引入印度尼西亚大学人文学院考古专家的挖掘考证工作,其中证实67纪中国佛教高僧义净停留室利佛逝(Sriwijaya)地处,其实是在慕阿拉占碑佛塔地带。当今,我国各相关方面正积极为获取联合国教科文组织承认慕阿拉占碑佛塔地带为世界文化遗产的努力。虽然如此,国内外佛教界已广为周知慕阿拉占碑佛塔这惊人的信息,相应占碑这印度尼西亚国的一个小省,且拥有古代文明的史记,身为占碑人应该可引以为荣。我们该对蔡邦胜居士致以崇高敬意。

今年的迎新年谢港仪式由郑连丁道教师傅主持进行,有百多道教善信陆续前来参与。谢港仪式是祭拜上帝,为答谢年来占碑华商所取得的成就,也憧憬2016新年更美好的愿景。祭拜仪式在寿山亭坛前举行。寿山亭基金会辅委主席是占碑市知名企业家陈远庆,他说:寿山亭时常举办集体祭拜,祭毕,就在寺庙烹煮,为寺庙诸领导和十方善信一起聚餐,以敦睦谊

http://www.shangbaoindonesia.com/?p=142951
* www.ayojambi.com/

Jumat, 01 Januari 2016

Ungkapan Terima Kasih Pada Dewa Sungai Batanghari

占碑华人謝峇當哈利港水神
JAMBI, ayojambi.com - Dahulu kala, sebelum ada praportasi modren, warga tionghoa di Jambi mempergunakan Sungai Batanghari sebagai jalur transportasi perdagangan, warga tionghoa Jambi mengunakan Perahu Layar melintasi Sungai Batanghari untuk hubungan perdagangan ke pulau jawa, bahkan sampai keluar negeri. Maka setiap awal tahun warga tionghoa di Jambi selalu mengadakan sembahyang bersama untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada dewa air dan dewa bumi [Lihat Bambar: Sia Kang/谢港].
Mereka mengunakan Kelenteng Siu San Teng (寿山亭) altar utama (神壇) Dewa Hok Tek Yjen Sen atau Dewa Bumi (福德正神) di kawasan Cempaka Putih untuk menyapamkaikan ungkapan syukuran oleh para pengusaha maupun warga masyarakat umumnya. Setiap tahun panitia pelaksana (炉主)selalu dirobah atas petunjuk sang dewa

Ratusan warga tionghoa silih berganti datang untuk berdoa atas keberhasilan di tahun yang baru dilalui dan harapan thahun 2016 lebih baik di tahun 2015. Acara sembahyang dimulai dari jam 09.00 sampai jam 13.00 siang di altar (神壇) Tie Kong (上帝). tujuan Sia Kang (谢港)adalah untuk menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas segala berkah yang diberikan 上帝 (Tuhan YME) kepada mereka.,

Menurut Ketua Dewan Pembina Siu San Teng (寿山亭) Tanoto Kusumah (陳遠慶), setiap awal tahun baru, “Kelenteng Siu San Teng (寿山亭) selalu adakan sembahyang bersama, dan usai sembahyang, semua sajian mentah dimasak lalu pengurus kelenteng makan bersama dengan warga masyarakat yang datang”. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Senin, 05 Januari 2015

占碑孔教信徒祷告感恩和祈祷亚航飞机遇难者


 庙负责人在祈拜
 负责人及信徒在祈拜和祈祷
[本报占碑讯] 2015年元旦周四,数百名孔教信徒 在 占 碑 甘 榜 曼 格 斯(Kampung Manggis)寿山亭庙感恩及祈祷亚航飞机受害者 。

  在庙内,金龙围绕着红色四个支撑庙亭大柱子,信徒紧握在信徒手里的香柱,香气冲天,供神的各种水果供品整齐地摆在大张的张桌子。信徒感恩祈祷新一年成功,并希望在2015年会更好,同时也祈祷亚航飞机遇难者可能很快就会发现。 明光/ Romy
占碑寿山亭庙内一景

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20150106/189326.shtml

Kamis, 01 Januari 2015

Umat Khonghucu Sembahyang Syukuran dan Doa Untuk Korban Pesawat AirAsia

JAMBI, ayojambi.com - Ratusan Umat Khonghucu di Jambi merayakan pergantian tahun dengan sembahyang di kelenteng-kelenteng, terutama di kelenteng Siu San Teng yang beralamat di Kampung Manggis, Kamis (1/1-2015)[Lihat Gambar: Sembahyang].
Aroma Hio (gaharu) yang harum tergenggam di jari mereka serta berbagai jenis makanan tertata rapi di meja besar di tengah ruangan yang didominasi warna merah ditunjang empat pilar besar dilingkari oleh sang naga emas.

Dengan ucapan doa syukur (Sia Kang/谢港) kepada Tuhan Yang Maha Esa (tie kong) dan para dewa-dewi, ratusan umat Khonghucu silih berganti berdoa untuk keberhasilan di tahun yang baru dilalui dan harapan lebih baik di tahun 2015.

Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa mengawali sembahyang mereka, selanjutnya umat masuk ke dalam kelenteng dan memberikan penghormatan kepada Hu Te Chen Sen 福德正神 (yang dikenal dengan panggilan Dewa Bumi/ Tua Pek Kong) dan umat Khonghucu Jambi juga berdoa untuk korban Pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak Minggu pagi lalu dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura, “Kita doakan agar para korban pesawat AirAsia segera dapat ditemukan, ujar katua panitia ritual, Hanselin Lawin.

Sebagaimana diketahui disetiap awal tahun baru, bagi masyarakat Tionghoa yang khusus pemeluk agama Khonghucu senantiasa mengunjungi tempat-tempat ibadah kelenteng untuk melakukan sembahyang, umat Khonghucu terdiri dari yang tua sampai yang muda dengan kusuk berdoa dihadapan altar Tian (Tuhan YME), selain itu mereka juga puji dan syukur kepada Sang Pencipta Alam Semesta beserta para sen ming (roh suci).

Maka tidak heran apabila sejak pukul 07.00 umat Khonghucu telah mendatangi kelenteng Siu San Teng. Sia Kang merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun diperingati oleh masyarakat yang beragama Khunghucu di awal tahun, tujuan Sia Kang adalah untuk menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas segala berkah yang diberikan Tian (Tuhan YME) kepada mereka. (Romy)
* www.ayojambi.com/

Senin, 31 Desember 2012

Umat Khonghucu Sembahyang Syukuran Agar Jambi Tetap Aman

JAMBI - Ratusan Umat Khonghucu Jambi merayakan pergantian tahun dengan sembahyang di Kelenteng Siu San Teng, Kampung Manggis, Selasa (1/1-2013).
Alunan genderang diikuti bunyi-bunyian dari kenong dan simbal kecil mengiringi umat mengawali tahun baru 2013 Masehi, dengan ucapan doa syukur kepada Tuhan yang maha esa (tie kong), ratusan umat Khonghucu silih berganti doa untuk keberhasilan di tahun yang baru dilalui dan harapan lebih baik di tahun 2013.

Aroma Hio (gaharu) yang harum tergenggam di jari mereka serta berbagai jenis makanan tertata rapi di meja besar di tengah ruangan yang didominasi warna merah ditunjang empat pilar besar dilingkari oleh sang naga emas.

Ucapan syukur kepada Tuhan yang maha esa mengawali sembahyang mereka, selanjutnya umat masuk ke dalam kelenteng dan memberikan penghormatan kepada Hok Tek Chen Sen (yang dikenal dengan panggilan Dewa Bumi). Prosesi upacara dipimpin oleh rohaniwan dari majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi, The Lien Teng dalam bahasa Hokian.

Lie Tiong Lam, seorang sesepuh di Kelenteng Siu San Teng, mengatakan sembahyang kali ini adalah untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan karena telah memberikan karunia kesehatan, rezeki dan juga Jambi tetap aman walaupun beberapa daerah lain di Indonesia rusuh dan juga banyak dilanda bencana. "Kita bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan selama tahun 2013," ujar Tiong Lam.

Menurutnya, rohaniawan The Lien Teng, sembahyang ini juga bertujuan untuk memohon kepada Tuhan dan dewa- dewa agar tahun 2013 ini Jambi diberikan keamanan dan terhindar dari berbagai macam kerusuhan maupun bencana, dan juga diberikan kemakmuran kepada seluruh masyarakatnya Jambi.

Sebagaimana diketahui disetiap awal tahun baru, bagi masyarakat Tionghoa yang khusus pemeluk agama Khonghucu senantiasa mengunjungi tempat-tempat ibadah kelenteng untuk melakukan sembahyang, umat Khonghucu terdiri dari yang tua sampai yang muda dengan kusuk berdoa dihadapan altar Tian (Tuhan YME), selain itu mereka juga puji dan syukur kepada Sang Pencipta Alam Semesta beserta para sen ming (roh suci).

Maka tidak heran apabila sejak pukul 07.00 umat Khonghucu telah mendatangi klenteng Siu San Teng. Sia Kang merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun diperingati oleh masyarakat yang beragama Khunghucu di awal tahun, tujuan Sia Kang adalah untuk menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas segala berkah yang diberikan Tian (Tuhan YME) kepada mereka.

Inti dari pembacaan So Bun dan Cie Bun adalah memohon izin dari Tuhan Yang Maha Esa untuk melakukan prosesi upacara Sia Kang, dan memohon perlindungan dari sang pencipta alam semesta, selain itu mengundang kehadiran dewa-dewi seperti Sam Kwan Tai Te yang terdiri dari dewa Siong Gwan Tien Kwan (dewa penguasa langit), Yiong Kwan Tue Kwa (dewa penguasa bumi) dan Ha Huan Cui Kwa (dewa penguasa air/laut) serta memohon agar dewa-dewi melindungi bangsa dan negara berikut segala isinya, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, murah rejeki, jauhkan segala malapetaka dan lain sebagainya.

Sedangkan, diatas altar terdapat berbagai sesajian inti seperti 10 jenis ceng cai (sayuran kering), buah-buahan, cien up (permen), tie kue (kue kerancang), ang kue (kue merah) berisi kacang hujau, mie basah, bihun, ikan, ayam, bebek, selain itu terdapat sesajen lainnya seperti hasil bumi diantaranya kopi, teh, gula pasir dan lain sebagainya juga terdapat sesajen dari hasil air seperi limun, air mineral, arak putih, bir putih, terus kim cua (kertas sembahyang), lilin merah dan hio (garu). Seusai pembacaan So Bun atau Cie Bun panitia membakarkan kim cua (kertas sembahyang). (Romy)

Minggu, 01 Januari 2012

Umat Khonghucu Jambi Gelar Syukuran Di Klenteng

JAMBI – Pancaran sinar lilin menerangi altar Hok De Chen Sen serta harumnya aroma gaharu yang begitu menyengat hidung, diiringi suara gendang berkomandang di sekeliling klenteng Siu San Teng.

Sehari sebelum upacara pelaksanaan Sia Kang (syukuran), pengurus klenteng Siu San Teng yang terletak di Kampung Manggis, Jalan Kirana II Rt. 10 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pengurus beserta lo cu (panitia) disibukan dengan berbagai keperluan upacara syukuran. Siu San Teng merupakan klenteng terbesar di Kota Jambi.
Sebagaimana diketahui disetiap awal tahun baru, bagi masyarakat Tionghoa yang khusus pemeluk agama Khonghucu senantiasa mengunjungi tempat-tempat ibadah klenteng untuk melakukan sembahyang, umat Khonghucu terdiri dari yang tua sampai yang muda dengan kusuk berdoa dihadapan altar Tian (Tuhan YME), selain itu mereka juga puji dan syukur kepada Sang Pencipta Alam Semesta beserta para sen ming (roh suci).

Maka tidak heran apabila sejak pukul 07.00 umat Khonghucu telah mendatangi klenteng Siu San Teng. Sia Kang merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun diperingati oleh masyarakat yang beragama Khunghucu di awal tahun, tujuan Sia Kangftujuan Sia Kang adalah untuk menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas segala berkah yang diberikan Tian (Tuhan YME) kepada mereka.

Sia Kang dipimpin oleh The Lien Teng, rohaniwan dari Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Sai Che Tien Jambi, prosesi diawali pembacaan So Bun/Cie Bun (baca sejenis surat pemberitahuan red) yang dituju kepada Tie Kong/ Tuhan serta mengundang para sen ming.

Selang satu jam kemudian, rohaniawan kembali melakukan prosesi sembahyang di depan altar Hok Tek Chen Sen juga dengan cara yang sama yakni membacakan So Bun/ Cie Bun.

Inti dari pembacaan So Bun dan Cie Bun adalah memohon izin dari Tuhan Yang Maha Esa untuk melakukan prosesi upacara Sia Kang, dan memohon perlindungan dari sang pencipta alam semesta, selain itu mengundang kehadiran dewa-dewi seperti Sam Kwan Tai Te yang terdiri dari dewa Siong Gwan Tien Kwan (dewa penguasa langit), Yiong Kwan Tue Kwa (dewa penguasa bumi) dan Ha Huan Cui Kwa (dewa penguasa air/laut) serta memohon agar dewa-dewi melindungi bangsa dan negara berikut segala isinya, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, murah rejeki, jauhkan segala malapetaka dan lain sebagainya.

Sedangkan, diatas altar terdapat berbagai sesajian inti seperti 10 jenis ceng cai (sayuran kering), buah-buahan, cien up (permen), tie kue (kue kerancang), ang kue (kue merah) berisi kacang hujau, mie basah, bihun, ikan, ayam, bebek, selain itu terdapat sesajen lainnya seperti hasil bumi diantaranya kopi, teh, gula pasir dan lain sebagainya juga terdapat sesajen dari hasil air seperi limun, air mineral, arak putih, bir putih, terus kim cua (kertas sembahyang), lilin merah dan hio (garu). Seusai pembacaan So Bun atau Cie Bun panitia membakarkan kim cua (kertas sembahyang).

Menurut The Lien Teng, dimana ratusan tahun yang lalu, bahwa leluhur masyarakat Tionghoa yang datang dari Tiongkok ke Indonesia (khususnya ke Jambi) dengan mengunakan perahu layar melintasi laut serta sungai Batanghari, sepanjang perjalanan mereka mendoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para dewa-dewi serta leluhur, semoga mereka dapat tiba di Jambi dengan selamat tanpa kekurangan apapun, umumnya leluhur masyarakat Tionghoa waktu hidup dari hasil pertanian, ada juga sebagai pedagang, oleh karena itu mereka mendirikan klenteng yang tidak jauh dari usaha mereka, klenteng Hok Tek kini sebagai cagar budaya di simpang Mangga, klenteng tersebut dibangun pada jaman Belanda kira-kira tahun 1905.

Selain itu, menurut ketua Bidang Ritual klenteng Siu San Teng, Djonni Attan, mengatakan, “Sembahyang Sia Kang merupakan agenda tahunan, dilakukan tepat pada tahun baru masehi, dimana pada hari tersebut, umumnya toko-toko pada libur, maka yang datang sembahyang lebih banyak dari pada hari biasa”, hal tersebut dapat dilihat dengan kehadiran para pengusaha maupun tokoh masyarakat.

Tradisi ini dapat digelar berkat Almarhum Presiden Indonesia ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur dengan mengeluarkan Keppres No.6/2000 tentang pencabutan Inpres N0.14/1967 tentang agama, kepercayaan dan adat istiadat Tionghoa. Dengan dikeluarkannya Keppres tersebut,masyarakat Tionghoa sekarang diberi kebebasan untuk merayakan upacara-upacara agama dan adat istiadatnya seperti Imlek, Capgome dan sebagainya secara terbuka. Demikian juga kebudayaan Tionghoa yang selama ini dilarang termasuk atraksi liong dan barongsai bebas dipertunjukkan di muka umum. (Romy)