Tampilkan postingan dengan label Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cap Go Meh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

占碑福庆堂、獅仔殿、龙春宮、忠义堂、四庙联合庆祝元宵节

 3月2日元宵节晚, 占碑四间寺庙, 包括福庆堂, 狮子殿, 龙春宫, 忠义堂, 在日罗东 koni IV 街 联合举办庆祝元宵节活动.

  占碑省府官员及各族群兴高彩烈参加庆典, 场面热闹. 近千人观看元宵节的各种节目, 有乩童走火炭,及从各自庙宇抬轿神爷,  从Koni IV出发游街至福庆堂庙终点为止, 表演乩童刺身术等传统习俗.

  福庆堂孔教会主席李鸿章由代表李振海致词表示, 每年的元宵节,我们都会联合多间寺庙共同庆祝元宵,抬神爷出游,驱凶迎吉,消灾避难, 风调雨顺, 祈福国泰民安. 希望在狗年旺旺, 大家配合政府建设纲领, 同心协力建设家园.
  本报记者明光报道/Romy 供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180309/417963.shtml

Jumat, 02 Maret 2018

Tradisi Yang Bertahan Dari Cap Go Me Menyambut Dewa

JAMBI – Salah satu tradisi yang telah ada ribuan tahun yang lalu masih bertahan sampai sekarang, tradisi tersebut adalah bila ada ritual perayaan Cap Go Meh (malam tanggal 15 bulan 1 imlek), warga masyarakat yang menganut kepercayaan Khonghucu di bermukim disepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Lorong Koni I sampai Lorong Koni IV selalu menyediakan sesajian untik menyambut rombongan karvanal yang melintasi didepan rumah mereka.

Tradisi tersebut merupakan sebuah legenda rakyat di Tiongkok menyambut kedatangan rombongan Kaisar beserta para jenderal dan prajurit yang sedang melakukan kunjungan kerja dipemukiman penduduk atau di desa-desa. Sebagai contoh kehadiran Presiden maupun Pejabat Negara yang berkunjung ke Provinsi maupun Kabupaten.

Jikalau iring-iringan karvanal yang melintasi depan rumah makan Khi Tong yang telah dirasuki roh dewa akan mampir memberikan berkah demikian juga dengan iring-iringan Barongsai dan Liong.

Menurut beberapa orangtua yang berhasil dihimpun saat perayaan Cap Go Meh di Lorong Koni I hingga Koni IV, bahwa yang masih bertahan hingga kini adalah setiap Cap Go Meh warga sini selalu menyiapkan sesajian yang diletakan diatas meja, adapun sesajian terdiri dari aneka buah-buahan, juga beberapa jenis kue, Teh yang telah diseduh terus memasang lilin merah dan Hio/Garu menyambut rombongan karvanal para suci sen ren (dewa) dengan sesajian yang diletakan didepan rumah.

Selain itu tradisi tersebut sebagai wijud diri kita menghormati orang yang lebih tua dari diri kita, atau jikalau kita berada dirumah mesti kita menghormati yang lebih tua dari seperti Ayah, Ibu maupun kakak-kakak (Romy).

* https://www.facebook.com/makinjambi

Perayaan Cap Go Meh di Kota Jambi Diadakan Secara Rutin Setiap Tahun

JAMBI - Pada hari perayaan Cap Go Meh, kawasan pecinaan kota Jambi malam akan diadakan festival lampion, namun prosesi perayaan diawali upacara sembahyang kepada Tien (Yuhan) dengan persembahan Sam Seng. Di mana menurut pandangan masyarakat Sam Seng mewakili 3 jenis hewan di dunia, yaitu babi untuk hewan darat, ikan untuk hewan laut, dan ayam untuk hewan udara. Demikianlah persembahan ini berlangsung secara turun-menurun sampai sekarangpun masih ada. Upacara dipimpin oleh rohaniawan dari MATAKIN Jambi/ Kota Jambi, Js The Lian Teng.

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Besok malam ada empat klenteng terdiri dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sieng dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimulai pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng (Romy).

* https://www.facebook.com/makinjambi

Malam Cap Go Meh Di Jambi

JAMBI - Tahun Baru Imlek nampaknya kurang meriah kalau nggak ada Cap Go Meh. Kebanyakan orang cuma tahu Cap Go Meh adalah perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dua minggu setelah Tahun Baru Imlek. Ternyata Cap Go Meh bukan sekadar itu, karena Cap Go Meh juga punya makna.

Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke klenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah itu, baru deh kumpul dan makan bersama keluarga. Sedangkan, ketika Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan dan sembahyang ke klenteng untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

Ada empat klenteng bekerja sama dalam perayaan Cap Go Meh di Jambi, yaitu dari klenteng MAKIN Hok Kheng Tong, klenteng MAKIN Leng Chun Keng, klenteng MAKIN Sai Che Tien dan klenteng Tiong Gie Thong akan adakan karnaval arak-arakan dari masing-masing klenteng menuju pusat perayaan Cap Go Meh. Arak-arakan terdiri dari bendera para suci sen ren (dewa), barongsai, kursi tandu dan atraksi tatung melompati kobaran api. Hampir setiap klenteng mengarak dewa dan dewi utamanya. Seperti klenteng MAKIN Hok Kheng Tong sen ren (dewa) “Cheng Cui Co She, klenteng MAKIN Leng Chun Keng sen ren (dewa) “Sun Ping Sing He, klenteng MAKIN Sai Che Tien sen ren (dewa) “Fu Xi” Hok Hie Tee Sien dan klenteng Tiong Gi Tong sen ren (dewa) Kwan Seng Tai Te (Kong). Karnaval ini dimula
i pukul 17.30 dari persiapan masing-masing klenteng.

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. disebut Festival Yuanxiao atau Festival Shangyuan. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap para suci sen ren/ sen ming (Romy).
* https://www.facebook.com/makinjambi

Kamis, 09 Februari 2017

Persiapan Cap Go Meh di Jambi

JAMBI - Sudah menjadi tradisi kerja sama tiga kelenteng adakan kirab Malam Cap Go Meh, yaitu kelenteng Hok Kheng Tong, Sai Che Tien dan Leng Chun Keng Jambi merayakan Malam Cap Go Meh di Jambi.
Terlihat ketiga kelenteng sudah dipermak dengan aneka ukuran lampion dan warna warni umbul-umbul dari ketiga kelenteng demi menambah keindahan Malam Perayaan Cap Go Meh. Di Jambi perayaan Cap Go Meh selalu pada malam hari sesuai dengan sebutan Malam Cap Go Meh.

Agenda acara Cap Go Meh diawali barisan pembawa bendera merah putih, bendera kebesaran para roh suci, lampion, kursi tandu singasana para dewa (joli), liong dari kelenteng Leng Chun Keng, menuju ke kelenteng Sai Che Tien, setelah itu kedua kelenteng bergerak ke kelenteng Hok Kheng Tong (pusat perayaan Cap Go Meh), setelah berkumpul semua kelenteng, baru parade Cap Go Meh dimulai dengan iringan bendera pusaka, bendera atau umbul-umbul dari masing-masing klenteng, diikuti pembawa lampion, arak-arakan kursi tandu (joli) dari masing kelenteng melintasi rute Koni IV menuju Jalan Pangeran Diponegoro, terus nuju kelenteng Tiong Gie Tong di kawasan Sulanjana, selanjutnya ke MAKIN (Majelis Agama Khonghucu Indonesia) Kelenteng Leng Chun Keng, lalu ke Kelenteng Cheng Hong Lao dan kembali ke MAKIN Kelenteng Sai Che Tien dan MAKIN Kelenteng Hok Kheng Tong (pusat perayaan cap go meh).

"Selain keliling kelenteng, mereka tatung juga masuk ke rumah-rumah warga Tionghoa untuk mendoakan tuan rumah agar mendapat rezeki dan kesehatan."

Puluhan roh suci “shen ren” akan berkumpul di Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Hok Kheng Tong untuk mengikuti karvanal arak-arak para roh suci shen ren sepanjang jalan raya. Inilah merupakan tradisi umat Khonghucu atas jasa almarhum Presiden RI yang ke empat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut Intruksi Presiden (Inpres) No 14/1967. (Romy)

* https://www.facebook.com/makinjambi

Selasa, 01 Maret 2016

占碑元宵节热闹 万人相聚共庆佳节

 
 
【本报讯】印尼苏门答腊岛占碑福庆堂,狮仔殿,龙春宫三庙,于2月22日联合庆祝元宵节。
  当天下午5时开始,占碑科尼场热闹非凡,挤满来自棉兰、巴淡和巨港及占碑居民近万人相聚一堂,共庆元宵节。
  除了观赏烟花外,占碑军区联合的舞龙舞狮及抬神龛游行吸引了不少观众,狮仔殿庙宇和龙春宫庙宇也举行发放许愿孔明灯,将元宵节盛会推向高潮。 本报记者明光报道/
  Rommy供图

http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20160302/256553.shtml
* www.ayojambi.com/

Selasa, 23 Februari 2016

Warga Tionghoa Jambi Kirim Doa Harapan Lewat Lampion di Kelenteng Sai Che Tien

JAMBI - Selain pesta kembang api dan arak-arakan tatung sebagai ritual membersihkan bumi, salah satu ritual tak kalah menarik adalah menerbangkan lampion ke langit pada puncak perayaan malam Cap Go Meh di Kawasan Lorong Koni IV, Senin (22/2/2016)

Ini terlihat di kelenteng Sai Che Tien. Ratusan lampion di sediakan pengurus kelenteng bagi warga yang ingin menerbangkan lampion.

Tak hanya muda mudi, sejumlah pasangan suami istri juga terlihat cukup antusias ikuti pesta lampion tersebut.
Pada lampion tertera nama pasangan dan pengharapan yang ditulis oleh pemuka kelenteng Sai Che Tien.

Dengan hati-hati lampion ditempel lilin di bagian bawah kemudian dibakar, setelah menggelembung barulah diterbangkan.

Namun tak lupa, setiap pasangan sebelum melepas lampion ke udara terlebih dahulu memanjatkan doa.

Aguan pada kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar diberi kemudahan dalam menjalankan usaha selama memasuki tahun monyet api.

"Harapannya usaha bisa berjalan lancar, rejeki mengalir, ekonomi bisa lebih baik lagi," harap Aguan dan Istrinya.

Seperti terlihat, tak jarang pula ada pasangan yang tak berhasil menerbangkan lampion. Sebagian karna robek dan terbakar.

The Lien Teng, rohaniawan khonghucu yang ditemui di Kelenteng Sai Che Tien mengatakan penerbangan lampion memiliki makna pengharapan menyabut tahun monyet api.

"Lampion maknanya memberi penerangan, ada doa yang menerbangkan lampion. Harapan setiap usaha berjalan lancar di tahun ini," katanya. (*)

http://jambi.tribunnews.com/2016/02/23/warga-tionghoa-kirim-doa-harapan-lewat-lampion-di-kelenteng-say-vhe-tien
* www.ayojambi.com/

Senin, 22 Februari 2016

Puluhan Ribu Warga Sambut Festival Cap Go Meh Di Jambi


印尼占碑 福慶堂, 獅仔殿, 龍春宮 三个廟合作慶祝元宵節
JAMBI, ayojambi.com - Puluhan ribu warga dari berbagai elemen berbaur memadati kawasan koni untuk menyaksikan festival perayaan Malam Cap Go Meh yang digelar oleh tiga kelenteng, yaitu kelenteng Hok Kheng Tong (福慶堂), Sai Ch Tien (獅仔殿) dan Leng Chun Keng (龍春宮), perayaan malam Cap Go Meh “慶祝元宵節”selain dihadiri warga kota Jambi dan sekitarnya, juga dihadiri warga dari Sumatera Selatan (Palembang), Batam dan Pakanbaru (Riau).

Setiap tahun ketiga kelenteng selalu bekerja sama untuk merayakan malam Cap Go Meh 印尼占碑 福慶堂, 獅仔殿, 龍春宮 三个廟合作慶祝元宵節. [Lihat Gambar: Perayaan Malam Cap Go Meh di Jambi]
"Sekitar puluhan barisan pembawa bendera kebesaran para roh suci, Lampion, kursi tandu singasana 扛轎 (kursi tandu) para roh suci Dewa, Barongsai Dance, Liong Dance dari perkumpulan Hok Liong Sai Jambi (占碑福龍獅).”

Bahkan puluhan ribu warga memadati perkampungan Tionghoa (唐人街) untuk menyaksikan malam Cap Go Meh, acara tersebut diikuti 12 Tandu (扛轎) dan 10 kitong turun ke jalan meramaikan prosesi Cap Go Meh.

Puluhan ribu warga tumpah ruah dalam perayaan cap go meh yang berlangsung di kelenteng Hok Kheng Tong (福慶堂), Sai Ch Tien (獅仔殿) dan Leng Chun Keng (龍春宮), Senin (22/2), sejak pukul 17.00 WIB warga berbondong-bondong terus berdatangan kelokasi acara di lorong koni, Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Talang Jauh, kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Warga ingin menyaksikan langsung prosesi awal perayaan malam Cap Go Meh, seperti mengundang para roh suci Dewa (神人), serta atraksi Barongsai (舞獅), Liong (龍舞), Lompati Api Membara dan kembang api (煙花). (Romy)
* www.ayojambi.com/

Sabtu, 20 Februari 2016

Tiga Kelenteng Akan Meriahkan Pawai Cap Go Meh di Jambi

JAMBI, ayojambi.com – Gabungan Tiga di kota Jambi akan meriahkan Malam Perayaan Cap Go Meh yang akan digelar besok (22/2-2016), ketiga kelenteng terdiri dari Kelenteng Hok Kheng Tong, Kelenteng Sai Che Tien dan Kelenteng Leng Chung Keng akan turunkan para shen ren (baca dewa) masing masing-masing kelenteng, selain itu ada pertunjukan barongsai dan liong dalam Festival Cap Go Meh di Jalan Koni I sampai Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Tahun ini diperkirakan pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Cap Go Meh akan mencapai puluhan ribu orang, yang datang menyaksikan festival Cap Go Meh terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

Sebelum perayaan Cap Go Meh yang akan digelar besok, tiga kelenteng tersebut, pagi tadi (21/-2016) sudah mulai mempersiapkan segala perlengkapan seperti kelenteng Hok Kheng Tong telah mempersiapkan altar sembahyang Tie Kong (Tuhan), sedangkan kelenteng Leng Chun Keng mempersiapkan panggung hiburan karaoke dan kelenteng Sai Che Tien mempersiapkan lampion untuk festival.
Menurut penuturan ketua Kelenteng Sai Che Tien, Darmadi Tekun, setiap tahun tiga kelenteng selalu bekerja sama untuk perayaan Malam Cap Go Meh, “Puncak Cap Go Meh  berlangsung pada Senin malam (22/2). Ritual tatung menjadi ikon setiap kali perayaan Cap Go Meh. Ini karena ritual yang menusuk nusukkan benda tajam ke tubuh tersebut sangat ditunggu warga. Dipercaya, ritual ini bisa mengusir roh jahat. Warga juga bisa meminta berbagai petunjuk dari roh suci dewa yang merasuki tubuh tatung (manusia) tersebut.

Besok sore masing-masing klenteng, diantaranya pemindahan Kim Sin (patung roh suci) dinaikan ke kursi tandu (joli). Selain itu ada tradisi tang ki tolak bala (tatung), serta parade lampion, arak-arakan umbul-umbul dari masing Makin dengan rute Koni IV melintasi Jalan Pangeran Diponegoro-Koni I-Kelenteng Cheng Hong Lao dan kembali ke klenteng Hok Kheng Tong (pusat perayaan cap go meh).

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek 2567 Kongzili. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien. Diartikan sebagai hari kelima belas. Cap berarti Sepuluh, Go berarti Lima, dan Meh berarti Malam.

Puncak ritual mulai digelar sekitar pukul 18.00. Dimulai dengan atraksi pemanggilan roh suci shen ren (Dewa) yang lebih dikenal dengan istilah tatung. Ini dilakukan di kelenteng Hok Kheng Tong, Leng Chun Keng, dan Sai Che Tien. Para tang ki (orang yang melakukan atraksi tatung)  memanggil arwah dewa. Lalu arwah akan masuk ke tubuh mereka. Saat itulah tang ki  (tatung) beraksi menusukkan tubuh mereka menggunakan benda tajam. "Tujuannya untuk mengusir roh dan arwah jahat di sekitar kita. Juga memohon perlindungn kepada para Dewa." (Romy)
* www.ayojambi.com/

Jumat, 14 Februari 2014

Malam Cap Go Meh Di Makin Sai Che Tien Jambi

JAMBI – Ribuan warga membanjiri Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Sai Che Tien di Jalan Koni IV, Rt. 04, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi untuk mengikuti prosesi Malam Perayaan Cap Go Meh 2565 yang digelar tadi (14/2/201) malam, selain menyaksikan pertunjukan atraksi Barongsai dan Liong dalam Festival malam Cap Go Meh di Makin Kelenteng Sai Che Tien, mereka juga melakukan sembahyang di altar Hok Hie Tee Sien (Fu Xi) bersama dengan keluarga.
Tahun ini diperkirakan pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Cap Go Meh bisa mencapai ribuan orang, masyarakat akan datang dari berbagai pelosok untuk melihat langsung di pawai lampion.

Banyak kalangan yang hanya tahu Malam Perayaan Cap Go Me, namun tidak tahu apa yang tergandung dalam perayaan Cap Go Me, istilah Cap Go Me nampaknya lebih akrab dan melekat sebagai sebutan di kalangan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Padahal dari sononya lebih dikenal dengan nama Goan Siao atau Goan Me artinya bulan purnama pertama pada tanggal 15 Imlek, Cap Go artinya 15 dan Me malam.

Hari raya Cap Go Me merupakan rangkaian upacara terakhir dari tahun baru Imlek, pada hari itu keluarga yang merayakan kembali menggelar sesaji di altar abu leluhur, bisa juga di meja biasa bagi yang tidak lagi memelihara abu leluhur. Sesaji untuk acara cap go me lebih sederhana bila dibandingkan saat tahun baru Imlek.

Dalam perayaan Cap Go Me, juga menampilkan atraksi Keng Kian (menusuk benda tajam kebagian tubuh) dan melompati api. Antusiasme semakin menjadi-jadi ketika ratusan kembang api dinyalakan guna memeriahkan malam dibulan purnama ini.

Padatnya pengunjung di kawasan Makin Kelenteng Sai Che Tien pada acara Malam perayaan Cap Go Me, membuat banyak warga masih tertahan di luar dan tidak dapat memasuki halaman kelenteng, untuk mengatasi masalah tersebut agar seluruh pengunjung dapat menyaksikan aktifitas yang berada di dalam lingkungan kelenteng, maka panitia pelaksana menyediakan layar lebar di luar arena kegiatan. (Romy)

Senin, 06 Februari 2012

Ribuan Masyarakat Jambi Meriahkan Malam Cap Go Meh

JAMBI - Perayaan Malam Cap Go Meh di Kota Jambi yang digelar Senin (6/2/2012) malam oleh Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) “Hok Khneg Tong”, Makin “Leng Chun Keng” dan Makin “Sai Che Tien” berlangsung meriah. Acara ini juga membuat jalan Pangeran Diponegoro dan kawasan koni Jambi macet total.
Pada acara tersebut ditampilkan barisan umbul-umbul kebesaran shen ming, lantera (teng long), atraksi liong, barongsai, puluhan kitong (tatung) dan sembilan kursi tandu untuk tempat duduk shen ming (dewa) serta hiburan artis dari Batam yang dipersembahkan oleh pengurus Makin Hok Kheng Tong Jambi.

Ada juga penampilan dari penampilan Roh Suci Ci Kung (dewa mabuk) dengan tingkah laku yang membuat penonton tertawa. Ribuan warga kota Jambi hadir menyaksikan acara tersebut.

Wakil Ketua Makin Hok Keng Tong, Berlianta Eliamsya (Lie Chin Hai), mengatakan bahwa malam Cap Go Meh ini adalah acara penutup rangkain kegiatan Imlek selama 15 hari, dalam pengertian Cap Go=15, Meh=Malam, maka Cap Go Meh kita lakukan pada malam hari sesuai dengan namanya “Cap Go Meh”.

"Dengan hadirnya tahun baru Naga Air mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan serta mendukung program kerja pemerintah dalam membangun Kota Jambi.” Berlianta.

Dimana rencana malam Cap Go Meh ini, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Danrem 042/ Gapu, Kolonel Kav Hasto PR Yuwono, Kapollda Jambi, Brigjen Pol Drs. Anang Iskandar, SH., MH, Walikota Jambi, dr.H.Rd.Bambang Priyanto, Wakil Walikota Jambi, M. Sum Indra, SE, Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Ezi Suprayogi beserta unsur muspida kan hadir, namun ada rapat mendadak untuk persiapan penyambutan Presiden RI ke Jambi. Maka staf khusus Gubernur dan wakil Walikota, M. Sum Indra, SE yang hadir serta para tokoh masyarakat Tionghoa dan pengusaha pendukun acara Cap Go Meh. (Romy)

Di Jambi, Liong Datangi Rumah Umat Khonghucu

JAMBI - Lampu warna warni dan hiasan Lentera (Teng Long) mewarnai tiga Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di Kota Jambi, yaitu Makin Hok Kheng Tong, Makin Sai Che Tien dan Makin Leng Chun Keng, tahun ini merupakan tahun yang agak lain dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini sejumlah petinggi daerah ikut ambil bagian dalam perayaan Malam Cap Go Meh.
Cap Go Meh dirayakan 15 hari setelah Perayaan Tahun Baru Imlek, atau pada tanggal 15 bulan satu Imlek.

Kegiatan Pawai Lentera (Teng Long) yang mengambil start di Klenteng Hok Kheng Tong menuju rute yang dituju adalah Jalan Pangeran Diponegoro - Jalan Koni I, terus menuju Klenteng Ceng Hong Lao dikawasan Budiman, Talangbanjar dan finish di Klenteng Hok Kheng Tong. Disepanjang jalan ratusan masyarakat Kota Jambi berbaur untuk menyaksikan atraksi dari barongsai, liong dan atraksi dari masing-masing kitong, satu persatu klenteng dikawasan koni dihampiri oleh rombongan pawai, selain

Berlianta Eliamsya (Lie Chin Hai), mengatakan, pawai lampion pada perayaan Festival Cap Go Meh 2012 merupakan agenda kegiatan dari tiga klenteng dikawasan Koni Jambi, “Festival lentera atau lampion merupakan agenda dari Makin Hok Keng Tong, Making Sai Che Tien dan Makin Leng Chun Keng” selanjutnya tambah bahwa, perayaan Cap Go Meh tahun ini Gubernur beserta unsur muspida tidak dapat hadir, kerena mereka ada rapat, kedatangan Presiden RI ke Jambi, namun kita tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah provinsi Jambi serta Kapolda Jambi dan Korem 042/Gapu.

Pawai lampion yang merupakan satu di antara rangkaian kegiatan Festival Cap Go Meh ini memberikan dampak positif kepada masyarakat, karena banyaknya dihadiri masyarakat di sekitar Kota Jambi. (Romy)

Minggu, 05 Februari 2012

Malam Ini, Ada Festival Malam Cap Go Meh Di Jambi

JAMBI, ayojambi.com – Malam ini kawasan Koni Jambi menjadi pusat perhatian warga masyarakat Kota Jambi, pasalnya pusat perayaan malam Cap Go Meh di Jambi, Senin (6/2/2012) malam. Arak-arakannya roh suci kim sin para shen ming (baca patung dewa red) dimulai pukul 17.30, sebelum Festival Cap Go Meh dimulai, terlebih dahulu MAKIN Leng Chun Keng dan Klenteng MAKIN Sai Che Tien adakan upacara mengundang shen ming (roh suci) datang dan menduduki kursi tandu (kio) yang telah disediakan pihak klenteng, setelah berbagai ritual dilakukan di Klenteng, selanjutnya kedua rombongan menuju Klenteng Hok Kheng Tong. Agenda Cap Go Me ini murni dilaksanakan oleh para penganut agama Khonghucu Jambi setiap tahunnya.
Sejak Senin pagi, berbagai persiapan kegiatan telah dipersiapkan oleh masing-masing klenteng, kegiatannya antara lain berupa cek lampu-lampu baterai untuk lampion, peralatan barongsai, liong, tandu kim sin (patung dewa).

Atraksi budaya karnaval Cap Go Meh dalam perayaan ini, mengarak kim sin roh suci dan menampilkan pawai barongsay dan liong dari sejumlah klenteng, arak-arakan Cap Go Me yang diselenggarakan pada hari ke-15 perayaan imlek itu akan mengitari kawasan Koni di Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, menuju ke Klenteng Ceng Hong Lau di Kelurahan Budiman, Kecamatan Jambi Timur. Dibeberapa lokasi para kitong (tatung) dan tandu kim sin akan melintasi api.

Festival Malam Cap Go Me Di Jambi, berbeda dengan perayaan Cap Go Meh didaerah lain yang kelap kali dilakukan pada siang hari, untuk Jambi festival Cap Go Meh setiap tahun dilakukan pada malam hari, agar lampion yang pasang lampu bisa menambah keindahan festival.

Disamping itu, Berlianta Eliamsya (Lie Chin Hai), mengatakan, panitia malam Cap Go Meh malam ini mendatangkan dua penyanyi dari Batam (Kepri) menghibur masyarakat yang tidak ikut dalam pawai karfanal, “Seperti tahun-tahun lalu, bagi masyarakat yang tidak ikut pawai lampion, akan dihibur artis dari Batam.”

Acara Cap Go Me malam ini, akan di hadiri Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, Danrem 042/ Gapu, Kolonel Kav Hasto PR Yuwono, Kapollda Jambi, Brigjen Pol Drs. Anang Iskandar, SH., MH, Walikota Jambi, dr.H.Rd.Bambang Priyanto, Wakil Walikota Jambi, M. Sum Indra, SE, Dandim 0415/ Batanghari, Letkol Ezi Suprayogi beserta unsur muspida dan para tokoh masyarakat maupun pengusaha di Jambi. (Romy)

Hok Kheng Tong Adakan Pentas Hiburan Menyambut Malam Cap Go Meh

JAMBI – Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Hok Kheng Tong, Kota Jambi memeriahkan perayaan Cap Go Meh 2563 dengan pentas hiburan karaoke dan atraksi barongsai dari Perkumpulan Hok Liong Sai, Minggu (5/2/2012) malam.

"Pentas hiburan karaoke itu digelar sehari sebelum perayaan Cap Go Meh, selain hiburan karaoke, ada tiga barongsai turut andil menghibur masyarakat yang datang sembahyang di klenteng Hok Kheng Tong di jalan Koni IV (depan pabrik Kopi AAA).

Disamping itu, Google Dance juga tampil mengibur ratusan pengunjung yang hadir di klenteng Hok Kheng Tong, sampai berita ini diturunkan acara hiburan masih berlangsung (Romy)

Sabtu, 04 Februari 2012

Tiga Makin Akan Meriahkan Pawai Cap Go Meh di Jambi

JAMBI, Makinjambi.com – Tiga Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi akan meriahkan Malam Perayaan Cap Go Meh yang akan digelar besok (6/2/2012), selain pertunjukan barongsai dan liong dalam Festival Cap Go Meh di Jalan Koni IV, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Tahun ini diperkirakan pengunjung yang ingin menyaksikan Festival Cap Go Meh akan mencapai ribuan orang, masyarakat akan datang untuk melihat langsung di pawai.

Sebelum perayaan Cap Go Meh yang akan digelar Tiga Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi, pagi tadi bertempat di Hok Kheng Tong diadakan sembahyang dihadapan altar Tie Kong (Tuhan), upacara tersebut dipimpin Lim Tek Chong Taoshe dari China.

Menurut penuturan pengurus Makin Klenteng Hok Kheng Tong, Berlianta Eliamsya (Lie Chin Hai), setiap tahun sebelum perayaan malam Cap Go Meh, Klenteng Hok Kheng Tong senantiasa melakukan sembahyang dihadapan Tie Kong (Tuhan) dengan membaca So Bun (baca pemberitahuan) kepada Tio Kong sekaligus mengundang kehadiran para roh suci Shen Ming.

Seusai itu, para pengurus mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk perayaan Cap Go Meh esok (6/2), selain itu di Makin Sai Che Tien dan Makin Leng Chun Keng juga telah mempersiapkan berbagau keperluan perayaan.

Besok sore masing-masing klenteng, diantaranya pemindahan Kim Sin (patung roh suci) dinaikan ke kursi tandu (joli). Selain itu ada tradisi tang ki tolak bala (tatung), serta parade lampion, arak-arakan umbul-umbul dari masing Makin dengan rute Koni IV melintasi Jalan Pangeran Diponegoro-Koni I-Klenteng Cheng Hong Lao dan kembali ke klenteng Hok Kheng Tong (pusat perayaan cap go meh).

Pada hari Senin malam cap go meh. Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus dan Wali Kota Jambi, dr. Bambang Prijanto, Korem 042/ Gapu, Kapolda Jambi, serta para undangan dan pengusaha direncanakan hadir dalam acara ini.

Menurut jadwal acara besok, sekitar pukul 17.00 peserta festival mendatangi Makin Hok Kheng Tong diiringi tandu (joki) roh suci shen ming dan kitong yang telah dirasuki roh shen ming dari masing-masing klenteng. Setelah karvanal dimulai, masyarakat akan dihibur oleh 2 biduanita dari Batam (Riau).

Acara Cap Go Me, juga akan di hadiri Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, Wakil Gubernur Jambi, Danrem 042/ Gapu, Kapolda Jambi, Walikota Jambi dan Wakil Walikota Jambi serta undangan lainnya. (Romy).