2月16日农历正月初一新春佳日上午10时,印尼占碑孔教妇女会主席郑华玲和夫婿黄汉雄在占碑孔教学校礼堂分发节日红包予该校学生和孔教老师。
学生们整齐列队,井然有序地领取红包。华人传统节日春节,都会分发红包。红色是代表欢喜及带来好运。
郑华玲对学生们解说为何要用红色纸张包起来后分发给大家,她表示,在春节期间由长辈在年三十晚上0点后派给晚辈的红包称作压岁钱,是表示把新的一年的祝福和好运带给他们……而给年老人寓意为“长命百岁”;用红纸包一枚大洋,象征“一本万利”。至今,红包已普及为一种习俗。因为红色象征好运,所以,每逢婚嫁、添丁、新宅、开工、生日等等……皆发红包。
郑华玲也简述春节过年,都用红色装饰,有其特殊意义。相传:中国古时候有一种叫"年"的怪兽,头长尖角,凶猛异常,每到除夕,爬上岸来吞食牲畜伤害人命,因此每到除夕,村村寨寨的人们扶老携幼,逃往深山,以躲避“年”的伤害.原来“年”兽最怕红色,火光和炸响。这时大门大开,“年”兽大惊失色,仓惶而逃。本报记者明光报道Romy供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180223/413018.shtml
Tampilkan postingan dengan label Perkhin Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perkhin Jambi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Februari 2018
Minggu, 28 Januari 2018
占碑孔教和城市狮子殿孔教妇女组春节前夕
向郊区华裔贫苦居民送温暖献爱心
春节来临之际,占碑孔教妇女组主席郑华玲和占碑城市狮子殿孔教妇女组主席黄丽珠,于元月28日上午10时,前往占碑郊区华人贫困居民献爱心,送温暖,向该区贫困居民赠必需品,送爱心红包。使他们能度过一个快乐的春节。
郑华玲表示,对占碑郊区华人贫困居民送节日礼包及爱心红包,以表示们的关心,使他们能渡过一个快乐的春节。她说,我们在这美丽的群岛上生活的华人,并不是说全部都是富裕的,您不妨可到占碑郊外观察,贫困的华人居民还是不少,他们住的房子非常简陋。
她说,我们有幸获得上帝赐给我们的美好生活,但不能忘还有些受苦之人,所以我们就要捨出布施,有捨才有得。
当天,郑华玲令夫婿黄汉雄也协助分发礼包及爱心红包。
黄丽珠表示,占碑孔教妇女组也在其他族群节日的到来,也分发些礼品给周围贫苦居民。本报记者明光报道/Romy供图
www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180129/402474.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi
Senin, 01 Januari 2018
印尼占碑孔教会庆祝母亲节
暨拜访孤儿院和老人院
【本报占碑讯】2017年12月22日,是一个特别的日子“母亲节”,在印尼占碑的孔教理事会及成员举行了向母亲感恩的节日盛会暨探访座落在南占碑镇Tambak Sari 乡 (jl. Guru Mukhtar, Rt. 9 No, 32)“Ridahiyatul Bilad”孤儿院和新城镇 Kenali Asam Atas 乡 (jl. Pangeran Hidayat "Budi Luhur)老人院 。
在庆母亲节会上,占碑每位妇女组的儿女在这一天向母亲献花及洗脚来报答多年来的培育之恩。有些儿女的母亲被感动得热泪盈眶,场面感人,深入人心。
郑建平在会上说,母亲无私的为我们付出,我们有时会忽略了,我们很少看到或者关心我们的母亲,虽然她已年老了,但是她们从来不抱怨,也不会乞求孩子们的怜悯。
我们的母亲对我们的爱护是无限的,我们甚至无法报答他们,不管我们多么爱我们的母亲,相比于母亲对我们的爱和情感,我们会发现我们的爱其实不算什么 。所以我们应趁着这有生之年,多报答在世父母之恩。请大家不要错过这机会。
今次的母亲节我们也拜访孤儿院及老人院,以表我们对他们的关爱送温暖,向他们赠物品送爱心。
本报记者明光报道
Romy供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180102/388384.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi
【本报占碑讯】2017年12月22日,是一个特别的日子“母亲节”,在印尼占碑的孔教理事会及成员举行了向母亲感恩的节日盛会暨探访座落在南占碑镇Tambak Sari 乡 (jl. Guru Mukhtar, Rt. 9 No, 32)“Ridahiyatul Bilad”孤儿院和新城镇 Kenali Asam Atas 乡 (jl. Pangeran Hidayat "Budi Luhur)老人院 。
在庆母亲节会上,占碑每位妇女组的儿女在这一天向母亲献花及洗脚来报答多年来的培育之恩。有些儿女的母亲被感动得热泪盈眶,场面感人,深入人心。
郑建平在会上说,母亲无私的为我们付出,我们有时会忽略了,我们很少看到或者关心我们的母亲,虽然她已年老了,但是她们从来不抱怨,也不会乞求孩子们的怜悯。
我们的母亲对我们的爱护是无限的,我们甚至无法报答他们,不管我们多么爱我们的母亲,相比于母亲对我们的爱和情感,我们会发现我们的爱其实不算什么 。所以我们应趁着这有生之年,多报答在世父母之恩。请大家不要错过这机会。
今次的母亲节我们也拜访孤儿院及老人院,以表我们对他们的关爱送温暖,向他们赠物品送爱心。
本报记者明光报道
Romy供图
http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20180102/388384.shtml
* https://www.facebook.com/makinjambi
Selasa, 03 Desember 2013
Tradisi Pernikahan Adat Tionghoa Yang Masih Bertahan
JAMBI - Pernikahan merupakan sebuah momen yang paling luar biasa dalam kehidupan manusia, dimana saat itu baik pria maupun wanita memutuskan untuk membentuk keluarga sendiri dan menyambung keturunan mereka. Hingga momen tersebut akan dipersiapkan dengan sebaik-baiknya baik dari berbagai aspek. Masyarakat Tionghoa di Indonesia merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku/ marga yang masih mempercayai adat leluhurnya.
Dengan banyaknya kebutuhan yang harus dilengkapi dan kekurang pengetahuan dalam masalah pernikahan, calon pasangan mempelai akhirnya menyerahkan kepada orangtuanya untuk mempersiapkannya segala sesuatu.
Seperti Lili Lim (Lim Li Cen) memutuskan untuk menerima Rudy (Chien Siang Hau) sebagai calon pendampi hidupnya pada hari Senin, 2 Desember 2013 melalui antaran adat, dalam rangkaian adat Tionghoa dikenal dengan sebutan Sangpia, sedangkan prosesi pernikahan dilakukan pada hari Rabu, 4 Desember 2013.
Seusai Sangpia (Sangjit) dilakukan, siang harinya di rumah calon mempelai wanita mengadakan resepsi hari pertunangan dengan mengundang tetangga disekitar tempat tinggalnya serta sanak famili dari kedua belah pihak dan tidak ketinggalan juga teman-teman dekat keluarga calon mempelai wanita, jamuan sederhana dilakukan di rumah calon mempelai wanita yang berlokasi di Jalan Koni 1, Rt. 3, Kelurahan Talanhgjauh, Kecamatan Jelutung, kota Jambi.
Lili Lim (Lim Li Cen) merupakan adik Salim sekretaris MATAKIN Kota Jambi, maka tak heran resepsi pertunangan banyak dihadiri oleh petinggi dari majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota serta tidak ketinggalan dari pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi.
Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Dalam prakteknya, Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini, karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah.“Secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan adat. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita.
Dalam budaya China, pernikahan yang akan dilaksanakan wajib harus memperhitungkan hari, jam dan tanggal baik bagi tradisi adat China. Yang diiharapkan nantinya, hari, tanggal dan jam baik tersebut adalah sebagai Do'a, sehingga kedua mempelai bisa menikmati kehidupan pernikahan mereka dengan bahagia sampai akhir hayat mereka.
Pada umumnya proses lamaran dilakukan kira-kira seminggu sebelum berlangsungnya pernikahan/ sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Lamaran merupakan pemberian barang dari mempelai pria untuk mempelai wanita yang nantinya akan digunakan oleh kedua calon mempelai untuk kehidupan setelah masa pernikahan. Barang yang diserahkan biasanya melambangkan kelanggengan, kesuburan dan juga kebahagiaan untuk pasangan. Yang unik dari barang lamaran pada adat ini ialah banyaknya nominal 9 (jiu) atau 8 (fat) yang menjadi kunci pokok langgeng dan berkembangnya kebahagiaan bagi kedua mempelai. (Romy)* www.ayojambi.com/
Seperti Lili Lim (Lim Li Cen) memutuskan untuk menerima Rudy (Chien Siang Hau) sebagai calon pendampi hidupnya pada hari Senin, 2 Desember 2013 melalui antaran adat, dalam rangkaian adat Tionghoa dikenal dengan sebutan Sangpia, sedangkan prosesi pernikahan dilakukan pada hari Rabu, 4 Desember 2013.
Seusai Sangpia (Sangjit) dilakukan, siang harinya di rumah calon mempelai wanita mengadakan resepsi hari pertunangan dengan mengundang tetangga disekitar tempat tinggalnya serta sanak famili dari kedua belah pihak dan tidak ketinggalan juga teman-teman dekat keluarga calon mempelai wanita, jamuan sederhana dilakukan di rumah calon mempelai wanita yang berlokasi di Jalan Koni 1, Rt. 3, Kelurahan Talanhgjauh, Kecamatan Jelutung, kota Jambi.
Lili Lim (Lim Li Cen) merupakan adik Salim sekretaris MATAKIN Kota Jambi, maka tak heran resepsi pertunangan banyak dihadiri oleh petinggi dari majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Kota serta tidak ketinggalan dari pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi.
Hari dan waktu yang baik untuk melakukan Sangjit ini ditetapkan pada saat proses lamaran tersebut. Dalam prakteknya, Sangjit sering ditiadakan atau digabung dengan lamaran. Namun sayang rasanya meniadakan prosesi yang satu ini, karena makna yang terkandung di dalamnya sebenarnya sangat indah.“Secara harfiah, Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan adat. Atau proses kelanjutan lamaran dari pihak mempelai pria dengan membawa persembahan ke pihak mempelai wanita.
Dalam budaya China, pernikahan yang akan dilaksanakan wajib harus memperhitungkan hari, jam dan tanggal baik bagi tradisi adat China. Yang diiharapkan nantinya, hari, tanggal dan jam baik tersebut adalah sebagai Do'a, sehingga kedua mempelai bisa menikmati kehidupan pernikahan mereka dengan bahagia sampai akhir hayat mereka.
Pada umumnya proses lamaran dilakukan kira-kira seminggu sebelum berlangsungnya pernikahan/ sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Lamaran merupakan pemberian barang dari mempelai pria untuk mempelai wanita yang nantinya akan digunakan oleh kedua calon mempelai untuk kehidupan setelah masa pernikahan. Barang yang diserahkan biasanya melambangkan kelanggengan, kesuburan dan juga kebahagiaan untuk pasangan. Yang unik dari barang lamaran pada adat ini ialah banyaknya nominal 9 (jiu) atau 8 (fat) yang menjadi kunci pokok langgeng dan berkembangnya kebahagiaan bagi kedua mempelai. (Romy)* www.ayojambi.com/
Kamis, 28 November 2013
Mulai 2014, Bikin KTP, KK, dan Akta Kelahiran Gratis!
JAKARTA, KOMPAS.com — Proses pengurusan dan penerbitan semua dokumen kependudukan, mulai dari akta kelahiran, kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, hingga akta kematian akan bebas dari pungutan biaya.
Hal ini tercantum dalam Rancangan Undang-Undang tentang Administrasi Kependudukan yang baru saja disahkan dalam forum rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (26/11/2013).
Wakil Ketua Komisi II DPR Arief Wibowo menuturkan, pengurusan dan penerbitan itu meliputi penerbitan baru, penggantian karena rusak atau hilang, perbaikan akibat salah tulis, dan atau akibat perubahan elemen data.
"Dengan demikian, diharapkan, semua warga negara dapat dengan mudah memiliki segala dokumen kependudukan yang diperlukan," ujar Arief saat membacakan laporan Komisi II DPR terkait proses pembahasan RUU yang sudah diusulkan sejak tahun 2012 ini.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, semua anggaran untuk penerbitan dokumen itu sudah ditanggung oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk sama-sama mengawasi aparatur perangkat daerah untuk memastikan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam proses kepengurusan data kependudukan. Ia meminta agar masyarakat segera melapor jika ada aparat yang mengumpulkan pungli.
"Apa pun dokumen kependudukannya, mulai dari akta kelahiran, ada KTP, akta kematian, tidak boleh dipungut biaya. Semua anggaran itu akan dibiayai pemerintah pusat," katanya.
Sebelumnya, Gamawan menuturkan bahwa pemberlakuan biaya gratis dalam membuat dokumen kependudukan itu akan dimulai sejak awal Januari 2014. Pemerintah mengingatkan, aparat yang masih memungut biaya diancam dengan pidana dua tahun penjara atau denda seberat-beratnya Rp 25 juta.
Selain itu, semua penerbitan dokumen kependudukan dikeluarkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) di semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, warga tidak perlu lagi ke pengadilan hanya untuk mendapatkan akta kelahiran.
http://nasional.kompas.com/read/2013/11/26/1821506/
Wakil Ketua Komisi II DPR Arief Wibowo menuturkan, pengurusan dan penerbitan itu meliputi penerbitan baru, penggantian karena rusak atau hilang, perbaikan akibat salah tulis, dan atau akibat perubahan elemen data.
"Dengan demikian, diharapkan, semua warga negara dapat dengan mudah memiliki segala dokumen kependudukan yang diperlukan," ujar Arief saat membacakan laporan Komisi II DPR terkait proses pembahasan RUU yang sudah diusulkan sejak tahun 2012 ini.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, semua anggaran untuk penerbitan dokumen itu sudah ditanggung oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk sama-sama mengawasi aparatur perangkat daerah untuk memastikan bahwa tidak ada pungutan liar (pungli) yang terjadi dalam proses kepengurusan data kependudukan. Ia meminta agar masyarakat segera melapor jika ada aparat yang mengumpulkan pungli.
"Apa pun dokumen kependudukannya, mulai dari akta kelahiran, ada KTP, akta kematian, tidak boleh dipungut biaya. Semua anggaran itu akan dibiayai pemerintah pusat," katanya.
Sebelumnya, Gamawan menuturkan bahwa pemberlakuan biaya gratis dalam membuat dokumen kependudukan itu akan dimulai sejak awal Januari 2014. Pemerintah mengingatkan, aparat yang masih memungut biaya diancam dengan pidana dua tahun penjara atau denda seberat-beratnya Rp 25 juta.
Selain itu, semua penerbitan dokumen kependudukan dikeluarkan oleh dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil) di semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, warga tidak perlu lagi ke pengadilan hanya untuk mendapatkan akta kelahiran.
http://nasional.kompas.com/read/2013/11/26/1821506/
* www.ayojambi.com/
Senin, 25 November 2013
Perkhin Pusat Menyerakan Kitab Suci Su Si Kepada Makin-Makin
JAMBI,ayojambi.com – Setelah selesai mensosialisasikan peran wanita dalam agama Khonghucu selama dua hari di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjungjabung Barat. Rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) Pusat yang dinahkodai oleh Gianti Setiawan.
Sebelum rombongan PERKHIN Pusat kembali ke Jakarta, mereka menyempatkan diri mengunjungi Kelenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di kota Jambi, ternyata kehadiran PERKHIN Pusat disambut oleh Sukardi ketua MAKIN Leng Chun Keng dan Gianti Setiawan ketua PERKHIN Pusat menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada Sukardi, disamping itu Penasehat PERKHIN Pusat Hanida Harry juga menyerahkan buku-buku tentang agama Khonghucu kepada Sukardi.
Sebagaimana lazimnya setiap ada tamu yang berkunjung ke MAKIN-MAKIN Jambi, para tamu dijamu makanan dan minuman ala kadarnya, selain aneka kue-kue rombongan PERKHIN Pusat dijamu buah durien.
Seusai mengunjungi MAKIN Leng Chun Keng, PERKHIN Pusat melanjutkan perjalanan menuju Kelenteng MAKIN Sai Che Tien yang tidak jauh dari MAKIN Leng Chun Keng, Ketua PERKHIN Pusat diterima oleh Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro dan rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng.
Ketua PERKHIN Pusat beserta staf PERKHIN melihat altar Nabi Fuxi dan ruangan kursus bahasan Mandarin yang dimotori MAKIN Sai Che Tien sejak tahun 2009, tidak ketinggalan ketua PERKHIN Pusat menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada Rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng diiringi penyerahan buku keagamaan Khonghucu. seusai dari Sai Che Tien, PERKHIN Pusat mengujungi Kelenteng Hok Kheng Tong yang belum bergabung menjadi MAKIN.
Selanjutnya rombongan menuju MAKIN Gi Hong Tong dikawasan kelurahan Payolebar, disini rombongan PERKHIN Pusat disambut ketua MAKIN Gi Hong Tong beserta istri dan beberapa pengurus kelenteng Gi Hong Tong.
Gianti Setiawan juga menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada rohaniawan Gi Hong Tong Jambi, ketua PERKHIN Pusat juga memesan kepada MAKIN_MAKIN yang dikunjungi, agar Kitab Suci Su Si mesti sering dibaca, bukan sebagai barang pajangan maupun disimpan dalam lemari.
Tanggapan positif dari MAKIN disampaikan oleh Sukardi selaku ketua MAKIN Leng Chun Keng, “Kita merasa senang rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) telah sudi mengunjungi kelenteng kita yang belum selesai dibangun”, sedangkan tanggapan dari Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro “Dengan kunjungan rombongan PERKHIN Pusat ini, mendorong semangat kami untuk mengembangkan Khonghucu di Jambi,” sedangkan unggapan Alex Sujanto selaku ketua MAKIN Gi Hong Tong yang sekaligus sebagai wakil MATAKIN Provinsi Jambi menyatakan bahwa kehadiran PERKHIN Pusat sangat bagus, apa lagi dengan mengunjungi satu persatu MAKIN yang ada di Kota Jambi sehingga tidak memicu rasa cemburu adanya pembedahan MAKIN, karena ada kabar bahwa PERKHIN hanya akan mengunjungi beberapa MAKIN saja, Tambah Alex bahwa prinsif di Jambi bedah dengan daerah lain, maka sebagai masukan jika berkunjungi ke Jambi mampir sebentar saja ke MAKIN-MAKIN, maka mereka akan merasa dihargai.
Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di Jambi yang memiliki SK MATAKIN Pusat terdiri dari, 1. MAKIN Sai Che Tien (pertama berdiri tahun 2006), 2. MAKIN Kwan Kong Bio (Kuala Tungkal dan Sk nya telah mati), 3. MAKIN Leng Chun Keng, 4. MAKIN Gi Hong Tong, 5. MAKIN Gi Hong Tong, 6. MAKIN Leng San Keng Kuala Tungkal (Tanjab Barat), 7. MAKIN Lam Po Tong dan 8. MAKIN Seng To Keng, sedangkan beberapa kelenteng yang belum menyerahkan susunan pengurus untuk dijadikan MAKIN. (Romy)
Sebagaimana lazimnya setiap ada tamu yang berkunjung ke MAKIN-MAKIN Jambi, para tamu dijamu makanan dan minuman ala kadarnya, selain aneka kue-kue rombongan PERKHIN Pusat dijamu buah durien.
Seusai mengunjungi MAKIN Leng Chun Keng, PERKHIN Pusat melanjutkan perjalanan menuju Kelenteng MAKIN Sai Che Tien yang tidak jauh dari MAKIN Leng Chun Keng, Ketua PERKHIN Pusat diterima oleh Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro dan rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng.
Ketua PERKHIN Pusat beserta staf PERKHIN melihat altar Nabi Fuxi dan ruangan kursus bahasan Mandarin yang dimotori MAKIN Sai Che Tien sejak tahun 2009, tidak ketinggalan ketua PERKHIN Pusat menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada Rohaniawan MATAKIN Jambi The Lien Teng diiringi penyerahan buku keagamaan Khonghucu. seusai dari Sai Che Tien, PERKHIN Pusat mengujungi Kelenteng Hok Kheng Tong yang belum bergabung menjadi MAKIN.
Selanjutnya rombongan menuju MAKIN Gi Hong Tong dikawasan kelurahan Payolebar, disini rombongan PERKHIN Pusat disambut ketua MAKIN Gi Hong Tong beserta istri dan beberapa pengurus kelenteng Gi Hong Tong.
Gianti Setiawan juga menyerahkan Kitab Suci Su Si kepada rohaniawan Gi Hong Tong Jambi, ketua PERKHIN Pusat juga memesan kepada MAKIN_MAKIN yang dikunjungi, agar Kitab Suci Su Si mesti sering dibaca, bukan sebagai barang pajangan maupun disimpan dalam lemari.
Tanggapan positif dari MAKIN disampaikan oleh Sukardi selaku ketua MAKIN Leng Chun Keng, “Kita merasa senang rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) telah sudi mengunjungi kelenteng kita yang belum selesai dibangun”, sedangkan tanggapan dari Sekretaris MAKIN Sai Che Tien Handoko Thetro “Dengan kunjungan rombongan PERKHIN Pusat ini, mendorong semangat kami untuk mengembangkan Khonghucu di Jambi,” sedangkan unggapan Alex Sujanto selaku ketua MAKIN Gi Hong Tong yang sekaligus sebagai wakil MATAKIN Provinsi Jambi menyatakan bahwa kehadiran PERKHIN Pusat sangat bagus, apa lagi dengan mengunjungi satu persatu MAKIN yang ada di Kota Jambi sehingga tidak memicu rasa cemburu adanya pembedahan MAKIN, karena ada kabar bahwa PERKHIN hanya akan mengunjungi beberapa MAKIN saja, Tambah Alex bahwa prinsif di Jambi bedah dengan daerah lain, maka sebagai masukan jika berkunjungi ke Jambi mampir sebentar saja ke MAKIN-MAKIN, maka mereka akan merasa dihargai.
Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) di Jambi yang memiliki SK MATAKIN Pusat terdiri dari, 1. MAKIN Sai Che Tien (pertama berdiri tahun 2006), 2. MAKIN Kwan Kong Bio (Kuala Tungkal dan Sk nya telah mati), 3. MAKIN Leng Chun Keng, 4. MAKIN Gi Hong Tong, 5. MAKIN Gi Hong Tong, 6. MAKIN Leng San Keng Kuala Tungkal (Tanjab Barat), 7. MAKIN Lam Po Tong dan 8. MAKIN Seng To Keng, sedangkan beberapa kelenteng yang belum menyerahkan susunan pengurus untuk dijadikan MAKIN. (Romy)
Sabtu, 23 November 2013
Empat Penjuru Adalah Saudara
JAMBI, yaojambi.com – Sungguh mulia sekali Perempuan khonghucu Indonesia yang di singkat PERKHIN rela menempuh perjalanan lebih kurang 3 jam dari pusat Kota Jambi ke Kabupaten Tanjungjabung Barat (Kuala Tungkal) untuk membagi ilmu keagamaan kepada umat Khonghucu yang berada di kota Kuala Tungkal, sosialisasi dipimpin oleh ketua Perempuan Khonghcu Indonesia (PERKHIN) Pusat (23/11),
Kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk bekal kepada Perkhin Tanjab Barat, bekal yang diberikan diantaranya, bagamana tatacara sembahyang (kebaktian) yang benar, tatacara memimpin melakukan doa kepada arwah yang telah wafat, bagaimana menghormati kepada yang lebih tua dan khotba keagamaan diselingi paduan suara.
Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi dan Kabupaten Tanjab Barat agar kedepan masing-masing Perkhin mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN di daerah Jambi.
Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, wanita bukan hanya dapat dibagian dapur sbagai pemegang konsumsi, perempuan Khonghucu juga bisa memimpin kebaktian dan ketua MAKIN maupun MATAKIN, “Banyak yang beranggapan bahwa tugas perempuan hanya dibagian dapur sebagai pensuplai konsumsi, namun sebanrnya perempuan juga bisa menjadi pemimpik kebaktian, menjadi Ketua MATAKIN atau ketua MAKIN.” Kata Gianti dihadapan puluhan umat Khonghucu Kuala Tungkal (Romy).
rombongan Perkhin bertolak dari Kota Jambi pukul 08.20 dan tiba di Kelenteng Makin Leng San Keng yang berlokasi di Parit Gompung pukul 11.30 WIB.
Rombongan Perkhin Pusat dan Provinsi Jambi disambut oleh ketua Makin Leng San Keng Alex Tay dan ketua Perkhin Leng San Keng Lystiani beserta pengurus Makin maupun Perkhin Kuala Tungkal.
Kehadiran Perkhin demi untuk berbuat kebajikan dan membagi ilmu pengetahuan tentang keagamaan kepada umat Khonghucu di kota Kuala Tungkal - Jambi, mereka rela mengambil cuti, meninggalkan keluarga maupun usaha hanya untuk memajukan perempuan Khonghucu Kuala Tungkal.
Sosialisasi mengenai peranan Perkhin yang dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) maupun Perkhin didalam wadah Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN).
Rombongan Perkhin Pusat dan Provinsi Jambi disambut oleh ketua Makin Leng San Keng Alex Tay dan ketua Perkhin Leng San Keng Lystiani beserta pengurus Makin maupun Perkhin Kuala Tungkal.
Kehadiran Perkhin demi untuk berbuat kebajikan dan membagi ilmu pengetahuan tentang keagamaan kepada umat Khonghucu di kota Kuala Tungkal - Jambi, mereka rela mengambil cuti, meninggalkan keluarga maupun usaha hanya untuk memajukan perempuan Khonghucu Kuala Tungkal.
Sosialisasi mengenai peranan Perkhin yang dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) maupun Perkhin didalam wadah Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN).
Kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk bekal kepada Perkhin Tanjab Barat, bekal yang diberikan diantaranya, bagamana tatacara sembahyang (kebaktian) yang benar, tatacara memimpin melakukan doa kepada arwah yang telah wafat, bagaimana menghormati kepada yang lebih tua dan khotba keagamaan diselingi paduan suara.
Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi dan Kabupaten Tanjab Barat agar kedepan masing-masing Perkhin mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN di daerah Jambi.
Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, wanita bukan hanya dapat dibagian dapur sbagai pemegang konsumsi, perempuan Khonghucu juga bisa memimpin kebaktian dan ketua MAKIN maupun MATAKIN, “Banyak yang beranggapan bahwa tugas perempuan hanya dibagian dapur sebagai pensuplai konsumsi, namun sebanrnya perempuan juga bisa menjadi pemimpik kebaktian, menjadi Ketua MATAKIN atau ketua MAKIN.” Kata Gianti dihadapan puluhan umat Khonghucu Kuala Tungkal (Romy).
* www.ayojambi.com/
Jumat, 22 November 2013
Srikandi Perkhin Bagi-Bagi Ilmu Ke Daerah
JAMBI, ayojambi.com – Sungguh mulia sekali, sebelas Srikandi Perempuan khonghucu Indonesia yang di singkat Perkhin telah tiba di Jambi dengan pesawat Citylink. Kehadiran Perkhin demi untuk berbuat kebajikan dan membagi ilmu pengetahuan keagamaan kepada umat Khonghucu di Jambi, mereka rela mengambil cuti, meninggalkan keluarga maupun usaha hanya untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang.
Kehadiran pengurus inti Perkhin Pusat ke Jambi adalah untuk melakukan sosialisasi mengenai peranan Perkhin dalam tubuh organisasi MATAKIN serta peran Perkhin didalam Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN), selain mensosialisasikan fungsi Perkhin, kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk mengajarkan tatacara sembahyang (kebaktian) yang benar, tatacara memimpin sekolah minggu dan paduan suara.
Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi agar kedepan mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN.
Hasil pantauan Reporter China Town ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Rabu (20/11) mereka baru menerima pemberitahuan dari Perkhin Jambi akan ada kunjungan kerja Perkhin Pusat ke daerah Jambi dan kabupaten Tanjung Jabung Barat (kuala tungkal).
Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat menurunkan pengurus yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang menjadi guru agama disekolahan, ada yang bekerja di perusahaan swasta, namun demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga selama tiga hari untuk ke Jambi, domisili pengurus Perkhin Pusat ada yang tinggalnya di Bandung, Bogor, Tasik Malaya, Solo, Karawang dan Tangerang.
Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.
Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy)
Kunjungan kerja Perkhin ke Jambi bukan sekedar untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi agar kedepan mampu memberikan pelayanan kepada umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra kerja MATAKIN.
Hasil pantauan Reporter China Town ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Rabu (20/11) mereka baru menerima pemberitahuan dari Perkhin Jambi akan ada kunjungan kerja Perkhin Pusat ke daerah Jambi dan kabupaten Tanjung Jabung Barat (kuala tungkal).
Gianti Setiawan Ketua Perkhin Pusat mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat menurunkan pengurus yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang menjadi guru agama disekolahan, ada yang bekerja di perusahaan swasta, namun demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga selama tiga hari untuk ke Jambi, domisili pengurus Perkhin Pusat ada yang tinggalnya di Bandung, Bogor, Tasik Malaya, Solo, Karawang dan Tangerang.
Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.
Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy)
* www.ayojambi.com/
Kamis, 21 November 2013
MAKIN Gi Hong Tong Menerima Penghargaan
JAMBI, ayojambi.com - Kita pasti pernah mendengar peribahasa ini, “Siapa yang menanam, Dia yang akan menuai.” Maksudnya, jika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang jelek pula.
Rabu (20/11) kemarin, Danyon 142/ Ksatria Jaya Letkol Infanteri Fredy Sianturi mengunjungi Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi yang beralamat di Jalan Prof. M. Yamin, Lorong Teratai, Rt. 14, kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada kunjungan ini Letkol Infanteri Fredy Sianturi melihat Kelenteng Makin Gi Hong Tong yang baru selesai direnovasi sekaligus Penyerahan Plakat Patung TNI kepada Alex Sujanto selaku Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Gi Hong Tong Jambi, Alex Sujanto juga sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi.
Penyerahan Plakat Patung TNI Danyon 142 Ksatria Jaya kepada MAKIN Gi Hong Tong sebagai tanda kerja sama yang baik selama ini antara TNI Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi dengan tempat ibadah umat Khonghucu selama ini.
Kata Alex Sujanto, “Selama ini kita lakukan kerja sama yang baik dengan Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi” tambah Alex, Disamping itu Danyon 142/ Ksatria Jaya Jambi juga sebagai pembina Hok Liong Say dan Liong.
Selama ini Yonif 142/ Ksatria Jaya Jambi sering ikut ambil bagian dalam atraksi Barongsay dan Liong di Malam Perayaan Cap Go Meh.
Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong Jambi salah satu tempat ibadah Khonghucu yang sering dikunjungi para pejabat provinsi Jambi, lantaran posisi Kelenteng Gi Hong Tong berdampingan dengan Masjid Al-Jihad (Romy)
* www.ayojambi.com/
Penyerahan Plakat Patung TNI Danyon 142 Ksatria Jaya kepada MAKIN Gi Hong Tong sebagai tanda kerja sama yang baik selama ini antara TNI Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi dengan tempat ibadah umat Khonghucu selama ini.
Kata Alex Sujanto, “Selama ini kita lakukan kerja sama yang baik dengan Batalyon Infantri 142/ Ksatria Jaya Jambi” tambah Alex, Disamping itu Danyon 142/ Ksatria Jaya Jambi juga sebagai pembina Hok Liong Say dan Liong.
Selama ini Yonif 142/ Ksatria Jaya Jambi sering ikut ambil bagian dalam atraksi Barongsay dan Liong di Malam Perayaan Cap Go Meh.
Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong Jambi salah satu tempat ibadah Khonghucu yang sering dikunjungi para pejabat provinsi Jambi, lantaran posisi Kelenteng Gi Hong Tong berdampingan dengan Masjid Al-Jihad (Romy)
* www.ayojambi.com/
Selasa, 19 November 2013
Baksos Siswa SPN Jambi Di Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi
JAMBI - Dalam rangka mewujudkan sinergitas Polri dengan masyarakat sekaligus bertujuan peduli terhadap tempat-tempat ibadah di Kota Jambi, pihak Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi yang terletak di Kabupaten Muaro Jambi menurunkan satu pleton siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara tahun 2013 untuk melakukan bakti sosial di Kelenteng Makin Gi Hong Tong Jambi yang beralamat di Jalan M. Yamin, Rt. 14, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu (16/11/2013).
Menurut, KOMPOL (komisaris polisi) Nelson Sianipar didampingi KOMPOL Mufrizen mengatakan, kegiatan bakti sosial membersihkan tempat-tempat ibadah tersebut adalah untuk membina siswa calon Bintara agar merasa peduli terhadap tempat ibadah masyarakat Kota Jambi, baksos antara lain di Masjid-masjid, Gereja-gereja, Vihara, Pura dan Kelenteng.
"Tujuannya yakni membangun sinergitas dengan masyarakat dan menggugah kepekaan sosial bagi siswa sebagai dasar pembentukan karakter sebagai Polisi yang profesional, modern dan patuh terhadap hukum," pungkas Nelson.
Alex Sujanto selaku Ketua Makin Kelenteng Gi Hong Tong Jambi merasa bersyukur dengan adanya bakti sosial dari Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi terhadap kelentengnya, rasa sykur dan terima kasih atas partisipasi dari Siswa SPN Jambi yang datang membersihkan Kelenteng Gi Hong Tong serta mengecat tembok kelenteng. ujar Alex diselah baksos siswa SPN Jambi.
* www.ayojambi.com/
"Tujuannya yakni membangun sinergitas dengan masyarakat dan menggugah kepekaan sosial bagi siswa sebagai dasar pembentukan karakter sebagai Polisi yang profesional, modern dan patuh terhadap hukum," pungkas Nelson.
Alex Sujanto selaku Ketua Makin Kelenteng Gi Hong Tong Jambi merasa bersyukur dengan adanya bakti sosial dari Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi terhadap kelentengnya, rasa sykur dan terima kasih atas partisipasi dari Siswa SPN Jambi yang datang membersihkan Kelenteng Gi Hong Tong serta mengecat tembok kelenteng. ujar Alex diselah baksos siswa SPN Jambi.
* www.ayojambi.com/
Rencana Perkhin Pusat Jambangi Makin Jambi
JAMBI, ayojambi.com - Bila tidak ada alar melintang, Jumat (22/11) mendatang sebanyak sebelas pengurus intin Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) pusat yang dibawah naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia akan kunjungi Perkhin Jambi dan Perkhin Leng San Keng di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kehadiran Perkhin Pusat adalah untuk melakukan sosialisasi mengenai peranan Perkhin dalam tubuh organisasi keagamaan MATAKIN maupun peran Perkhin di MAKIN-MAKIN, selain mensosialisasikan fungsi Perkhin, kedatangan rombongan perempuan Khonghucu juga untuk mengajarkan tatacara sembahyang (kebaktian), sekolah minggu dan paduan suara, namun sangat disayangi nampaknya para pengurus Matakin dan Perkhin di Jambi belum begitu siap menerima kehadiran rombongan di Jambi. Pada hal rencana kunjungan ke Jambi bukan untuk bersenang-senang, melainkan untuk memberikan bekal kepada Perkhin Jambi agar mampu melayani umat Khonghucu di Provinsi Jambi sebagai mitra MATAKIN.
Hasil pantauan ayojambi.com ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Senin (18/11) mereka belum menerima pemberitahuan dari MATAKIN Jambi, pada hal kunjungan Perkhin Pusat sangat bermanfaat bagi kepentingan MATAKIN dan Perkhin, bahkan dikabari kunjungan ini hanya sekedar jalan-jalan saja.
Menurut salah satu pengurus Perkhin Pusat yang dihubungi via phoncel, mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat turunkan personil yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang ngajari agama disekolahan, demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga, “ Kami disini serius pak, telah menyiapkan semua keperluan mulai dari buku, CD lagu dan lain sebagainya”. Hari ini teman-teman dari Tasik Malaya, Solo, Bandung Bogor, Karawan akan kumpul di Jakarta.
Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, “Kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.”
Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy)
Hasil pantauan ayojambi.com ke beberapa MAKIN yang ada di Kota Jambi, sampai hari Senin (18/11) mereka belum menerima pemberitahuan dari MATAKIN Jambi, pada hal kunjungan Perkhin Pusat sangat bermanfaat bagi kepentingan MATAKIN dan Perkhin, bahkan dikabari kunjungan ini hanya sekedar jalan-jalan saja.
Menurut salah satu pengurus Perkhin Pusat yang dihubungi via phoncel, mengatakan, untuk kali pertama Perkhin Pusat turunkan personil yang begitu banyak, pada hal semua pengurus Perkhin pusat mempunyai pekerjaan didaerah masing-masing, bahkan ada yang ngajari agama disekolahan, demi untuk memberikan sedikit bekal kepada Perkhin Jambi, maka mereka (pengurus Perkhin) rela tinggali pekerjaan, keluarga, “ Kami disini serius pak, telah menyiapkan semua keperluan mulai dari buku, CD lagu dan lain sebagainya”. Hari ini teman-teman dari Tasik Malaya, Solo, Bandung Bogor, Karawan akan kumpul di Jakarta.
Sebelum menutup pembicaraan, ujar pengurus Perkhin Pusat, “Kami juga ada kesibukan masing-masing kalau mau sekedar jalan-jalan, kami gak bakal pilih Jambi lah.”
Kedatangan Perkhin Pusat semestinya mendapatkan respon yang positif terhadap peran MATAKIN di Jambi untuk tabungan masa depan dikehidupan mendatang, maka mari kita berbuat kebajikan. (Romy)
Rabu, 06 November 2013
Makin Sai Che Tien Jambi Memperingati “Sejit Go Hu Tua Lang Kong”
JAMBI –Hari ini, Kami, 7 Nopember 2013 (Cap Gwee Jiu Go imlek) merupakan hari ulang tahun (Sejit) Shenming Go Hu Tua Lang Kong,
maka setiap umat Khonghucu yang memiliki altar di rumah akan melakukan sembahyang, bagi yang tidak memiliki altar dapat melakukan sembahyang di kelenteng-kelenteng yang ada altar Sejit Go Hu Tua Lang Kong.
Maka sejak pagi hari puluhan umat Khonghucu di kawasan Koni VI melakukan sembahyang memperingati Sejit Go Hu Tua Lang Kong di Kelenteng Makin Sai Che Tien Jambi yang beralamat di Jalan Koni IV, Rt. 02, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Shen Ming Go Hu Tua Lang Kong merupakan salah satu dari sekian banyak shen ming yang di puja umat Khonghucu, termasuk di kelenteng Makin Sai Che Tien, Go Hu Tua Lang Kong adalah dewa pendamping altar Hok Hie Tee Sien (FUXI 伏羲).
Sembahyang kali ini, dipimpin oleh Ketua Matakin Kota Jambi sekaligus ketua Makin Sai Che Tien Darmadi Tekun (The Kien Peng), didampingi Handoko Thetro beserta beberapa pengurus inti Makin Sai Che Tien.
Ketua Matakin Kota Jambi Darmadi Tekun, mengatakan bahwa hari ini adalah hari Go Hu Tua Lang Kong dititiskan sebagai shen ming (dewa), maka umat Khonghucu yang punya altar Go Hu Tua Lang Kong pasti lakukan sembahyang. “Kita lakukan sembahyang secara sederhana, karena Go Hu Tua Lang Kong merupakan shen ming (dewa) pendamping di Kelenteng Makin Sai Che Tien.” Ujar Darmadi Tekun. (Romy)
Maka sejak pagi hari puluhan umat Khonghucu di kawasan Koni VI melakukan sembahyang memperingati Sejit Go Hu Tua Lang Kong di Kelenteng Makin Sai Che Tien Jambi yang beralamat di Jalan Koni IV, Rt. 02, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Shen Ming Go Hu Tua Lang Kong merupakan salah satu dari sekian banyak shen ming yang di puja umat Khonghucu, termasuk di kelenteng Makin Sai Che Tien, Go Hu Tua Lang Kong adalah dewa pendamping altar Hok Hie Tee Sien (FUXI 伏羲).
Sembahyang kali ini, dipimpin oleh Ketua Matakin Kota Jambi sekaligus ketua Makin Sai Che Tien Darmadi Tekun (The Kien Peng), didampingi Handoko Thetro beserta beberapa pengurus inti Makin Sai Che Tien.
Ketua Matakin Kota Jambi Darmadi Tekun, mengatakan bahwa hari ini adalah hari Go Hu Tua Lang Kong dititiskan sebagai shen ming (dewa), maka umat Khonghucu yang punya altar Go Hu Tua Lang Kong pasti lakukan sembahyang. “Kita lakukan sembahyang secara sederhana, karena Go Hu Tua Lang Kong merupakan shen ming (dewa) pendamping di Kelenteng Makin Sai Che Tien.” Ujar Darmadi Tekun. (Romy)
* www.ayojambi.com/
Jumat, 25 Oktober 2013
Wisata Ke Taman Borobudur
MAGELANG - Setelah rombongan Perempuan Khonghucu (PERKHIN) Jambi gagal mengunjung Taman Wisata Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang (17/10) lalu, kegagalan di karena waktu kunjungan di Candi hanya batas pukul 17.00 sore, seharusnya rombong Perkhin tiba di Yogjakarta pukul 13.00, namun sangat disayangi keterlambat diakibatkan delay pesawat Lion Air dari Jakarta menuju Yogjakarta, sehingga rombongan Perkhin tiba di Yogjakarta pukul 15.00 wib, dari Yojakarta ke Borobudur memakan waktu lebih kurang dua jam.
Seusai mengikuti acara Pertemuan Nasional Perempuan Khonghucu (PERKHIN) di Surakarta (Solo) dan Hari Ulang Tahun Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Solo ke 95, panitia menyediakan wisata tour untuk masing-masing peserta, setiap daerah dapat memilih objek kunjungan, mau wisata ke air terjun di Tawangmangu, wisata belanja di Pasar Klewer Namun rombongan Perkhin Jambi terobati, wisata kuliner dan belanja oleh-oleh makanan khas Kota Solo.
Rombongan Perkhin Jambi meminta panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, ternyata permintaan rombongan Jambi dikabulkan panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, panitia menyediakan dua kendaraan, masing-masing kendaran diisi enam orang. Rombongan berangkat dari hotel Just Inn di Jalan Surya No. 129 (Purwopuran), Surakarta pukul 05.30 melalui jalur Sleman menuju Magelang. Sepanjang jalan rombongan menikmati pemandangan sawah, gunung merapi dan tiba di Candi Borobudur pukul 07.30.
Setiap wisatawan yang hendak memasuki kawasan Candi Borobudur, wajib membeli tiket yang seharga Rp. 30.000/perorang, setelah masuk kawasan candi wisatawan bisa memilih naik kereta menuju pintu gerbang candi atau berjalan kaki, jika naik kereta dikenakan tarip perorang Rp. 7.500 dapat satu botol kecil air mineral.
Terusik dengan pedagang Souvenir
Bahwa salah satu pemandangan yang unik, lucu dan menjengkelkan wisatawan adalah para pedagang souvenir (cindramata) di Kawasan Wisata Candi Borobudur sebelum menuju puncak Candi Borobudur masalah yang krusial di Kawasan Wisata Candi Borobudur. Para pengunjung merasa tidak nyaman ketika baru saja memarkir kendaraannya telah ditawari souvenir (cindramata) dengan nada memaksa. Berjalan menuju ke toilet maupun loket telah dikerubuti para pedagang Souvenir, seperti topi, gantungan kunci, baju kaos, sandal jepit hingga aneka minuman. Sepanjang perjalanan menuju ke candi dan sebaliknya juga demikian halnya. Suasananya menjadi tidak nyaman. Di mata pedagang sendiri, dengan jumlah mereka yang makin banyak, posisi tawar menawar baju kaos dari 5 lembar Rp. 100.000 menjadi 7 lembar Rp. 100.000 dilepaskan pedagang.
Seusai jalan-jalan di Borobudur, rombongan kembali ke Solo untuk mengikuti perayaan 95 tahun MAKIN Solo yang di Wisma Boga di Jalan Raya Solo Baru.
Tanggal 20 Oktober 2013, Peserta Pertemuan Nasional Perkhin kembali ke daerah masing-masing (Romy)
Rombongan Perkhin Jambi meminta panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, ternyata permintaan rombongan Jambi dikabulkan panitia untuk mengunjungi Candi Borobudur, panitia menyediakan dua kendaraan, masing-masing kendaran diisi enam orang. Rombongan berangkat dari hotel Just Inn di Jalan Surya No. 129 (Purwopuran), Surakarta pukul 05.30 melalui jalur Sleman menuju Magelang. Sepanjang jalan rombongan menikmati pemandangan sawah, gunung merapi dan tiba di Candi Borobudur pukul 07.30.
Setiap wisatawan yang hendak memasuki kawasan Candi Borobudur, wajib membeli tiket yang seharga Rp. 30.000/perorang, setelah masuk kawasan candi wisatawan bisa memilih naik kereta menuju pintu gerbang candi atau berjalan kaki, jika naik kereta dikenakan tarip perorang Rp. 7.500 dapat satu botol kecil air mineral.
Terusik dengan pedagang Souvenir
Bahwa salah satu pemandangan yang unik, lucu dan menjengkelkan wisatawan adalah para pedagang souvenir (cindramata) di Kawasan Wisata Candi Borobudur sebelum menuju puncak Candi Borobudur masalah yang krusial di Kawasan Wisata Candi Borobudur. Para pengunjung merasa tidak nyaman ketika baru saja memarkir kendaraannya telah ditawari souvenir (cindramata) dengan nada memaksa. Berjalan menuju ke toilet maupun loket telah dikerubuti para pedagang Souvenir, seperti topi, gantungan kunci, baju kaos, sandal jepit hingga aneka minuman. Sepanjang perjalanan menuju ke candi dan sebaliknya juga demikian halnya. Suasananya menjadi tidak nyaman. Di mata pedagang sendiri, dengan jumlah mereka yang makin banyak, posisi tawar menawar baju kaos dari 5 lembar Rp. 100.000 menjadi 7 lembar Rp. 100.000 dilepaskan pedagang.
Seusai jalan-jalan di Borobudur, rombongan kembali ke Solo untuk mengikuti perayaan 95 tahun MAKIN Solo yang di Wisma Boga di Jalan Raya Solo Baru.
Tanggal 20 Oktober 2013, Peserta Pertemuan Nasional Perkhin kembali ke daerah masing-masing (Romy)
* www.ayojambi.com/
Senin, 21 Oktober 2013
Perayaan Kelahiran Nabi Khongcu 2564
Kapus Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Mubarok, SH. Msi
SOLO - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Solo (19/10) malam. Tidak menjadi penghalang ribuan undangan mendatangi Gedung Wisma Boga, Solo (Jateng).
Malam yang gelap dengan kondisi cuaca yang tak bersahabat, namun tidak membuat para undangan untuk melewatkan momen spektakuler yang diselenggarakan oleh MAKIN Solo. Yakni, Perayaan Nasional hari kelahiran Nabi Khongcu 2564, nabi besar yang dipuja umat Khonghucu di dunia. Tak hanya itu, perayaan semakin megah karena bersamaan dengan perayaan 95 tahun Hari Jadi Majelis Agama Khonghucu (MAKIN) Solo dan 50 tahun masa bakti Haksu Tjhie Tjay Ing.
Ungkapan kebahagiaan disampaikan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) Pusat, Ws, Ir. Wawan Wiratma.
Wawan Wiratma mengatakan, sejak Agama Khonghucu diakui sebagai salah satu agama di Indonesia, dari tahun ke tahun terlibat dalam kemajuan Agama Khonghucu. “Masa kini adalah waktunya pengurus beserta umat Khonghucu untuk memberi kontribusi lebih banyak untuk bangsa kita. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan dari umat agama lain karena perlakuan diskriminatif di masa lalu,” ujarnya.
Perayaan Nasional itu berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh Kapela Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, Mubarok, SH. Msi, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Khonghucu Kementerian Agama RI, Hj. Emma Nurmawati Hadian, MM, Walikota Surakarta Fx. Hadi Rudyatmo serta Lintas Agama Kota Solo tidak ketinggalan pertunjukan kesenian Liong dan Barongsai Tripusaka Solo dengan Tari Merak dari sanggar Suryo Sumirat, paduan suara dari berbagai Makin di Indonesia yang memberikan kesan luar biasa. (Romy) * www.ayojambi.com/
Ungkapan kebahagiaan disampaikan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) Pusat, Ws, Ir. Wawan Wiratma.
Wawan Wiratma mengatakan, sejak Agama Khonghucu diakui sebagai salah satu agama di Indonesia, dari tahun ke tahun terlibat dalam kemajuan Agama Khonghucu. “Masa kini adalah waktunya pengurus beserta umat Khonghucu untuk memberi kontribusi lebih banyak untuk bangsa kita. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan dari umat agama lain karena perlakuan diskriminatif di masa lalu,” ujarnya.
Perayaan Nasional itu berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh Kapela Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama, Mubarok, SH. Msi, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Khonghucu Kementerian Agama RI, Hj. Emma Nurmawati Hadian, MM, Walikota Surakarta Fx. Hadi Rudyatmo serta Lintas Agama Kota Solo tidak ketinggalan pertunjukan kesenian Liong dan Barongsai Tripusaka Solo dengan Tari Merak dari sanggar Suryo Sumirat, paduan suara dari berbagai Makin di Indonesia yang memberikan kesan luar biasa. (Romy) * www.ayojambi.com/
Minggu, 20 Oktober 2013
Pertemuan Perkhin Nasional Di Solo
JATENG, SOLO - Untuk pertama kali pertemuan nasional Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) yang dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khoghucu Indonesia di Solo/Jateng (18/10).
Sebelum acara dimulai para peserta melantunkan lagu-lagu rohani Khonghucu yang di pandu oleh dua srikandi dari Perkhin Pusat diantaranya Dq. Suryani dan Dq Novita Sari, Spd, dari masing-masing daerah membawa lagu-lagu rohani bernuasa Khonghucu dengan judul yang berbeda. Tepat pukul 10 diskusi dibuka secara resmi dengan pemukulan lonceng oleh ketua Matakin Pusat Xs, Wawan Wiratma didampingi oleh Ketua Perkhin Pusat, Gianti Setiawan dan ketua Makin Solo, Hendri Susanto. Pertemuan nasional di hadiri lebih dari 200 orang Perempuan Khonghucu diseluruh nusantara dengan tema "Kesungguhan hati menjadikan jarak tak berarti". Agenda pertemua Perkhin di Solo adalah diskusi Peluang Bisnis Perempuan Khonghucu disampaikan oleh Xs. Kim Giok Nio, sesi kedua Peran Perempuan dalam Agama Khonghucu bertindak sebagai pembicara adalah Bratayana Ongkowijaya, Xds dan dilanjutkan diskusi antar Perkhin yang disajikan oleh Gianti Setiawan ketua Perkhin pusat. Menurut ketua umum Matakin Pusat, ini merupakan gerakan yang positit, maka perlu kita (Matakin Pusat) ajungkan jempol.
Sedangkan kata Gianti ketua Perkhin Matakin, acara pertemuan Perempuan Khonghucu ini, adalah pertama dihadiri seluruh Perkhin nusantara, "Ini merupakan respon yang datang dari Perkhin, agar satu sama lain bisa mengenal dan menambah wawasan dari Makin-Makin yang ada di daerah, tambah Gianti, bisa kegiatan yang dilaksanakan Perkhin tidak seramai ini, "Harapan kedepan Perkhin bisa lakukan secara rutin dari daerah ke daerah lain." Tambah Gianti, untuk tahun depan pertemuan kedua kalinya dilaksanakan di Manado (Romy)* www.ayojambi.com/
Sedangkan kata Gianti ketua Perkhin Matakin, acara pertemuan Perempuan Khonghucu ini, adalah pertama dihadiri seluruh Perkhin nusantara, "Ini merupakan respon yang datang dari Perkhin, agar satu sama lain bisa mengenal dan menambah wawasan dari Makin-Makin yang ada di daerah, tambah Gianti, bisa kegiatan yang dilaksanakan Perkhin tidak seramai ini, "Harapan kedepan Perkhin bisa lakukan secara rutin dari daerah ke daerah lain." Tambah Gianti, untuk tahun depan pertemuan kedua kalinya dilaksanakan di Manado (Romy)* www.ayojambi.com/
Pelayanan Yang Luar Biasa Dari Makin Solo
Info Nusantara: Pelayanan Yang Luar Biasa Dari Makin Solo: JATENG - Sebuah pelayanan yang luar biasa dipersembahkan Makin Solo kepada peserta Pertemuan Perempuan Khonghucu Indonesia (Perkhin) , p...
* www.ayojambi.com/
Rabu, 16 Oktober 2013
Rombongan Perkhin Jambi Menuju Solo
JAMBI – Akhirnya rombongan Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) Provinsi Jambi berangkat ke Solo (Jateng) untuk mengikuti pertemuan Nasional Perempuan Khonghucu Indonesia (PERKHIN) yang berada dibawa naungan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jambi dan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kota Jambi.
Seyogyanya keberangkatan rombongan Perkhin Jambi dipimpin oleh Herwai ketua Perkhin Provinsi Jambi, namun ada suatu hal maka rombongan dipimpin oleh wakil Ketua Perkhin Jambi, Suryanti. Ujar Herwai ketua Perkhin Jambi, “Berhubung sesuatu hal yang mendadak, maka yang membawa rombongan diwakili oleh Suryanti, wakil ketua Perkhin Jambi.
Kita sangat mengharapkan agar para peserta yang mewakili Kelenteng MAKIN Hok Sin Tong, Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong, Kelenteng MAKIN Lam Po Tong dan Kelenteng MAKIN Leng San Keng Kuala Tungkal bisa mengunakan ajang pertemuan Perempuan Khonghucu yang kali pertama diikuti Provinsi Jambi, maka kita akan gunakan agenda tahunan Perkhin Pusat sebagai ajang mencari pengalaman, "Jambi mesti mengali ilmu dari Perkhin daerah lain dan kita juga akan lakukan study di Jawa Tengah."
Selain acara pertemuan tahunan Perempuan Khonghucu Indonesia, Perkhin Jambi juga akan menghadiri Hari Jadi MAKIN Solo ke 95 dan memperingati 50 Tahun Baksi Suci Xs. Tjie Tjay Ing sebagai rohaniawan Khonghucu. (Romy)
Kita sangat mengharapkan agar para peserta yang mewakili Kelenteng MAKIN Hok Sin Tong, Kelenteng MAKIN Gi Hong Tong, Kelenteng MAKIN Lam Po Tong dan Kelenteng MAKIN Leng San Keng Kuala Tungkal bisa mengunakan ajang pertemuan Perempuan Khonghucu yang kali pertama diikuti Provinsi Jambi, maka kita akan gunakan agenda tahunan Perkhin Pusat sebagai ajang mencari pengalaman, "Jambi mesti mengali ilmu dari Perkhin daerah lain dan kita juga akan lakukan study di Jawa Tengah."
Selain acara pertemuan tahunan Perempuan Khonghucu Indonesia, Perkhin Jambi juga akan menghadiri Hari Jadi MAKIN Solo ke 95 dan memperingati 50 Tahun Baksi Suci Xs. Tjie Tjay Ing sebagai rohaniawan Khonghucu. (Romy)
* http://ayen-servicekamera.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)

























