Selasa, 21 Desember 2010

Mama melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita menyakitkannya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Mama tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...
Apakah Kita sudah cukup membahagiakannya... Apakah kita pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kita berada didalam kandungannya...?

Sadarilah bahwa diatas dunia ini tidak ada satu orangpun yang rela mati demi mama,
tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...

Mama bukan tempat penititipan cucunya disaat anda jalan-jalan, tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan adalah perhatian daei anak-anaknya, kita cukup datang hampiri beliau dan temani dia sejenak, tanyakan bagaimana kesehatannya..... Beliau sudah bahagia sekali............. dan melupakan semua hutang kita
kepadanya.....