Sabtu, 25 Desember 2010

Wanita Yang Bijaksana Di Jaman Dahulu (#2)

Baginda Cheng Tang kemudian menurunkan Baginda Di Yi (sebelum tahun masehi 1191) dan Baginda Di Yi dari selirnya mempunyai putera bernama Mei Zi Qi. Me Zi Qi adalah kakak dari Baginda Zhou Wang yang terkenal kejam dan buas. Mei Zi Qi berhati baik dan sangat sayang akan rakyatnya,
maka ketika Baginda Zhou Wang berbuat sewenang-wenang terhadap rakyat, selalu diingatkan olehnya namun Baginda Zhou Wang tidak mau mendengar nasihat-nasihat baik dari kakaknya itu. Maka kemudian sesudah Baginda Zhou Wang mengalami kekalahan, ia mati membakar diri.

Mei Zi Qi oleh Baginda Zhou Wu Wang (sebelum tahun masehi 1122) diberi jabatan sebagai Zhu Hou (raja muda) di negeri Song. Me Zi Qi kemudian menurunkan Shu Liang He, ayahnya dari Kongzi. Shu Liang He dari isterinya yang pertama mempunyai sembilan puteri, ia lalu menikah lagi dan dari isteri yang kedua ini mempunyai satu putera bernama Meng Pi.

Namun Meng Pi mempunyai cacat kaki dan badannya sangat lemah, maka ayahnya menganggap bahwa Meng Pi tidak akan bisa menurunkan keturunan yang sehat dan bijaksana, maka Shu Liang He menikah lagi untuk ketiga kalinya. Isteri yang ketiga ialah Yan Zheng Zai, yang menurut kitab sejarah Ru Jiao adalah seorang perempuan yang bijaksana. Setelah Yan Zheng Zai mempunyai putera yaitu Kongzi tatkala berusia tiga tahun, Shu Liang He meninggal dunia, sehingga Kongzi hanya mendapat pendidikan dan perawatan dari sang ibu saja.

Bolehkah dikatakan bahwa kaum wanita tidak mempunyai peranan penting dalam pendidikan pada anak-anak kita? Disini dapat dilihat bahwa pujangga Xie dan Kongzi, namanya dapat ditulis dalam sejarah Tiongkok dengan tinta emas, bukankah dari jasa-jasa kaum wanita?

Dalam kalangan wanita Tionghoa pada tiga ribu tahun yang lalu sudah ada pendidikan prenatal “ pendidikan tentang anak-anak yang masih berada dalam kandungan yaitu dalam bahasa Tionghoa dikatakan Tai Jiao. Menurut ahli-ahli jiwa, pendidikan anak yang masih dalam kandungan sangatlah penting sekali bagi orang yang ingin memperoleh anak-anak yang baik. Jikalau boleh diumpamakan pembuatan kue, sudah tersedia bahan-bahan yang baik tetapi bila cara pembuatannya sangat ceroboh dan seenaknya, bisa kita pastikan bahwa kue itu tentu tidak mungkin menjadi kue yang bermutu baik.
Sambung…………