Sabtu, 17 November 2012

Suami Jualan Rokok, Istri Dibonceng Pria Lain


Siapa yang tak merasakan sakit hati, saat orang yang paling disayang bermesraan dengan orang lain. Begitupun yang dialami oleh Peto. "Perasaan ku begitu hancur saat melihat dia jalan dengan pria lain. Dan aku begitu kesal, tapi ia tetap pergi dengan lelaki itu walau ia melihatku," curhat Peto.
Lebih jauh peto menceritakan, beberapa bulan lalu, saat anaknya masih tergolek sakit dan ia bekerja berjualan rokok, secara tak sengaja, di jalan ia melihat sang istri sedang jalan dengan pria lain.

Awalnya ia tak percaya jika yang dilihat oleh kedua matanya adalah sang istri tercinta. Tapi setelah mencoba mendekat, bagai disambar petir, dengan mata kepala sendiri, Peto memergoki istrinya sedang jalan dengan pria sambil mengendarai sepeda motor.

Melihat hal itu, Peto mengaku emosi dan langsung melabrak sang istri. Namun, sang istri yang melihat Peto justru tak menanggapi emosi Peto. Bahkan menurut Peto, justru sang istri menertawainya. "Aku pikir ketika dipanggil dan didekati, ia bakalan pulang dan langsung meminta maaf. Tapi apa yang terjadi, justru ia tertawa di atas sepeda motor yang dinaikinya."

Sejak saat itulah, pikiran Peto semakin bertambah berat. Di saat dirinya berjuang untuk bisa menyembuhkan sakit putrinya, ia sendiri justru yang harus menanggung sakit. Namun ia tetap tabah dan sabar. Meski sang istri kadang dinilainya sudah keterlaluan.

"Pernah, ketika ibu menggendong anakku yang sakit, direbut oleh istriku dengan paksa. Katanya dia rindu sama Aisyah. Tapi, ada makian yang dilontarkannya ke ibu agar jangan menjaga anak kami. Karena itulah, ibu jadi tersinggung," terangnya menambahkan.

Yang Penting Berusaha

Peto sepertinya menyadari betul arti sebuah karma dalam kehidupan. Buktinya, secara terang-terangan ia mengaku merasa menyesal dengan semua kelakuan yang pernah ia lakukan sewaktu masih muda. Dan sekarang inilah ia mencoba untuk memerbaiki diri. "Aku akui, dahulu Aku sering judi, minum-minuman keras. Bahkan pacar banyak, sering gonta-ganti."

Dan karena Anisa-lah,(sang istri) yang membuat perilakunya berubah. Sejak mengenal Anisa, Peto mengaku mulai meninggalkan kebiasaan buruknya. Ia seperti menemukan sang bidadari yang sudah lama dicarinya. Merasa cocok dapat membina rumah tangga dengan bahagia, Peto akhirnya mengawini Anisa. Pernikahan yang awalnya dibayangkan akan dapat mendatangkan kebahagiaan itu, kini sudah di ujung tanduk.

"Semua itu tidak seperti yang Aku bayangkan sebelumnya, Sebenarnya Aku sudah mau minta cerai, tapi ada pesan dari orangtua agar tidak bercerai. Karena masih ada anak yang lebih penting karena masih kecil-kecil," serunya. "Aku sangat sayang dengan mereka. Makanya Aku rela bekerja malam hingga pagi, bahkan seharian demi dapat uang untuk keluarga dan biaya obat anak," tambahnya lagi.

Jika melihat kondisi Aisyah, Peto merasa tidak tega. Jika usaha yang ia lakukan tidak juga memberikan hasil positif, Peto mengaku hanya pasrah. "Aku takut bila Tuhan mengambil nyawanya. Tapi Aku kan juga tidak bisa menentang kehendak Tuhan. Semua Aku serahkan kepada yang di Atas. Yang pasti Aku sudah berusaha melakukan hal terbaik untuk keluarga," pungkasnya. Sumber : harian-global.com

http://www.barubaca.com/2009/12/cerita-dewasa-suami-jualan-rokok-istri.html