Selasa, 26 Januari 2016

Polisi ini Rela Utang Untuk Biayai Anak Putus Sekolah

Piter sedang melakukan pendataan anak-anak putus sekolah 
di salah satu rumah warga di kec. Kalukku Mamuju beberapa saat lalu.
Brigpol Piter Paembonan, anggota Polsek Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, adalah seorang polisi yang luar biasa.

Bukan karena dia mampu menembak jitu atau keahliannya menekuk para kriminal yang menjadikannya sebagai sosok luar biasa.
Namun, ketulusan hatinya terhadap anak-anak putus sekolah yang membuat nama Piter dikenal sebagai sosok yang dermawan.

Sejak 16 tahun lalu, selain menjalankan tugasnya sebagai seorang penegak hukum, Piter juga aktif mengkampanyekan gerakan kembali ke sekolah dengan masuk ke berbagai desa.

Dengan menunggang sepeda motor tua miliknya, Piter keluar masuk desa dan jalan-jalan kecil untuk menyambangi berbagai keluarga yang memiliki anak-anak putus sekolah.

Memang tak mudah membujuk para orangtua, yang kebanyakan secara ekonomi tak mampu, untuk kembali menyekolahkan anak-anak mereka.

Salah satu kendala adalah para orangtua ini tak mampu membelikan seragam, sepatu, tas dan peralatan sekolah bagi anak-anak mereka.

Sehingga, tak jarang Piter harus rela merogoh kocek pribadinya demi membiayai sebagian anak-anak ini agar bisa kembali mengenyam pendidikan.

Namun, karena pendapatannya sebagai polisi yang terbatas, maka tak jarang Piter harus berutang ke sanak saudara, tetangga hingga ke toko pakaian agar anak-anak itu kembali bersemangat menuntut ilmu.

Kegiatan amal ini diakui Piter memang tak mudah dan bukan pekerjaan ringan. Namun, rasa prihatinnya melihat anak-anak putus sekolah membuatnya terus menjalankan kegiatannya ini.

"Ini kegiatan amal yang tak mudah, karena selain harus meyakinkan mereka agar kembali semangat sekolah, juga harus meyakinkan orangtua bahwa pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak," ujar Piter.

Ternyata aksi sosial Piter ini mendapat perhatian dari atasannya. Sejak dua tahun terkahir Kapolres Mamuju AKBP Eko Wagianto mencanangkan gerakan kembali ke sekolah.

Bahkan Kapolres, menunjuk Piter sebagai kordinator gerakan ini. Alhasil, selama dua tahun terakhir, sebanyak 756 anak putus sekolah di berbagai desa mau kembali ke sekolah.

Setelah gerakan ini menjadi bagian dari program kepolisian setempat, Piter bisa bernafas lega, karena bebannya jauh lebih ringan.

Dicanangkannya gerakan kembali ke sekolah oleh Kapolres Mamuju membuat pembiayaan gerakan ini semakin mudah. Uang dihimpun mulai dari penggalangan dana hingga pemotongan gaji personel Polres Mamuju.

Dana yang berhasil dikumpulkan kemudian dibelikan berbagai kebutuhan sekolah seperti seragam, tas dan sepatu yang kemudian diberikan kepada anak-anak yang tidak mampu itu.

Satu hal lain yang sangat membantu kegiatan ini adalah Pemkab Mamuju sudah menggratiskan biaya pendidikan di berbagai sekolah negeri di kabupaten tersebut.

Suksesnya Piter menjadi kordinator gerakan kembali ke sekolah, ternyata terpantau para petinggi kepolisian Indonesia.

Atas jasanya berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, Piter sudah meraih berbagai penghargaan baik dari Kapolres Mamuju, Kapolda Sulselbar hingga Kapolri.

http://jambi.tribunnews.com/2016/01/26/polisi-ini-rela-utang-untuk-biayai-anak-putus-sekolah
* www.ayojambi.com/